
***Markas Alesha Larzo***
Semua mata memandang ke arah Nitami. Nitami menginginkan kejelasan dari kecurigaan Levi saat ini.
"Jika dugaan ku benar. Apakah mungkin kita bisa mendekati mereka?" Tanya Levi.
"Katakan saja dengan jelas." Kata Nicolas menimpali.
"Nico, aku yakin kecurigaan mu juga sama denganku." Balas Levi melihat sepupunya tersebut.
Levi menghela nafasnya perlahan sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Nitami dan Nicolas.
"Dragon King ada di balik semua ini." Jawab Levi dengan sekali tarikan nafasnya.
Semua terdiam, ada yang mengerti dan ada yang tidak mengerti. Mereka masih mengamati Nitami dan Levi secara bergantian.
"Dragon King." Ulang Nitami melihat Levi dengan serius.
"Apa anda tahu satu nama yang tidak dapat tersentuh di dalamnya?" Tanya Nitami.
"Damaresh." Ucap Levi pada akhirnya menyebutkan nama yang seharusnya tabu untuk di sebutkan sembarangan tempat.
"Damaresh. Keluarga bangsawan kelas atas Inggris. Nama yang tidak bisa di sebut semudah anda menyebutkannya seperti sekarang." Balas Nitami.
"Aku tahu, tapi kau yang memaksa ku dokter Saila." Sahut Levi tidak ingin di salahkan.
"Seharusnya anda menyebutkan sebuah nama dengan benar, dokter Levi." Balas Nitami.
Semua mata masih memandang serius Nitami, masalah yang mereka hadapi ternyata serius dan sangat sulit untuk di pecahkan. Sebab berhubungan dengan seseorang yang tidak tersentuh oleh orang biasa seperti mereka.
"Sebaiknya hentikan sampai di sini. Lupakan apa yang sudah terjadi, karena tindakan kita tidak akan ada gunanya." Ucap Levi merasa jika tindakan mereka selanjutnya akan sia-sia saja.
"Duke Wilmer Damaresh." Ucap Nitami membungkam mulut Levi.
"Satu nama yang seharusnya anda sebutkan dengan benar. Duke Wilmer Damaresh. Salah satu bangsawan kelas atas Inggris, suami dari Putri Joanna Damaresh." Ucap tegas Nitami menekankan beberapa kata yang menurutnya penting.
Levi dan Nicolas menelan saliva mereka dan saling memandang sejenak. Nitami tahu nama nama itu. Nama yang tidak bisa di ketahui oleh banyak orang biasa seperti mereka.
"Dokter Saila, apa kamu sadar menyebutkan nama siapa?" Tanya Levi tidak percaya.
Nitami menatap serius mata Levi. Tentu dia sadar penuh apa yang ia sebutkan.
"Tentu aku sadar. Sadar sepenuhnya." Balas Nitami dengan tatapan mata yang tidak dapat mereka artikan.
Nitami sadar jika dia tidak bisa salah berkata dan jalan untuk rencana yang sudah ia susun.
"Tuan Nicolas. Sebaiknya anda lakukan apa yang saya katakan. Hubungi tuan Leonardo Misel, dia akan membantu mu dengan senang hati. Tetapi satu pesan dariku, jawab semua pertanyaan pria itu dengan jujur karena dia tahu segalanya." Ungkap Nitami melihat ke arah Nicolas.
Tidak banyak yang bisa Nitami katakan. Dia harus berhati-hati dalam berucap dan melangkah.
"Dokter Levi, sebaiknya kita melihat kondisi pasien…!!!" Ajak Nitami ingin menyudahi perbincangan mereka.
Levi mengerti jika Nitami ingin menyudahi pembicaraan mereka. Levi setuju untuk melihat kondisi pasien bersama dengan Nitami.
Sedangkan Nicolas undur diri dari tempat itu karena ada yang harus ia cari tahu dan selesaikan. Davin masih berada di dalam markas Alesha untuk berlindung sementara waktu. Alesha menyediakan kamar khusus untuk Davin dan Diana adiknya.
__ADS_1
Alesha mulai melancarkan apa yang di inginkan oleh Nitami. Walaupun dia juga sangsi apakah rencana mereka akan berhasil atau tidak. Intinya Alesha mengikuti keinginan dan mengatur semua yang di butuhkan Nitami.
...---------------------------------------------...
