Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
79. Levi Massimo.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Orlando***


Nitami diam terpaku akan kedatangan seorang pria yang tidak pernah ada di dalam bayangannya. Pria di masa lalu, pria yang tidak ingin Nitami jumpai lagi karena suatu alasan yang tidak bisa di ungkapkan kepada orang lain.


'Kenapa dia ada di sini? Apa dia dokter pribadi keluarga Orlando? bukankah tadi yang mereka hubungi adalah dokter yang bernama dokter Erick? Kenapa malah yang muncul dia?' Gumam Nitami di dalam hatinya, dia cukup terkejut akan kedatangan pria yang tidak ingin dia jumpai lagi.


Nitami berusaha menelan salivanya, bukan karena dia takut akan kedatangan pria tersebut. Namun dia hanya tidak pernah menduga jika bisa bertemu kembali setelah beberapa tahun berlalu. Pria yang cukup berpengaruh saat Nitami ada di Inggris beberapa tahun yang lalu.


Pria yang menjadi ketua tim dokter saat Nitami menangani dua pasien VVIP bangsawan kerajaan Inggris. Pria yang selalu memberikan sebuah tekanan dalam pekerjaan saat Nitami dan beberapa dokter lainnya pada saat itu.


Pria yang terus berusaha membujuk dirinya agar mau bergabung bersama tim dokternya. Pria tampan yang cukup terkenal dan berpengaruh di wilayah para bangsawan Inggris. Pria yang memiliki kharismanya sendiri, dan tentunya dia juga bukan seorang pria atau dokter sembarangan. Dia adalah salah satu dokter spesialis bedah jantung di Inggris, khususnya untuk keluarga para bangsawan Inggris.


Dialah putra kedua dari salah satu keluarga bangsawan kerajaan Inggris, putra kedua dari keluarga bangsawan Massimo, Levi Massimo. Bagaimana dia bisa berada di kediaman mansion keluarga Orlando? Bagaimana bisa dia menjadi dokter pribadi keluarga Orlando? Nitami tahu Levi Massimo bukanlah dokter untuk umum atau untuk sembarangan orang, dia dokter khusus di kalangan para bangsawan kerajaan Inggris. Jadi bagaimana bisa Levi Massimo ada di sini?


Banyak pertanyaan yang kini hadir di hatinya, Nitami masih diam dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Levi Massimo masih tersenyum menawan karena bisa menemukan dokter wanita yang menjadi incarannya beberapa tahun yang lalu. Levi Massimo bahagia bisa melihat dan berjumpa kembali dengan Nitami.


Nicolas melihat ke arah Nitami dan Levi secara bergantian, dia menangkap jelas jika Nitami dan Levi saling mengenal sebelumnya. Nicolas tidak suka akan hal ini, bagaimana bisa Nitami dan Levi bisa saling mengenal? Melihat senyum menawan yang di perlihatkan oleh Levi menambah rasa kesal yang akan berubah menjadi kecemburuan di dalam hatinya.


"Sungguh tidak terduga, senang bisa bertemu denganmu lagi, dokter Saila." Sapa Levi dengan senyum yang masih terlihat menawan di wajahnya. Levi melangkah mendekati Nitami dan Nicolas lalu berdiri tepat di hadapan Nitami.


Nitami memiliki nama panggilan yang berbeda pada saat dirinya berada di Inggris, yaitu dokter Saila. Nama belakang keluarganya 'Saila'. Beberapa orang akan mengenal dirinya dengan panggilan tersebut.


Nicolas kembali melihat ke arah Levi yang ada di hadapannya, lalu beralih melihat ke arah Nitami yang masih setia pada sikap bungkamnya.


'Ada apa ini? Mereka saling mengenal.' Gumam Nicolas di dalam hatinya melihat intens Nitami.


'Bagaimana bisa dia mengenal Levi Massimo? Ternyata masih banyak rahasia di dalam hidupnya yang tidak pernah ada pada bayanganku.' Gumam Nicolas kembali di dalam hatinya, melihat ada sesuatu di antara mereka berdua.


"Kalian saling mengenal." Ucap Nicolas ingin tahu jelas dan bagaimana reaksi keduanya?


Levi melihat ke arah Nicolas yang menatapnya curiga. Levi tersenyum lebar melihat mimik curiga Nicolas melihat ke arahnya.


