Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
103. Kebenaran Yang Sis-Sia.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Davin menggenggam erat tangan Nitami, dia kini merasa marah akan semua gosip yang membicarakan dirinya dan Nitami. Mereka yang berbicara seenaknya, tidak mengetahui jika tuduhan mereka semua tidaklah benar.


"Siapa yang mengizinkan kalian untuk berani membicarakan tentang ku dan dokter Nita?" Bentaknya murka.


Semua perawat dan dokter yang tadi heboh akan gosip mereka, tersentak dan takut melihat kemurkaan dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.


"Katakan…!!" Bentaknya kembali.


Satupun tidak ada yang berani menjawab, mereka hanya sibuk pada pikiran dan rasa takut mereka masing-masing.


"Max…panggil direktur dan dokter kepala sekarang juga." Perintahnya pada Max yang berdiri di belakangnya.


"Baik tuan." Balas Max menerima perintah.


Diapun melakukan panggilan kepada direktur dan dokter kepala rumah sakit Golden Healthy.


Beberapa menit kemudian keduanya datang dengan secepat mereka bisa. Segera berdiri dan menghadap Davin sebagai pemilik dari rumah sakit Golden Healthy.


"Selamat siang tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" Tanya direktur mewakili.


Davin melihat ke arah direktur dan dokter kepala yang baru datang secara bergantian. Namun genggaman tangan kirinya pada tangan Nitami masih seerat tadi. Tidak sedikitpun Davin mau melepaskan tangan istrinya tersebut.


Mereka harus tahu siapa sebenarnya dokter Nitami Adreena Saila? Istri pertama yang ia sembunyikan selama ini.


"Asal kalian tahu." Tunjuk Davin pada mereka semua.


"Ingat ini baik-baik, katakan pada semua perawat, dokter dan karyawan lainnya yang bekerja di rumah sakit ini." Ucap Davin menegaskan perkataannya.


"Dokter Nita yang kalian kenal adalah istri pertama ku yang di sembunyikan dari publik. Istri pertama yang aku nikahi sebelum aku menikahi Fransisca Raiden, sebagai istri kedua ku." Ungkapnya dengan terus terang, tidak akan dia pungkiri jika Nitami memanglah istri yang di sembunyikan dari publik.


Semua orang yang mendengarkannya sangat terkejut, termasuk Nitami yang tidak pernah menyangka. Jika Davin akan mempublikasikan nya sekarang. Nitami menatap tidak percaya ke arah Davin, dan tidak tahu harus berbuat apa?


Bagaimana bisa Davin mengungkapkan semuanya di saat pernikahan mereka akan berakhir? Apakah Davin tidak akan ada masalah akan hal itu?


"Ingat satu hal, Istriku bukanlah wanita yang hanya bisa memanfaatkan posisi suaminya untuk meraih kesuksesan di bidang kedokterannya saat ini. Itu semua dia raih dengan kemampuannya sendiri, tidak ada campur tangan dariku." Ungkap Davin ingin meluruskan dan membersihkan nama baik Nitami.


Setidaknya itulah yang dapat Davin lakukan untuk menebus semua kesalahannya selama ini. Walaupun itu tidaklah cukup untuk menebus semua kesalahannya terhadap Nitami. Davin hanya ingin memulai semuanya dengan yang baik dan memberikan semua yang terbaik untuk Nitami.


"Davin apa yang kau lakukan?" Tanya Nitami dengan nada bicara yang tidak seformal biasanya.


Davin melihat ke arah Nitami yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Aku melakukan yang seharusnya aku lakukan sejak dulu. Maafkan aku jika semua perbuatan ku yang menyembunyikan identitas mu yang sebenarnya, sekarang malah memberikan masalah padamu." Ucap Davin dengan tatapan mata yang teduh, hangat dan ada sorot penyesalan di dalamnya.


Mereka dapat melihat itu juga. Sorot mata Davin begitu tulus terhadap Nitami.


Nitami menghela nafasnya perlahan, sebenarnya bukan itu yang Nitami harapkan. Apalagi di saat kontrak kerjanya pada rumah sakit Golden Healthy akan berakhir hari ini. Nitami hanya akan cukup diam dan berpura-pura tidak mendengar, walaupun hatinya sakit dan tidak nyaman. Namun besok gosip itu semua tidak akan dia dengarkan lagi.


"Sebenarnya itu tidak perlu lagi kau lakukan." Balas Nitami dengan nada biasa.


