
***Mansion Keluarga Fardhan***
Tubuhnya gemetar, kedua tangannya meremas kuat bagian dada dan lengannya, serta wajah yang terlihat pucat, ia sungguh terlihat rapuh tak berdaya. Nyonya tua sedang menahan segala rasa sakit serta gejolak yang ada di dalam tubuh, pikiran dan hatinya.
Nitami memandang remeh serta dingin ke arah nyonya tua yang menjadi awal dan sumber semua penderitanya selama 5 tahun ini. Tidak ada rasa iba atupun rasa kasihan di hatinya melihat wanita tua yang rapuh tidak berdaya sedang menahan rasa sakitnya. Ia benar-benar marah dan menikmati semua yang terjadi saat ini pada sang nyonya tua akan ulah perbuatannya.
Sebuah pengakuan dari Nitami yang mengejutkan bagi sang nyonya, membuat beberapa pertanyaan timbul di pikirannya sekarang tentang siapa sebenarnya Nitami?
Mengapa Nitami mengaku sebagai NASA Angel dari mafia shadow world?
Mengapa dia mengenal nama itu?
Apa benar Nitami adalah NASA Angel yang ia kenal tanpa tahu bagaimana sosoknya?
Siapa yang telah mengutus Nitami untuk meracuni dirinya?
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang ingin sebuah jawaban kini ada di pikiran sang nyonya tua. Namun dari pada meminta semua pertanyaan itu terjawab, ia terus berusaha membuat pikiran dan tubuhnya tenang sekarang, tetapi itu tidaklah berhasil. Hati dan pikirannya berkata semua akan baik-baik saja, tidak dengan tubuhnya yang gemetar hebat akan rasa takut dan sakit yang ia rasakan sekarang.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya nyonya tua di sela-sela nafasnya yang sesak.
Nitami menatapnya dingin, kedua tangannya masih memegangi sebuah pedang beserta sarungnya. Ia pun melemparkan jauh pedang itu ke arah samping nyonya tua, lalu berkata.
"Siapapun aku? Yang pasti, akulah yang akan memberikan semua hukuman dan balasan dari semua kejahatan yang selama ini kau lakukan, nyonya." Balas Nitami dingin.
Nyonya tua terus meringis akan rasa sakit yang ia rasakan, setiap persendian mulai nyeri akan sakit yang teramat, sedangkan tubuh bagian bawahnya mulai berat dan susah untuk ia gerakkan.
"Kakiku…!!" Ucapnya sembari menyentuh kedua kalinya yang berusaha ia gerakkan, namun sangat berat dan tidak mudah untuk bergerak seperti biasanya.
"Apa yang terjadi pada kakiku?" Tanya nyonya tua mulai mengeluarkan air matanya.
Rasa takutnya semakin menjadi, kondisinya sungguh memprihatinkan. Namun Nitami hanya diam dengan tenang dan dinginnya melihat wanita tua yang jahat serta kejam di matanya.
"Nikmati semuanya, apa yang kau rasakan saat ini? Itulah yang di rasakan oleh semua wanita yang telah kau racuni." Balasan Nitami begitu terdengar kejam penuh akan amarah.
"Perbedaannya hanyalah, mereka merasakannya secara perlahan, sedangkan kau langsung merasakan rasa sakitnya sekaligus pada seluruh tubuh mu, nyonya Nadin." Balasnya lagi.
"Brengsek kau, wanita tumbal…!!" Ucap nyonya tua dengan suara yang terdengar susah payah untuk ia keluarkan.
"Aku bukan wanita tumbal, karena kau yang akan selanjutnya menjadi wanita tumbal di keluarga Fardhan. Kau dan semua kejahatan mu harus membayar lunas semuanya. Kau dengar…!!" Teriaknya murka. Nitami naik pitam akan sebutan nyonya tua yang mengatakan jika dia adalah wanita tumbal.
Hatinya sakit hingga tidak dapat ia kontrol lagi.
"Nyonya…!!" Panggil seorang pria paruh baya datang tiba-tiba dengan nafas yang terengah-engah karena lelah berlari.
__ADS_1
Tom sang asisten pribadi nyonya tua datang dan melihat sang nyonya yang sudah pucat akan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Tom melihat sekilas secara curiga serta waspada ke arah Nitami, sembari melangkahkan kakinya ke arah sang nyonya yang berada di kursi roda elektriknya.