Beberapa bulan telah berlalu, kondisi nyonya Sandra sudah stabil dan membaik. Wanita paruh baya itupun telah di pindahkan ke rumah sakit yang di miliki oleh keluarga Fardhan, beberapa minggu setelah kejadian malam naas di kediaman keluarga Fardhan.
Sidang perceraian di antara Nitami dan Davin telah resmi dan di sahkan, mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun kecuali berteman.
Beberapa masalah yang di hadapi oleh perusahaan Davin sudah di selesaikan, walaupun banyak kerugian yang di alami oleh Golden grup, namun Davin masih bertahan pada perusahaan utamanya. Beberapa perusahaan cabang miliknya di ambil alih oleh Alesha dan Nicolas.
Sedangkan nyonya tua Nadin mengalami kelumpuhan akibat racun yang di berikan oleh Nitami. Akar adanya tumbal di dalam keluarga Fardhan, telah terbongkar sehingga Davin dan anggota keluarga lainnya tidak peduli terhadap sesepuh keluarga Fardhan tersebut. Nyonya tua Nadin yang menjadi akar dari adanya tumbal di dalam keluarga Fardhan, telah di kirim jauh ke panti jompo dan jauh dari keluarga Fardhan.
Nicolas menjalankan dan terus menyelidiki kecelakaan yang di alami adiknya. Sedangkan keberadaan Angel yang merupakan putri tunggal dari adik perempuannya, di sembunyikan dan kini tinggal bersama dengan oma dan opanya. Nyonya dan tuan besar Orlando.
Alesha dan adik adiknya menjalankan peran mereka masing-masing. Alesha membantu Nitami dan ikut kemana pun temannya berada.
Levi kembali ke negaranya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang dokter. Nitami yang sudah setuju bergabung di dalam tim dokter bangsawan kerajaan, akan datang jika di perlukan. Sementara ini tidak ada yang tahu keberadaan Nitami dan juga Alesha di mana. Keberadaan dua wanita itu bagaikan di telan bumi, sangat sulit terlacak.
Cerita mereka adalah cerita terakhir setelah kepergian Nitami. Kenangan Nitami saat sudah pergi begitu melekat pada ingatan mereka masing-masing.
...***Season 1…Selesai…***...
...***TAMAT***...
...------------------------------------------------...
...***Season 2***...
***Inggris…Kediaman keluarga Massimo***
Halaman belakang yang penuh akan tanaman aneka bunga sungguh indah di pandang mata.
Seorang anak kecil yang terlihat ceria dan manis, sedang bermain dengan bunga di halaman tersebut. Dua wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak lagi muda, duduk berdampingan melihat keceriaan gadis kecil di hadapan mereka.
"Angel begitu cantik, manis dan ceria. Sangat mirip dengan ibunya Nadira." Ucap nyonya besar Massimo kepada kakak ipar perempuannya, nyonya besar Orlando.
Mereka kita berada di Inggris, tepatnya berada di kediaman keluarga Massimo. Mereka datang untuk acara pertemuan tahunan para bangsawan kerajaan Inggris.
"Kau benar Sarah…Angel mengobati rinduku pada Nadira yang sudah tiada." Balas nyonya Navya tersenyum sedih ke arah Angel yang sedang asyik bermain bunga.
"Mbak, jangan terlalu sedih dan terus memikirkan Nadira. Aku yakin jika putrimu sudah bahagia di sana bersama Andreas." Sahut menghibur Sarah menggenggam lembut tangan kakak iparnya tersebut.
"Kau benar Sarah. Tidak seharusnya aku larut dalam kesedihan karena kehilangan Nadira. Dia sudah bahagia bersama suami pilihannya. Seharusnya aku fokus pada perkembangan Angel sekarang."
"Mbak benar. Aku bahagia melihat Angel tumbuh sehat dan ceria."
Mereka berdua begitu terhibur akan kehadiran Angel di sana.
"Andai saja Levi segera menikah dan memberikan aku seorang cucu yang lucu seperti Angel. Hidupku pasti akan sangat bahagia." Ungkap Sarah menginginkan Levi segera menikah dan memiliki seorang anak.
"Kamu benar Sarah. Mengapa Levi tidak kunjung menikah? Mengapa tidak kamu jodohkan saja dengan salah satu gadis pilihanmu." Saran Navya kepada Sarah.
"Dia tidak mau. Aku sudah mencoba beberapa kali untuk menjodohkan dia dengan salah satu gadis pilihan ku. Levi tidak suka. Dia selalu berkata ingin memilih sendiri jodohnya."
