
***Rumah Sakit Golden Healthy***
Tatapan tidak suka serta dingin Nicolas melihat ke arah Davin yang tengah memeluk mesra pinggang Nitami. Tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Nitami, walaupun sekilas. Perasaan cemburu begitu mendominasi Nicolas saat ini.
"Lelucon macam apa ini, tuan Davin?" Tanya Nicolas secara terus terang, dia ingin kejelasan dari Davin.
Davin masih mengembangkan senyum puas ke arah Nicolas, dia senang karena dapat memperlihatkan serta menunjukkan jika Nitami adalah miliknya, wanitanya.
"Tentu ini bukan lelucon, tuan Nicolas. Ini adalah kenyataan yang sebenarnya." Balasnya. Dia melihat sekilas ke arah Nitami dan berkata.
"Dokter Nitami Adreena Saila adalah istri pertamaku." Ucapnya masih melihat Nitami yang kini melihat ke arahnya sekilas. Lalu beralih kembali menatap ke arah Nicolas.
Nicolas menampilkan senyum tipis tidak percaya akan apa yang di katakan oleh Davin? karena semua orang tahu. Istri Davin yang sesungguhnya adalah nyonya muda Fransisca Raiden, seorang artis dan model papan atas yang sudah naik daun dan terkenal beberapa tahun ini.
Bagaimana bisa Davin kini mengakui, bahwa Nitami Adreena Saila sebagai istri pertamanya? Nicolas tidak dapat menerima ini semua, tidak akan bisa.
Cukup sulit bagi Nicolas menerima kenyataan yang di bicarakan oleh Davin, karena Nitami adalah wanita yang sudah di tunjuk langsung oleh hatinya. Nitami adalah wanita yang telah bertahta sebagai pemilik dan ratu di dalam hatinya.
"Bukankah istri anda adalah nyonya muda Fransisca Raiden, seorang artis dan model papan atas yang sekarang sedang naik daun?" Ungkap Nicolas ingin semua yang di katakan oleh Davin saat ini, adalah sebuah lelucon saja.
Davin tersenyum, namun tangannya masih melingkar mesra pada pinggang Nitami. Tanpa mau melepaskannya sama sekali.
"Fransisca juga istriku, Fransisca istri keduaku yang di ketahui oleh publik. Namun tidak ada yang tahu, jika aku juga memiliki istri pertama yang aku sembunyikan selama ini." Ungkap Davin dengan tegas.
Davin memandang ke arah Nitami yang masih menatap intens ke arah Nicolas.
"Namun ternyata, itulah kesalahanku selama ini, aku bersalah karena telah menyembunyikan istri pertamaku yang sebenarnya. Dan itu yang sekarang sedang aku perbaiki." Ungkap Davin menekan setiap kata-katanya.
Nitami seketika melihat sekilas ke arah Davin, dia dapat merasakan tatapan intens Davin kepadanya. Kata-kata yang di ucapkan oleh Davin dapat Nitami rasakan tertuju kepadanya.
Tatapan mereka berdua bertemu, namun dengan cepat Nitami mengalihkan pandangan matanya ke arah depan. Hingga bertemu tatap dengan Nicolas, dari sorot mata Nicolas seolah bertanya pada Nitami. Dia berharap Nitami menjawab kalau ini semua tidaklah benar.
'Istri pertama yang di sembunyikan, apa maksudnya? Apa mereka tidak saling mencintai? atau ada maksud dari semuanya?' Gumam Nicolas di dalam benaknya.
'Ini semua tidak masuk akal, aku tidak bisa menerima semua ini. Tidak, ini tidak benar.' Gumam Nicolas kembali di dalam hatinya. Dia menolak keras kenyataan tersebut.
Tatapan Nicolas masih intens melihat Nitami, dia berharap Nitami mengatakan jika semuanya adalah kebohongan.
"Jika anda tidak percaya, silahkan tanyakan itu kepada istri tercinta ku ini." Ungkap Davin dengan mengeratkan rangkulan pada pinggang Nitami.
Nitami merasa risih dan tidak nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Davin kepadanya? Davin selalu bertindak semaunya, tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya.
Apakah Davin pernah meminta izin kepada Nitami jika ingin melakukan sesuatu? Tentu jawabannya tidak, Davin selalu melakukan segalanya atas keinginannya sendiri, tanpa memikirkan kenyamanan dan perasaan Nitami.
