
***Mansion Keluarga Orlando***
Nitami dan nyonya besar Orlando saling memandang. Nyonya Orlando menangkap sesuatu yang tidak beres telah terjadi, ada perasaan yang tidak nyaman di dalam hatinya.
"Dari mana kamu mendapatkan ini? Di mana sekarang putri tante? Apa kamu tahu keberadaannya sekarang?" Tanya nyonya Orlando dengan suara yang terdengar gemetar.
Matanya terlihat sudah berkaca-kaca, senyum yang tadi ada di wajahnya menghilang begitu saja. Kini di gantikan dengan raut cemas dan khawatir, nyonya Orlando mencoba menggenggam telapak tangan Nitami, sedangkan tangan yang satunya menggenggam erat dua buah KTP yang ia ketahui milik siapa?
Nitami berat rasanya untuk mengatakan kebenaran ini, mengatakan tentang kematian dari putri dan menantu laki-lakinya. Tetapi dia harus mengatakan yang sejujurnya, karena masih ada Angel yang memerlukan perhatian lebih dari keluarganya.
Nitami mencoba menarik dan menghembuskan nafasnya, dia mengatur nafasnya agar menjadi lebih rileks dan dapat mengatakan kebenaran itu. Kebenaran atas kematian putri dan menantu laki-lakinya.
"Tante…!" Ucap Nitami menatap mata nyonya Orlando intens.
"Maaf jika apa yang saya katakan ini? akan membuat tante bersedih. Tapi saya harus berkata jujur." Ucapnya dengan lembut.
Nitami menyentuh kembali punggung tangan nyonya Orlando yang ada di atas tangannya. Nitami ingin memberikan kekuatan agar nyonya Orlando bisa menerima berita tersebut dengan baik dan iklhas.
"Putri tante dan suaminya sudah meninggal dalam kecelakaan mobil beberapa bulan yang lalu." Ungkap Nitami lembut dengan sekali tarikkan nafas.
'jeder' Seperti sebuah petir yang menyambar di siang bolong, wajah nyonya Orlando seketika langsung pucat karena terkejut. Dia menjatuhkan dua KTP yang ia pegang lalu menutup mulutnya yang menganga karena terkejut dengan kedua telapak tangannya.
Nyonya Orlando menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak percaya, atau lebih tepatnya lagi tidak ingin percaya. Jika Nitami menyampaikan berita duka atas kematian putri dan menantu laki-lakinya.
"Tidak, tidak…!" Ucap nyonya Orlando lemah sembari terus menggelengkan kepalanya.
"Ini bohongkan, kamu berbohong pada tante. Nadira tidak mungkin meninggal." Ucap nyonya Orlando tidak percaya akan kebenaran itu.
"Maaf tante, tapi inilah kenyataannya. Putri dan menantu tante mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu, dan meninggal di tempat." Ucap Nitami mengulang semuanya.
"Kami kesulitan untuk mencari keluarga mereka, karena akses untuk mencari tahu data dan siapa mereka serta keluarganya, kami mengalami kesulitan. KTP itu tidak banyak membantu. Namun kami tidak putus asa, karena ada yang lebih penting yang mereka tinggalkan dan memerlukan anda sebagai salah satu keluarganya." Ungkap Nitami ingin semuanya cepat selesai dan jelas.
"Apa maksudmu?"
"Putri dan menantu tante meninggalkan seorang putri yang masih kecil dan selamat dari kecelakaan itu, dia memerlukan pengasuhan serta kasih sayang dari anda sebagai neneknya." Jelas Nitami.
Nyonya Orlando kembali terkejut dan membungkam mulutnya kembali. Dia tidak pernah tahu kabar dari putrinya Nadira Orlando yang di usir beberapa tahun yang lalu, setelah nekat menikah dengan seorang pria yang tidak pantas bagi keluarga mereka. Pria yang merupakan putra dari musuh keluarganya.
Sejak saat itu, Nadira dan suaminya di usir dari keluarga mereka masing-masing. Semua data tentang mereka di sembunyikan, agar tidak mudah di akses oleh orang lain.
"Nadira…!" Ucap nyonya Orlando histeris dengan tangisan yang meledak, hingga beberapa pelayan datang ke arah mereka.
Wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan di mansion keluarga Orlando datang mendekat, wanita yang bernama ibu Sisil.
"Ada apa nyonya, anda kenapa?" Tanya khawatir ibu Sisil duduk bersimpuh di hadapan nyonya besarnya.
