
***Rumah Sakit Golden Healthy***
Nitami melakukan pekerjaan seperti biasanya sebagai seorang dokter. Tanpa hambatan apapun?
Namun ada yang berbeda pada saat Nitami datang ke dalam kamar perawatan Nicolas. Sikap Nicolas dingin dan acuh padanya, Nitami tidak ambil pusing. Dia melakukan pekerjaannya dengan ramah dan cepat, lalu segera pergi dari ruangan itu tanpa banyak bicara lagi.
"Rey, kau lihat senyumannya itu. Bagaimana aku bisa marah dan acuh padanya? Apa lagi untuk melupakan dia." Tanya Nicolas setelah kepergian Nitami.
"Iya tuan, saya juga melihatnya. Senyum yang ramah dan manis." Balas Rey dengan tersenyum, yang sontak membuat Nicolas melihat ke arahnya.
"Apa yang kau katakan?" Ucap Nicolas menatap horor pada asisten pribadinya tersebut.
Rey tahu jika dirinya bukan salah bicara, tetapi tuannya saja yang sedang sensitif saat ini.
"Katakan padaku, apa kau juga menikmati senyumannya?" Tanya Nicolas menatap tajam membunuh ke arah Rey.
Rey menelan salivanya karena ngeri melihat tatapan tajam membunuh Nicolas.
'Salah bicara lagi.' Gumam Rey di dalam hatinya.
"Tidak tuan, saya hanya melihat sekilas saja." Jawab Rey dengan hati-hati.
Nicolas benar-benar tidak suka bersikap acuh dan dingin terhadap Nitami, dia tersiksa seperti itu. Tetapi dia tidak tahu harus bagaimana menjaga hatinya? Tidak mungkin dia menyukai wanita yang sudah menjadi istri dari seseorang.
Namun perasaan cintanya terhadap Nitami tidak dapat di hapus begitu saja. Nicolas masih berharap apa yang dia ketahui? adalah kebohongan. Nitami bukanlah istri pertama Davin, dan masih bisa menjadi wanita miliknya.
"Sialan, brengsek." Ucap murka Nicolas melayangkan tinjunya ke atas kasur. Dia tersiksa akan perasaan hatinya yang tidak menentu.
"Tuan, tenang." Ucap Rey berusaha menenangkan bosnya tersebut.
"Rey, apa kau sudah selidiki hubungan mereka seperti apa sebenarnya?" Tanya Nicolas menatap jauh ke depan.
"Sudah tuan. Tidak ada yang tahu jika dokter Nitami dan tuan Davin adalah pasangan suami istri. Dokter Nitami memang benar istri pertama tuan Davin yang di sembunyikan selama 4 tahun ini. Tapi satu informasi yang saya dapatkan dari mata-mata yang saya tempatkan pada mansion keluarga Fardhan."
"Apa itu?" Tanya Nicolas antusias melihat ke arah Rey.
"Hubungan tuan Davin dan dokter Nitami tidak harmonis, atau lebih tepatnya lagi seperti orang asing yang tidak saling mengenal, dan satu lagi tuan…!" Ucap Rey terhenti.
Mata-mata yang Rey tempatkan pada mansion keluarga Fardhan, adalah salah satu anak buah yang cerdas dan dapat di percaya.
"Apa itu? cepat katakan.…!" Desak Nicolas.
"Dokter Nitami, hanya di jadikan sebagai istri pertama yang di tumbalkan, tuan." Ucap Rey dengan sangat hati-hati. Dia tahu jika bosnya itu tahu apa yang terjadi pada Nitami? Rey sangat yakin bosnya akan marah besar. Tetapi semua kebenaran itu harus di katakan, mungkin penderita yang di alami oleh Nitami adalah awal dari hubungan mereka akan menjadi lebih baik.
"Istri yang di jadikan tumbal, apa maksudmu?" Tanya Nicolas tidak mengerti.
Rey pun menceritakan segalanya yang terjadi pada Nitami selama dia menjadi istri pertama Davin 4 tahun terakhir ini. Dengan perasaan marah dan kepalan kuat tangannya, Nicolas masih setia mendengarkan semua cerita Rey dan informasi yang ia dapatkan dari anak buahnya. Rahangnya mengeras dan kepalan kuat tangan Nicolas menahan amarahnya.