"Tentu saja kami saling mengenal. Bagaimana mungkin aku akan melewatkan dokter secantik dan jenius seperti dokter Saila?" Balas Levi dengan sebuah pertanyaan kembali.


"Dokter Nitami Adreena Saila, dokter jenius yang mampu membuatku terpukau akan keahliannya di bidang kedokteran." Ucap Levi dengan senyum menawannya melihat intens ke arah Nitami.


'Bagaimana dia tahu nama lengkapku. Bukankah semua identitas ku di rahasiakan. Hanya nama Saila yang mereka kenal.' Gumam Nitami di dalam hatinya, lalu dia teringat akan seorang teman yang kini kabarnya telah bergabung dengan tim dokternya.


'Sam…Apa dokter Sam yang memberitahukan nama lengkap ku padanya? Awas kau Sam…!!' Gumam Nitami kembali di dalam hatinya, saat mengingat satu orang teman yang kemungkinan membocorkan identitasnya pada Levi.

__ADS_1


Nicolas tidak suka mendengar perkataan Levi, apa lagi melihat raut wajah bahagianya memandang ke arah Nitami? Rasa cemburunya kembali datang, karena dia sangat mengenal siapa Levi Massimo? Pria tampan yang cukup terkenal dan berpengaruh di wilayah para bangsawan kerajaan Inggris. Pria lajang yang banyak di kagumi oleh para wanita dan nona muda dari berbagai golongan.


"Ada apa kau datang ke sini?" Tanya Nicolas dengan nada tidak suka melihat kedatangan Levi ke mansionnya, yang mempertemukan dia dengan Nitami.


Levi menaikkan kedua alisnya, sungguh sambutan yang kurang menyenangkan yang ia rasakan dari nada bicara Nicolas.


"Bukankah kalian memanggil seorang dokter ke sini." Balas Levi dengan cara berbicara yang terlihat seperti mereka adalah seorang teman.


"Aku memanggil dokter Erick, bukan memanggil dirimu." Balas ketus Nicolas yang tidak ingin dia sembunyikan.


"hahaha…Sepertinya kau tidak suka kedatangan ku ke sini. Ayolah Nico…aku datang bukan hanya sekedar menggantikan dokter Erick, tetapi sekaligus ingin bertemu denganmu. Kebetulan aku datang dan tahu kau juga ada di kota ini. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Apa kau tidak suka bertemu denganku." Ungkap Levi berdiri santai dengan salah satu tangannya yang masuk ke dalam saku celananya.


"Karena kau tidak di butuhkan di sini. Mengapa bukan dokter Erick yang datang?" Tanya Nicolas sangat jelas tidak suka akan kedatangan Levi.


Tepatnya bukan tidak suka akan kedatangan Levi ke dalam mansionnya, dia lebih terlihat tidak suka sikap Levi yang terlihat bahagia bisa bertemu kembali dengan Nitami. Nicolas tidak suka ada pria lain yang terlihat senang dan tebar pesona dengan senyum menawan ke arah wanitanya. Nicolas sedang cemburu saat ini.


"Dokter Erick sedang melakukan tindak operasi. Tidak mungkin dia meninggalkan seorang pasien yang sedang di bedah perutnya, lalu datang ke sini. Itu bukanlah tindakan yang cukup bagus untuk seorang dokter, bukan begitu dokter Saila?" Balas Levi melihat ke arah Nicolas, lalu tersenyum lebar melihat ke arah Nitami.


Nitami masih diam tidak menjawab. Nicolas melihat juga ke arah Nitami yang tidak sama sekali membuka mulutnya sejak pertemuannya dengan Levi.


"Jadi aku yang di utus untuk datang ke sini menggantikan dirinya. Sekaligus aku ingin bertemu denganmu." Balas Levi melihat Nitami lalu beralih melihat ke arah Nicolas.


Nicolas semakin cemburu, Levi benar benar menguji hatinya saat ini. Rasa cemburunya semakin meningkat.


"Kau sudah tidak di butuhkan lagi di sini, lebih baik kau pergi dari mansion ku." Usir Nicolas secara terang-terangan.


"Kau mengusirku, Nico…"


"Iya, di sini sudah ada dokter yang lebih ahli dari dirimu, jadi tidak ada gunanya kau ada di sini." Balas Nicolas dengan berdiri tegak menantang ke arah Levi. Dia ingin Levi pergi dari hadapan mereka.


"Apa apaan kau Nico…? Kau mempermalukan aku di hadapan dokter Saila."


