
***Tempat Pemakaman Umum***
"Terima kasih sudah datang ke sini dan mendoakan kedua orang tua saya." Ucap Nitami melihat ketulusan Nicolas telah berdoa di depan pusara kedua orang tuanya.
Nicolas memandang intens wajah Nitami, sebenarnya dia merasa sedikit malu karena kedekatan mereka. Entah mengapa perasaan itu hadir begitu saja di dalam hatinya? Sungguh memalukan bagi dirinya sendiri, karena tidak terbiasa seperti itu. Mengingat jika dirinya terbiasa bersikap angkuh, dingin dan terkadang kejam pada setiap orang yang ia temui.
"Iya sama sama." Balas Nicolas tidak bisa berbicara apapun lagi.
Situasi keduanya hening, baik Nitami atau pun Nicolas tidak tahu harus berbicara apa lagi?
"mmmm…terima kasih juga atas perhatian anda pada saya tadi." Ucap Nitami merasa tidak nyaman jika tidak berterima kasih atas perhatian Nicolas yang bisa membuatnya tenang dan nyaman.
Nicolas kembali tersipu malu, dia berdehem untuk menetralkan dirinya sendiri.
"Tentu. Iya…!!" Balas Nicolas sedikit gugup.
Nicolas akan selalu gugup jika Nitami bersikap baik dan ramah padanya, apalagi saat dia mengingat kejadian di saat dirinya memeluk Nitami? Ada rasa bahagia di dalam hatinya dapat di terima baik oleh Nitami, dia sangat berharap jika Nitami akan selalu dekat dan mau bersama dengannya.
Beberapa menit kemudian ponsel Nitami yang ada di dalam tas yang ia bawa bergetar, Nitami meraih ponsel nya dan melihat siapa yang menghubungi nya? Nitami merasa harus menerima panggilan tersebut karena tidak dapat di hindari lagi. Sedangkan Nicolas tahu siapa yang tengah menghubungi Nitami? namun dia hanya diam dan mengikuti alurnya saja.
Nitami merasa harus menerima panggilan telpon dari Davin karena berurusan dengannya. Nitami sangat yakin jika Davin menghubungi nya karena hal yang penting. Nitami curiga jika panggilan itu berkaitan dengan masalah kontrak pernikahan mereka yang sebentar lagi akan selesai, dan juga masalah ritual persembahan tumbal yang akan di lakukan besok malam. Ritual terakhir yang akan Nitami lakukan dan setelah itu bebas untuk selamanya.
"Maaf tuan, saya harus menerima panggilan ini." Ucap Nitami meminta izin demi kesopanan.
"Silahkan." Balas singkat Nicolas.
Tanpa menunggu lama, Nitami menerima panggilan tersebut tanpa menghindar atau pun menjauh dari Nicolas, sehingga samar dapat Nicolas dengarkan.
"Hallo !!" Sapa Nitami.
"Hallo, kau di mana?" Balas Davin dari seberang telepon.
Nitami melirik sekilas ke arah Nicolas, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Saya sedang ada di luar, ada sedikit urusan yang harus saya selesaikan, tuan." Balas Nitami berbicara sesopan mungkin agar Nicolas tidak curiga dengan siapa dia berbicara?
Walaupun Nicolas sudah tahu siapa yang menghubungi nya? saat melirik sekilas ponsel yang Nitami pegang. Dia hanya berpura-pura saja tidak tahu.
"Cepat kembali ke mansion. Sekarang !!" Perintahnya mutlak, namun dengan nada yang terdengar biasa tetapi tegas.
"Baik, tuan." Balas Nitami tidak ingin bicara panjang lebar.
"Akan aku tunggu kau di sini."
Hening sejenak, lalu Nitami menutup segera panggilan tersebut setelah Davin menutupnya.
Nitami segera memasukkan ponsel nya kembali ke dalam tas, lalu melihat ke arah Nicolas yang memandangnya intens.
__ADS_1
"Maaf tuan, saya harus segera kembali." Ucap Nitami membuka pembicaraan mereka berdua.
"Tidak bisakah kita berbincang sejenak sembari meminum secangkir kopi." Balas Nicolas masih berharap Nitami bisa bersamanya lebih lama lagi. Walaupun dia tahu itu tidaklah mungkin terjadi.
Nicolas dapat mendengar samar perintah Davin kepada Nitami, yang memerintahkan Nitami untuk pulang ke mansion sekarang juga.