Dia tidak pernah tahu jika Nitami telah menderita menjadi menantu di kelurga Fardhan. Nicolas tidak rela melepaskan Nitami kepada pria bejat seperti Davin, dan keluarga Fardhan yang tidak memiliki hati nurani. Di zaman modern seperti ini, mereka masih percaya akan adanya hal-hal mistis seperti tumbal untuk iblis.
Nicolas berjanji pada hatinya sendiri, dia akan mendapatkan dan meraih Nitami agar menjadi miliknya, wanitanya. Apapun yang menjadi rintangannya akan dia lalui? Bahkan untuk memutuskan hubungan pernikahan Nitami dan Davin dengan cara licik sekalipun akan Nicolas lakukan, karena wanitanya tidak berhak di perlakukan seperti itu.
"Rey, selesaikan urusan rumah sakitku, aku ingin pulang siang ini juga." Ucap perintah Nicolas dengan tegas.
"Baik tuan." Balas Rey tahu apa yang ingin di lakukan oleh Nicolas.
__ADS_1
Tatapan mata Nicolas dingin melihat ke arah depan, ingatan akan senyum manis Nitami selalu membayangi dan memenuhi kepalanya.
"Sayang, kau harus menjadi milikku, kamu tidak pantas untuk Davin." Ucapnya pelan sembari melihat photo Nitami pada layar ponselnya.
Sebuah photo yang ia dapatkan saat malam pesta, photo dirinya bersanding dengan Nitami berdiri berdua setelah Nitami menerima penghargaan yang ia dapatkan.
Rey melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Nicolas? melakukannya dengan cepat. Setelah itu mempersiapkan kepulangan Nicolas siang itu juga. Rey menghubungi dokter kepala dan direktur rumah sakit Golden Healthy langsung, agar semuanya berjalan dengan lancar.
...--------------------------------...
***Mansion Keluarga Orlando***
Nitami sedikit ragu saat berdiri di depan pintu masuk mansion keluarga Orlando. Mansion ini dua kali lipat lebih besar daripada mansion milik keluarga Fardhan. Inilah kunjungan pertama Nitami ke dalam mansion keluarga Orlando.
Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum akhirnya diapun menekan sebuah tombol bel di samping pintu. Beberapa saat kemudian, pintu mansion yang terlihat mewah itupun terbuka lebar. Terlihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian jas lengkap menyambut kedatangan Nitami.
"Selamat siang. Apa anda nona Nitami?" Tanya sang pelayan dengan senyum merekah di bibirnya.
"Iya, benar." Balas Nitami dengan anggukan kepalanya.
"Selamat datang nona Nitami. Silahkan masuk, nyonya besar sudah menunggu anda."
Nitami hanya tersenyum, lalu pelayan wanita itupun mempersilahkan Nitami masuk ke dalam mansion yang terlihat megah, mewah dan indah dengan barang barang furniture mahal. Nitami mengikuti pelayan tersebut, hingga masuk ke ruang tengah mansion.
"Selamat datang, nona Nitami." Sambut nyonya Orlando dengan sikap dan senyum ramahnya.
Nyonya Orlando segera mengecup kedua pipi Nitami, lalu memberikan pelukan hangat pada Nitami. Nitami hanya bisa menerimanya dengan pasrah.
"Terima kasih atas sambutan anda, nyonya." Ucap Nitami merasa bersyukur dirinya dapat di terima dengan baik.
"Tentu saja, tante senang kamu mau datang ke sini. Mari ayo duduk dulu." Ajak ramah nyonya Orlando, untuk duduk pada sofa mewah yang ada di ruang tengah tersebut.
"Jangan panggil nyonya, panggil saja tante. Supaya lebih akrab lagi, sayang." Balas nyonya Orlando menyentuh dagu Nitami lembut.
Nitami tersenyum ramah akan keramahan yang di berikan oleh nyonya Orlando padanya.
"Baik tante."
"Nah gitukan lebih enak di dengar."
Saat Nitami tengah tersenyum, dia melihat sesuatu yang membuatnya terdiam. Dari awal kedatangannya, perhatian Nitami terlalu fokus pada keramahan nyonya Orlando, sehingga tidak dapat melihat di sekitarnya.
Sebuah photo keluarga yang cukup besar, terlihat jelas kebahagiaan pada senyum merekah pada setiap wajah yang ada di dalam photo tersebut.
Photo keluarga Orlando, Tuan dan nyonya besar Orlando, Nicolas dan juga gadis cantik yang terlihat manis dan cantik.
