
***Hotel Angel Star***
Beberapa posisi photo telah di abadikan, termasuk posisi Nitami dan Davin yang di minta untuk berpose photo berdua, begitu juga dengan Nitami dan Nicolas yang juga di minta untuk berpose photo berdua oleh beberapa wartawan yang hadir di dalam pesta.
Para wartawan tidak ingin kehilangan momen yang sangat langka bagi mereka, beberapa pose photo mereka akan di jadikan berita hangat bagi para wartawan. Dua pengusaha ternama dengan ketampanan dan aura yang sama sama kuat mendampingi seorang dokter cantik, yang tidak kalah terkenal di kalangan para orang kaya di kota A tersebut.
Siapa yang tidak kenal? dengan tuan muda Davin Attala Fardhan, tuan muda Nicolas Orlando dan dokter cantik Nitami Adreena Saila. Mereka bertiga menjadi pusat perhatian malam ini di dalam pesta. Pemandangan yang sungguh membuat beberapa orang iri terhadap Nitami.
Khususnya Fransisca, dia sangat membenci situasi itu. Semua perhatian yang seharusnya miliknya di rebut oleh Nitami, wanita yang menjadi istri pertama suaminya sendiri, wanita yang selama ini Fransisca sangat benci.
Rahang yang mengeras, kepalan tangannya yang kuat dan remasan tangan pada gaunnya membuktikan, jika Fransisca menahan amarahnya yang telah memuncak melihat Nitami bersanding bersama Davin. Rasa cemburu dan benci kini menguasai hati Fransisca.
Jika saja saat ini mereka tidak berada di depan umum, sudah di pastikan Fransisca akan segera menghajar dan menghina Nitami untuk melampiaskan kekesalannya. Fransisca berjanji di dalam hatinya, semua ini harus dia balas dengan dua kali lipat. Beberapa rencana di dalam otaknya? sudah dia susun dan akan dia lakukan, agar Nitami tahu. Siapa yang saat ini sedang dia lawan?
Beberapa acara telah terlewati, kini acara selanjutnya adalah acara ramah tamah dan jamuan yang sudah di siapkan. Beberapa tamu yang hadir menikmati semua fasilitas dan hidangan yang sudah di sediakan oleh pihak hotel dan perusahaan raksasa Prospero Group.
Acara pesta malam ini telah usai, beberapa dari tamu di perbolehkan untuk pulang atau kembali jika memiliki kesibukan mereka masing-masing. Namun tidak dengan beberapa orang yang masih betah berada di dalam pesta.
Seperti malam ini, Nitami yang masih berada satu meja bersama dengan Nicolas merasa sangat tidak nyaman. Pasalnya mereka hanya duduk berdua saja, sedangkan kedua orang tua Nicolas sudah kembali lagi, ke dalam kamar hotel yang sudah di siapkan untuk mereka beristirahat, mereka terlalu lelah dan tua untuk mengikuti acara pesta hingga selesai.
Tatapan mata Nicolas tidak pernah lepas dari pandangannya melihat wajah cantik Nitami. Nitami tahu akan hal itu, dia ingin sekedar menegur namun Nitami tidak berani. Bagaimana bisa dia menegur seorang pengusaha ternama? pemilik dari hotel tempatnya berada sekarang.
Nitami hanya bisa berusaha bersikap biasa saja, dia berusaha menganggap jika Nicolas tidak berada di sana. Nitami sibuk dengan beberapa hidangan penutup yang ada di hadapannya, dengan sesekali memainkan ponsel di tangannya. Dia berusaha untuk tidak terpancing akan tindakan Nicolas yang terus memandangnya tanpa jeda.
Tindakan yang di lakukan oleh Nicolas, tidak lepas dari pandangan mata Davin. Davin tidak suka melihat Nicolas terus memandang Nitami tanpa jeda. Dia ingin sekali menarik Nitami agar duduk bersama dengannya, namun itu tidaklah mungkin bisa Davin lakukan.
Davin benci dengan situasi yang dia hadapi saat ini, dia tidak bisa berbuat apapun? terhadap wanita yang kini telah berhasil mengusik hatinya beberapa hari belakangan ini. Davin hanya bisa menahan hasratnya untuk menarik Nitami ke dalam pelukannya. Davin berusaha menahan semua gejolak di dalam hatinya.