"Maaf tuan, sepertinya saat ini tidak bisa." Balasnya, terlihat ada raut kecewa di wajah Nicolas yang membuat Nitami merasa tidak nyaman. "Mungkin bisa di lain waktu, tuan." Sambungnya, Nitami berpikir mereka pasti akan berjumpa lagi dengan alasan Angel.
Nicolas terdiam sejenak dan berpikir. Tidak bisa memaksa Nitami untuk terus bersamanya saat ini, walaupun dia kecewa tetapi harus ia terima dengan lapang dada. Dia tidak ingin Nitami merasa terkekang akibat keinginannya yang tidak bisa mengerti situasi.
"Baiklah, mungkin di lain waktu." Balas Nicolas pada akhirnya, waluapun di dalam hatinya tidak terima jika mereka harus berpisah dengan cepat.
Nitami tersenyum melihat ke arah Nicolas, dia senang Nicolas dapat mengerti situasi saat ini.
"Terima kasih untuk bunga dan waktu anda hari ini." Ungkap Nitami dengan senyum yang tulus.
Sikap Nicolas yang dapat menerima keadaan dan tidak memaksakan kehendaknya, membuat Nitami senang dan lega di dalam hati. Tidak akan ada masalah apapun yang akan terjadi, jika di pikirkan lagi siapa Nicolas? yang selalu suka memaksakan kehendaknya sendiri pada orang lain.
"Tentu. Apakah aku boleh menghubungi mu?" Ucapnya, Nitami terdiam.
"Maksudku, untuk mengetahui kabar Angel." Balasnya dengan cepat. Dia tidak ingin Nitami berpikiran yang tidak tidak.
"Tentu tuan." Setuju nya. Nitami merasa jika mereka masih akan bertemu dengan alasan keberadaan Angel.
Keduanya hening kembali, namun Nitami tidak ingin mereka terlalu lama ada di tempat itu. Nitami harus cepat menemui Davin. Ada sesuatu yang telah terjadi pada Davin, kabar tersebut ia dengar dari Aldi yang tidak sengaja bertanya padanya. Nitami curiga jika masalah yang di hadapi oleh Davin ada hubungannya dengan nicolas yang berencana ingin melaporkannya, atas kasus kecelakaan yang menimpa kedua orang tua Angel yang meninggal di tempat.
Nicolas tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju sembari memberikan jalan untuk NItami dengan menggeser tubuhnya ke samping, lalu tangannya mempersilahkan Nitami untuk melangkah pergi terlebih dahulu. Nitami yang mengerti isyarat dari Nicolas, tanpa berpikir panjang lagi dia pun melangkah pergi setelah menganggukkan kepalanya tanda pamit dan mengerti.
Mereka berdua meninggalkan tempat itu dengan posisi Nitami melangkah di depan dan Nicolas di belakangnya. Tanpa mengatakan sepatah kata pun Nitami hanya tersenyum sejenak dan melambaikan tangannya, lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Nicolas di tempat itu.
Nicolas diam berdiri memandang kepergian mobil Nitami hingga tidak terlihat lagi.
"Sebenarnya aku tidak ingin berpisah denganmu secepat ini. Aku harap kita secepatnya bisa bersama." Gumam pelan Nicolas memandang kepergian wanita pujaan hatinya.
Gumaman yang tentu saja dapat di dengar oleh Rey sang asisten pribadinya. Namun pria itu hanya diam berdiri di belakang tuannya. Setia menanti perintah selanjutnya.
"Rey, ayo kita pergi...!! Masih banyak yang harus kita lakukan." Ajak sekaligus perintah Nicolas pada Rey.
"Baik tuan." Balas Rey menerima perintah dari tuannya.
Rey yang mengerti perintah dan maksud dari tuannya tersebut, segera membukakan pintu mobil bagian belakang dan dia juga segera masuk mobil di balik kemudi. Setelah Rey menghidupkan mesin mobilnya, mereka pun meluncur pergi dari tempat pemakaman umum tersebut. Tempat peristirahatan terakhir kedua orang tua Nitami.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
***Mansion Keluarga Fardhan***
Nitami tiba di mansion keluarga Fardhan, perasaannya tidak karuan sangat tidak nyaman. Namun dia tetap melangkah masuk ke dalam mansion yang bagaikan neraka baginya. Walaupun hatinya tidak ingin dan menolak keras untuk tidak masuk ke dalam mansion, namun dia tidak mempunyai pilihan lainnya.
