Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
5. Akibat Dari Kecelakaan.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Asisten Max masih betah menatap tajam serta dingin dokter Nita yang tengah sibuk dengan tangannya untuk menjahit luka di bahu kiri seorang anak perempuan. Anak yang tertidur pulas akibat sedikit obat bius yang mereka suntikan tadi. Luka di bahu anak ini, cukup dalam dan panjang.


Luka asisten Max masih di tangani oleh dokter dan perawat lainnya. Luka yang di miliki olehnya cukup parah, namun asisten Max cukup kuat untuk menahannya. Begitu selesai semua luka asisten Max di tangani, dia di sarankan untuk istirahat sejenak.


Perawat yang membantu Nita pergi setelah selesai membantu dokter Nita menjahit luka anak tersebut dan Nita mengucapkan terima kasih padanya. Itulah dokter Nita yang akan selalu bersikap sopan walaupun wajahnya segera berubah datar.


Kini tinggallah mereka bertiga, anak kecil yang sedang tertidur, di samping ranjang lainnya ada asisten Max yang tengah berbaring istirahat, dan dokter Nita yang masih mengecek kondisi terkini anak kecil tersebut.


"anak itu juga korban kecelakaan bersamaan dengan tuan muda." ucap asisten Max masih melihat tajam dan dingin dokter Nita yang ada di samping sebarang ranjangnya.


Dokter Nita masih diam dengan aktivitasnya, dia sudah tahu begitu melihat kondisi dari anak tersebut.


"kedua orang tuanya meninggal di tempat kejadian." ungkap asisten Max masih melihat Nita intens dan ingin tahu bagaimana reaksi dari seorang dokter Nita yang juga pernah mengalami, apa yang anak kecil tersebut alami?


Seketika gerakan tangan dokter Nita terhenti akan ucapan yang cukup mengejutkan baginya.


'Kedua orang tua anak ini meninggal dunia dalam kecelakaan mobil.' gumam Nita di dalam hatinya sembari memandang lekat wajah mungil anak yang ada di hadapannya.


Asisten Max tahu dokter Nita pasti akan mengerti bagaimana rasanya menjadi anak tersebut? karena dokter Nita sendiri juga mengalaminya. Dia dan anak itu hanya berbeda umur saat kejadian seperti ini terjadi. Dokter Nita berusia 13 tahun, sedangkan anak itu berusia 4 tahun. Anak ini masih terlalu kecil sudah di tinggalkan oleh kedua orang tuanya.


"kami dan polisi masih berusaha mencari dan menghubungi keluarga anak ini." ungkap asisten Max kembali, pandangannya masih melihat ke arah Nita.


Dokter Nita melanjutkan apa yang ingin dia lakukan? sedangkan asisten Max masih melihat intens wajah dan pergerakan Nita. Asisten Max cukup sering bertemu dengan Nita, jika ada urusan yang berkaitan dengan atasannya tuan muda Davin. Walaupun mereka hanya akan berbicara seperlunya saja.


"jangan menatapku terus, pastikan saja kalian dapat menemukan keluarganya." ucapnya dengan nada yang dingin tanpa melihat ke arah asisten Max yang masih memandangnya.


"jangan sampai…"ucap Nita kini melihat ke arah asisten Max.


"anak ini bernasib sama sepertiku." ucapnya menekan setiap kata-katanya dengan pandangan dingin dan wajah yang datar.


Tatapan mereka kini bertemu dengan sama tajam dan dinginnya. Mungkin dulu Nita akan takut akan tatapan tajam asisten Max, tetapi tidak untuk sekarang.


Begitu banyak kesakitan, kemarahan dan rasa kecewa yang sudah Nita rasakan dan dapatkan selama ini. Semua rasa takutnya hilang menguap begitu saja, hingga rasanya lebih baik mati. Sungguh miris nasib yang di jalani oleh Nita semua berubah, sikap dan sifatnya sekarang jauh berbeda dari yang dulu.