Semua itu tidak luput dari pandangan Fransisca dan juga Ghani, mereka kini duduk di dalam satu meja. Sedangkan kedua orang tua mereka juga duduk pada satu meja lainnya. Meja yang awalnya di tempati oleh keluarga Fardhan, kini di tempati oleh Davin dan teman temannya.
Tuan muda Leon Rayman dan tuan muda Radhika Pancho adalah dua sahabat yang di miliki oleh Davin, mereka bersahabat sejak kecil karena keluarga mereka menjalin berteman sejak lama, mereka ikut bergabung seperti biasanya. Begitu juga dengan dokter Aldi Bastian yang juga berteman dengan tuan muda ke 4 keluarga terpandang tersebut.
Keluarga Aldi Bastian termasuk keluarga kaya di kota A, namun keluarga Aldi Bastian tidak dekat dengan 4 keluarga terpandang tersebut. Keluarga Bastian memiliki perusahaan yang terbilang sukses di dunia bisnis, tetapi mereka hanya sekedar kenal biasa saja, hanya Aldi Bastian yang menjalin pertemanan bersama Davin sejak duduk di bangku SMA.
"hey…Aldi apa kau kenal dengan dokter yang baru saja mendapatkan penghargaan itu?" tanya Leon Rayman sembari menyesap minumannya.
Aldi melihat ke arah Leon, lalu beralih melihat ke arah Nitami yang berada tidak jauh pada meja di hadapannya.
__ADS_1
"tentu saja, kami satu rumah sakit." jawab Aldi apa adanya.
Yang lainnya hanya menyimak dengan pikiran dan pandangan mereka masing-masing.
"dokter itu cukup hebat bisa mengalahkanmu, kau adalah dokter keluarga Fardhan, bisa juga kalah bersaing dengan dokter itu." ucap Leon yang membuat Aldi tersenyum.
"kau tidak akan pernah tahu, sejenius dan sehebat apa dokter Nitami? dia adalah dokter yang menjadi aset rumah sakit kami." ungkap Aldi dengan senyum santainya, namun lirikan ujung matanya melihat ke arah Davin.
Aldi ingin tahu apa reaksi Davin? jika mereka membicarakan tentang Nitami. Davin hanya diam menyimak sembari menikmati minumannya, namun tatapan matanya lurus ke depan terus melihat ke arah Nitami.
"wah…mengapa aku baru tahu, jika rumah sakit Golden Healthy memiliki dokter yang cukup terampil dan cantik." ungkap Leon sembari menatap kagum ke arah Nitami.
Aldi tersenyum namun lirikan matanya melihat Davin, tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam pikiran dan hati Davin saat ini?
"kau tahu Leon, dokter itu juga yang telah menyelamatkan Davin saat Kecelakaan beberapa minggu yang lalu." ungkap Aldi.
Mereka memandang Davin yang hanya diam tidak ada komentar apapun?
"dokter itu tidak sehebat seperti yang kau katakan Aldi. Dia hanya dokter biasa, tidak ada keistimewaan apapun padanya." celetuk Fransisca, Aldi terdiam karena dia tahu Fransisca memang tidak menyukai Nitami.
Leon dan juga Radhika yang tidak tahu apapun? hanya melihat Aldi dan Fransisca secara bergantian.
Radhika Pancho adalah satu satunya teman mereka yang tidak suka mengomentari seorang wanita, kini untuk pertama kalinya mereka mendengar komentar Radhika terhadap seorang wanita. Radhika terlihat kagum melihat Nitami sejak pertama kalinya dia melihat Nitami datang ke dalam pesta.
"Dhika…apakah ini kau…?" tanya tidak percaya Leon melihat temannya yang anti terhadap wanita. Bukan Radhika tidak menyukai seorang wanita, tetapi Radhika belum bertemu wanita yang tepat untuknya.
Radhika melihat ke arah Leon, dia sadar jika dirinya sedang mengagumi sosok Nitami.
"apakah kau tertarik pada dokter itu, Dhika…?" tanya Leon ingin tahu apa pendapat Radhika.
Radhika menatap intens ke arah Leon. "apakah ada yang tidak tertarik pada dokter itu?" tanya balik Radhika, sedangkan Leon menatap heran akan maksud dari Radhika.
