Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
85. Video Pesan Untuk Nitami.


__ADS_3

***Perusahaan Nyonya Sandra***


…Ruangan Tersembunyi …


Nitami menatap intens ke arah nyonya Sandra yang sedang mengetik sesuatu pada layar monitornya, terlihat dia sedang mencoba mengirim sebuah pesan pada alamat email yang dia ketik tadi.


"Nitami, kamu harus tahu kalau kedua orang tuamu tidak bersalah. Mereka berhak mendapatkan keadilan, kejahatan yang sudah di lakukan oleh keluarga Damaresh harus di balaskan. Khususnya pada Duke Wilmer Damaresh dan Helios Damaresh. Mereka berdualah dalang dari bencana ini terjadi." Ungkap nyonya Sandra.


"Apakah papa dan mama yang mengatakan ini semua kepada tante?" Ucap tanya Nitami seakan tidak percaya akan penjelasan dan cerita nyonya Sandra padanya.


Nyonya Sandra melihat intens ke arah wajah Nitami. Dia tahu Nitami tidak akan mudah percaya akan perkataannya.


"Tante tahu kamu tidak akan mudah untuk percaya pada perkataan dan penjelasan tante. Tapi sebuah rekaman ini akan memperjelas semuanya. Inilah pesan terakhir dan sebuah motivasi serta petunjuk untuk mu menjalani hidup ini." Ungkap nyonya Sandra mencoba membuka semuanya.


Nyonya Sandra mengetik sesuatu pada salah satu layar monitor lainnya. Dia mencari sebuah video yang tersimpan dengan judul Putriku, 'Putri Saila Damaresh.' Nitami masih diam dan tetap terus menyimak semua yang di lakukan oleh nyonya Sandra.


Nitami melihat dengan serius video yang akan di putar oleh nyonya Sandra.


"Ini adalah video rekaman dari papa dan mama mu. Mengenai jati dirimu yang sebenarnya, sudah saatnya kamu mengetahui semuanya." Ungkap nyonya Sandra melihat Nitami, lalu beralih kembali melihat ke arah layar monitor.


Nitami masih diam melihat dengan serius. Di awal video tersebut, muncul rekaman kedua orang tuanya yang sedang duduk berdua dengan menggendong bayi perempuan yang sedang tertidur pada dekapan sang papa. Bayi itu adalah Nitami Adreena Saila. Nitami terdiam, namun hatinya terenyuh dan matanya sudah berkaca-kaca.


"Hai putri papa dan mama." Sapa sang papa dengan senyum di wajahnya yang tampan.


"Hai sayangku, buah cinta mama dan papa." Sapa sang mama dengan senyum pada wajahnya yang cantik.


Nitami terharu, matanya semakin memanas karena berkaca-kaca akan rasa harunya.


"Sayangnya mama dan papa, sebelumnya kami berdua ingin mengatakan, jika kami berdua sangat menyayangi dan mencintaimu. Maafkan kami yang tidak bisa mendampingimu. Tapi cinta, kasih sayang dan doa terbaik kami selalu menyertai perjalanan hidup mu nak…" Ucap sang mama terhenti, karena suara yang mulai terdengar serak akan rasa haru yang ia tahan.


"Mama dan papa tidak akan banyak bicara, kami yakin. Di saat kamu melihat video ini, kamu sudah dewasa, cantik, cerdas dan menjadi wanita yang kuat. Kami yakin kamu mengerti apa yang sudah terjadi pada keluarga kita? sayang." Ungkap sang mama yang sudah tidak bisa menahan air matanya, suami yang ada di sampingnya memeluk hangat pundaknya untuk memberikan sebuah kekuatan

__ADS_1


"Putriku, Nitami Adreena Saila. Mama ingin kamu membawa nama keluarga Saila menjadi nama yang akan selalu di hormati dan di banggakan oleh banyak orang. Mama ingin kamu menjadi seorang dokter seperti opa mu, opa Hektor Saila. Mama ingin kamu menjadi wanita cantik, kuat dan baik hati seperti Oma mu. Putri Joanna Damaresh." Ungkapnya dengan nada suara yang terdengar serak akan tangisan yang berusaha dia tahan dan atur.


Beberapa kali isak tangis yang menyesakkan dada, di atur oleh sang mama. Lalu kembali melanjutkan bicaranya dengan usaha hati yang tidak mudah, sedangkan sang papa masih mendekap hangat bayi perempuan yang terlelap dalam tidurnya, serta memeluk hangat sang istri dari arah samping.


