
***Rumah Keluarga Fardhan***
Nitami berdiri dengan kepalan kuat kedua tangannya, tamparan keras pada pipinya masih terasa sakit dan kebas pada kulit wajahnya.
kesalahan apa yang dibuat oleh Nitami?Sehingga dirinya mendapatkan tamparan keras seperti itu dari tuan Markus. Hatinya sakit dan darahnya seolah mendidih karena menahan amarahnya.
"Kesalahan apa yang sudah aku perbuat, tuan Markus Attala Fardhan?" Tanya Nitami dengan nada yang masih dapat di tahan dan penekanan pada setiap kata katanya.
Tatapan tajam dan devil tuan Markus masih mendominasi dirinya. Dia seolah marah dan sangat membenci Nitami. Selayaknya Nitami telah melakukan kesalahan yang sangat besar.
"Bahkan kau tidak menyadari kesalahan apa yang telah kau perbuat?" Ucapnya dengan wajah yang terlihat masih marah dan merah padam.
'Kesalahan apa yang sudah aku perbuat sehingga tuan Markus semarah ini?Fransisca....ini pasti ulahnya lagi.' Gumam Nitami di dalam hatinya, karena merasa tidak melakukan kesalahan apapun selama ini terhadap keluarga Fardhan?
Tatapan mata Nitami melihat sekilas ke arah Fransisca, yang terlihat jelas tersenyum bahagia melihat penderitaannya kali ini. Kini Nitami yakin dialah yang sudah berulah dan membuat masalah ini untuknya.
"Katakan terus terang, tuan." Ucap Nitami masih berusaha untuk menahan dirinya.
Tatapan Nitami tidak kalah tajam melihat ke arah tuan Markus, sudah habis batas kesabaran yang ia miliki. Kali ini dia tidak akan mengalah begitu saja, karena dia tidak melakukan kesalahan apapun yang dapat merugikan orang lain? Bahkan terhadap keluarga Fardhan.
"Kau yang telah bekerja sama dengan beberapa orang untuk menghancurkan bisnis keluarga Fardhan." Tuduh nya, Nitami tidak mengerti.
Bagaimana bisa dia yang di tuduh telah bekerja sama dengan orang lain untuk menghancurkan bisnis keluarga Fardhan? Sedangkan dia tidak pernah berbicara dan merencanakan apapun pada siapapun juga?
"Apa maksud anda tuan? Saya tidak pernah sekalipun bekerja sama dengan orang lain untuk menghancurkan bisnis keluarga anda." Elak Nitami. Itulah kenyataannya.
"Sangat mudah untukmu mengelak, tetapi semua bukti sudah sangat jelas menunjuk dan mengarah padamu."
"Bukti apa tuan?"
Tatapan tuan Markus yang terlihat geram dan tajam masih melihat intens Nitami. Begitu juga dengan Nitami yang tidak ingin mengalah sama sekali. Tidak ada yang perlu Nitami takuti lagi saat ini, Nitami sangat yakin keluarga Fardhan hanya akan mempermalukan diri mereka sendiri di hadapan Nitami.
"Tunjukkan padanya?" Perintah tuan Markus kepada Diana.
Diana langsung membawa sebuah Tab yang telah menyala, Tab tersebut Diana letakkan di atas meja kaca dengan posisi berdiri menggunakan alat penyangga.
Beberapa photo terlihat sangat jelas, photo dirinya bersama dengan beberapa pengusaha kenalan dari Alesha Larzo. Lalu terakhir photo nya bersama dengan Nicolas yang berada di loby rumah sakit Golden Healthy, pada saat Nicolas sedang melakukan pemeriksaan rawat jalan pasca operasi di perutnya, dan terakhir photo dirinya hari ini bersama Nicolas yang berada di tempat pemakaman kedua orang tuannya.
Sangat mengejutkan bagi Davin dan juga nyonya Sandra yang baru melihatnya juga. Nitami yang mengetahui semua posisi photo tersebut hanya diam dengan tenang, untuk mengelakpun tidak akan mungkin, karena itu adalah photo yang memang benar benar terjadi padanya beberapa hari ini.
__ADS_1
Namun satu yang pasti, photo photo itu tidak sedang membicarakan tentang bisnis sama sekali. Nitami dan beberapa pengusaha yang menjadi kenalan nya melalui Alesha, hanya kebetulan saja bertemu pada beberapa tempat. Begitu juga dengan Nicolas yang sengaja datang ke tempat pemakaman kedua orang tuannya hari ini.
