Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
59. Mengingat Pertemuan Pertama Mereka.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Tatapan tajam seorang pria tampan menatap devil ke arah sang asisten pribadinya, yang sungguh tidak berguna hari ini.


"Apa kau tidak bisa bekerja dengan baik, Rey?" Ucap Nicolas menatap tajam sang asisten pribadinya, Rey.


"Maafkan saya tuan, ini di luar kuasa saya." Balas Rey dengan tatapan yang sedikit ngeri melihat tatapan tajam devil sang majikan.


"Kau sengaja ingin membunuhku secara perlahan." Ucapnya dengan dinginnya.


"Maaf tuan, saya tidak berani seperti itu."


"Lalu apa kau ingin aku kirim ke benua lain yang akan membuat hidupmu lebih berguna lagi?" Ancamnya merasa kesal karena janji makan siangnya bersama Nitami gagal.


'Tuan, bukan salah saya jika dokter Nitami tidak datang. Saya sudah berusaha menghubunginya, tetapi dia tidak menjawab panggilan saya sama sekali. Inilah jika seorang pria yang sudah mulai jatuh cinta pada seorang wanita. Tidak sadar pada semua tindakannya.Aku yang jadi sasaran kekesalannya.' Gumam Rey di dalam hatinya.


Mana mungkin dia berani berkata jujur seperti itu, bukannya di pecat. Hukuman di kirim ke kutub Utara atau selatan pasti akan dia dapatkan, lalu bagaimana hidupnya di masa depan? Hanya satu harapan Rey, dokter Nitami bisa datang dan menyelamatkannya.


"Tidak tuan, jangan lakukan itu."


"Kalau begitu, cepat bawa dia ke sini. Aku tidak mau tahu, lakukan apapun?" Ucapnya yang membuat Rey pusing sendiri harus berbuat apa?


Perintah yang sangat sulit untuk Rey lakukan, lebih baik dia di perintahkan untuk menyelidiki seseorang, menghajar ataupun membunuh orang lebih mudah untuk Rey lakukan, daripada harus membawa dokter Nitami yang entah kapan selesai dari rapatnya saat ini. Itulah informasi yang ia dapatkan dari sepupunya Rio.


"Tuan, dokter Nita masih ada di ruang rapat. Mana bisa saya berbuat seenaknya seperti itu."


"Aku tidak mau tahu. Cepat bawa dia, atau hari ini juga kau akan aku kirim ke benua lain." Teriaknya murka, Nicolas ingin cepat melihat wajah cantik wanitanya, Nitami Adreena Saila yang sudah dia tetapkan sebagai pemilik hatinya.


"Baik tuan." Ucapnya cepat, dan berlalu dari ruangan panas itu. Lebih baik Rey menunggu di dekat ruang rapat, dan terus menghubungi nomer Nitami. Siapa tahu Nitami memiliki respon pada panggilannya.


"Dasar tidak becus dan berguna. Membawa satu wanita saja tidak bisa." Gumam Nicolas pelan.


Dia sendiri sebenarnya tidak akan mampu membawa Nitami untuk datang kepadanya, kini dia hanya bisa mencurahkan kekesalannya terhadap asisten pribadinya tersebut.


"Kau harus menjadi milikku. Apa yang sudah menjadi target utama ku? harus aku dapatkan. Walaupun banyak rintangan yang akan aku hadapi. Kau sudah menjadi milikku sejak pertama kalinya hatiku memilih dirimu." Gumamnya berjanji pada dirinya sendiri.


Begitu Nicolas mengingat Nitami, begitu juga ingatan saat dirinya pertama kalinya bertemu Nitami pada saat kecelakaan naas itu.


Flashback on…

__ADS_1


Sebuah mobil melaju kencang pada jalanan yang cukup terjal dan menikung. Sebuah jalan berkelok dan curam di sebuah pinggiran kota kecil di negara Inggris. Mobil yang di kendarai oleh Nicolas tiba-tiba oleng dan memutar secara cepat akibat sebuah tembakkan pada ban mobil dan hantaman keras sebuah mobil dari arah depannya.


