
***Mansion Alesha Larzo***
Nitami melangkah menuruni anak tangga untuk mencari Angel yang berada di taman belakang, tempat biasanya dia bermain bersama Kiara.
Suasana cukup sepi, hanya terlihat beberapa bodyguard yang berjaga di taman depan mansion. Entah kemana perginya penghuni mansion yang tadi Nitami temui? Apakah mereka kembali ke tempat kerja mereka masing-masing? Tapi ini cukup sore bagi mereka untuk kembali lagi ke tempat kerja mereka.
Nitami tidak ambil pusing, mungkin mereka sibuk. Dengan langkah ringannya Nitami menuju ke taman belakang. Nitami menggunakan pakaian santai yang cukup nyaman bagi luka lengan dan lehernya yang di perban tanpa harus menutupi lukanya. Luka yang masih terasa perih baginya, namun itu tidak membuatnya kesulitan sama sekali untuk bergerak.
Dari kejauhan Nitami dapat melihat Angel dan Kiara bermain dengan tawa yang bahagia. Mereka di temani oleh Kirana ibu kandung dari Kiara yang sekaligus menjadi pengasuh Angel saat ini.
"Hai anak anak cantik…!!" Sapa Nitami dengan senyum di wajahnya yang polos tanpa sentuhan make up sama sekali.
"Hai…Tante cantik…!!" Balas Angel dan Kiara secara bersamaan dengan melambaikan tangan mereka berdua untuk menyapa Nitami.
Kedua gadis kecil itu berlari kecil mendekati Nitami. Mereka begitu bahagia, menyalurkan kebahagiaan itu juga kepada Nitami yang menyambut kedatangan kedua gadis cantiknya sembari berjongkok memeluk keduanya.
"Sayangnya tante…!!" Ucap sayang Nitami sembari memeluk keduanya.
"Tante cantik ngak kerja hari ini?" Tanya Angel mewakili keduanya.
"Tidak sayang, hari ini tante kerja setengah hari." Balas Nitami tersenyum sembari mencium kedua pipi Angel dan Kiara.
Angel dan Kiara terdiam, tatapan mata mereka tertuju pada perban di leher dan lengan Nitami secara bergantian.
"Ada apa sayang?" Tanya Nitami melihat gelagat yang aneh dari kedua gadisnya.
"Tante, ini kenapa? Tante sakit?" Tanya Angel terlihat khawatir menunjuk ke arah lengan Nitami.
Nitami kembali melihat ke arah lengannya yang di perban, lalu tersenyum ke arah Angel. Ia tidak ingin membuat gadisnya khawatir.
"Tidak apa apa sayang. Tadi di rumah sakit tante tidak sengaja terbentur pintu, jadi sedikit terluka. Tapi tidak apa apa kok, tante kuat." Balasnya sembari tersenyum meyakinkan bahwa dirinya sangatlah kuat.
"Kalau yang ini?" Kini giliran Kiara yang bertanya sembari menunjuk ke arah leher Nitami.
"Tadi leher tante di gigit serangga dan berbintik, tante malu kalau terlihat jelek dengan leher yang berbintik, jadi tante tutupi untuk sementara sampai bintik-bintiknya hilang." Balas Nitami terpaksa berbohong sembari melihat dan tersenyum ke arah Kiara, lalu kembali melihat ke arah Angel yang terus melihat intens dan heran serta khawatir kepadanya.
"Tante tidak apa apa sayang." ucap Nitami kembali dengan senyum yang manis menghiasi wajahnya.
"Oya, kalian sedang bermain apa?" Tanya Nitami untuk mengalihkan perhatian mereka.
Angel dan Kiara saling memandang sebelum akhirnya mereka menjawab.
"Main dokter-dokteran tante. Angel di bawakan mainan banyak sekali." Balas Angel antusias dengan melebarkan kedua tangannya ke udara membentuk lingkaran besar.
"Di bawakan mainan, oleh siapa?" Tanya Nitami ingin tahu.
"Oleh uncle Nico." Balas Angel tersenyum senang.
"Uncle Nico…!!" Ulang Nitami ingin memastikan.
Kedua pangkal alis Nitami merengut heran.
__ADS_1
"Iya, tadi uncle Nico datang bawa mainan buat Angel dan Kiara. Tapi sekarang udah pergi lagi sama tante Alesha." Jawab Angel.
Nitami terdiam, dia melihat ke arah Kirana ibunda Kiara yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka. Lalu berkata lagi dengan senyum yang terlihat manis di wajahnya.
