Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
137. Season 2...Awal Kebenaran.


__ADS_3

…Season 2…


***Markas Rahasia***


Dua keluarga bangsawan berkumpul di sebuah markas rahasia yang sering mereka gunakan untuk kepentingan mereka. Markas rahasia yang tidak banyak orang ketahui, memiliki 2 kelompok organisasi berbeda yang di pimpin oleh satu pemimpin tertinggi pada organisasi rahasia tersebut.


Dragon King adalah salah satu organisasi mafia yang tersembunyi di balik layar, dan pemiliknya adalah Duke Wilmer Damaresh. Darkness Black adalah salah satu organisasi mafia yang berasal dari Italia dan telah di ambil alih oleh sang Duke untuk memperkuat pertahanan kekuasaannya selama ini.


Dua organisasi mafia yang di sembunyikan di balik layar dan hanya di ketahui oleh beberapa orang penting yang terlibat di dalamnya, seperti keluarga Dickson yang memegang kendali atas Darkness Black, dan keluarga Ballard yang memegang kendali atas Dragon King. Namun di atas semua itu, Duke Wilmer Damaresh adalah pemimpin tertinggi atas kedua orang organisasi yang susah payah ia bangun dan raih.


Beberapa orang tahu bagaimana kekuatan sang Duke tersebut. Namun sayang, itu semua tidak terendus oleh putri Joanna Damaresh yang memiliki kendali atas posisi tertinggi pada keluarga bangsawan lainnya. Sang Duke diam diam mendirikan kekuatannya sendiri untuk merebut kekayaan, kekuasaan, tahta dan posisi yang di miliki oleh sang putri.


Banyak cara sudah ia gunakan, dari menyingkirkan, membunuh dan menjatuhkan semua yang menghalangi jalannya. Sang Duke begitu kejam, bahkan rela membunuh putri kandungnya sendiri agar tujuannya tercapai.


Iya, ia yang telah membunuh putri Helena Damaresh. Dengan cara menyingkirkan seluruh keluarga suaminya. Keluarga Saila hancur lebur atas rencana pembunuhan yang di lakukan oleh dua organisasi milik Duke Wilmer Damaresh.


Pembakaran kediaman Saila di malam naas itu adalah rencana pembunuh yang Wilmer telah rencanakan sejak lama. Menyingkirkan tangan kanan putri Joanna yang meresahkan yaitu Hektor Saila, sekaligus menyingkirkan putri Helena Damaresh yang akan menjadi ahli waris pemegang tahta keluarga Damaresh.


Hektor Saila dan putri Helena Damaresh di anggap sebagai penghalang yang harus Wilmer singkirkan untuk selamanya. Keduanya di anggap menghalangi jalannya menuju tahta keluarga Damaresh.


Putri Helena Damaresh sejak kecil tidak pernah dekat dan tidak pernah patuh pada Wilmer Damaresh. Sehingga dia anggap penghalang yang tidak dapat di atur sesuka hati oleh sang Duke. Sedangkan Hektor Saila sebagai dokter pribadi sekaligus kaki tangan putri Joanna Damaresh, terlalu banyak tahu rahasia yang di miliki oleh Wilmer. Keduanya membahayakan posisi sang Duke. Alasan itulah yang membuat Duke Wilmer membunuh keduanya dengan kejam tanpa belas kasihan sama sekali.


Di sinilah mereka kini berkumpul. Keluarga Dickson, keluarga Ballard dan Duke Wilmer Damaresh. Mereka ingin membahas apa yang tadi mereka lihat di dalam pesta.


"Yang mulia, ini laporan mengenai identitas dokter wanita itu." Ucap Peter Aozora Dickson memberikan sebuah laporan tentang identitas Nitami, yang ia dapatkan dari penyelidikan putranya Johan Aozora Dickson bersama beberapa anak buahnya.


Wilmer meraih dan melihat laporan tersebut. Semua mengenai identitas Nitami sudah di atur serapi mungkin oleh anak buah Alesha yang ahli di bidang IT. Tidak kalah hebat dari tuan muda Johan Aozora Dickson yang sangat ahli di bidang IT seperti sang kakak, Andreas Aozora Dickson.


"Apa ini sudah semua?" Tanya tegas Wilmer melihat datar dan tajam ke arah Peter. Pria paruh baya yang sudah lama ikut bersama dengannya dalam organisasi mafia miliknya.


