
***Mansion Keluarga Orlando***
Nitami dan Nicolas masih berada di ruang kerja, perbincangan mereka masih berlanjut. Sebenarnya bukannya Nitami tidak ingin pergi, namun sebuah kesepakatan belum tercapai di antara mereka.
Nicolas mempertanyakan kondisi Angel, itu sudah lebih dari cukup bagi Nitami. Jika Nicolas memiliki perasaan peduli terhadap keponakannya tersebut, putri dari adik kecil yang sangat ia sayangi. Nitami berharap jika Nicolas dapat menerima Angel dengan tulus, karena Angel masih membutuhkan banyak kasih sayang dari keluarga terdekatnya.
"Apakah Angel tahu, jika dia masih memiliki keluarga lain, selain mama dan papanya?" Tanya Nicolas menatap intens Nitami.
"Tidak." Geleng Nitami menjawab.
"Saya belum mengatakan hal ini, karena belum ada kepastian yang harus saya katakan kepadanya. Saya tidak ingin memberikan Angel sebuah harapan yang tidak pasti." Balas Nitami kembali berbicara.
Nicolas mengerti maksud tindakan Nitami yang belum memberitahukan Angel tentang keluarganya yang lain.
"Lalu bagaimana berita kecelakaan itu? Apakah kedua orang tua Angel masuk juga ke dalam berita kecelakaan yang di alami oleh tuan Davin?" Tanya Nicolas.
"Saya sangat yakin berita kecelakaan seorang tuan muda terkenal seperti tuan muda Davin Attala Fardhan, adalah berita yang bagus dan banyak menjadi incaran bagi mereka pencari berita." Ucap Nicolas yang mengingatkan kembali Nitami pada beberapa berita tentang Davin saat kecelakaan itu terjadi.
Nitami diam sejenak, lalu berkata. "Tentu saja itu menjadi berita, namun nama kedua orang tua Angel tidak di sebutkan. Berita itu di tekan dengan cepat oleh pihak keluarga Fardhan." Balas Nitami dengan sikap yang masih terlihat tenang.
Mereka kini dapat berbicara secara baik, tidak ada rasa yang tidak nyaman di sela-sela obrolan mereka berdua. Nitami cukup nyaman berbicara saat ini kepada Nicolas, jika dibandingkan sebelumnya. Suasana ruang kerja yang terasa sunyi menambah kesan nyaman tanpa gangguan sedikitpun. Mereka berdua sama-sama mulai merasa nyaman.
"Mereka cukup cepat mengambil tindakan untuk menekan berita tersebut." Ucap Nicolas.
"Tentu itu pasti perbuatan dari tuan besar Fardhan." Ucap Nicolas kembali.
Nitami tidak menjawab, untuk masalah itu Nitami tidak tahu sama sekali, yang ia tahu berita itu hanya tersiar sehari setelah kecelakaan. Setelahnya menghilang bagai di telan bumi, itulah yang ia tahu.
Nicolas melihat intens Nitami yang hanya diam. Kembali dia teringat siapa sebenarnya Nitami? Nitami adalah istri pertama Davin, istri pertama yang hanya di jadikan sebuah tumbal oleh keluarga Fardhan, itu yang ia ketahui dari penyelidikan anak buahnya yang menjadi mata mata di kediaman keluarga Fardhan.
"Mengapa sikapmu begitu tenang saat aku mengatakan akan memperkarakan kasus ini ke jalur hukum? Apa benar tidak masalah bagimu? jika Davin mendapatkan masalah dariku?" Tanya Nicolas kembali ingin mengetahui reaksi Nitami mengenai nasib Davin.
Nitami diam, dia sangat tahu Nicolas ingin mengetahui reaksinya. Namun dia yang sudah tidak peduli pada Davin dan keluarga Fardhan. Tidak ingin menutupi sikapnya yang ingin menentang keluarga Fardhan.
"Davin pantas bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Biarkan hukum yang melakukan tugasnya. Aku tidak tahu menahu masalah dia bersalah atau tidak akan kecelakaan ini. Silahkan anda lakukan apapun yang ingin dan harus anda lakukan, tuan." Balas Nitami dengan mengikuti kata hatinya.
Nicolas menangkap jika Nitami begitu pasrah akan nasib yang akan di terima oleh Davin.
'Apa dia tidak mencintai davin? atau lebih tepatnya lagi, apakah dia tidak memiliki rasa terhadap suaminya itu?' Gumam Nicolas di dalam hatinya.