"Apa yang terjadi nyonya?" Tanya Tom sudah duduk berjongkok di hadapan sang nyonya.
"Tom…!" Panggil sang nyonya dengan susah payah.
"Tom…Wanita itu…!" Ucapnya dengan tersengal.
"Bunuh wanita itu…Tom…!" Perintah cepat sang nyonya yang sudah tidak tahan akan rasa sakitnya.
Tom melihat datar sang nyonya, lalu melihat ke arah Nitami. Tatapan mata pria paruh baya itu dan Nitami bertemu sama dinginnya. Dianpun melihat ke arah darah yang masih menetes dari sayatan luka di lengan dan leher Nitami, pria itu melihat ke arah pedang nyonya tua yang berada tidak jauh di dekatnya. Terdapat bercak darah segar pada mata pedang tersebut.
Tom mengira jika luka sayatan pada lengan dan leher Nitami adalah luka yang di sebabkan oleh pedang sang nyonya. Dia menebak jika nyonya nya lah yang melakukan itu. Tanpa ia tahu kejadian yang sebenarnya terjadi.
Tom bangkit lalu melangkah cepat mendekati pedang sang nyonya, ia meraih pedang tersebut dan berdiri menantang dengan wajah garang ke arah Nitami.
Nitami tahu arti raut garang wajah Tom yang terlihat jelas mengarah padanya. Nitami tahu pria itu akan melakukan sebuah serangan padanya, diapun waspada dan mulai bersiap untuk serangan Tom selanjutnya.
Tom melangkah dengan cepat dan langsung mengayunkan pedang yang ia pegang ke arah Nitami, sedangkan Nitami berhasil menghindar ke arah samping. Tanpa menunggu lama, gerakkan Tom terus mengayunkan pedangnya kepada Nitami.
Nitami dengan tangan kosong hanya bisa menghindar dengan memutar ke arah samping tubuh Tom, dengan kaki jenjangnya Nitami menendang keras pinggang pria yang menjadi lawannya. Dengan cepat Nitami meraih sarung pedang yang ada tidak jauh darinya, sebagai senjata pertahanan.
Nitami yang melihat Tom ingin menyerang lagi, menahan pedang yang di pegang Tom dengan sarung pedang yang ia pegang, sembari menendang keras perut pria paruh baya itu. Namun sayang Tom dapat menangkis tendangan Nitami dengan kakinya, ia pun tidak habis akal.
Tom mundur dan menahan dadanya yang sakit, tanpa menunggu lama Nitami memukul keras kepala dan leher Tom dengan sarung pedangnya. Kembali pria itu merasakan rasa sakit pada kepala dan lehernya, tanpa menunggu lama untuk melawan Nitami memukul keras tangan kanan Tom yang memegang pedang, sehingga pedang yang pria tersebut pegang terlepas dari tangannya.
Dengan cepat Nitami meraih pedang yang terjatuh di hadapannya, dan tanpa ampun ia menebas kedua betis Tom hingga pria itu tersungkur karena rasa sakit, begitu Tom terduduk di atas lantai Nitami pun segera ingin mengakhiri pertarungannya.
Dengan gerakan yang keras dan cepat Nitami memukul kembali kepala Tom hingga ia menunduk, dan bergerak cepat ke arah belakang Tom untuk memukul keras tengkuk kepala sangat asisten pribadi nyonya tua, hingga akhirnya Tom tidak sadarkan diri.
Nafas Nitami terengah-engah karena begitu banyak gerakan yang menguras tenaganya kali ini, tatapan tajam dan devilnya melihat ke arah nyonya tua yang terlihat shock dan gemetar ketakutan melihat pertarungan Nitami yang cukup sengit.
"Pertolongan seperti ini yang bisa kau datangkan untuk melawan ku." Ucap Nitami menekan perkataannya.
Nyonya tua terdiam dengan raut wajah terkejut pucat, dan tidak dapat melakukan dan bicara apapun? melihat Tom telah kalah dan kini tidak sadarkan diri.
"Bahkan untuk menyentuh ku pun, tidak bisa ia lakukan." Ucap Nitami menginjak punggung Tom dengan kakinya.