"Sayangku, mama dan papa tahu semua ini pasti akan terjadi. Mama dan papa tahu di saat kamu melihat video ini, kami sudah tidak bersama denganmu lagi…!!" Ucap sang mama dengan menundukkan kepalanya karena tangisan yang menyesakkan dadanya.


Nitami sudah tidak dapat menahan air mata yang telah meluncur begitu saja. Sama halnya yang terjadi pada nyonya Sandra yang juga sudah ikut menangis melihat video sang sahabat. Sahabat yang biasanya selalu tersenyum bahagia dan riang gembira, kini menangis sedih di saat video perpisahan yang sengaja di buat untuk sang putri di masa depan.


Video yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, karena sebuah janji kepada sang sahabat. Nyonya Sandra berjanji tidak akan membuka dan melihat video tersebut, jika tidak bersama dengan Nitami yang lebih berhak atas video tersebut. Video yang sangat menyesakkan hati bagi yang melihatnya.


Hati orang tua mana yang akan tahan dan rela berpisah dengan putrinya. Orang tua mana yang tahan dan bisa melakukan seperti yang di lakukan oleh kedua orang tua Nitami. Membuat sebuah video pesan perpisahan untuk sang putri di masa depan, di saat mereka masih hidup dan sedang menggendong bayi mereka.


"Mama bersalah pada papamu dan keluarganya." Ucapnya sembari melihat ke arah sang suami dengan tatapan mata yang sangat sedih dan tersirat penyesalan yang mendalam.


"Mama ingin memberpaiki semuanya, tetapi mama tidak mampu untuk itu. Mama ingin mengembalikan keutuhan keluarga Saila, mengembalikan nama baik keluarga Saila, dan mama ingin menebus semua kesalahan yang di perbuat oleh papa dan kakak laki-laki mama. Mama hanya bisa melakukan yang berguna untuk mu di masa depan, mama ingin kamu bisa mewujudkan semua yang tidak bisa mama lakukan." Ucapnya dengan ketegaran yang cukup besar.


"Kembalikan nama baik keluarga Saila. Jadikan nama ini menjadi sejarah yang akan selalu di ingat oleh orang-orang yang selalu meremehkannya. Jadikan nama keluarga papamu menjadi nama yang selalu menjadi kebanggaan bagi semua yang mengenalnya. Mama mohon, mama mohon padamu…" Ungkapnya dengan tangisan yang membuat gemetar tubuhnya dan kepala yang di tundukkan kembali.


Sang istri hanya mengangguk setuju akan perkataan suaminya. Lalu sang papa menatap ke arah depan untuk melanjutkan ucapannya.


"Sayangku, cinta dan duniaku. Papa tidak akan banyak bicara, mamamu selalu merasa bersalah akan apa yang menimpa keluarga Saila. Pernikahan dan cinta kami tidak bersalah, yang salah adalah mereka yang tidak suka melihat kebahagiaan kami." Ucap sang papa yang lebih terlihat tegar dari sang mama.


"Sayang, papa hanya ingin mengungkapkan sebuah kebenaran dan jati dirimu yang sebenarnya. Sebelumnya, perkenalkan nama papa yang sebenarnya adalah Damian Saila, nama mamamu adalah putri Helena Damaresh Saila, dan namamu adalah Nitami Adreena Saila. Mamamu yang memberikan nama itu padamu, Adreena adalah sebuah nama anugerah yang di berikan dari putri Joanna Damaresh, Oma mu. Nama Adreena telah di persiapkan oleh Oma mu khusus untuk nama putri kami di masa depan." Ungkapnya dengan pandangan menatap lekat ke arah bayi yang tertidur di dalam dekapannya.


"Mama mu seorang putri kedua dari keluarga bangsawan kerajaan Inggris. Putri pewaris tahta keluarga Damaresh, namun itulah yang sebenarnya menjadi akar permasalahan dari semua ini terjadi. Duke Wilmer Damaresh dan Duke Helios Damaresh, mereka berdua tidak ingin tahta kepala keluarga Damaresh jatuh kepada mama mu. Sehingga mereka melakukan segala cara untuk menjatuhkan dan menyingkirkan mama mu, agar tahta tersebut jatuh pada mereka. Sedangkan putri Joanna Damaresh, Oma mu tidak tahu apapun tentang kebusukan mereka berdua." Ucap sang papa sembari mengeluarkan dua buah kotak kecil dari saku jasnya, lalu meletakkan kotak tersebut di atas meja yang ada di hadapannya.