Nitami tidak ingin banyak bicara mengenai masalah pribadinya bersama Davin pada orang lain. Urusan pribadinya akan dia selesaikan sendiri dan tidak perlu di ketahui oleh orang lain, itulah yang Nitami inginkan. Dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"Apakah anda tidak ingin bertemu dengan Angel, tuan?" Tanya Nitami untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
'Dia mengalihkan pembicaraan kami. Sangat terlihat jelas, kau tidak peduli pada Davin. Ini bukan sikap seorang istri yang peduli akan nasib suaminya ke depan ketika dia mendapatkan masalah. Bagaimana sebenarnya hubungan mu bersama Davin?' Gumam Nicolas di dalam hatinya melihat intens ke arah Nitami.
__ADS_1
"Tentu saja. secepatnya. Aku ingin Angel ada bersamaku, karena aku berhak atas putri adikku?" Balas Nicolas mengikuti alur pengalihan Nitami.
"Tapi tuan." Ucap Nitami terdiam.
"Ada apa?" Tanya Davin mengerutkan keningnya melihat Nitami yang terlihat ragu akan ucapannya.
"Maaf sebelumnya, saya tidak bisa begitu saja melepaskan Angel di bawah pengasuh anda langsung. Saya ingin Angel dapat menerima anda dan keluarga anda dengan sendirinya, tanpa paksaan dari siapapun?" Ucap Nitami menjawab, ada keraguan Nitami melepaskan Angel berada langsung di bawah pengawasan keluarga Orlando.
Nitami hanya ingin memberikan Angel kenyamanan di dalam menjalani hidupnya ke depan. Jika Angel tidak nyaman bersama keluarganya, Nitami harus memperjuangkan itu. Angel berhak bahagia dan ada rasa nyaman pada dirinya, hanya itu yang Nitami inginkan.
"Saya harap anda bisa mengerti maksud saya. Berikan kenyamanan pada Angel. Apakah dia bersedia bersama anda dan keluarga Orlando atau tidak? Tentu saja saya akan membantu untuk memberikan pengertian pada Angel agar bisa mengerti dengan situasi ini." Ungkap Nitami kembali, dia tidak ingin Nicolas salah paham akan perkataannya.
"Tentu saja, aku percaya padamu. Kau menginginkan yang terbaik untuk Angel. Terima kasih, kau mau mengasuhnya selama ini." Balas Nicolas tulus dari hatinya.
'Kau memang wanitaku yang baik hati. Sepertinya takdir kita memang sudah terikat sejak pertama kalinya kita bertemu. Aku semakin yakin, tidak akan melepaskan dirimu lagi. Kau harus menjadi milikku, bagaimana pun caranya?' Gumam Nicolas di dalam hatinya merasa senang, kini ada Angel yang akan mengikat mereka menjadi lebih dekat lagi. Itu yang Nicolas harapkan.
'Ternyata dia bisa mengucapkan kata terima kasih. Aku pikir di pria yang angkuh seperti dirinya tidak mudah berterima kasih kepada orang lain.' Salut Nitami di dalam hatinya akan ucapan terima kasih Nicolas kepadanya.
"Terima kasih anda juga bisa mengerti." Balas Nitami dengan senyum leganya karena semua berjalan lancar seperti harapannya.
Sesaat kemudian terdengar suara ketukan dari pintu ruangan tersebut, dan suara Rey sang asisten pribadi Nicolas.
'tok tok tok'. "Tuan, tuan…!" Panggil Rey sembari mengetuk terus pintu ruangan tersebut.
Sontak Nitami dan Nicolas melihat ke arah pintu, Nitami lalu beralih melihat kembali ke arah Nicolas yang juga melihatnya.
Rey harus sedikit berteriak dan cukup keras mengetuk pintu, karena ruang kerja Nicolas yang kedap suara.
Nicolas segera bangkit yang di ikuti cepat oleh Nitami, mereka segera mendekati pintu. Nicolas meraih kunci pintu di dalam saku celananya, tentu saja mendapatkan perhatian dari Nitami. Dia baru tahu jika kunci ruangan tersebut di sembunyikan oleh Nicolas.
'Sial, aku baru tahu jika pintu ini terkunci dan dia menyembunyikan kuncinya.' Gumam Nitami cukup terkejut akan tindakan Nicolas yang tidak ia ketahui.
Nicolas membuka pintu tersebut, wajah Rey cukup tenang. Entah karena memang dia seperti itu? Atau keadaan nyonya Navya Orlando tidak terlalu parah. Namun sebenarnya di dalam hati Rey sangat khawatir akan keadaan nyonya besarnya tersebut. Dia harus pandai mengatur mimik wajahnya agar tetap terlihat setenang mungkin.
"Apa yang terjadi?" Tanya cepat Nicolas begitu melihat Rey.
