Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
53. Kenangan Masa Lalu (Bagian I).


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy ***


Pelukkan hangat Davin sedikit menenangkan hati dan perasaan sedih Nitami. Sekian lama selama 4 tahun lebih Davin menjadi suaminya, ini untuk pertama kalinya dia merasakan pelukan hangat seorang suami kepadanya. Davin bersikap baik dan banyak berubah akhir akhir ini, itulah yang di rasakan oleh Nitami.


Tetapi mengapa baru sekarang Davin berubah? Di saat perpisahan mereka sudah mulai dekat beberapa bulan lagi. Nitami merasa jika ini tidak benar, dia dan Davin tidak di takdirkan untuk bersama ataupun menjadi dekat. Mengingatkan Nitami pada sebuah kenangan di awal pernikahan mereka.


Sejak awal pernikahan mereka berdua, itupun sudah salah dan tidak seharusnya terjadi. Kalau saja tidak ada aturan mencari tumbal di keluarga Fardhan. Nitami tidak akan berakhir seperti sekarang ini. Walaupun Nitami akui, jika dirinya pernah jatuh cinta dan menyukai Davin di awal bulan pertama pernikahan mereka. Sampai akhirnya semua alasan pernikahan mereka berdua terkuak, dan membawa kehancuran bagi Nitami di dalam hidupnya.


Flashback on…


Nyonya Sandra duduk anggun pada sofa di ruang tamu rumah peninggalan kedua orang tua Nitami. Secangkir teh hangat masih terlihat mengepul, Nitami menyambutnya dengan senyum bahagia. Nyonya Sandra adalah ibu pengganti bagi Nitami setelah kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan.


"Apa kabarmu sayang?" Tanya nyonya Sandra dengan sikap ramahnya.


"Baik tante. Tante sendiri apa kabar?" Jawab dan tanya balik Nitami.


"Tante baik." Senyumnya ramah.


"Bagaimana pekerjaanmu di rumah sakit? Kalau tidak salah sudah hampir 8 bulan ini kamu menjadi dokter bedah di sana."


"Iya Tante, pekerjaan ku sangat menyenangkan. Menjadi dokter bedah umum adalah impian ku dan mama. Terima kasih tante selalu mendukung ku hingga aku berhasil seperti sekarang ini." Balas Nitami dengan tulus.


Nyonya Sandra tersenyum senang melihat putri cantik dari kedua sahabatnya yang selalu setia padanya hingga akhir hayat mereka. Nitami adalah satu-satunya putri dari kedua sahabat setianya, dia merasa bertanggung jawab untuk menjaga, melindungi dan menyayangi Nitami seperti putrinya sendiri.


"Tante senang jika melihat mu sukses dan bisa mencapai apa yang kamu cita citakan?" Balas nyonya Sandra tulus.


"Oya Nitami." Ucap nyonya Sandra melihat serius ke arah Nitami.


"Iya tante."


"Apakah kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya nyonya Sandra tiba-tiba yang membuat Nitami heran akan pertanyaannya.


"Belum tante, memangnya kenapa?"


Nyonya Sandra tersenyum akan jawaban Nitami, dia kembali fokus memandang wajah Nitami yang ada di hadapannya.


"Nitami, kamu sudah tante anggap seperti putri tante sendiri." Ucapnya. Nitami pun tahu itu dan dapat merasakan ketulusan hati nyonya Sandra kepadanya.


Nyonya Sandra adalah ibu pengganti bagi Nitami, nyonya Sandra selalu ada untuknya selama ini. Sehingga Nitami tidak merasa hidup seorang diri atau sebatang kara. Nitami mendapatkan kasih sayang dan cinta keluarga dari nyonya Sandra, dan ketulusan itu dapat Nitami rasakan.


"Tante ingin kamu menjadi putri tante dan selalu dekat dengan tante." ungkapnya.


Nyonya Sandra bangkit dari duduknya, dia melangkah dan mendekati Nitami yang sedang duduk pada sofa untuk dua orang. Nyonya Sandra duduk di samping Nitami, lalu menggenggam tangannya.


"Nitami, sayang…tante ingin kamu menikah dengan putra tante, Davin." ungkapnya dengan pandangan serius melihat Nitami.


Nitami terkejut hingga membulatkan matanya sempurna, tiba-tiba saja nyonya Sandra memintanya untuk menikah dengan putranya Davin. Seorang pengusaha muda ternama di kotanya, bagaimana bisa?