"Nadira…Nadira…Sisil, Nadira…" Ucap nyonya Orlando dengan suara parau, air matanya sudah menganak sungai.
__ADS_1
"Nona Nadira kenapa, nyonya?" Tanya ibu Sisil belum mengerti keadaan yang sudah terjadi.
"Nadira sudah meninggal." Ucapnya dengan penekanan pada kata-katanya.
Ibu Sisil terkejut hingga matanya membulat sempurna. Ibu Sisil terkejut tidak dapat berbicara lagi, dia ikut bersedih dan masih tidak dapat mempercayai ucapan dari majikannya tersebut.
"Siapa yang membawa berita itu?" Suara keras seseorang mengejutkan mereka.
Semua melihat ke arah Nicolas yang sudah berdiri tegak tidak jauh dari mereka. Tatapan matanya tajam dan terlihat marah, dia marah melihat air mata sang ibu dan nama adiknya yang di nyatakan sudah meninggal. Kepalan kedua tangannya kuat menahan amarahnya.
"Nico…!" Panggil lemah sang ibu, lalu berdiri dari duduknya dan melangkah masuk ke dalam pelukan sang putra.
Nitami juga bangkit dari duduknya, kini tatapan matanya bertemu dengan tatapan tajam mata Nicolas. Mereka masih memandang dengan perasaan hati mereka masing-masing.
'Mengapa dia ada di sini? bukannya dia masih harus di rawat di rumah sakit.' Gumam Nitami di dalam hatinya sembari matanya masih bertemu tatap dengan mata Nicolas.
'Apa yang dia lakukan di sini?' Gumam Nicolas di dalam hatinya melihat Nitami ada di mansionnya.
"Nico, adikmu…!" Tangis nyonya Orlando kembali pecah. Sukses mengalihkan pandangan mata Nicolas mengarah padanya.
"Tenang ma…mama harus tenang, ada apa dengan Nadira?" Tanya Nicolas menatap intens sang mama yang masih menangis di dalam pelukannya.
Nicolas berusaha membelai lembut punggung sang mama, agar dapat menenangkan nyonya Orlando. Sedangkan Nitami tidak bergeming dari tempatnya, dia sedikit takut saat ini. Siapa yang tidak takut kepada sosok Nicolas yang terlihat marah dan dingin? Nitami terdiam sembari menenangkan hatinya, dia yang merasa tidak bersalah apapun? menguatkan tekad dan hatinya menghadapi mereka.
"Nadira…Nadira sudah meninggal." Kembali tangis nyonya Orlando pecah di dalam pelukan sang putra, dia tidak kuasa akan kebenaran tersebut.
Nicolas mengerti ucapan sang mama, diapun memandang dingin ke arah Nitami. Di dalam hatinya belum bisa percaya akan perkataan nyonya Orlando, dari mana mamanya mendapatkan berita tersebut? Itulah pertanyaan dari Nicolas di dalam hatinya.
"Nona Nitami. Dia yang memberitahukan berita itu kepada mama." Kini nyonya Orlando melihat dan menunjuk ke arah Nitami.
Nicolas menatap tajam dengan mengerutkan keningnya tidak percaya, jika Nitami lah yang membawa berita tersebut. Bagaimana dia tahu tentang Nadira? Sedangkan dia dan anak buahnya telah menyembunyikan jati diri dan data mengenai Nadira dan suaminya, yang kabur setelah nekat menikah tanpa persetujuan dari kedua keluarga mereka masing-masing.
Nicolas perlahan melepaskan nyonya Orlando dari pelukannya. Nicolas kini melangkah mendekati Nitami dengan tatapan tajam dan dinginnya, Walaupun dia masih marah dan kecewa terhadap sang adik, namun Nicolas tidak bisa menerima begitu saja berita tentang kematian dari adik satu-satunya.
Nitami yang di dekati oleh Nicolas hanya diam berdiri di tempatnya. Tanpa ingin menghindari ataupun melarikan diri.
"Apa yang sudah kau katakan?" Ucap Nicolas tiba-tiba memegang erat kedua lengan Nitami dan langsung mengguncangkan tubuh Nitami.
Tatapan mata tajam dan dingin Nicolas sungguh mengerikan saat ini. Tetapi dia yang tidak bersalah dan hanya ingin menyampaikan sebuah kebenaran tidak seharusnya menjadi takut. Nitami coba untuk menghadapinya.
"Tuan tenang dulu." Ucap Nitami sembari menelan salivanya dan memegang balik kedua lengan Nicolas.