Bagaimana mungkin Nitami di katakan sedang bekerja sama dengan orang lain untuk menghancurkan bisnis keluarga Fardhan? Jika pembicaraan mereka saja hanya sebatas saling menyapa dan beramah tamah karena tidak sengaja bertemu. Sedangkan bersama Nicolas mereka tidak ada sama sekali membicarakan masalah kehancuran bisnis keluarga Fardhan.
"Mengapa kau diam saja? Apa sekarang kau ingin menyangkal semua ini? Setelah kau melihat semua bukti ini...!!" Ucap tuan Markus dengan nada yang terdengar mulai emosi kembali.
Nitami kembali melihat ke arah tuan Markus yang melihatnya tajam. Nitami pun tersenyum geli akan tuduhan keluarga ini hanya karena beberapa photo yang tidak jelas.
"Anda menuduh saya karena semua bukti photo photo tersebut?" ucap Nitami masih dengan senyum gelinya. Membuat tuan Markus, Fransiska, dan Diana terlihat tidak suka melihat senyum Nitami yang seakan meremehkan mereka.
"Tuan Markus yang terhormat...!!! Aku memang mengenal beberapa pengusaha yang ada di dalam photo tersebut, karena beberapa dari mereka adalah pasien yang aku tangani. Beberapa pengusaha lainnya memang aku kenal dari kenalan yang kebetulan juga mengenal diriku. Tapi itu tidak cukup menjadi bukti, jika aku merencanakan untuk menghancurkan bisnis keluarga anda. Kuasa apa yang aku miliki sehingga aku bisa mempengaruhi mereka semua untuk menghancurkan bisnis keluarga Fardhan?" Ungkap Nitami ingin membela dirinya.
Davin dan juga nyonya Sandra sedikit membenarkan ucapan Nitami, kuasa apa yang di miliki Nitami sehingga bisa mempengaruhi mereka semua untuk menghancurkan bisnis keluarga Fardhan? Terlebih lagi nyonya Sandra yang sangat mengenal siapa Nitami? Dia sangat yakin Nitami tidak akan mungkin melakukan semua itu.
Nyonya Sandra pun kembali duduk pada sofa, namun tatapan sinisnya sekilas menatap tajam ke arah Fransisca. Dia sangat yakin ini pasti ulah menantunya tersebut, tidak ada orang lain lagi yang bisa berbuat seperti itu pada Nitami selain dia.
Fransisca menyadari jika sang ibu mertua menatapnya tidak suka. Dia tahu bahwa nyonya Sandra tidak akan percaya pada tuduhannya terhadap Nitami, karena sejak awal ibu mertuanya itu tidak pernah menyukai dirinya. Namun dia tidak peduli akan hal kecil seperti itu. Yang ia inginkan saat ini hanyalah kehancuran Nitami.
Wanita yang telah merubah jalan hidupnya sejak awal pernikahannya bersama Davin, wanita yang menjadi musuh terbesarnya sekarang.
"Kau tidak memerlukan sebuah kuasa untuk melakukan hal itu." Ucap Fransisca bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati meja kaca.
"Kau hanya menggunakan trik tubuhmu untuk menjerat mereka semua." Ucap Fransisca dengan senyum mengejek melihat ke arah Nitami yang terlihat mengerutkan keningnya melihat Fransisca.
'Apa lagi ini? Menggunakan trik tubuh untuk menjerat mereka, apa maksud dia aku telah menunggu tubuhku untuk mempengaruhi mereka semua.' Gumam Nitami di dalam hatinya. Itulah yang Nitami tangkap dan artikan dari tuduhan Fransisca.
"Apa maksudmu, aku wanita murahan yang menggunakan tubuhku untuk menjerat dan mempengaruhi mereka? Begitu…?!?" Tanya Nitami melihat dan menantang Fransisca.
Kini dua wanita cantik dengan pesona mereka masing-masing saling memandang dan menantang. Semua mata mengarah kepada mereka berdua.
Fransisca tersenyum, dia suka jika Nitami mengerti maksudnya.
"Jika bukan seperti itu, apa kau memiliki sesuatu yang bisa kau gunakan untuk menjerat dan mempengaruhi mereka selain tubuhmu yang murahan itu?" Balas Fransisca dengan sama menantangnya.
Nitami diam sejenak, lalu pada akhirnya diapun tertawa mengejek.