'Angel.' Gumam Nitami di dalam hatinya.
Wajah gadis yang ada di dalam photo sangat mirip dengan Angel, gadis kecilnya yang selama ini dia asuh. Apakah itu ibu kandung Angel saat masih belia?
"Ada apa sayang? kamu lihat apa?" Tanya nyonya Orlando pada Nitami, karena dia melihat Nitami terlihat fokus pada sesuatu.
"Itu, photo keluarga tante." Tunjuk Nitami ke arah photo keluarga keluarga Orlando.
"Iya sayang." Balas nyonya Orlando ramah dengan senyum melihat photo keluarga tersebut lalu beralih melihat ke arah Nitami kembali.
__ADS_1
"Gadis itu, anak perempuan tante."
"Iya sayang." Angguknya.
"Cantik dan manis."
"Iya dia lebih mirip papanya. Kalau Nicolas mirip sama tante."
Nyonya Orlando adalah wanita paruh baya dengan wajah khas orang Inggris. Nyonya Orlando asli dari Inggris dan tuan Orlando blesteran Inggris Asia.
Nitami ingin bertanya, namun suaranya tersekat di tenggorokannya. Bagaimana caranya Nitami mulai untuk bertanya?
Nitami mencoba melihat ke arah nyonya Orlando, terlihat muram dan sedih. Nitami mencoba untuk menyentuh telapak tangan nyonya Orlando, semoga ada celah untuk Nitami bicara masalah ibu kandung Angel. Dia sudah yakin saat melihat photo gadis yang ada di photo keluarga tersebut, sudah di pastikan itu adalah ibu kandung Angel.
"Tante ada apa?" Nitami mencoba untuk bertanya. Namun ada yang sedikit mengganjal di hatinya. Sebaiknya dia jujur saja.
"Tante sebenarnya, kedatangan saya ke sini memiliki tujuan." Ucap Nitami mencoba jujur, dia tidak bisa menahan masalah ini lagi.
Nyonya Orlando menatap intens wajah Nitami, lalu berkata. "Ada apa sayang?"
"Tante, apa putri tante sudah lama menghilang?" Tanya Nitami pada akhirnya langsung pada tujuannya.
Nyonya Orlando mengerutkan keningnya melihat ke arah Nitami. Ada rasa penasaran di hatinya, dari mana Nitami tahu tentang hal itu?
"Maaf tante jika saya sudah lancang."
"Sebenarnya kedatangan saya ke sini, ada hubungannya dengan putri tante."
"Ada hubungannya dengan putriku, apa itu?" Tanya nyonya Orlando ingin tahu.
Jujur, Nitami sangat sulit mengungkapkan kabar ini. Namun dia harus mengatakannya, walaupun ini akan sangat menyakiti keluarga Orlando. Semua masalah ini tidak bisa di sembunyikan terlalu lama.
Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, untuk menetralkan pernafasannya.
Nitami mengeluarkan sebuah amplop kecil dari tas tangan yang ia bawa, dia ingin menyerahkan dua buah KTP milik kedua orang tua Angel.
"Ini tante, coba tante kenali dulu." Ungkap Nitami menyerahkan amplop tersebut kepada nyonya Orlando.
Nyonya Orlando dengan patuh membuka amplop tersebut, tangannya gemetar. Ada sesuatu yang tidak nyaman yang di rasakan oleh hati nyonya Orlando. Dia mencoba melihat sebuah KTP yang ada di tangannya, terlihat jelas wajah nyonya Orlando berubah saat mengenali KTP yang ada di tangannya.
"Ini, dari mana kamu mendapatkannya?" Tanya nyonya Orlando dengan suara yang sedikit bergetar.
"Apa tante mengenali KTP itu?"
"Iya, tentu saja. Ini KTP putri tante, hanya saja dia tidak menggunakan nama belakang keluarga Orlando. Nama depannya dan nama belakang suaminya yang ia gunakan."
Benar yang di katakan oleh nyonya Orlando, nama belakang ibu kandung Angel dan nama belakang ayah kandung Angel sama. Itulah yang membuat Nitami dan Alesha kesusahan untuk mencari tahu jati diri keluarga besar keduanya.
Belum lagi, data mereka tertutup dan tidak mudah untuk di akses oleh siapapun? Beruntung Alesha memiliki seorang yang sangat cerdas dan ahli di bidang IT, sehingga semuanya berjalan dengan mudah dalam mencari data seseorang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.