Remasan tangan Nicolas yang cukup kuat membuat Nitami meringis kesakitan.
"Katakan, apa yang kau tahu tentang Nadira?" Bentak Nicolas tidak bisa sabar lagi.
Mata Nitami memejam karena meredam bentakkan dari Nicolas. Lalu dia berusaha kembali menenangkan Nicolas.
__ADS_1
"Tuan, tolong tenang dulu. Saya akan jelaskan semuanya." Ucap Nitami masih dengan suara yang dia buat setenang mungkin, walaupun merasa sakit pada kedua lengannya yang di remas kuat oleh Nicolas.
"Katakan…!!" Bentak Nicolas kembali.
"Jika anda seperti ini terus, bagaimana saya bisa menjelaskan semuanya." Balas Nitami sedikit meninggikan nada suaranya.
"Tuan…, Nico…!!" Panggil Rey dan nyonya Orlando secara bersamaan.
Mereka berdua tahu bagaimana perasaan dan emosi Nicolas saat ini? Jika sudah menyangkut tentang Nadira, Nicolas tidak bisa menahan perasaan emosinya. Nyonya Orlando dan Rey mencoba mendekati mereka berdua, karena ini sudah di luar kendali. Mereka tidak ingin Nicolas bertindak kasar pada Nitami yang akan bisa membuat Nicolas menyesal nantinya.
Mereka berdua tahu, jika Nicolas memiliki perasaan khusus terhadap Nitami. Wanita yang kini tengah ada di hadapan Nicolas dan menerima tindakan sedikit kasar dari Nicolas.
"Nico…tenang sayang. Kita bicarakan ini baik-baik, mama mohon kendalikan emosi mu, nak…" Bujuk nyonya Orlando kepada putranya tersebut.
Namun genggaman kuat Nicolas masih menyakiti kedua lengan Nitami.
"Nak, lihat baik-baik. Ini Nitami." Ucap bujuk nyonya Orlando ingin mengingatkan Nicolas siapa yang sedang dia sakiti.
Nitami masih terlihat meringis menahan rasa sakit pada kedua lengannya akibat cengkraman kuat tangan Nicolas.
"Sayang, kamu menyakiti Nitami, nak…" Ucap nyonya Orlando kembali, dengan bantuan Rey yang menarik tubuh Nicolas ke arah belakang, nyonya Orlando dapat melepaskan genggaman kuat tangan Nicolas.
Nitami membelai lembut kedua lengannya yang sakit, sembari melangkah mundur. Mimik wajah Nitami masih setenang tadi, dia tahu ini pasti akan terjadi. Dia harus kuat untuk menghadapi Nicolas dan keluarga Orlando, karena tidak ada satupun keluarga yang bisa menerima begitu saja tentang kabar kematian dari salah satu saudaranya.
"Maafkan Nico ya nak…" Ucap nyonya Orlando mendekati Nitami. Tatapan bersalah nyonya Orlando terlihat jelas dari raut wajahnya.
"Tidak apa-apa tante." Balas Nitami mencoba untuk tersenyum tipis.
"Cepat katakan, apa yang kau tahu tentang Nadira?" Tanya Nicolas masih dengan nada emosi dan bentakkannya.
Nitami menatap ke arah Nicolas yang menatapnya tajam dan dingin.
"Maaf tuan, Nadira adik anda sudah meninggal dalam kecelakaan beberapa bulan yang lalu." Jawab Nitami masih bersikap tenang. Tidak seharusnya dia ikut emosi walaupun jujur bentakkan yang di lakukan oleh Nicolas membuatnya sedikit kesal.
Tidak seharusnya Nicolas membentak dirinya yang tidak bersalah. Bagaimana jika dia tahu siapa yang terlibat dalam kecelakaan itu? Dia yang tidak terlibat dan tidak tahu apapun? mendapatkan kemarahan Nicolas seperti sekarang ini. Bagiamana dengan Davin yang terlibat langsung dengan kecelakaan yang menewaskan Nadira?
"Dari mana kamu tahu berita itu?" Tanya Nicolas masih dengan nada yang sama.
"Karena saya dokter yang menangani kasus kecelakaan tersebut di rumah sakit Golden Healthy. Dan saya juga dokter yang bertanda tangan langsung pada surat kematian mereka berdua." Jawab Nitami apa adanya.
Itulah kebenarannya, Nitami tidak mau menutupi apapun ? Semua kebenaran harus terungkap. Walaupun harus ada yang akan di rugikan ke depannya, Nitami tidak peduli.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.