
***Mansion Keluarga Fardhan***
Tatapan tajam dan dingin kini tengah mendominasi pada wajah Nitami, ia begitu membenci keluarga Fardhan. Semua orang yang hadir dapat merasakan betapa dinginnya Nitami malam ini. Apalagi Davin dan nyonya Sandra.
"Sakit…itu sangat sakit…!" Ucap Nitami menekan setiap kata-katanya.
"Fransiska…Ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan apa yang telah kau lakukan selama ini?" Ucap Nitami melihat ke arah Fransiska.
Fransiska dapat mendengar panggilan dari Nitami, di sela-sela rasa sakitnya ia mengangkat kepalanya dan memandang benci Nitami. Wanita yang seharusnya berada pada posisinya saat ini.
'Apa lagi yang ingin ia lakukan? Apa rencananya…wanita sialan, j*l*ng yang seharusnya aku singkirkan sejak dulu…aku membencimu, Nitami.' Gumam Fransiska mengumpat akan kebenciannya terhadap Nitami.
"Apa yang kau tanam? Itulah yang akan kau hasilkan. Kau harus membayar lunas semua kejahatan yang selama ini kau lakukan." Ucap Nitami kembali.
Kepalan kuat kedua tangan Fransiska sehingga buku buku jarinya memutih menahan amarahnya. Kebenciannya terhadap Nitami dapat terlihat jelas pada sorot matanya saat ini.
"Wanita licik…kau telah merencanakan semua ini. Menjebakku, kau wanita j*l*ng, aku membencimu…!!" Histeris Fransiska memandang benci Nitami yang menatapnya dingin.
Nitami tersenyum tipis ke arah Fransiska, ia lucu mendengar Fransiska mengatakan jika dirinya adalah wanita j*l*ng yang dia benci. Bagaimana bisa? Jika jenis wanita seperti dirinya adalah wanita j*l*ng, lalu apa sebutan bagi Fransiska yang telah bermain dengan banyak laki-laki dan beberapa kali menggugurkan kandungannya. Sebutan apa yang cocok untuk Fransiska?
"Aku wanita j*l*ng, apa kau pernah melihat aku bermain bersama pria lain? Jika aku wanita j*l*ng, lalu panggilan untuk wanita yang suka bermain bersama banyak pria, di sebut dengan sebutan apa?" Tanya Nitami menekan semua perkataannya.
Semua mata memandang mereka berdua. Senyum Nitami begitu syarat akan makna yang tersembunyi. Mereka tahu kedua wanita itu adalah musuh yang abadi.
"Jaga ucapan mu wanita brengsek…Aku akan membalas mu dua kali lipat dari ini." Balas Fransiska ingin meluapkan kemarahannya.
"Hahahaha…" Tawa Nitami meledak seakan ada yang lucu baginya.
"Akan membalasku dua kali lipat. Bagaimana caramu untuk membalasku?" Tanya Nitami setelah puas tertawa.
"Sebaiknya kau selesaikan semua masalah mu dulu, sebelum kau membalasku. Aku siap setiap saat menunggumu, kapanpun kau datang padaku." Ucap Nitami dengan senyum devilnya.
Fransiska ingin menjawab, namun ia terdiam begitu melihat seorang pria mendekatinya. Semua mata memandang ke arah pria tersebut, yang tidak lain adalah salah satu pengawal di mansion keluarga Fardhan, Sai.
Davin dan keluarga Fardhan lainnya melihat ke arah Sai yang sedang membawa sebuah Tab dan sebuah map besar berwarna coklat. Keluarga Fardhan tahu, Sai adalah salah satu pengawal terbaik di keluarga Fardhan. Sedang apa dia di tempat itu? Itulah pertanyaan yang terlintas di benak mereka semua, kecuali nyonya tua yang tahu siapa Sai sebenarnya?.
Sai meletakkan Tab yang ia bawa ke atas meja altar dan mengaktifkannya. Beberapa detik kemudian, beberapa photo Fransiska bersama banyak pria yang berbeda tersiar jelas.
Posisi photo tersebut sangat intim dan terbuka, pria pria yang bersama dengan Fransiska bukanlah orang orang sembarangan. Mereka semua beberapa pengusaha, pejabat, dan orang orang penting dari berbagai wilayah kota dan negara. Semua adegan itu terlihat terbuka dan tidak senonoh.