"Nyonya terlalu sedih karena nona Nadira, tuan. Lalu jatuh pingsan. Ibu Sisil sudah menghubungi dokter Erick untuk datang ke mansion." Jawab Rey dengan sigap dan tenang.
"Di mana mamaku sekarang?" Tanya Nicolas terlihat jelas kekhawatiran di wajahnya.
"Di kamarnya tuan."
"Hubungi kembali dokter Erick, perintahkan dia untuk cepat datang ke sini. Aku takut akan berdampak pada jantungnya." Ucap Nicolas.
"Jantung, apa nyonya Orlando memiliki riwayat sakit jantung?" Tanya Nitami dengan cepat. Jiwa dokternya bangkit begitu saja. Dia tidak bisa begitu saja diam jika mendengar ada seorang pasien di sekitarnya.
__ADS_1
Nicolas dan Rey melihat ke arah Nitami. Mereka baru sadar jika Nitami adalah seorang dokter handal. Nicolas menghembuskan nafasnya perlahan, lalu berkata.
"Pernah sekali, sewaktu kepergian Nadira dari mansion. Tetapi tidak parah, serangan jantung ringan." Balas Nicolas menjelaskan.
"Saya akan memeriksanya. Terlalu lama jika menunggu dokter datang ke sini." Balas Nitami dengan cepat mengambil keputusan.
"Baiklah." Setuju Nicolas dengan cepat pula. Apa yang di katakan oleh Nitami? adalah benar.
"Saya ambil tas di dalam mobil dulu."
"Biar saya saja dokter." Jawab Rey dengan cepat tahu harus berbuat apa?
Nitami menatap ke arah Rey. "Baiklah." Setuju Nitami sembari menyerahkan kunci mobilnya kepada Rey.
"Ayo ikut dengan ku." Ajak Nicolas pada Nitami.
Mereka segera menuju ke dalam kamar nyonya Navya Orlando yang ada di lantai dua. Mereka berdua sedikit berlari menuju ke arah kamar, karena mereka tidak tahu apa penyebab nyonya Navya pingsan saat ini?
Nitami segera melakukan pemeriksaan ketika berada di dekat nyonya Navya yang sedang berbaring lemah di atas ranjangnya. Rey datang dengan cepat membawa tas yang berisi peralatan dokter dan beberapa obat di dalamnya.
Nitami dengan cepat melakukan pemeriksaan pada nyonya Navya, ingin mengetahui kondisi terkini nyonya Navya Orlando. Ternyata benar dia mendapatkan serangan jantung ringan, akibat tidak bisa menahan perasaan sedihnya. Nitami mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebutir obat, botol kecil dan sebuah suntikan.
"Bisakah saya mendapat dua buah sendok, karena obat ini harus di hancurkan supaya nyonya Orlando bisa menelannya dengan mudah." Ucap Nitami sembari menunjukkan sebutir obat di tangannya.
Nitami berniat membuat tenang nyonya Orlando, agar detak jantungnya kembali normal. Dia juga berniat menyuntikkan sebuah vitamin agar kondisi tubuh nyonya Navya lebih kuat lagi. Ibu Sisil dengan cepat pergi untuk mengambil sendok yang di minta oleh Nitami.
Sementara itu, Nitami segera menyuntikkan vitamin yang sudah ada di dalam suntikan yang ada di tangannya. Ibu Sisil datang membawa dua buah sendok dan segera memberikannya pada Nitami.
"Terima kasih." Ucap Nitami meraih sendok yang di berikan. Ibu Sisil hanya tersenyum getir karena masih khawatir pada nyonyanya tersebut.
Nitami dengan cepat menghancurkan obat yang ia maksudkan, lalu menambahkan sedikit air pada obat tersebut agar dapat masuk dengan mudah. Nitami yang di bantu oleh ibu Sisil memberikan obat tersebut pada nyonya Navya yang masih tidak sadarkan dirinya.
Begitu selesai melakukan yang seharusnya Nitami lakukan, diapun berdiri sembari menulis sebuah resep obat yang di perlukan oleh nyonya Navya sekarang.
"Tolong belikan semua obat yang ada di resep ini." Ucap Nitami pada Nicolas. Namun Rey yang segera mengambil resep tersebut.
"Sepertinya aku sudah tidak di perlukan lagi di sini, karena sudah ada seorang dokter jenius dan cantik di sini." Ucap seorang pria yang tiba-tiba datang. Pria tampan dengan senyum menawannya melihat ke arah Nitami.
Nitami dan Nicolas melihat ke arah pemilik suara yang tiba-tiba datang. Pria tampan yang cukup membuat Nitami diam terpaku, karena tidak pernah ada di dalam pikirannya akan bertemu pria itu lagi.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.