"Baiklah, kalian bermainlah lagi. Tante harus masuk sebentar ke dalam buat mengambil ponsel yang ketinggalan. Oke…!!" Ucap Nitami dengan senyum dan di jawab anggukkan kepala oleh kedua gadis cantiknya.
"Baik tante." Balas mereka dan segera pergi kembali kepada mainan mereka.
Nitami berdiri dan pandangan matanya melihat ke arah Kirana. Dia hanya memberikan sebuah isyarat kepada Kirana dengan lambaian tangannya sejenak untuk memanggil Kirana datang mendekat padanya.
"Iya nyonya." Tanya Kirana begitu ia berada di hadapan Nitami.
"Apa benar tuan Nicolas tadi datang membawa mainan untuk Angel dan Kiara?" Tanya Nitami.
"Iya nyonya, datang tidak lama ini dan bermain sebentar bersama anak anak. Lalu pergi lagi bersama nona Alesha." Balas Kirana menjelaskan apa yang ia ketahui.
"Baiklah." Angguknya mengerti.
'Nicolas pergi bersama Alesha. Sejak kapan mereka menjadi dekat?' Gumam Nitami di dalam hatinya. Ada sebuah kecurigaan Nitami akan kedekatan Nicolas dan Alesha.
Sebelumnya Nitami tidak pernah melihat atau tahu, jika Nicolas dan Alesha dekat ataupun berbicara. Atau ada yang ia lewatkan. Dua orang yang cukup berkuasa dan sama-sama memiliki latar belakang dunia mafia bisa berbicara dan pergi bersama, itu cukup mencurigakan.
"Baiklah Kirana, bermainlah bersama anak anak. Aku masuk ke dalam dulu." Ucap Nitami ingin pergi ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.
"Baik nyonya." Balas Kirana dengan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Nitami berbalik badan dan pergi berlalu dari tempat itu. Ia kembali masuk ke dalam mansion dan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Saat ia meraih ponselnya, ada sebuah notifikasi panggilan tidak terjawab 5 kali dari nomer Davin. Nitami melihatnya intens dan berpikir. Untuk apa Davin menghubunginya?
Nitami tidak peduli akan panggilan tidak terjawab tersebut, ia kembali ingin melangkah. Namun ponselnya kembali berdering, dan itu panggilan dari nomer Davin. Nitami melihatnya, ia masih tidak peduli dan melanjutkan langkahnya untuk keluar kamar. Mengabaikan panggilan tersebut begitu saja.
"Nitami…!!" Panggil Alesha.
Langkah Nitami terhenti, dan segera membalik tubuhnya. Pandangan matanya kini tertuju pada dua orang yang yang ia kenali, berdiri berdampingan dengan raut wajah yang terlihat serius. Alesha dan Nicolas berdiri bersama tepat di hadapannya.
"Mau kemana?" Tanya Alesha.
Nitami melihat ke Alesha yang bertanya padanya.
"Ingin ke taman belakang, bermain dengan Angel dan Kiara." Jawab Nitami berbohong. Sebenarnya ia ingin ke ruang kerja Alesha untuk mencari sahabatnya tersebut.
Namun entah dari mana datangnya mereka berdua, yang tepat berada di belakang Nitami.
"Bisakah kita bicara?" Tanya Alesha. Namun sekilas tatapan mata Nitami tertuju ke arah Nicolas yang menatapnya intens.
"Tentu saja." Balas Nitami.
"Ayo kita ke ruang kerjaku." Ajak Alesha. Lalu melangkah melewati Nitami yang masih diam berdiri pada tempatnya.
Nitami masih diam dengan tatapan heran. Bagaimana bisa Alesha mengajak serta Nicolas? karena ia sangat tahu jika tidak sembarang orang yang bisa masuk ke dalam ruang kerja Alesha. Namun kini dengan mudahnya Alesha mengajak serta Nicolas bersama mereka.
'Ada apa dengan Alesha? Apa yang sedang di rencanakan oleh mereka berdua?' Itulah pertanyaan yang sedang singgah pada pikiran Nitami saat ini.
__ADS_1
"Nitami…!!" Panggil Alesha menyadarkan Nitami dari pikirannya. Namun Nitami masih terlihat tenang sembari melihat ke arah Alesha dan Nicolas secara bergantian.
Alesha cukup peka akan tatapan heran Nitami saat ini.
"Kita akan berbicara bertiga, tentunya pembicaraan ini juga berkaitan dengan tuan Nicolas." Balas Alesha ingin memberikan pengertian terhadap Nitami yang terlihat heran akan kedekatan mereka.