Semua mata membulat sempurna melihat photo photo itu, begitu juga Davin dan Fransiska.
__ADS_1
Fransiska tahu jika semua photo dirinya yang kini di perlihatkan adalah benar dan nyata. Bagaimana bisa Nitami mendapatkan itu semua? Itulah yang ada di pikiran Fransiska sekarang. Dia tidak percaya, jika Nitami telah mengawasinya selama ini, dan sudah bertindak sejauh ini.
"Tidak…Itu tidak benar." Histeris Fransiska ingin menolak semua buktinya.
"Kau telah merekayasa semuanya. Ini semua bohong, ini semua ulahmu…!!" Tuduhnya melihat marah kepada Nitami.
Nitami tidak ingin banyak bicara untuk menanggapi ucapan Fransiska, dia melihat ke arah Sai yang juga melihat ke arahnya. Tatapan dingin Nitami seakan memberikan sebuah perintah untuk Sai melakukan tugas selanjutnya. Keluarga Fardhan yang hadir kecuali nyonya Tua Nadin, tidak ada yang tahu jika Sai adalah anak buah pribadi Nitami di mansion itu.
Sai melanjutkan tugasnya untuk memutar beberapa video asusila Fransiska bersama beberapa pria yang berbeda. Ada yang berada di kamar hotel, ada yang berada di sebuah kapal pesiar pribadi dan ada juga yang berada di sebuah villa pribadi yang terlihat mewah. Semua adegan panas Fransiska dengan berbagai gaya.
Semua mata memandang tidak percaya dan terkejut, terlihat jelas jika video video itu adalah nyata. Tidak ada rekayasa sama sekali, ataupun editan sedikitpun.
Selanjutnya beberapa video Fransiska mendatangi sebuah klinik bersalin di berbagai negara. Beberapa photo laporan kesehatan Fransiska, yang menyatakan jika Fransiska sudah 4 kali melakukan tindakan aborsi.
Setelah semua photo dan video selesai di putar, Sai membuka map besar berwarna coklat yang ia bawa. Lalu meletakkan beberapa berkas laporan tindakan aborsi yang sudah di tanda tangani oleh Fransiska sendiri. Sai meletakkan semua itu tepat di hadapan Fransiska bersujud.
Nitami melangkah perlahan ke hadapan Fransiska, lalu ia merendahkan tubuhnya untuk meraih satu berkas yang ada di hadapan Fransiska. Ia sudah tahu itu adalah laporan asli tindakan aborsi Fransiska, yang di dapatkan oleh Alesha Larzo dengan menggunakan koneksi dan kekuatan anggota mafianya.
"Apa pendapatmu kali ini, Fransiska?" Tanya Nitami menatap intens Fransiska.
Fransiska menatap tajam dan marah ke arah Nitami, dia sangat membenci wanita yang ada di depannya itu. Fransiska tidak percaya, jika Nitami yang selama ini ia kenal adalah wanita yang penakut, lemah dan tidak tahu apapun. Bisa melakukan dan mendapatkan bukti bukti nyata dirinya. Fransiska tidak percaya dengan apa yang ia lihat malam ini.
"Ini hanya sebagian kecil dari kejutan yang aku persiapkan untuk mu. Masih ada beberapa kejutan lainnya lagi." Ungkap Nitami dengan senyum yang meremehkan Fransiska.
"Apa tidak ada yang ingin kau katakan kepada suamimu itu?" Tanya Nitami melirik sejenak ke arah Davin.
Davin tahu maksud lirikkan dan ucapan Nitami terarah padanya. Nitami memiliki sesuatu yang berhubungan dengan dirinya dan Fransiska.
"Apa maksud mu?" Tanya Davin ikut menyela pembicaraan di antara mereka berdua.
Nitami melihat ke arah Davin, lalu berkata.
"Jika kau ingin tahu, tanyakanlah kepada istrimu ini." Ungkap jawaban Nitami melihat ke arah Davin dan melirik ke arah Fransiska.
Davin tahu, jika Nitami ingin dirinya bertanya langsung kepada Fransiska akan hal yang di maksudkan.
