Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
43. Kehebohan Di Rumah Sakit.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Sejak jam 6 pagi rumah sakit Golden Healthy telah di hebohkan akan kabar rapat yang di adakan secara mendadak. Davin tidak pernah mengingkari atau menarik kembali janji dan perkataan yang ia ucapkan.


Sejak semalam, Max telah di sibukkan untuk menghubungi direktur dan kepala dokter rumah sakit Golden Healthy. Mereka berdua segera di sibukkan untuk mengatur semua dokter yang akan terlibat dalam rapat tersebut, serta mengumpulkan semua laporan yang di butuhkan dan di minta oleh Davin.


Bahkan semua dokter dan perawat terlihat tegang di dalam rumah sakit itu. Kabar yang mengatakan jika ada dokter ataupun perawat yang kinerjanya tidak memenuhi syarat ketentuan dari Davin, akan langsung di pecat.


Kabar yang dapat membebani semua dokter dan perawat pagi ini. Nitami dan Aldi yang sedang berdiri pada pembatas kaca di lantai dua rumah sakit tersebut. Dapat melihat semuanya.


"Davin benar-benar membuat kacau suasana rumah sakit pagi ini." ucap Aldi menatap satu persatu dokter dan perawat yang sedang bekerja, namun raut wajah mereka nampak suram dan tegang.


Nitami pun ikut melihat ke arah pandangan mata Aldi, mimik wajahnya di buat sedatar mungkin. Namun di dalam hatinya kesal dan marah akan apa yang Davin lakukan saat ini? Nitami tahu jika Davin memang kejam, tetapi dia tidak pernah tahu Davin senekat ini hanya karena hal sepele.


Hanya karena keinginannya tidak terpenuhi dia berbuat seperti ini. Satu rumah sakit dia buat tegang dan suram. Apa harus Davin melakukan ini? karena Nitami menolak perintah Davin, untuk tidak lagi menjadi dokter dari tuan Nicolas yang menjadi pasien VVIP nya semalam.


"kenapa dokter Nita diam saja?" tanya Aldi melihat ke arah Nitami yang masih memandang jauh ke arah beberapa dokter dan perawat yang lalu lalang dengan wajah suram mereka.


Nitami menghela nafasnya perlahan. "apa yang harus aku katakan, dokter Aldi?" tanya Nitami balik.


"setidaknya lakukan sesuatu untuk mereka." tunjuk Aldi dengan ujung matanya melihat ke arah beberapa dokter dan perawat yang sedang mereka perhatikan.


"tidak ada yang bisa aku lakukan, apa dokter tidak mengenal seperti apa tuan Davin?" tanya balik Nitami.


"justru aku mengenal dia lebih baik dari siapapun di rumah sakit ini? Bahkan lebih baik darimu dokter Nita."


Nitami menoleh ke arah Aldi.


"apa maksudmu dokter Aldi?"


"apa dokter Nita tidak mengerti juga?" tanyanya yang buat Nitami mengerutkan keningnya melihat Aldi.


Aldi yang memang memiliki tubuh lebih tinggi dari Nitami merendahkan tubuhnya, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Nitami yang ada di hadapannya. Namun Nitami repleks memundurkan tubuh bagian atas dan wajahnya.


"ini semua karena dokter Nita menolak keinginannya." balas Aldi dengan menatap intens mata Nitami yang ada dekat hanya beberapa senti dari wajahnya.


"mana ada? keinginannya yang mana aku tolak?" jawab Nitami gugup, karena tindakan Aldi secara tiba-tiba dan wajah mereka yang dekat dengan jarak beberapa senti saja.


Bukannya menjawab, Aldi malah menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan.


"kalian berdua sama saja. Sama sama tidak peka. Atau kalian berdua hanya mencoba menghindar dan berpura-pura tidak mengerti?" ucapnya dengan alis yang di angkat menatap Nitami intens.


Posisi mereka seakan terlihat akrab dan mesra. Seakan Aldi sedang merayu Nitami dengan kedekatan mereka. Posisi yang membuat seseorang meradang di pagi hari, siapa lagi kalau bukan Davin Atalla Fardhan yang baru saja tiba di lantai dua.