Nitami hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab sepatah katapun. Nitami merentangkan tangannya ke depan tanda mempersilahkan Alesha dan Nicolas untuk melanjutkan langkah mereka. Begitu juga Nitami ikut melangkah menyusul dari arah belakang.
Kini di sinilah mereka berada, di dalam ruang kerja pribadi Alesha. Sebuah ruangan yang tidak sembarang orang bisa memasukkinya.
Nitami dan Nicolas duduk pada sofa berbeda yang ada di dalam ruangan tersebut, mereka duduk saling berhadapan. Namun Nitami tidak fokus pada Nicolas ataupun Alesha, fokusnya teralih akan sebuah pesan yang di kirimkan oleh Davin padanya.
Tingkah lakunya menjadi perhatian oleh Alesha yang duduk di balik meja kerjanya, dan juga Nicolas yang kini menjadikan Nitami sebagai dunianya, Nicolas penasaran akan semua yang sedang di lakukan oleh Nitami. Apalagi melihat mimik wajah serius Nitami membaca sebuah pesan yang ada di dalam ponsel di tangannya.
"Sepertinya kamu sibuk, Nitami?" Tanya Alesha melihat sahabatnya tersebut sedang fokus pada ponselnya.
Nitami segera melihat ke arah Alesha.
"Jika kamu sibuk, kita bisa bicara lain kali." Ucap Alesha kembali.
"Tidak. Aku tidak sibuk." Balas Nitami sembari menggelengkan kepalanya tanda memberikan kebenaran.
Namun Alesha tidak mudah percaya akan jawaban Nitami. Ia sangat tahu jika fokus Nitami sedang serius pada pesan yang ia baca saat ini. Ujung matanya pun memberikan sebuah isyarat jika Alesha tahu, Nitami sedang serius pada pesan di dalam ponselnya.
Nitami tahu maksud isyarat dari sahabatnya tersebut. Diapun menghela nafasnya sejenak sebelum memberikan sebuah jawaban.
"Ini pesan tidak penting." Balas Nitami.
"Dari siapa?" Tanya Alesha ingin tahu, terkadang Alesha tidak dapat menahan rasa penasarannya terhadap apapun yang di lakukan oleh Nitami.
"Davin." Balasnya dengan santai sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ponsel yang baru saja ia ingin simpan berdering kembali.
Davin lagi lagi melakukan sebuah panggilan, tentu mengalihkan dua pasang mata yang melihatnya tidak suka. Mata dingin itu memandang intens ke arah Nitami, tanpa Nitami sadari jika dirinya menjadi pusat dari tatapan dua pasang mata dingin tersebut.
Tanpa menunggu lama, Nitami menggeser tanda merah yang artinya tidak ingin menerima panggilan tersebut. Lalu mematikan layar ponselnya, baru saja ingin ia simpan ponselnya. Kembali masuk sebuah notifikasi pesan yang sukses membuat Nitami membulatkan matanya dengan sempurna.
Pesan Davin sungguh di luar dugaan Nitami, kali ini Nitami benar-benar fokus pada pesan tersebut. Dia terpaksa mengetikkan sesuatu sebagai balasan darinya.
"Kau pikir siapa dirimu?" Gumam pelan Nitami menekan suaranya, namun masih dapat di dengar oleh Nicolas dan juga Alesha yang menatap Nitami semakin heran dan penasaran, sebenarnya apa yang telah terjadi? Apa yang ada di dalam pesan tersebut? Hingga mampu membuat Nitami fokus untuk membalasnya.
Nitami melakukan panggilan pada seseorang? Sukses membuat Nicolas menggenggam kuat kedua tangannya karena menahan rasa kesal akan panggilan yang di lakukan oleh Nitami. Di dalam pikiran Nicolas, Nitami pasti tengah menghubungi Davin. Nicolas tidak suka itu, ia tidak suka melihat Nitami menghubungi pria lain di hadapannya.
Ia cemburu, ingin rasanya Nicolas merebut ponsel tersebut dari tangan Nitami, agar Nitami dan Davin tidak terhubung dan berbicara. Namun sayangnya, itu tidak dapat ia lakukan.
Siapa yang sedang Nitami hubungi? Dan pesan apa yang Nitami dapatkan dari Davin? Pesan yang mampu mengalihkan perhatian Nitami, sekaligus sebuah pesan yang membuat Nicolas merasa cemburu di dalam hatinya saat ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.