Hidup berumah tangga yang rumit dan bagaikan neraka memberikannya pelajaran yang sangat berharga dan tidak akan bisa dia lupakan. Nita bertekad selama dirinya dapat menahan semua perlakuan mereka, Nita akan tetap diam. Tetapi jika mereka sudah sangat keterlaluan dan tidak dapat Nita tahan lagi, semua harus hancur bersamanya bagaimana pun caranya?

__ADS_1


Hanya menunggu waktunya yang tepat, lambat laun semua itu pasti akan datang. Antara dirinya yang hancur atau mereka juga yang ikut hancur bersamanya. Nita hanya harus bertahan sedikit lagi hingga semua selesai dan tamat. Dia masih percaya masa depan yang cerah dan bahagia akan dia dapatkan, tentunya dengan tetap bertahan kuat dan bersabar.


"pastikan anak ini mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan. Mengingat anda dan atasan andalah yang ada di belakang mobil kedua orang tua anak ini." ungkapnya masih mengingat cerita petugas yang menekan pendarahan pada perut tuan muda Davin.


Petugas itu mengatakan jika mobil tuan muda mengalami kecelakaan di jalan tol bersama mobil lainnya yang ada di depannya. Bukankan itu berarti mobil tuan Davin yang telah menabrak mobil di depannya, atau ada cerita lain tentang kejadian ini, kita akan tahu kebenaranya cepat atau lambat.


Tatapan mata asisten Max masih tajam dan dingin, apa yang di katakan oleh Nita adalah kebenaran yang saat ini terjadi? Namun ada sutu hal yang menjadi alasan utama dari kecelakaan ini terjadi.


"pastikan harus ada yang bertanggung jawab atas kecelakaan ini." ucap Nita lalu segera pergi dari tempat itu.


Asisten Max masih melihat tajam dan dingin punggung Nita yang terus menghilang dari pandangan matanya. Asisten Max sangat setuju akan ucapan Nita tadi, harus ada yang bertanggung jawab atas kecelakaan ini.


Kecelakaan yang di alami oleh mobil yang di kendarai oleh Max dan Davin karena ban mobilnya yang tergelincir akibat sebuah tembakan. Tembakan seseorang di sebuah mobil yang mengejarnya dari arah belakang.


Saat mereka keluar dari bandara mereka telah di buntuti oleh sebuah mobil yang tidak di kenal, awalnya mereka tidak curiga tetapi saat mereka memasuki wilayah jalan tol, hujan besar yang mengakibatkan jalan sedikit licin. Di sanalah tiba-tiba tiga buah tembakan terdengar bersama dengan meletusnya dua ban mobil yang di kendarai oleh Davin dan Max.


Keseimbangan mobil yang memang berada pada kecepatan tinggi, tergelincir memutar seperti sebuah gangsing dengan sangat cepat menabrak mobil yang ada di depan mereka. Dua mobil yang terdorong pada pembatas jalan, hingga dua mobil hancur hingga mengeluarkan asap.


Sedangkan mobil yang menembak mereka pergi melesat dengan cepat. Meninggalkan tempat kejadian tanpa bisa di lihat oleh max dan Davin yang sudah mulai kehilangan kesadaran mereka, tetapi Max masih berusaha terjaga untuk membantu tuannya dan meminta bantuan. Kejadian itu terjadi begitu cepat tanpa bisa mereka hindari.


Entah siapa yang telah menembak mereka? akan Max kejar sampai dapat dan menghukum dalang di balik semua ini. Karena kejadian ini seorang anak yang tidak bersalah kehilangan kedua orang tuanya.


...--------------------------------...


Berita tentang kecelakaan yang di alami oleh tuan muda Davin Attala Fardhan sangat cepat menyebar di seluruh stasiun televisi. Hampir semua Chanel televisi menampilkan berita tersebut. Seperti pagi ini, rumah sakit Golden Healthy telah di serbu oleh banyaknya para wartawan yang datang untuk mencari berita.


Siapa yang tidak ingin mendapatkan berita terhangat saat ini, pewaris tahta kerajaan Golden Group mengalami kecelakaan hebat hingga menyebabkan kematian dari dua orang. Dua orang korban yang ikut dalam kecelakaan tersebut, beritanya masih hangat dengan judul.