"Tidak mungkin tante, bagaimana bisa saya menikah dengan putra tante?" Tanya Nitami masih tidak percaya akan ucapan dan keinginan nyonya Sandra.

__ADS_1


"sayang, tante serius akan hal ini. Tante hanya mau dan setuju jika kamu menjadi menantu tante, dengan menikah dengan Davin. Satu satunya putra yang tante miliki." Ungkapnya tulus dari sorot mata nyonya Sandra tanpa ada kebohongan ataupun tipuan di dalamnya.


Nitami terdiam, dia berusaha menelan salivanya. Ini masih tidak bisa Nitami percayai.


"Sayang, apakah kamu tidak ingin hidup bersama dekat bersama tante?"


"Bukan begitu tante." Ucap Nitami terdiam dengan menatap intens wajah nyonya Sandra, yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak lagi muda.


"Tante Sandra. Kalau pun aku tidak menikah dengan putra tante, kita masih bisa dekat seperti sekarang ini." ucap Nitami berusaha memberikan pengertian.


Dia tidak ingin menerima pernikahan itu, bahkan putra dari nyonya Sandra saja Nitami tidak pernah kenal dan melihatnya langsung. Bagaimana mungkin karena hanya dia dekat dengan nyonya Sandra? tiba-tiba akan menikah dengan putranya yang seorang pengusaha ternama dan sukses di kotanya.


Nitami yang terlalu sibuk akan pekerjaannya, tidak pernah memiliki waktu untuk melihat berita atupun akun gosip tentang orang-orang terkenal. Dia hanya pernah mendengar dari salah satu teman dokternya, kalau pemilik rumah sakit Golden Healthy adalah putra pertama dari keluarga Fardhan, yang artinya putra dari nyonya Sandra sendiri, hanya itu yang Nitami ketahui.


Nitami yang sangat dekat dengan nyonya Sandra, tidak ingin di anggap aji mumpung. Memanfaatkan kedekatan mereka agar bisa menikah dengan putra pertama dari keluarga Fardhan tersebut.


"Tapi sayang, suami tante juga setuju. Jika tante menjodohkan kamu dan Davin." ungkapnya yang membuat Nitami mengerutkan keningnya melihat heran ke arah nyonya Sandra.


Tuan besar keluarga Fardhan menyetujui perjodohan itu? Tidak mungkin!! Itulah yang ada di benak dan pikiran Nitami saat ini.


"Itu tidak mungkin tante."


"Kenapa tidak mungkin sayang?" Tanya nyonya Sandra heran.


"Tidak mungkin aku menikah dengan anak tante, aku tidak ingin di anggap memanfaatkan kebaikan tante padaku."


"Tidak sayangku, itu tidak benar. Kan tante sendiri yang meminta ini, bukan kamu yang mengajukannya terlebih dahulu."


"Tolonglah Nitami, jangan menolak. Tante akan sangat senang kamu yang menjadi menantu tante." Ucap nyonya Sandra tulus.


"Setidaknya ini tante lakukan untuk membuat bahagia almarhum kedua orang tuamu. Tante juga ingin kamu tidak menyia-nyiakan hidupmu dengan orang lain, yang belum tentu bisa membuat kamu bahagia, nak…!" Ungkap nyonya Sandra sembari membelai pucuk kepala Nitami dengan lembut.


Ada kehangatan yang Nitami rasakan akan perhatian dan prilaku lembut nyonya Sandra padanya. Nitami masih diam sembari mencerna semua ucapan nyonya Sandra tadi.


"Tante ini terlalu tiba-tiba. Aku bahkan tidak mengenal anak tante sama sekali."


"Itu tidak masalah, setelah menikah kalian bisa saling mengenal."


"Tapi tante…"


"Apa yang membuat mu ragu, Nitami?"


Nitami menatap intens wajah nyonya Sandra, dia menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan nyonya Sandra.


"Tante, tolong berikan aku waktu untuk berpikir. Maaf tante ini urusan masa depanku juga."


"Setidaknya kamu bisa membalas apa yang sudah tante lakukan untukmu selama ini?" ungkapnya. Sontak Nitami mengerutkan keningnya menatap nyonya Sandra.


'Membalas apa yang sudah tante lakukan untukku selama ini? Tante ingin aku membalas semua bantuannya selama ini dengan menikah dengan putranya. Begitu?' Gumam Nitami di dalam hatinya.

__ADS_1


Nyonya Sandra sadar jika dirinya salah bicara.