'Dia pikir aku seperti dirinya, yang mudah menggunakan tubuh sendiri untuk meraih apa yang di inginkan.' Gumam Nitami meremehkan.
"Apa kau sadar akan tuduhanmu itu padaku?" Tanya Nitami melihat remeh Fransisca.
__ADS_1
"Apa kau pikir aku seperti seseorang yang bisa melakukan apapun demi meraih apa yang ia inginkan?" Ucap Nitami melangkah maju dan mendekati Fransisca.
Fransisca diam pada tempatnya dengan kepercayaan diri yang kuat. Nitami lalu mendekatkan wajahnya ke arah samping wajah Fransisca, diapun berbisik pelan pada telinga Fransisca yang cukup membuat wanita itu terdiam cukup tegang.
"Dari pada kau sibuk mengurusi diriku, lebih baik kau rawat calon anakmu dan tuan Ghani Sachio agar tetap sehat dan lahir dengan selamat." Bisik Nitami pada telinga Fransisca.
Fransisca diam membeku, ucapan Nitami cukup membuatnya terkejut.
'Bagaimana bisa dia berkata seperti itu?' Gumam Fransisca di dalam benaknya.
'Tidak. Dia pasti hanya asal menebaknya.' Gumam Fransisca kembali.
Fransisca berusaha bersikap biasa saja dan tenang, namun bukan Nitami Adreena Saila jika tidak bisa membalik keadaan mereka sekarang.
"Tuduhanku bukan tanpa bukti, jika kau mau akan aku perlihatkan buktinya padamu dan keluarga Fardhan. Aku sangat yakin jika keluarga Sachio tahu akan berita ini, sudah tentu bisa di pastikan akan segera bertindak jika bukti itu aku kirimkan kepada mereka. Bagaimana nyonya Fransisca Fardhan?" Bisik Nitami menantang Fransisca.
"Yang mana akan kau pilih, tetap menjadi nyonya muda Fardhan atau menjadi nyonya muda Sachio, mana yang ingin kau pilih? Ingat satu hal Fransisca. Selangkah saja kau salah bertindak, semua yang kau miliki saat ini akan segera hancur dan kau tidak akan mendapatkan apapun?" Bisik Nitami mengancam Fransisca.
Nitami ingin melihat, Fransisca bisa melakukan apa lagi kali ini? Wanita yang cukup licik untuk Nitami tangani, namun kali ini mudah bagi Nitami untuk menanganinya dengan memiliki bukti yang cukup kuat di tangannya.
Sedangkan Fransisca menelan salivanya karena tenggorokannya mendadak terasa kering. Genggaman kuat pada kain gaun yang dia pakai dan Tab yang ada di tangannya terlihat jelas, jika Fransisca sedang menahan amarahnya saat ini. Pemandangan tersebut tidak luput dari pandangan mata nyonya Sandra.
Nyonya Sandra tahu, kali ini Nitami sedang bertindak untuk mengendalikan situasi yang ada saat ini. Mengubah semua menjadi berada di bawah kendalinya, ada senyum kemenangan terlihat tipis, hingga tidak terlihat. Nyonya Sandra sangat mendukung tindakan Nitami dapat mengendalikan Fransisca sekarang.
"Apa kau mengancamku? Apa kau pikir dengan ancaman murahan seperti itu, bisa membuat aku percaya dengan semua ucapan mu yang hanya omong kosong?" Tantang balik Fransisca, dia tidak ingin kalah dari Nitami.
Fransisca mencoba untuk mempertahankan dirinya dari ancaman Nitami. Dia sangat yakin Nitami hanya asal menebak saja, dan tidak tahu kebenaran ataupun bukti akan semua ucapannya saat ini. Fransisca berusaha bersikap tenang, seolah-olah semua yang Nitami katakan tidaklah benar.
Senyum Nitami merekah, dia sudah bisa menebak jika Fransisca benar-benar wanita licik seperti ular. Sudah pasti Fransisca akan mengelak semua tuduhannya, karena belum melihat semua bukti yang ia miliki.
Hari ini akan menjadi hari yang panjang, berat dan melelahkan baginya dalam menghadapi keluarga Fardhan. Namun Nitami ingin menyelesaikan semua urusannya sebelum malam persembahan tumbal terjadi besok malam. Bukan dia yang akan menjadi tumbal tahun ini, tetapi wanita lainnya. Itu yang akan Nitami lakukan dan wujudkan apapun caranya?
...****************...
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.