'PEWARIS TAHTA GOLDEN GROUP MENGALAMI KECELAKAAN HINGGA MENEWASKAN DUA ORANG KORBAN.'


Sungguh miris jika judul berita itu terus di baca. Tuan Markus yang mengetahuinya pun marah besar dan segera memerintahkan semua anak buahnya untuk menekan semua berita tentang kecelakaan ini. Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebuah berita yang sudah terlanjur di lihat oleh banyak masyarakat.


Semua masyarakat kota A bahkan sampai keluar negarapun berita itu telah banyak di siarkan dan di lihat oleh orang. Walaupun pihak anak buah tuan Markus Fardhan menekan dan berusaha menghentikan berita tersebut, akan tetap di ketahui oleh publik.


Nita yang sedang sarapan pagi di kantin rumah sakit, masih bisa mendengar berita itu di layar televisi yang ada pada kantin rumah sakit. Obrolan semua orang juga membicarakannya, hingga tampilan rumah sakit, photo kepala dokter dan direktur rumah sakit pun muncul di dalam berita tersebut.


Nita hanya cuek menikmati sarapannya tanpa melihat, walaupun telinganya masih dapat mendengar beritanya. Perawat Lia dan dokter Rio yang sedang sarapan bersama dengannya, ikut membicarakan berita itu juga.

__ADS_1


"kecelakaan ini, membuat suasana rumah sakit jadi heboh." celetuk dokter Rio sembari memasukkan sesuap nasi goreng ke dalam mulutnya.


"iya, dokter benar. Bahkan photo dari kepala dokter dan direktur rumah sakit, bisa mereka tampilkan." balas perawat Lia sembari menyesap teh hangatnya.


"begitulah jika orang yang terkenal berpengaruh di kota ini. Apapun akan menjadi berita bagus buat para wartawan." ucap dokter Rio.


Nita hanya diam dan terus menikmati sarapannya. Dirinya cukup malas ikut membahas berita tersebut.


"selamat padi dokter Nita." sapa perawat Maria tiba-tiba datang. Perawat Maria adalah kepala perawat di rumah sakit itu.


"selamat pagi ibu Maria." balas Nita melihat ke arah perawat Maria.


"maaf mengganggu sarapan dokter. Dokter Nita di panggil oleh kepala dokter untuk segera ke ruang perawatan tuan muda Davin." jawab perawat Maria memberitahukan maksud kedatangan.


Bukannya menjawab, Nita malah melihat ke arah jam tangannya. Masih terlalu pagi untuk pemeriksaan dokter hari ini. Semua tahu maksud dari tindakan dokter Nita.


"maaf dokter Nita, anda di minta segera datang karena sudah ada tanda-tanda tuan muda untuk siuman." ucap perawat Maria kembali.


Nita merengutkan alisnya melihat ke arah perawat Maria.


"bukannya di sana sudah ada dokter kepala dan dokter Aldi Bastian. Mereka kan bisa menanganinya." jawab dokter Nita sembari kembali fokus pada sarapannya.


Tindakan cuek Nita tidak luput dari pandangan dokter Rio, perawat Lia dan perawat Maria.


"maaf dokter Nita. Ini adalah perintah dari direktur langsung yang minta anda datang." jawab perawat Maria.


Nita masih diam dengan sarapannya, sedangkan dua orang yang ada di hadapan Nita ikut bingung dan hanya bisa diam, aneh melihat sikap dokter Nita yang seakan tidak peduli pada pasiennya. Tidak seperti dokter Nita sebelumnya, yang akan cepat merespon jika sudah berhubungan dengan seorang pasien mana pun? walaupun pasien dari dokter lain sekalipun, dia akan tetap merespon cepat dan akan segera menanganinya.


Tetapi hari ini, di saat ada pasien VVIP penting pemilik rumah sakit yang menjadi seorang pasien di rumah sakit ini, dokter Nita terlihat cuek dan santai seperti pasien tersebut tidak perlu penanganan darinya. Ada apa dengan dokter Nita? itulah pertanyaan yang ada di dalam hati ke tiga orang yang ada di hadapannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2