__ADS_1
Nitami tidak suka namun dirinya tidak bisa melakukan apapun? Tetapi untuk saat ini, Nitami harus melakukan sesuatu sebagai rasa keberatan atau penolakan darinya, sebagai bukti jika Nitami tidak nyaman dan tidak suka akan tindakan Davin yang semaunya tersebut.
Nicolas menatap tajam dan intens ke arah Nitami. Begitu pula Nitami yang mengerutkan alisnya melihat ke arah Nicolas, terlihat jelas tatapan tajam Nicolas tersirat juga kekecewaan saat melihatnya.
'Tatapan matanya…!! Tatapan itu, ada apa ini…?'' Gumam Nitami di dalam hatinya bertanya akan arti tatapan Nicolas yang ia tangkap jelas tersirat kekecewaan melihatnya.
"Apa benar yang di katakan oleh tuan Davin, dokter Nitami?" Tanya Nicolas ingin kejelasan dari Nitami langsung.
Nitami terdiam menatap intens Nicolas, lalu sekilas melihat ke arah Davin yang tersenyum senang melihat ke arahnya. Nicolas dapat melihat dengan jelas, jika Nitami tidak ada perlawanan sama sekali akan rangkulan yang di lakukan oleh Davin kepadanya. Nicolas dapat dengan jelas melihat tatapan kejujuran di dalam sorot mata Nitami. Kini dia sudah tahu jawabannya.
"Iya tuan, apa yang di katakan olehnya adalah benar." Balas Nitami jujur. Tidak ada yang bisa dia sembunyikan lagi, untuk apa dia harus berbohong kali ini?
Namun itu hanyalah kejujuran yang akan berlangsung beberapa bulan lagi, setelah itu dia dan Davin akan berpisah dan bercerai secepatnya. Itulah yang di inginkan oleh Nitami, dia ingin secepatnya lepas dari belenggu Davin dan keluarga Fardhan.
Dengan sigap Nitami berusaha melepaskan dirinya dari rangkulan Davin padanya. Dia tidak sudi di manfaatkan sebagai sebuah media untuk melakukan sesuatu oleh Davin. Begitu Nitami dapat merasakan kerenggangan rangkulan pada pinggangnya, Nitami dengan segera melangkah maju dan ingin menjauh dari Davin.
Davin tidak berhak melakukan itu pada Nitami, apa lagi selama ini tidak pernah sekalipun Davin ingin memperkenalkan Nitami pada orang lain sebagai istri pertamanya? Mengapa hari ini Davin berubah? Tidak, Nitami tidak ingin lagi di jadikan sebuah mainan oleh Davin.
Sedangkan wajah Nicolas menjadi datar dan dingin kembali, namun di dalam hatinya merasa kecewa atas jawaban yang di berikan oleh Nitami. Pengakuan Nitami cukup jelas membentuk sebuah garis sebagai pembatas antara mereka berdua.
"Sepertinya saya harus kembali bekerja. Masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ucap Nitami melangkah sedikit menjauh dari Davin yang sedang menggenggam erat tangannya. Dia tahu Nitami sengaja menghindarinya.
Nicolas dapat melihat gelagat keduanya, Nitami yang berusaha menghindari Davin, dan Davin yang mengepalkan kuat tangannya karena Nitami menjauh darinya.
Dalam hatinya yang paling dalam, Nicolas tidak rela Nitami pergi begitu cepat dari hadapannya. Dia masih ingin Nitami bersamanya lebih lama lagi, namun semua keinginan itu telah hancur akan kebenaran yang baru saja terungkap. Dia hanya dapat pasrah akan keadaannya saat ini.
Tanpa menunggu jawaban dari Nicolas dan ingin menghindari Davin, Nitami segera melangkah untuk meninggalkan ruangan yang seakan memiliki aura panas di dalam ruangan tersebut. Ketika akan membuka pintu, Nitami terdiam karena mengingat sesuatu. Dia pun membalik badannya lagi.
"Maaf tuan Nicolas." Ucap Nitami melihat ke arah Nicolas yang masih setia menatap tajam ke arah Davin.
Begitu dia mendengar ucapan Nitami, Nicolas berusaha melihat ke arah Nitami. Begitu juga Davin yang ikut melihat ke arah Nitami yang berdiri di depan pintu kamar.