Walaupun hatinya sakit dan tidak nyaman pada gosip yang mereka sebarkan, hanya karena tidak tahu kebenaran yang sebenarnya terjadi. Nitami cukup menganggap semua itu seperti angin yang berlalu. Begitu angin itu tertiup dan berhembus, akan menghilang seiringnya waktu. Sampai angin yang terasa sejuk datang menghampiri. Seperti itulah Nitami menyikapi tuduhan semua orang tentangnya.


"Mengapa kau berkata seperti itu? Mereka harus tahu kebenaran siapa dirimu sebenarnya, kau adalah istri pertama ku." Balas Davin tidak menyetujui ucapan Nitami.


"Itu tidak perlu lagi, biarkan mereka berbicara sampai mereka puas dan tahu kebenarannya dengan sendirinya. Lagi pula hanya sampai hari ini saja, aku tidak akan mendengarkan gosip itu lagi. Pengakuan itu tidak perlu kau lakukan lagi." Ungkap Nitami dengan raut wajah datar.


Namun tidak dapat Nitami pungkiri, jika dia juga manusia dan wanita biasa yang bisa sakit hati. Tatapan dinginnya memandang satu persatu semua orang yang ada di hadapannya, semua yang membicarakan dirinya. Ada rasa sakit, marah, sedih, dan kecewa yang datang secara bersamaan di dalam hatinya saat ini.


"Apa maksudmu?" Tanya Davin tidak mengerti akan ucapan Nitami.


"Jika kau memang marah pada gosip itu, akan aku pecat mereka semua yang berani berbicara buruk tentang mu." Ungkap Davin yang sukses membuat semua orang terkejut dan takut akan kata pemecatan yang di lontarkan oleh Davin.


"Maafkan aku Nitami, jika ini sangat membuat mu marah, sedih, sakit hati, dan kecewa. Maafkan aku, akan aku perbaiki semuanya dari sekarang." Ungkap Davin sembari meraih kedua telapak tangan Nitami dan menggenggamnya dengan lembut.


Begitu terlihat mesra dan tunduknya seorang Davin Attala Fardhan terhadap Nitami Adreena Saila. Hilang sudah cap tuan muda yang selalu angkuh, dingin dan kejam kepada Nitami selama ini.


Nitami mengehela nafasnya perlahan sembari menarik tangannya dari Davin, dia tahu Davin tidak mengerti dan tidak mengetahui jika kontrak kerjanya sudah berakhir hari ini. Nitami pun melihat ke arah direktur yang tahu akan kontrak tersebut.


Direktur tahu apa yang di maksudkan oleh Nitami? Diapun tahu harus berbuat apa?


"Tentu saja, dokter Nita." Ucapnya dengan nada yang sangat hati hati.


Tidak mungkin lagi dia berani lancang, terhadap Nitami yang di akui oleh atasannya sebagai seorang istri, tidak akan mungkin dia akan bersikap lancang ataupun tidak sopan. Begitu lah tingkat dan kekuatan dari sebuah kekuasaan, dapat merubah segalanya.


"Maaf tuan. Kontak kerja dokter Nita sudah berakhir hari ini. Mulai besok dokter Nita sudah resmi keluar dari rumah sakit Golden Healthy, bukan lagi dokter di rumah sakit ini." Ungkap penjelasan dari direktur.


Davin yang tidak mengetahui itu semua, nampak terkejut dan melihat ke arah Nitami. Kemudian melihat ke arah direktur yang ada di sampingnya.


"Bagaimana bisa istri ku di keluarkan dari rumah sakit ini? Apa kau sudah bosan bekerja padaku direktur?" Ancam Davin marah karena tidak suka jika Nitami keluar dari rumah sakitnya.


Dia sudah tahu kemampuan Nitami di bidang kedokteran, dan dia juga sudah menyelidiki semuanya. Begitu banyaknya rumah sakit yang menginginkan Nitami untuk menjadi dokter di beberapa rumah sakit lainnya, di luar maupun dalam negeri. Jadi tidak mungkin Davin akan rela Nitami bekerja bersama orang lain di luar rumah sakitnya.


"Maaf tuan, bukan begitu maksud saya." Ucap takut direktur akan ancaman Davin.


"Tanpa adanya kontrak ataupun tidak, istriku akan tetap menjadi dokter di sini. Kau mengerti direktur…!!" Tunjuk Davin dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


Cukup membuat direktur dan yang lainnya, ngeri saat melihatnya.