"Dua kotak ini berisi sesuatu yang bisa membantumu di masa depan. Kedua kotak ini kami persiapkan dan jaga khusus untuk mu, sayangku. Kami akan titipkan pada dua orang yang berbeda, satu kepada tante Sandra dan satu lagi kepada teman papa, yaitu tuan Alex Massimo. Putra kedua dari keluarga bangsawan Massimo, kamu bisa mencarinya dan dia akan dengan senang hati membantumu untuk memulai segalanya." Ungkap sang papa yang justru membuat Nitami terkejut.


'Alex Massimo, keluarga Massimo. Keluarga dari dokter Levi Massimo. Apa apaan ini?' Gumam Nitami di dalam hatinya.


'Bisakah aku mempercayainya.' Gumam Nitami lagi di dalam hati. Sedangkan nyonya Sandra menangkap sesuatu dari perubahan raut wajah Nitami.

__ADS_1


"Sayangku, papa tahu kamu tidak akan mudah percaya akan semua ini. Tapi yakinlah tuan Alex Massimo akan ada di pihakmu, dia cukup memiliki alasan kuat untuk selalu mendukungmu, karena Alex Massimo teman yang akan selalu membantu papa. Papa harap tuan Alex tidak akan berubah pikiran." Ungkap sang papa memandang lurus ke depan.


"Tetapi jika tuan Alex tidak ingin lagi berada di pihak kita. Pada kotak yang papa titipkan pada tante Sandra, ada sebuah kode email dan flashdisk yang berisi beberapa berkas aset rahasia yang di miliki oleh keluarga Massimo. Berkas aset itu bisa kamu pergunakan untuk merubah hati tuan Alex, bisa juga kamu pergunakan sebaik mungkin." Ungkapnya.


"Papa tahu kamu bisa melakukannya dengan baik. Tante Sandra akan membimbingmu menemui seorang teman yang selalu setia pada papa dan keluarga Saila, seorang teman yang selalu papa dukung dan hormati, karena bantuan darinya lah papa dan mama mu bisa hidup cukup lama dari semua musuh yang selalu mengejar kami." Ucapnya, terlihat dia menghela nafasnya perlahan.


"Sayang, berhati-hati lah. Duke Wilmer Damaresh dan Duke Helios Damaresh tahu jika papa dan mama mu masih hidup, sehingga mereka sampai saat ini masih mengejar kami. Namun mereka tidak akan mudah untuk menemukan kami, karena kami memiliki banyak cara untuk berkelit dan bersembunyi dari mereka." Ucapnya kembali sembari tersenyum.


"Tetapi kami juga tidak tahu sampai kapan pengejaran dan pelarian ini kami lakukan. Semua pasti ada batasannya, sehingga kami memutuskan untuk membuat video ini. Untuk pengganti tuntunan dari kami sebagai orang tua yang tidak akan bertemu lagi dengan putrinya." Ucap Damian dengan suara yang terdengar serak karena rasa haru yang tidak bisa ia tahan.


Helena Damaresh hanya bisa menangis tersedu, lalu diapun meraih bayi yang ada pada gendongan Damian. Mencium seluruh wajah bayinya dengan lembut dan hangat.


"Sayangku, mama dan papa selalu menyayangi dan mencintai mu." Ucap Helena sembari menatap sedih ke depan layar.


"Sayang kami tidak bisa banyak bicara pada video ini. Di dalam kotak yang papa titipkan pada tante Sandra ada sebuah file video kedua yang kami buat. Kamu bisa melihatnya setelah selesai menonton video ini." Ucap sang papa.


"Selalu sehat dan bahagia ya sayangku." Ucap sang mama.


"Buat sahabat ku Sandra, terima kasih atas semuanya. Aku beruntung dan bahagia bisa mempunyai seorang sahabat seperti dirimu. Kami titipkan putri kami padamu, semoga kamu bisa menjadi mama pengganti untuknya. Terima kasih sahabatku." Ucap Helena tersenyum dengan air mata yang masih mengalir di atas pipinya.


Nyonya Sandra menutup mulutnya karena rasa haru yang tidak bisa ia tahan lagi. Tangisnya pecah akan perkataan dan kepercayaan dari sang sahabat. Hatinya terenyuh sekaligus tertampar karena tidak bisa menjalani pesan yang di harapkan oleh sahabatnya tersebut.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2