Nitami membuang pedang beserta sarungnya ke dekat tubuh Tom. Ia sudah malas berlama-lama di tempat itu, karena masih ada urusan lain yang harus ia lakukan sekarang.
"Sai…!!" Panggil Nitami pada seseorang yang dari tadi bersembunyi dan sibuk merekam semua serta menyaksikan sebuah pertunjukan yang di perankan oleh Nitami.
"Iya nona…!" Balas seorang pria tampan sekitar 35 tahunan datang dari balik semak semak tidak jauh dari rumah putih. Dia adalah Sai, seorang bodyguard sekaligus mata-mata yang Alesha tempatkan pada Mansion keluarga Fardhan.
__ADS_1
"Bereskan semuanya. Aku harus segera mengobati lukaku ini." Ucap Nitami sembari memegangi luka pada leher dan lengan kanannya yang terus mengeluarkan darah segar secara bergantian.
"Baik nona." Balas Sai menerima perintah.
Dengan cepat ia menghubungi beberapa anak buahnya yang juga sudah ada di sekitar mereka. Tidak ada yang tahu jika sebagian besar bodyguard dan penjaga pada mansion keluarga Fardhan adalah anak buah Alesha yang menyamar dan di perintahkan menjaga, melindungi serta membantu Nitami.
"Jangan pergi." Cegah nyonya tua dengan susah payah meraih kain baju yang Nitami gunakan saat Nitami ingin melewatinya.
Nitami terdiam tanpa melihat ke arah nyonya tua.
"Maafkan aku…Aku menyesalkan…!" Ucap nyonya Nadin susah payah dengan nafas yang sudah tersengal-sengal.
Nyonya Nadin berpikir cepat untuk keselamatannya kali ini, ia tidak ingin masuk penjara ataupun mati mengenaskan karena semua perbuatannya telah di ketahui oleh Nitami. Apalagi ia sudah tidak tahan akan rasa sakit akibat racun yang di berikan oleh Nitami. Rasanya ia ingin mati saja akan rasa sakit itu, jadi ia ingin membujuk Nitami.
"Aku akan membayarmu, berapa pun yang kau minta. Jadi tolong lepaskan aku, berikan aku penawar dari racunnya, ini sakit sekali. Tolong…!!" Ucapnya lagi karena Nitami hanya diam saja.
Ucapan nyonya tua sontak membuat Sai yang mendengarkannya melihat ke arah Nitami dan nyonya tua secara bergantian.
'Apa wanita tua ini sudah menjadi gila, ingin membayar nona Nitami? Apa dia tidak mengerti juga dengan apa yang nona Nitami katakan tadi tentang siapa jati dirinya yang sebenarnya? jika nona Nitami adalah NASA Angel dari Shadow world yang terkenal beberapa tahun ini di dunia mafia, akan beberapa racun dan obat obatan ajaib yang nona ciptakan. Apa nyonya tua ini sudah menjadi gila karena racun itu?' Gumam Sai di dalam hatinya melihat ke arah Nitami dan nyonya tua secara bergantian.
'Apa nyonya tua ini tidak tahu inilah sosok NASA Angel kami, yang bahkan tidak memerlukan bayaran dari musuhnya sendiri.' Gumam Sai lagi.
"Kau ingin membayar ku berapapun yang aku minta?" Tanya balik Nitami melihat ke arah sampingnya.
"Iya. Berapa pun yang kau mau." Angguk nyonya tua sembari terus berusaha mengeratkan genggamannya pada kain baju Nitami.
Nyonya tua mengira, jika Nitami benar-benar berasal dari dunia mafia. Uang adalah segalanya di dunia hitam tersebut, jadi nyonya Nadin berniat membeli Nitami dengan uangnya kali ini. Sebab uang lah yang menyelesaikan segala urusannya di dunia mafia selama ini.
"Berapa pun aku bisa membayar mu?" Balas nyonya tua berkata lagi.
Nitami menatap dingin nyonya tua, ia merasa dirinya terus di pandang remeh dan rendah oleh nyonya Nadin. Bukannya setuju ataupun iba, Nitami bertambah kesal dan geram di buatnya.
Sai melihat secara cermat dan memasang telinganya dengan tajam, ia ingin tahu apa yang akan menjadi jawaban dari Nitami? Salah satu nona yang menjadi atasannya selama beberapa tahun ini. Apakah Nitami akan setuju atau tidak?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1