Mobil mewah yang di kendarai oleh Nicolas seorang diri, membuat mobil itu melayang jauh dan jatuh ke jurang yang cukup curam. Di bawah jurang terdapat hutan kecil yang ada pada pinggiran desa terpencil.


Nicolas yang mendapat benturan pada kepalanya, hanya mampu menekan sebuah tombol di balik setir mobilnya. Tombol yang akan menyelamatkan dirinya dari benturan demi benturan mobil yang tengah berguling jatuh.


Sebuah pelampung pengaman keluar dari jok mobilnya yang ia duduki. Pelampung yang membungkus sempurna seluruh tubuh Nicolas. Mobil itu sudah di modifikasi dengan sangat canggih dan pengamanan yang cukup bagus bagi pengendaranya.


Pelampung itu hanya dapat membungkus tubuh Nicolas dengan aman, namun sayang kepalanya yang terkena benturan dan perut kanannya terkena sebuah tembakan, membuat Nicolas tidak sadarkan diri akibat pendarahan yang hebat dan benturan yang membuatnya gegar otak ringan.


Nicolas tidak mengingat apapun saat itu? Di dalam bayangannya, jika dirinya sudah pasti tewas dengan kecelakaan yang cukup mengenaskan. Hingga sebuah terang dari api unggun meneranginya dari kegelapan, sekaligus menghangatkan tubuhnya yang mulai terasa dingin. Mulutnya hanya bisa mengerang karena merasakan rasa sakit pada kepala dan perutnya.


"uuuuuhhhh…" Lenguhan yang di keluarkan dari mulut Nicolas, kini matanya berusaha terbuka perlahan.


Perlahan dia merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh keningnya.


"You don't have a fever anymore, can you hear me sir?" (Kamu tidak demam lagi, bisakah kamu mendengarku Tuan?)." Suara seorang wanita yang jelas Nicolas dengarkan berkata padanya dengan menggunakan bahasa Inggris.


Perlahan Nicolas melihat ke arah wanita yang ada di hadapannya. Menatapnya intens dari balik cahaya yang meremang karena minimnya penerangan di area itu.


"Who are you?" (Siapa kau?)" Tanya balik Nicolas dengan susah payah.


Wanita itu adalah Nitami yang memang sedang menjadi seorang dokter relawan pada desa terpencil di dekat hutan, di mana dia menemukan Nicolas yang berada di dalam mobilnya yang setengah hancur.


Nicolas dapat tenang dengan hanya mendengar suara Nitami. Matanya kini terbuka sempurna dan dia dapat melihat wajah cantik tanpa polesan make up sama sekali pada wajah Nitami. Wajah alami yang nampak cantik pada cahaya remang dari api unggun yang Nitami buat sendiri.


"Rest, sir, I will take care of you." (Istirahatlah tuan, saya akan menjaga anda.)" Balas Nitami sembari membelai lembut pundak Nicolas yang terbuka karena tidak menggunakan bajunya lagi.


Nitami telah melepaskan setelah jas mahal Nicolas, dan sebagai gantinya Nitami menyelimuti Nicolas dengan menggunakan sleping bag yang selalu Nitami bawa pada tas ranselnya.


Karena pengaruh obat yang Nitami berikan, dan rasa tenang akan tindakan serta suara Nitami yang terdengar akan menjaganya. Nicolas mulai menutup kembali matanya yang memang masih terasa mengantuk berat. Nicolas seakan pasrah akan ketenangan yang di berikan oleh Nitami kepada dirinya.


Pagi menjelang siang hari, di saat Nicolas terbangun dan sadar sepenuhnya. Diapun perlahan bangkit dari tidurnya, rasa sakit pada kepala dan perutnya masih terasa. Nicolas duduk sembari memegangi kepalanya dan perutnya yang sudah di perban.


"You are awake sir. Good afternoon sir." (Anda sudah bangun tuan. Selamat siang tuan.) Sapa Nitami dengan duduk di atas rumput di luar tenda kecil yang di tempati oleh Nicolas.