"Ternyata Levi dan juga Nico sama saja. Susah untuk di atur." Helanya pelan.
__ADS_1
"Bukankah Nico sudah di jodohkan dengan putri dari keluarga bangsawan Edmee Ballard?"
"Seharusnya seperti itu. Tapi hubungan mereka tidak ada perkembangan sama sekali, bahkan Nico tidak pernah membahas tentang nona Edmee sama sekali."
"Kau tahu sarah…" Ucap bisik Navya kepada Sarah.
"Beberapa bulan yang lalu Nico menyukai istri orang, dan itu membuat ku mati kutu. Aku hampir terkena serangan jantung di buatnya."
"Apa…Nico menyukai istri orang." Terkejut Sarah tidak percaya sembari menutup mulutnya yang menganga.
Pasalnya dia sangat mengenal bagaimana karakter dari keponakannya tersebut. Sejak dulu ia tidak pernah dekat dengan seorang wanita, tapi kini ia mendapat kabar jika Nico menyukai istri seseorang. Bagaimana bisa seperti itu?
"Lalu sekarang bagaimana?" Tanya penasaran Sarah ingin tahu.
"Entahlah…Sudah beberapa bulan ini, aku tidak lagi mendengar kabar dari wanita itu. Terakhir yang aku dengar, wanita itu sudah bercerai dari suaminya."
"Apa…apa mungkin karena Nico, mbak…?" Lagi lagi Sarah terkejut.
"Sepertinya tidak. Yang aku tahu, wanita itu dan suaminya memiliki masalah yang sangat rumit. Sebenarnya wanita itu adalah istri pertama dan suaminya ternyata memiliki istri kedua. Sehingga wanita itu tidak pernah mendapatkan perhatian dari suaminya sejak mereka menikah. Setelah bercerai wanita itu hilang bagaikan di telan bumi. Bahkan beberapa bulan yang lalu, Nico hampir gila mencarinya." Penjelasan Navya panjang lebar.
"Apakah wanita itu cantik, mbak? Sehingga Nico begitu tergila-gila padanya?"
"Iya, jujur saja wanita itu sangat cantik dan sempurna seperti seorang putri raja. Dia adalah dokter bedah yang sangat hebat, dia ramah dan suka membantu mereka yang kesusahan. Awalnya aku sudah suka padanya, dan menginginkan dia menjadi istri Nico. Tetapi begitu aku tahu dia adalah istri pria lain, aku terus mendesak Nico untuk menjauhinya."
"Kau tahu Sarah. Sebenarnya keberadaan Angel adalah bantuan darinya. Dia yang sudah menolong dan merawat Angel sehingga bisa bersama denganku sekarang." Ungkapnya lagi.
"Aku jadi penasaran, seperti apa sih sebenernya wanita itu?" Sahut Sarah merasa penasaran terhadap sosok wanita yang di sukai oleh Nicolas.
"Sudahlah. Jangan bicarakan dia lagi. Lebih baik kita mulai bersiap untuk pesta nanti malam." Ajak Navya sembari bangkit dari duduknya.
"Angel sayang…ayo kita masuk, oma harus bersiap untuk pergi ke pesta malam ini." Panggil Navya kepada Angel.
Angel berlari mendekati omanya. Dengan senyuman yang terlihat manis, ia pun bertanya.
"Oma, kenapa Angel tidak di ajak ke pesta?" Tanya Angel.
"Pestanya sampai larut malam, sayang. Jika Angel ikut nanti bisa mengantuk di sana. lagi pula tidak ada anak kecil yang ikut datang ke pesta orang dewasa. Nanti oma buatkan pesta khusus untuk Angel dan teman-teman ya. Pesta jamuan teh dan kue, bagaimana?" Bujuk rayu Navya agar Angel dapat mengerti.
"Ok oma. Angel mau…!" Balas Angel tersenyum bahagia mendengar janji sang oma.
Bukannya Navya tidak ingin mengajak Angel pergi ke pesta, dia hanya tidak ingin Angel bertemu dengan keluarga Dickson. Keluarga dari Andreas almarhum menantu laki-lakinya.
Itu akan sangat berbahaya, Navya tidak ingin kehilangan Angel. Jika keluarga Dickson tahu keberadaan Angel yang merupakan cucu mereka, sudah di pastikan mereka akan merebut Angel darinya. Navya tidak sanggup kehilangan sosok pengganti Nadira, Angel adalah cucunya.
Season satu sudah selesai.
Mulai Season kedua.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.