__ADS_1
Dia harus masuk dan segera menyelesaikan urusannya bersama Davin dan juga keluarga Fardhan. Dia dapat merasakan jika kali ini pasti dia akan mendapatkan masalah yang sengaja di buat oleh keluarga Fardhan untuknya. Nitami sudah siap untuk hal tersebut.
Semua kecurigaan dan yang membuat perasaan hati Nitami tidak nyaman adalah benar terjadi. Begitu dia datang dan melihat semua anggota Fardhan berkumpul di ruang tengah mansion. Pandangan mata semua orang tertuju padanya, begitu tajam dan menatap benci Nitami yang datang mendekat. Namun tidak dengan tatapan mata Davin yang terlihat masih melunak memandang kedatangannya.
"Akhirnya si biang keroknya datang juga." Ucap sambutan Diana dengan nada sinis dan tatapan benci melihat ke arahnya.
Nitami melangkah mendekati mereka, dia yakin mereka semua sedang menanti kedatangannya. Nitami tidak bisa lari lagi dan tidak ingin lari lagi dari mereka semua. Nitami akan menghadapi mereka semua tentu saja dengan perlawanan yang seimbang, tidak ada lagi mengalah dan diam saja menerima semua perlakuan yang di berikan oleh keluarga Fardhan padanya.
Begitu Nitami datang mendekat, tanpa aba aba yang Nitami tidak dapat baca saat tuan Markus berdiri dan datang mendekatinya, tamparan keras pada pipinya terasa sakit hingga telinganya berdengung karena begitu kerasnya tamparan tuan Markus pada pipinya, Ujung bibir Nitami robek dan mengeluarkan darah segar.
"Pa...!!" Tegur teriak nyonya Sandra dan Davin secara bersamaan karena terkejut melihat perlakuan tuan Markus terhadap Nitami.
Tamparan yang cukup keras dan tidak dapat Nitami hindari, Nitami hanya bisa mengelus pipinya yang terasa tebal karena sakit. Dengan perlahan Nitami mengangkat pandangan matanya melihat devil tuan Markus. Dia merasa shock dan tidak terima akan tamparan tersebut, apa salahnya kali ini? Itulah pertanyaan yang terpikir di otaknya saat ini.
"Apa yang sudah anda lakukan, tuan? Apa salah ku kali ini? Sehingga anda menampar ku, tuan." Ucap Nitami tidak terima akan tamparan yang ia dapatkan, sembari menekan setiap kata katanya.
Tuan Markus tidak langsung menjawabnya, tatapan tajam nya masih mendominasi. Sedangkan Fransiska dan juga Diana tentu saja tersenyum bahagia melihat penderitaan yang di alami oleh Nitami kali ini.
"Pa...apa yang papa lakukan?" Tanya Davin yang juga terkejut akan tindakan sang papa pada Nitami, Dia kini tengah berdiri di samping Nitami.
"Apa kau baik baik saja?" Tanya Davin khawatir yang terlihat jelas pada raut wajahnya.
Nitami diam tidak menjawan pertanyaan Davin padanya, tatapan matanya masih tajam dan membunuh ke arah tuan Markus.
Fransiska dan Diana tidak suka melihat kekhawatiran Davin pada Nitami yang sedang menderita.
"Kau masih mengkhawatirkan nya setelah apa yang semua dia lakukan pada keluarga ini?!?" ucap hardik tuan Markus tegas melihat ke arah Davin.
"Tapi tidak seperti ini caranya Pa..., kita tidak tahu ini semua ada hubungannya dengan Nita atau tidak. Tidak seharusnya papa bersikap kasar seperti ini, semuanya masih bisa di bicarakan secara baik baik dan di cari kebenarannya." Balas Davin membela dan ingin melindungi Nitami yang belum tentu bersalah, menurutnya.
"Kau terlalu lemah Davin, sudah pasti ini semua karena ulah nya. Fransiska tidak akan asal bicara dan sembarang menuduh. Jika bukan dia siapa lagi?" Balas ketus tuan Markus dengan tatapan tajam dan bencinya terhadap Nitami.
*'Fransiska...!!' *Gumam Nitami di dalam hatinya, kini pandangan matanya melihat ke arah Fransiska yang tersenyum licik dan remeh ke arah nya. Nitami tahu ini rencana dan ulah Fransiska untuk memberikan masalah padanya.
Ini masalah yang di buat Fransiska untuknya, tuduhan apa lagi yang di katakan Fransiska untuk mencelakai Nitami kali ini?
...****************...
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1