"Bukan urusanku."


"Ada apa denganmu?" Tanya heran Levi melihat sikap Nicolas yang terlihat tidak suka padanya.


"Sebaiknya kau cepat pergi, sebelum aku memerintahkan anak buahku untuk menendang dan mengusir mu dari tempat ini." Ancamnya agar Levi segera pergi dari hadapan mereka, lebih tepatnya dari hadapan Nitami.


"Silahkan jika kau berani, akan aku pastikan tante Navya memarahimu." Ancam balik Levi pada Nicolas.

__ADS_1


"Kau menantang ku!"


"Tentu saja, karena sikap arogan mu ini tidak pada tempatnya dan tidak pada orang yang tepat."


"Tidak biasanya kau seperti ini, ada apa denganmu?" Gumam Levi pelan yang masih bisa mereka dengarkan.


Levi mencoba melihat ke arah Nicolas yang melirik sekilas ke arah Nitami. Kini dia mengerti kenapa Nicolas bersikap seperti itu, dia curiga ini semua karena Nitami.


"Hai…dokter Saila, katakan sesuatu. Jangan diam saja, ada seseorang yang sedang cemburu di sini." Ucap Levi dengan santainya melihat ke arah Nitami dan bergantian melihat ke arah Nicolas.


Mata Nicolas membulat dengan sempurna akan perkataan Levi, yang mengatakan jika ada seseorang yang sedang cemburu saat ini ketika Levi melihat ke arahnya. Nitami malah terlihat mengerutkan keningnya melihat Levi, dia menghembuskan nafasnya perlahan.


Dia tidak ingin ikut campur akan perdebatan dua pria yang ada di hadapannya tersebut. Nitami segera membalikkan tubuhnya tanpa mengatakan apapun? Karena tidak ada yang ingin ia katakan lagi. Dia meraih tas peralatan dokternya yang ada di atas nakas samping ranjang nyonya Navya Orlando.


Tindakan Nitami tentu saja mendapatkan perhatian dari Nicolas dan juga Levi. Nitami terlihat menulis sesuatu di atas secarik kertas, lalu membalik tubuhnya kembali dan melangkah mendekati kedua pria yang tadi sedang berdebat, namun sekarang keduanya hanya diam dengan tatapan mata mereka mengarah melihat intens Nitami.


"Saya sudah memberikan nyonya Orlando sebutir obat dan menyuntikkan vitamin ini. Nyonya Orlando hanya mendapatkan serangan jantung ringan. Anda adalah dokter yang tepat dalam menangani masalah jantung. Saya juga menuliskan sebuah resep, jika resep saya salah. Silahkan dokter ganti dengan resep yang seharusnya." Ucap Nitami akhirnya membuka suara sembari menyerahkan secarik kertas yang ia tulis tadi kepada Levi. Levi meraih kertas tersebut lalu membacanya sekilas.


"Silahkan kau tangani tante Navya, jika kau mau. Aku percaya kau bisa dan mampu untuk melakukannya." Balas Levi melihat intens Nitami dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


"Maaf, tapi saya harus kembali. Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan." Balas Nitami sembari memperbaiki letak tali tas yang ada di pundaknya.


"Bagaimana bisa kau pergi secepat ini? Kita baru saja bertemu setelah sekian lama." Balas cepat Levi dengan raut wajahnya yang terlihat kecewa.


"Maaf dokter, jika sudah mengecewakan anda. Saya permisi tuan Orlando." Ucap Nitami melihat Levi dengan sikap tenangnya, lalu beralih ke arah Nicolas dan sedikit menganggukkan kepalanya tanda pamit pada Nicolas.


Nitami siap melangkah karena tidak ada yang menjawab salam perpisahan darinya. Namun perkataan Levi menghentikan langkahnya.


"Sudah sangat lama aku mencari dirimu. Apakah kau masih menganggap aku seperti dulu? Apa yang dulu aku bicarakan padamu, masih berlaku sampai saat ini." Ungkap Levi dengan mimik wajahnya yang serius, lalu membalik tubuhnya melihat ke arah punggung Nitami yang ada di hadapannya.


Sedangkan Nicolas mengepalkan erat kedua tangannya menahan rasa kesal, akan perkataan dan raut wajah serius Levi. Dia sangat mengenal bagaimana kepribadian dan siapa Levi sebenarnya? Nicolas menangkap ada keseriusan dalam perkataan Levi saat ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2