"Begini maksud tante Nitami. Tante ingin kamu tidak berada jauh dari tante, karena selama ini sudah banyak yang kita lakukan bersama. Setidaknya semua kedekatan kita ada balasan yang bisa membuat kita bertambah dekat lagi." Ungkapnya. Nitami masih diam.


Nyonya Sandra menghela nafasnya perlahan.


"Baiklah, tante tahu ini terlalu tiba-tiba dan mungkin membuatmu terkejut. Tante hanya ingin kamulah yang menjadi istri dari putra Tante, Davin. Hanya kamu yang bisa dan tante setujui menjadi menantu tante." Ungkapnya.


Nitami masih diam, namun tatapannya beralih ke arah meja yang ada di depannya.


"Nitami." panggil nyonya Sandra, sembari menyentuh pundak kanan Nitami.


"Pikirkan permintaan tante ini baik-baik, dan tante berharap kamu setuju. Putra dan suami tante juga sudah setuju." Ungkapnya, yang membuat Nitami sontak melihat ke arahnya.


"Putra tante sudah tahu akan perjodohan ini, dan dia setuju?" Tanya Nitami tidak percaya.


"Iya, Davin sudah tahu, dan dia sudah setuju dengan pernikahan ini." angguknya.


Nitami menelan salivanya. 'Bagaimana mungkin tuan muda Davin setuju begitu saja?' Gumam Nitami di dalam hatinya.


"Nitami, pernikahan ini akan terlaksana jika kamu juga menyetujuinya."


"Tapi tante, aku perlu waktu untuk berpikir. Maafkan aku tante." Ungkap Nitami merasa ada yang tidak beres akan lamaran nyonya Sandra padanya. Diapun bangkit dari duduknya dengan di ikuti oleh pandangan mata nyonya Sandra.


"Baiklah Nitami." Nyonya Sandra ikut bangkit.


"Pikirkanlah baik-baik. Tante berharap banyak padamu. Tante berharap kamu mau menikah dengan Davin. Tolong jangan permalukan putra tante yang sudah mau menerima pernikahan ini " Ungkapnya. Nitami hanya diam saja.


Nitami masih ada pada posisi berdiri membelakangi nyonya Sandra.


"Baiklah, tante pergi dulu. Pikirkan baik-baik lamaran tante ini." Ucapnya. Nitami membalik tubuhnya menghadap ke arah nyonya Sandra.


"Iya Tante." Jawab Nitami dengan anggukan. "Akan aku pikirkan kembali." ucapnya menambahkan.


Nyonya Sandra berlalu dari rumah Nitami setelah mengecup sayang kening Nitami dan memeluknya hangat. Itulah perlakuan lembut, hangat dan sayang nyonya Sandra kepada Nitami. Perlakukan yang membuat Nitami tidak bisa dan tidak tega untuk menolak keinginan atau permintaan nyonya Sandra.


Hingga satu minggu lamanya Nitami di berikan waktu untuk berpikir, nyonya Sandra kembali meminta jawaban. Dan Nitami setuju begitu saja akan lamaran perjodohan itu. Pernikahan itupun terjadi setelah dua minggu kemudian, persiapan yang di lakukan begitu cepat dan terburu-buru. Nitami hanya mengikuti arahan dari nyonya Sandra dan keluarga Fardhan.


Mereka meminta pernikahan itu di lakukan dengan sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja. Dengan alasan untuk keselamatan Nitami yang akan menjadi istri Davin, pengusaha sukses dan ternama di seluruh negeri. Takut musuh musuh Davin mengetahui siapa istri dari Davin, sehingga harus di sembunyikan dulu sampai keadaan kembali tenang dan semua musuh musuh Davin dapat di tangani.


Baru di sana akan di adakan sebuah resepsi sekaligus pengenalan Nitami kepada publik. Sementara waktu pernikahan tersebut harus di sembunyikan dulu, Nitami hanya bisa pasrah dan setuju. Sudah cukup pernikahan mereka sah di mata agama dan hukum. Itu sudah lebih dari cukup menjadikan dirinya dan Davin sebagai sepasang suami istri.


Itulah kenangan awal mula pernikahan Nitami dan Davin. Tanpa Nitami sadari jika dirinya telah di manfaatkan oleh keluarga Fardhan. Dia hanya di jadikan seorang istri pertama sebagai Tumbal untuk iblis wanita yang selalu menghantui dan bisa menghancurkan kesuksesan keluarga Fardhan. Nitami tidak tahu itu sama sekali, dia hanya tahu jika pernikahannya itu karena perjodohan yang sudah di sepakati oleh kedua belah pihak. Dirinya dan Davin.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2