__ADS_1


Tatapan matanya tajam akan pemandangan yang dia lihat pagi ini. Jika seseorang yang tidak mengenal kedekatan Nitami dan Aldi sebagai teman. Sudah di pastikan mereka akan berpikir kalau Nitami dan Aldi adalah pasangan kekasih yang sedang melakukan adegan mesra mereka.


Langkah panjang dan cepat Davin mendekati mereka. Dengan cepat Davin menarik tangan Nitami dan menjauhkannya dari tubuh Aldi yang masih menunduk rendah di hadapan Nitami.


Nitami terkejut akan tarikan seseorang, sedangkan Aldi masih tetap pada posisinya. Dia tahu Davin datang dari kejauhan, sehingga sengaja melakukan hal tersebut untuk melihat reaksi Davin. Tebakkannya benar Davin kini terlihat marah dan tajam memandang ke arahnya.


Aldi menetralkan posisi tubuhnya kembali berdiri tegak, dia juga membalas tatapan tajam Davin kepadanya. Sebenarnya dia tidak setuju akan tindakan Davin pagi ini, dia tidak suka melihat suasana rumah sakit jadi mencekam dan suram karena ulah Davin yang menurutnya ke kanak-kanakan.


Hanya karena keinginannya tidak terpenuhi oleh Nitami, dia menekan semua dokter dan perawat rumah sakit pagi ini. Davin tidak pernah tahu apapun tentang dunia kesehatan, seharusnya dia hanya akan melakukan yang seharusnya dia lakukan, dan bukan dengan cara menekan dan mengancam.


"apa yang ingin kau lakukan Aldi?" ucapnya menatap tajam ke arah Aldi.


Aldi memasang wajah santainya, menghadapi Davin harus dengan sikap yang tenang. Jika tidak emosi akan ikut terpancing keluar.


"aku tidak melakukan apapun? apa yang ingin aku lakukan?" tanya balik Aldi.


Davin melihat sejenak ke arah Nitami yang ada di sampingnya. Nitami masih terlihat terkejut dan malu saat ini, karena tangannya masih di genggam erat oleh Davin di hadapan semua orang. Davin datang bersama Max, direktur, kepala dokter, dan beberapa dokter senior yang berkerja di rumah sakit Golden Healthy.


"kenapa kau…?" tanya Davin karena melihat wajah tegang Nitami.


"tuan bisa lepaskan tangan saya?" ucapnya pelan sembari berusaha melepaskan genggaman Davin pada tangannya.


Davin mengerutkan keningnya melihat heran Nitami, lalu dia merasakan pergerakkan di tangannya. Davin kini beralih menatap tangannya yang memegang erat pergelangan tangan Nitami.


"ada masalah untukmu?" tanya Davin tidak ada niat untuk melepaskan genggamannya.


Itulah yang membuat risih dan Nitami tidak suka menjadi pusat perhatian dari beberapa orang yang ada di sekitar mereka. Mereka melihat heran, terkejut dan tidak percaya akan apa yang Davin lakukan kepada Nitami? Rumor pasti akan sangat cepat menyebar. Namun Davin seakan tidak peduli akan hal itu.


"tuan, jangan membuat masalah." ucap Nitami tidak setuju akan tindakan Davin di depan umum.


"aku tidak membuat masalah, ini tindakan wajar." ucap Davin melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Nitami. Lalu dengan cepat menggenggam telapak tangan Nitami.


Mereka sekarang terlihat seperti bergandengan tangan, Davin mengangkat kedua tangan mereka yang saling menggenggam ke atas. Memperlihatkan dengan sengaja kepada semua orang. Aldi terdiam dengan raut wajahnya yang datar, sedangkan Max hanya diam saja.


Aldi dan Max tahu, jika kini Davin benar-benar sudah memiliki rasa terhadap Nitami istri pertamanya tersebut. Davin perlahan ingin menunjukkan siapa sebenarnya Nitami? Davin ingin menunjukkan hubungan mereka ke semua orang yang tidak tahu apapun tentang mereka berdua?