"Sudah yang mulia. Johan menyelidiki itu semua dengan sangat teliti. Nitami adalah cucu perempuan dari Debora Misel. Debora Misel memiliki seorang putra sebelum menikah dengan Hektor Saila. Dokter wanita itu adalah putri dari putra Debora Misel yang lahir di luar pernikahan. Putra Debora Misel di asuh dalam keluarga Misel setelah Debora menikah dengan Hektor Saila. Itu cerita singkat asal-usul Nitami Adrenaa Saila berasal." Penjelasan Peter.


"Mengapa nama keluarga Saila ada di belakang nama wanita itu?"


"Itu atas permintaan Debora Misel kepada Hektor Saila, untuk mengizinkan memakai nama belakang keluarga Saila oleh putra pertama Debora. Hektor setuju atas dasar cintanya terhadap Debora. Putra pertama Debora di angkat menjadi putra pertama Hektor dan Debora Saila. Itu salah satu rahasia yang di sembunyikan oleh keluarga Saila dan keluarga Misel secara bersamaan." Penjelasan Peter yang ia ketahui dari penyelidikan Johan.


"Jadi pada saat kejadian naas itu. Putra pertama Debora Misel tidak berada di dalam rumah keluarga Saila yang terbakar?"


"Tidak yang mulia. Putra pertama Debora sejak kecil hingga dewasa, berada dalam pengawasan keluarga Misel yang pada saat itu bertempat tinggal di Amerika."


Duke Wilmer Damaresh terdiam dengan tatapan matanya tajam pada laporan yang ada di tangannya. Apa yang di jelaskan oleh Peter, tidak membuat hatinya puas. Ada yang mengganjal hatinya saat ini.


Wajah Nitami yang sangat mirip dengan putri Helena dan putri Joanna di usia muda sang putri. Itulah yang mengganjal hatinya. Perbedaan Nitami hanya ada di warna matanya saja.


"Jika wanita itu putri dari putra pertama Debora Misel. Bagaimana bisa wajahnya memiliki kemiripan yang hampir 100% dengan wajah putri Helena dan putri Joanna di usia mudanya?" Tanya Wilmer dengan masih bersikap tenang.


Ia pun meremas laporan yang ada di tangannya.


"Apa ini mungkin terjadi. Seseorang yang memiliki wajah mirip, tetapi tidak memiliki hubungan darah di antara mereka." Ungkapan Wilmer dengan menekan beberapa kata-katanya.

__ADS_1


"Apa kalian bodoh…!" Suaranya tinggi sembari menggebrak keras meja yang ada di hadapannya.


Semua orang sontak terkejut akan tindakan sang Duke yang mulai marah.


"Maaf yang mulia. Mungkin wajah itu hanya hasil operasi plastik. Pada zaman sekarang itu sudah biasa di lakukan, agar mereka memiliki wajah yang di inginkan." Jelas Peter ingin menenangkan sang Duke.


"Apa ada laporan untuk itu?"


Peter terdiam sejenak. Sebenarnya ia masih ragu akan perkataannya tersebut.


"Maaf yang mulia. Tidak ada."


Perlahan Duke Wilmer mengeluarkan tawanya yang semakin lama berubah menjadi tawa jahat. Ia menertawakan sesuatu yang sedang ia curigai sejak melihat kemunculan Nitami.


"Kalian semua…Tidak berguna." Ungkapnya tegas.


Tatapan tajam membunuh kini terlihat kejam pada wajah tua itu. Semua mata memandang ngeri akan tatapan membunuh sang Duke.


Tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya sama sekali.


"Aku berikan kalian waktu satu minggu untuk menyelidiki siapa wanita itu sebenarnya? Apa kalian mengerti??!!" Ucap tegas dan keras Wilmer kepada seluruh anggota yang hadir di sana.


"Baik yang mulia." Balas semua dengan serempak.


"Sedikit saja kalian berbuat kesalahan. Persiapkan nyawa kalian sebagai bayarannya." Ucapnya tegas seiring rahangnya yang mengeras untuk menahan gejolak emosinya.


...--------------------------------...


***Kediaman Massimo***


Sedangkan di kediaman Massimo. Nitami dan Leonardo Misel kini sedang duduk bersama seluruh anggota keluarga Massimo dan Orlando.


"Ada yang bisa jelaskan, apa yang sebenarnya telah terjadi?" Tanya Daniel sebagai sesepuh tertua dari keluarga Massimo.


Semua mata memandang ke arah pria tua yang masih terlihat memiliki aura kuat seorang pria bangsawan.