Namun lain halnya dengan Nitami, dia mengerutkan keningnya tidak setuju akan keputusan Davin yang seenaknya saja padanya. Berhenti bekerja di rumah sakit Golden Healthy adalah harapan dan impiannya selama ini. Bagaimana mungkin Davin memberikan keputusan? agar Nitami tetap bekerja di sana memiliki kontrak ataupun tanpa kontrak. Itu tidak adil, Nitami tidak setuju dan menolaknya dengan keras.


"Tidak bisa." Tolak keras Nitami tidak setuju.


"Aku tidak setuju keputusan mu itu Davin. Kontrak sudah selesai dan aku berhak untuk berhenti bekerja di rumah sakit ini. Dan kau tidak bisa memaksa diriku untuk terus menjadi dokter di rumah sakit ini." Ucap protes Nitami.


Davin dan yang lainnya melihat ke arah Nitami. Ada apa dengan dokter cantik ini? Di saat orang berlomba-lomba ingin di istimewakan oleh Davin, dirinya malah menolak keras keistimewaan tersebut. Jika ada yang beranggapan seperti itu, karena mereka tidak tahu apapun yang terjadi pada Nitami selama ini?


"Keputusan ku sudah bulat, dan aku berhak atas diriku sendiri. Kau tidak memiliki hak untuk mengatur pekerjaan yang akan aku jalani." Ungkap tegas Nitami menunjuk ke arah Davin.


Davin mengerti jika Nitami sudah muak pada sebuah kontrak, namun mengapa Nitami masih tidak suka saat dirinya mengatakan? jika Nitami masih bisa bekerja di sana tanpa terikat kontrak sekalipun. Apakah begitu bencinya Nitami terhadap dirinya? Sehingga ingin terlepas dari semua ikatan yang berkaitan dengannya.


"Baiklah. Jika itu yang kau inginkan. Silahkan lakukan, jika itu bisa membuat mu senang." Ucap Davin mengalah, dia tidak ingin Nitami tidak nyaman padanya dan keputusannya tersebut.


"Maafkan aku, jika selama ini sudah membuat mu kecewa, marah dan tidak nyaman dengan keadaan ini. Tapi biarkan aku memperbaikinya." Davin masih berusaha untuk membuat Nitami melunak dan bisa menerima dirinya lagi.


Semua orang tidak percaya akan kata kata lembut yang terlontar dari mulut Davin. Atasan yang selalu dingin, angkuh dan kejam terhadap siapapun? Kini tunduk, bersikap lembut dan mengatakan kata kata maaf berulang kali di hadapan Nitami.


Nitami tahu jika Davin berusaha bersikap baik padanya, dan dia tidak ingin menerima kebaikan apapun dari Davin? Sudah bulat niat dan keinginannya untuk lepas dari Davin Attala Fardhan.


"Cukup Davin. Cukup sampai di sini, apapun yang kau lakukan? Semuanya tidak akan kembali dan berubah." Balas Nitami dengan raut wajah datar dan tatapan matanya yang dingin.


"Semua sudah terlambat. Tidak ada lagi harapan seperti yang ada di dalam bayangan mu saat ini. Lupakan semua rencana dan keinginan yang ada di hati dan pikiran mu sekarang." Ucap tegas serta jujur Nitami dengan apa yang menjadi kecurigaannya.


'deg deg deg.' Jantung Davin seakan terhenti, dan hatinya terasa sakit akan ucapan Nitami yang seakan menusuk hatinya.


Penolakan dari Nitami sungguh membuat dirinya sakit dan patah hati. Apakah seperti ini yang Nitami rasakan? Selama mereka menjadi pasangan suami istri yang tidak pernah dekat dan mengenal satu dengan yang lainnya.


"Jalani hidupmu sendiri, seperti aku yang akan menjalani hidupku sendiri selanjutnya. Cukup sampai di sini, jangan ada lagi yang tersakiti." Ucap Nitami tegas akan keteguhan hatinya yang sudah ia siapkan.


Davin masih diam terpaku seribu bahasa. Sedangkan semua orang ikut tegang karena suasana penolakan yang di lakukan oleh seorang Nitami Adreena Saila, dokter cantik yang selalu menjadi idola di rumah sakit Golden Healthy.


Seorang wanita yang baru di ketahui menjadi istri pertama dari tuan muda keluarga Fardhan, yang artinya Nitami adalah nyonya muda keluarga Fardhan. Kebenaran yang terungkap di saat-saat terakhir dan hanya sia-sia saja.


Nitami yang cukup akan kata-katanya, berlalu pergi meninggalkan Davin dan semua orang yang masih diam terpaku pada tempatnya. Tidak ada lagi yang bisa di bahas lagi. Pergi lebih baik, daripada membuat masalah baru.


...****************...


...                                                                         ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2