Davin pun melangkah maju mendekati Fransiska, dan berdiri tegak di hadapan Fransiska. Nitami bangkit serta menjauh sejenak dari tempat itu, memberikan ruang untuk Davin.
Fransiska terpaksa melihat ke arah Davin, karena tidak ada jalan menghindar untuknya saat ini.
'Wanita brengsek, apa lagi rencananya? Belum puaskah dia membeberkan semua rahasiaku selama ini? Sial…Bagaimana caranya bajingan ini mendapatkan semua photo dan video itu? Apakah asisten sialan itu yang memberikannya?' Gumam Fransiska di benaknya berpikir dan menebak-nebak.
__ADS_1
Fransiska masih sibuk pada pemikirannya sendiri, membuat Davin terlihat geram melihat raut wajah tidak bersalah yang Fransiska tunjukkan.
"Rahasia apa lagi yang belum kau ungkapkan?" Tanya Davin menyadarkan Fransiska dari lamunannya. Fransiska kembali melihat ke arah Davin dengan tatapan mata tajam dan dingin.
'Pria bodoh ini bahkan sekarang melawanku, dan ada di pihak wanita sialan itu. Aku sangat membenci dirimu, Davin.' Gumam Fransiska di dalam hatinya benci melihat ke arah Davin.
"Kau sekarang lebih percaya kepadanya?" Tanya Fransiska menekan pertanyaannya.
"Jangan banyak bicara, katakan rahasia apa lagi yang kau miliki?" Ucap Davin dengan sedikit meninggikan nada suaranya.
Fransiska yang sejatinya tidak tahu apa maksud dari Nitami? Tentu saja tidak bisa menjawab apapun? Apa yang bisa ia jawab dan tebak apa yang di maksud oleh Nitami?
"Katakan…!" Bentak Davin, karena Fransiska masih pada diamnya.
"Tidak ada." Jawab Fransiska setelah tubuhnya sedikit bergetar karena bentakkan Davin padanya.
"Tidak ada?" Ulang Davin. Lalu iapun melihat ke arah Nitami.
Davin tahu Nitami tidak akan asal bicara. Davin mendekati Nitami yang masih diam pada tempatnya berdiri, Sai terlihat siap siaga untuk menjaga Nitami tepat di belakang tubuh Davin.
Begitu Davin tepat berdiri di depan Nitami, iapun bertanya. "Rahasia dan kejutan apa lagi yang kau maksudkan?" Tanya Davin melihat intens Nitami.
Nitami melihat Davin sejenak, lalu menarik dan menghembuskan nafas perlahan. Lagi lagi Sai yang bergerak, seakan tindakan kecil apapun yang di lakukan oleh Nitami adalah perintah untuknya. Sai pergi dan kembali dengan cepat membawa sebuah map besar berwarna coklat datang ke hadapan Davin, lalu pria itu menyerahkan map tersebut kepada Davin untuk di lihat dan di baca.
"Apa ini?" Tanya Davin melihat map tersebut dan Nitami secara bergantian.
"Lihat dan baca sendiri…!!" Perintah Nitami dengan ujung matanya melirik ke arah map coklat yang ada di tangan Davin.
Fransiska dan nyonya tua yang sedang memiliki masalah dan berselisih dengan Nitami, kini sedang getar getir. Apa yang ingin di tunjukkan Nitami kepada Davin? Itulah pemikiran mereka berdua, dua wanita jahat di dalam keluarga Fardhan yang terhormat.
Davin segera melihat apa yang ada di dalam map coklat itu? Dia membaca beberapa berkas di dalamnya. Rahangnya terlihat mengeras, dengan sesekali tangannya meremas kertas berkas yang sedang ia baca. Mata dan wajah Davin kini merah padam, ia sangat marah pada apa yang ia baca saat ini? Davin tidak pernah menduga sama sekali, jika wanita yang pernah ada dalam hidupnya dan dulu sangat ia cintai. Tega dan berani untuk melakukan hal yang mengerikan terhadapnya.
Davin sangat marah, rahang yang mengeras dan kepalan tangannya kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia pun berbalik melihat tajam dan murka ke arah Fransiska.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.