"kau lihat…!" tunjuk Radhika dengan matanya ke arah Nitami. Mereka ikut melihat ke arah Nitami.
"dokter itu berhasil menarik perhatian dari seorang pengusaha ternama Nicolas Orlando." ucap Radhika menunjukkan keberadaan yang ada. Mereka dapat melihat jika Nicolas terus menerus memandang Nitami tanpa jeda.
"dokter cantik yang cukup menarik perhatian. Aku yakin beberapa pria sudah mulai mendekati dokter tersebut, apakah aku benar dokter Aldi?" tanya Radhika mengarah kepada Aldi.
__ADS_1
Aldi kini menjadi pusat perhatian dari teman yang lainnya, termasuk Davin yang juga terusik akan hal tersebut. Apakah benar banyak pria yang mencoba mendekati Nitami selama ini?
Aldi terdiam sejenak, lirikan matanya melihat intens wajah Davin yang terlihat datar, tetapi sorot mata Davin menuntut jawaban.
"kau benar Dhika…selama aku bekerja bersamanya, sudah tidak terhitung berapa pria yang berusaha mendekatinya. Dari dokter, pengusaha bahkan ada juga politikus muda yang berusaha untuk mendapatkan seorang Nitami Adreena Saila." jawab Aldi dengan kebenaran yang ada.
Apa yang Aldi katakan adalah kebenarannya. Sudah tidak terhitung berapa pria yang berusaha menarik perhatian dan mendekati Nitami selama ini? Tetapi tidak satupun yang Nitami terima menjadi pasangannya.
Davin yang mendengar jawaban dari Aldi, terlihat mengeraskan rahangnya. Dia tidak suka mendengar ada pria lain yang mencoba berusaha untuk mendekati Nitami. Nitami adalah wanitanya, Nitami adalah istri pertamanya yang sah. Jadi tidak boleh ada pria lain untuk mendekatinya, itulah yang ada di dalam hati Davin saat ini.
"tetapi sayangnya, satupun pria tidak ada yang berhasil mendapatkan perhatian dari Nitami. Nitami cukup susah untuk mereka dekati." jawaban Aldi, yang cukup membuat lega davin.
Davin senang mendengar jawaban Aldi, dia senang mendengar jika Nitami masih setia pada ikatan pernikahan mereka. Walaupun pernikahan itu mereka sembunyikan.
"jika begitu, aku ingin mencoba untuk mendekatinya." ungkap Leon.
"tidak ada salahnya, jika keluarga Rayman memiliki calon menantu seorang dokter." ungkap Leon dengan senyum saat melihat Nitami.
Perkataan Leon sontak membuat Davin geram, namun masih bisa dia tahan.
Aldi, Fransisca dan Ghani yang mengetahui pernikahan Davin dan Nitami, tahu perubahan mimik wajah dari Davin saat ini. Terlihat jelas Davin sedang menahan emosinya, Davin terlihat jelas tidak suka akan perkataan yang di ucapkan oleh Leon, yang ingin mendekati Nitami dan ingin menjadikan Nitami calon menantu dari keluarga Rayman.
Khususnya Fransisca, dia tidak suka melihat sikap dan perubahan Davin akhir akhir ini. Fransisca hanya ingin Davin menjadi miliknya seorang, tidak ada yang boleh merebut Davin darinya. Apalagi jika wanita itu? adalah Nitami.
Dendam dan kebenciannya terhadap Nitami semakin besar dari hari ke hari. Nitami adalah sebuah duri dan halangan bagi Fransisca, Nitami adalah wanita yang hanya di jadikan sebuah tumbal bagi keluarga Fardhan, agar dirinya bisa menjadi menantu satu satunya untuk keluarga Fardhan di masa depan.
Namun semua alasan itu sulit untuk Fransisca terima, dia tidak rela posisi seorang istri untuk Davin terbagi dengan wanita lainnya. Sampai kapanpun Fransisca tidak dapat menerima alasan itu? Fransisca hanya ingin dialah satu-satunya istri Davin dan menantu dari keluarga Fardhan.
Kebencian dan dendamnya kepada Nitami telah mendarah daging, sejak awal dia mengetahui pernikahan pertama Davin bersama Nitami. Fransisca benar benar membenci takdir dan kutukan keluarga Fardhan, kebencian dan dendam yang ingin Fransisca balaskan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.