"Kejadian tadi cukup mengundang perhatian dari putri Joanna Damaresh. Apa kalian tahu apa artinya itu? Keluarga Ballard tidak akan tinggal diam dengan masalah ini." Ungkap Daniel melihat ke arah Nitami dan Nicolas secara bergantian.


"Hadapi semuanya dan ikuti alurnya." Balas Leonardo Misel dengan sikap tenangnya.


Semua mata memandang ke arah pria tampan tersebut.


"Kalian sudah tahu jika perang ini sudah sejak lama terjadi. Hanya saja, baru kali ini ada yang berani melakukannya secara terang dan terbuka." Jelas Leon masih dengan tenang.


Penjelasan yang dapat di mengerti oleh mereka.


"Itu yang keluarga Misel harapkan. Bukankah begitu tuan Alex?" Tanya Leon melihat ke arah Alex Massimo yang sejak tadi hanya diam saja.


Kini semua pandang mata melihat ke arah Alex dan Leon secara bergantian. Sudah ada kesempatan di antara Leon, Nitami dan Alex untuk masalah perang yang akan berlangsung ke depannya.

__ADS_1


"Tentu saja, tuan Leon." Balas Alex dengan tenang. Sukses membuat semua anggota keluarga cukup terkejut.


Alex dapat dengan tenang menyikapi perbincangannya bersama Leon. Seakan mereka sudah sangat akrab dan tahu kemana arah rencana mereka. Itu yang tidak di ketahui oleh anggota keluarga Massimo dan Orlando. Alex dan Leon cukup dekat sebagai teman seperjuangan untuk ke depannya.


Daniel menghela nafasnya perlahan. Ia tahu masalah ini sudah sangat serius dan membawa beberapa keluarga bangsawan terlibat di dalamnya.


"Apa semua ini ada hubungannya dengan dendam masa lalu?" Tanya tiba-tiba Daniel yang sukses membuat semua orang tercengang.


"Benar sekali, tuan Daniel." Balas Leon dengan senyuman. Pria itu senang jika sesepuh keluarga Massimo mengerti maksudnya.


"Dendam sebuah keluarga dalam perebutan tahta." Ucap Daniel menatap serius ke arah Leon.


"Benar sekali. Saya terkesan, anda dapat dengan cepat membaca situasi ini." Ucap Leon terlihat puas akan tebakkan Daniel.


"Apa kau mencoba merebut Tahta keluarga Damaresh, tuan Leon?"


Leon tersenyum, tetapi tatapan matanya melihat ke arah Nitami yang duduk di sampingnya. Nitami hanya diam menyimak sejak awal mereka datang.


"Itu tergantung padanya?" Tunjuk Leon ke arah Nitami dengan ujung matanya.


Mereka mengerti apa yang di maksudkan oleh sikap Leon menunjuk ke arah Nitami, wanita yang menjadi perhatian semua orang dan hanya diam dengan tatapan lurus ke arah meja yang ada di hadapannya.


"Aku akan mengikuti apapun yang Saila inginkan. Balas dendam ataupun ingin mendapatkan tahta sekalipun, aku akan mendukung semua keputusannya." Ucap Leon.


"Bagaimana Saila? Apa yang kamu inginkan?" Tanya Leon pada Nitami.


Nitami melihat ke arah Leon dan semua orang yang hadir secara bergantian. Tatapan matanya lama melihat ke arah Nicolas, lalu beralih kembali ke arah Daniel sebagai sesepuh keluarga Massimo.


"Aku hanya ingin keadilan untuk keluarga ku." Ucap Nitami sedikit mengeluarkan pendapatnya.


"Apa benar, kamu salah satu anggota keluarga Hektor Saila?" Tanya Daniel ingin kejelasan.


Semua memandang Nitami dan Daniel secara bergantian.


"Apa kamu memilih bukti untuk itu?" Tanya Daniel kembali.


"Tentu saja ada. Jika tidak ada bukti yang jelas, bagaimana bisa keluarga Misel akan dengan senang hati menerima Saila masuk ke dalam keluarga kami." Kata Leon sedikit menjelaskan bukti yang sudah ia lihat.


Nitami meraih tas pestanya dan mengeluarkan sebuah flashdisk kecil. Barang kecil itu di letakkan di atas meja yang ada di hadapannya. Sebuah flashdisk yang menyimpan rekaman dari video kedua orang tuanya. Rekaman yang selalu membuat Nitami ingin balas dendam, kepada mereka yang telah berbuat jahat terhadap seluruh keluarganya dahulu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2