Nicolas tidak menjawab apapun? Di masih diam dengan tatapan mata sedingin tadi.
"Apakah anda keberatan, jika saya menghubungi anda kapanpun?" Tanya Nitami dengan terus terang.
Davin mengerutkan keningnya melihat Nitami, karena permintaan Nitami yang ingin menghubungi Nicolas secara pribadi. Begitu pula Nicolas yang tidak mengerti maksud Nitami ingin menghubunginya.
Karena tidak ada jawaban dari Nicolas, Nitami pun berkata kembali. "Maaf tuan Nicolas, jika saya sudah lancang. Hanya saja, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan langsung secara pribadi kepada anda." Ucap Nitami terdiam sejenak.
"Namun jika anda keberatan, maaf atas kelancangan saya ini." Ucap Nitami kembali.
"Kalau begitu saya permisi." Ucapnya dan membalik tubuhnya. Pintu belum terbuka, Nicolas berkata.
__ADS_1
"Silahkan. Saya akan menunggu kapanpun anda menghubungi saya dokter." Balas Nicolas sukses menghentikan gerakan Nitami yang ingin membuka pintu kamar.
Nitami membalik tubuhnya, lalu menatap Nicolas. "Terima kasih." Balas Nitami dengan senyum yang terlihat lega dan senang karena permintaannya tidak di tolak oleh Nicolas.
Nitami melihat sekilas ke arah Davin. Dia tahu saat ini Davin sedang kesal akan apa yang dia katakan kepada Nicolas? Namun Nitami tidak peduli akan hal itu. Begitu di rasa urusannya telah selesai, Nitami membuka pintu dan keluar berlalu dari ruangan tersebut. Langkah selanjutnya harus dia pikirkan, agar rencananya berjalan lancar.
Kini di dalam ruang perawatan itu hanya tinggal Nicolas, Davin dan kedua asisten pribadi mereka masing-masing. Davin tahu Nicolas kecewa akan kebenaran yang ia katakan hari ini. Namun itulah tujuannya, dia ingin Nicolas tahu batasan yang tidak bisa dia lewati. Davin ingin Nicolas menjauh dari Nitami.
Namun permintaan Nitami yang ingin menghubungi Nicolas, mematahkan semangat Davin yang ingin bahagia di atas penderita dan amarah Nicolas. Davin hanya bisa menahan gejolak di dalam hatinya saat ini.
"Baiklah tuan, sudah saatnya anda beristirahat. Sepertinya yang baru saja di katakan oleh istriku." Ucap Davin ingin mengakhiri kedatangannya dan pergi menyusul Nitami.
Nicolas terdiam dengan tatapan tajam dan dinginnya, namun Davin tidak peduli apalagi takut? tidak akan. Di rasa tidak ada jawaban dari Nicolas, Davin pun melangkah pergi. Namun baru saja beberapa langkah Davin terhenti.
"Apa tujuanmu mengatakan ini semua?" Sebuah pertanyaan begitu saja meluncur dari bibir Nicolas.
Davin diam menghentikan langkahnya membelakangi tubuh Nicolas, tanpa membalik tubuhnya Davin pun menjawab.
"Aku tahu apa tujuanmu saat ini, aku hanya ingin kau tahu batasan mu sekarang." Balas Davin tanpa melihat ke arah Nicolas yang ada di belakangnya.
Begitu pula Nicolas yang masih setia pada posisinya semula, tubuh dan pandangannya masih tidak melihat ke arah Davin.
"Apa kau yakin itu?" Tanya Nicolas.
"Tentu saja. Aku berhak karena aku adalah suami sahnya." Balas Davin tidak ingin mengalah.
"Sepertinya hanya kau yang yakin tentang hal ini." Ungkapnya lalu terdiam sejenak untuk berbalik badan dan melihat ke arah punggung Davin. "Jika memang kalian pasangan suami dan istri, mengapa kalian terlihat seperti orang asing?" ucap Nicolas dengan tatapan curiga.
Davin terdiam, tetapi di dalam hatinya merasa tidak nyaman karena ucapan Nicolas.
'Orang asing.' Gumam Davin di dalam benaknya.
Nicolas benar, selama ini mereka berdua seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal. Sejak kapan mereka menjadi akrab dan saling mengenal? Tidak, kenyataannya hanya Davin yang berusaha menjadi dekat dan mendekati Nitami beberapa bulan ini. Itulah kenyataannya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1