Nitami semakin terkejut dan membulatkan matanya akan tindakan Davin saat ini. Wajah Nitami benar-benar merah padam karena rasa malu dan marah yang datang sekaligus.


"tuan." ucap Nitami menekan kata-katanya, sembari menarik keras tangannya hingga terlepas dari genggaman tangan Davin.


Davin menatap lekat Nitami, dia berdiri di hadapan Nitami dengan santainya, satu tangan dia masukkan ke dalam saku celananya. Davin melihat Nitami yang menatapnya dingin dan marah akan tindakannya tadi. Namun dia hanya bersikap biasa saja.


"Max…!" panggil Davin masih dengan menatap intens Nitami.

__ADS_1


"iya tuan." ucap Max datang mendekat.


"apa semua yang aku minta, sudah kau siapkan?" tanya Davin tanpa melihat ke arah Max, karena dia masih betah pada wajah Nitami yang dingin dan marah kepadanya.


"sudah tuan." jawab Max dengan cepat.


"bagus. Sekarang tunjukkan kepadanya." ucap Davin sembari menunjuk ke arah Nitami dengan matanya yang melihat intens Nitami.


Tanpa mengatakan apapun? Max mendekati Nitami dan menyerahkan sebuah tablet Android ke arah Nitami. Nitami tidak mengerti akan maksud dari Davin dan Max


"ini dokter." ucap Max menyerahkan sebuah tablet Android yang sudah menyala.


Nitami yang masih dengan raut wajah dingin dan kesalnya melihat ke arah Tab dan Davin secara bergantian. Dengan cepat Nitami meraih Tab tersebut dan melihat apa yang ada di dalamnya?


Matanya membulat sempurna dan terkejut akan apa yang ia baca di dalam Tab tersebut. Sebuah laporan yang sungguh mengejutkan dirinya, dan Nitami tidak ingin mempercayai apa yang ia lihat? Dengan cepat pandangan matanya melihat ke arah Aldi.


Aldi yang tahu arti tatapan mata Nitami, segera mendekati Nitami dan ikut melihat ke dalam Tab yang membuat Nitami terkejut tidak percaya. Aldi sama terkejutnya saat melihat isi laporan di dalamnya. Aldi ikut menatap ke arah Davin, tatapan keduanya tidak percaya melihat ke arah Davin yang memasang wajah dinginnya.


Membuat semua orang yang melihatnya bertambah tegang karena melihat tatapan terkejut Nitami dan Aldi. Dua dokter yang menjadi kepercayaan rumah sakit Golden Healthy. Mereka sampai terkejut melihat sebuah laporan, laporan apa itu? itulah yang ada di dalam benak mereka masing-masing.


Nitami dan Aldi kini saling memandang dan beralih lagi melihat ke dalam Tab yang memiliki sebuah kejutan untuk mereka. Nitami dan Aldi tidak pernah menyangka jika Davin dapat berbuat sejauh ini. Mereka berdua tidak tahu harus berbuat dan berbicara apa lagi?


"tuan Davin, apa ini hanya lelucon?" tanya Aldi ingin memastikan.


"untuk apa aku membuat lelucon?" tanya balik Davin masih dengan mimik wajah dinginnya.


"tapi ini tidak benar, tuan Davin." ucap Nitami kali ini membuka pembicaraan mereka.


"tidak benar dari mana? coba kau baca dengan teliti dan serius. Itu wajar aku lakukan karena aku adalah pemilik rumah sakit ini."


"tetapi tuan ini tidak adil." ucap Nitami.


"tidak adil dari mana? ini dunia bisnis, dan aku sudah berpengalaman akan hal ini." balasnya dengan santai.


'dunia bisnis katanya, rumah sakit dia jadikan dunia bisnis.' gumam Nitami di dalam hatinya.


"tuan ini rumah sakit, bukan dunia bisnis yang seperti anda katakan." ucap Nitami akan pembelaan terhadap kelakuan Davin yang semena-mena, Nitami tidak suka akan hal ini. Dia harus melawan ini semua.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2