Nicolas yang di sapa segera melihat ke arah Nitami. Dia terdiam melihat Nitami yang dengan santainya memasak sesuatu di sebuah api dengan tungku batu yang dia buat sendiri. Nitami kini hanya menggunakan celana training dan kaos ketat hitam, rambut panjangnya di Gelung tinggi membulat. Wajahnya terlihat segar karena baru saja di basuh, walaupun tanpa make up sama sekali, Nitami masih terlihat cantik dan ayu alami.


Nicolas teringat akan percakapan mereka semalam.

__ADS_1


"How are you, sir. Is there anything that still hurts?" (Bagaimana keadaan anda tuan. Apa masih ada yang terasa sakit?)" Tanya Nitami dengan sesekali menatap ke arah Nicolas yang melihatnya dengan diam dan datar.


Nitami masih sibuk akan aktivitas memasaknya. Nicolas yang di tanya, masih hanya diam saja. Bukannya dia tidak mengerti ataupun tidak bisa menjawab. Nicolas masih heran bagaimana bisa dia selamat dari kecelakaan maut itu, dan siapa wanita yang ada di hadapannya ini? Itulah yang ada di dalam pikirannya.


Nicolas masih tidak bisa percaya sepenuhnya pada Nitami, itu dia lakukan karena harus tetap siaga pada semua musuh yang dia miliki selama ini. Semua musuh yang Nicolas miliki, menginginkan kematiannya.


Nitami menatap sejenak ke arah Nicolas yang hanya diam membisu dan menatapnya dingin.


"I'm not a criminal sir, calm down you are safe here. The people who were looking for you had already left as soon as they saw your car burnt down." (Saya bukan penjahat tuan, tenang anda aman di sini. Orang orang yang mencari anda sudah pergi begitu melihat mobil anda hangus terbakar.)" Ungkap Nitami tahu jika Nicolas belum percaya padanya.


Nitami hanya meluruskan, jika dia bukanlah orang jahat yang sedang di pikirkan oleh Nicolas.


"My car caught fire. How can that be?" (Mobilku hangus terbakar. Bagiamana bisa?) Tanyanya menatap Nitami heran.


Nitami menatap Nicolas sejenak, tatapan mereka kini bertemu waluapun sekilas.


"There was a leak in the fuel tank, so the car caught fire and exploded because there were sparks all around the car." (Ada kebocoran pada tangki bahan bakarnya, sehingga mobil itu terbakar dan meledak karena ada percikan api di sekitar mobil.)" Balas Nitami sembari menuangkan sesendok bubur di dalam piring plastik, lalu mengupas sebutir telur rebus.


Semua tindakan Nitami tidak lepas dari perhatian Nicolas.


"Who are you?" ( Siapa kau?)" Tanya Nicolas masih menatap dingin Nitami.


"I'm a volunteer doctor from a remote village, not far from this forest." (Aku seorang dokter relawan yang berasal dari desa terpencil, tidak jauh dari hutan ini.)" Balas Nitami masih sibuk pada aktivitasnya menyiapkan dua buah piring bubur untuk mereka berdua.


Nitami bangkit dari duduknya, lalu dia melangkah mendekati Nicolas. Nicolas ingin siaga dan menghindari Nitami, namun luka di perutnya terlalu sakit.


"Do not move too much, otherwise your wound will get worse." (Jangan terlalu banyak bergerak, kalau tidak ingin luka anda itu akan bertambah parah.)" Balas Nitami yang kini sudah duduk di hadapan Nicolas.


"Eat this first. We'll talk about it later. Sorry this is all I have. At least it can prop your stomach to recover quickly." (Ini makan dulu, baru nanti kita bicarakan lagi. Maaf hanya ini yang aku punya. Setidaknya bisa mengganjal perut anda agar cepat pulih.)" Ucap Nitami sembari menyerahkan satu piring bubur beras dan sebutir telur rebus untuk Nicolas.


Nitami tersenyum semanis mungkin, untuk menyakinkan dan menenangkan pasiennya yang satu itu. Nitami tahu, pasti ada rasa trauma yang kini di alami oleh Nicolas, dan tidak mudah bagi seorang pasien yang selamat dari kecelakaan maut yang di rencanakan oleh seseorang untuknya. Orang itu akan sangat sulit percaya pada siapapun yang ia temui? Nitami sadar, itu yang pasti kini di alami oleh Nicolas.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2