
***Mansion Keluarga Orlando***
Rey menatap pintu keluar mansion di mana Nitami berlari dengan cepat.
'Ada apa dengannya?' Gumam Rey di dalam hati heran melihat sikap Nitami yang terlihat aneh di matanya.
"Ada apa Rey?" Tanya Levi membuat terkejut Rey dengan tepukkan tangannya pada bahu kanan Rey. Rey seketika melihat ke arahnya.
"Tuan Levi." Balasnya melihat datar Levi, sedangkan di dalam hatinya merasa dongkol karena sangat terkejut akan tindakan Levi secara tiba-tiba.
"Ada apa? kenapa malah berdiri di sini?" Tanya Levi melihat ke anehan dari Rey.
"Saya hanya heran melihat dokter Nitami yang berlari dengan cepat. Ada yang terjadi tuan? Maaf jika saya lancang." Balas Rey akhirnya mengutarakan penyebab dirinya terdiam.
"Nitami? Maksudmu dokter Saila?" Tanya ulang Levi, dan Rey hanya mengangguk untuk mengiyakan.
"Bukankah dia sudah pergi dari tadi, dia pergi setelah kamu pergi membeli obat." Balas Levi apa adanya yang ia ketahui.
Nitami pergi meninggalkan mereka, beberapa menit setelah Rey pergi membeli obat.
"Mungkin dokter Nitami kembali, karena ingin mengambil kunci mobilnya yang tertinggal pada saya." Balas Rey.
"Kembali lagi karena kunci mobilnya yang tertinggal. Tapi aku ataupun Nicolas ada di dalam kamar."
Rey terdiam, di dalam ingatannya dengan jelas dia melihat Nitami berlari menuruni anak tangga. Rey mengira Nitami datang dari arah kamar nyonya Navya, karena memang dari dia tinggalkan tadi Nitami masih berada di dalam kamar tersebut.
"Bukannya dokter Nitami dari arah kamar. Saya melihat jelas dokter Nitami menuruni anak tangga dan bertemu dengan saya di sini baru saja."
Levi mengerutkan keningnya melihat ke arah Rey.
"Tidak, pasti kau salah. Dokter Saila sudah pergi dari tadi setelah kau pergi. Dia tidak ada kembali sama sekali, aku tidak melihatnya lagi setelah dia pergi." Balas Levi.
"Ada apa ini?" Tanya Nicolas yang tiba-tiba datang.
Rey dan Levi melihat ke arah Nicolas yang melangkah semakin mendekati mereka berdua.
"Ada apa? kenapa kau masih ada di sini?" Tanya kembali Nicolas melihat ke arah Levi yang masih ada di mansionnya.
"Ini Rey, katanya baru saja dia bertemu dengan dokter Saila yang menuruni tangga dengan cara berlari." Balas Levi menjelaskan.
"Nitami. Bukannya dia sudah pergi dari tadi setelah kau pergi, Rey." Balas Nicolas.
"Benar tuan, saya baru saja bertemu dokter Nitami di sini. Kunci mobilnya terbawa oleh saya, baru saja dia meminta kembali, dan berlari keluar." Ucap Rey menjelaskan.
Levi dan Nicolas saling memandang. Seketika ada yang tidak beres yang mereka curigai.
"Hai kau, ke sini." Panggil Nicolas pada salah satu pelayan yang sedang membersihkan beberapa porselen di ruang tengah. Pelayan itupun datang mendekat.
"Iya tuan." Ucap sang pelayan.
"Apa kau melihat tamu wanita yang tadi datang menemui mamaku datang kembali lagi?" Tanya Nicolas kepada sang pelayan.
__ADS_1
"Iya tuan, dia menanyakan keberadaan tuan Rey. Dan saya hanya menjawab mungkin masih berada di dalam kamar nyonya. Nona itu langsung pergi menuju ke arah kamar nyonya, tuan." Balas sang pelayan.
"Apa dia lama saat naik ke lantai atas?" Tanya Nicolas lagi.
"Iya tuan, cukup lama. Lalu turun dengan berlari dan bertemu tuan Rey di sini." Ucap sang pelayan membenarkan apa yang di katakan oleh Rey.
Nicolas menatap ke arah Levi yang juga melihatnya. Lalu Nicolas melihat ke arah Rey.
"Cek rekaman CCTV di depan kamar mamaku Rey." Perintahnya pada Rey.
"Baik tuan." Balas Rey menerima perintah. Diapun tidak lupa memberikan isyarat pada pelayan yang di panggil untuk pergi dari tempat itu, dengan membawa serta obat nyonya Navya.
Dengan cepat Rey mengeluarkan ponselnya yang terhubung langsung dengan semua CCTV yang ada di dalam mansion. Rey mencari rekaman yang di maksudkan oleh Nicolas, begitu di temukan Rey menunjukkannya kepada sang majikan.
Nicolas dan Levi dapat melihat dengan jelas, Nitami benar-benar kembali dan diam berdiri di depan pintu kamar nyonya Navya. Mereka tahu sedang apa Nitami? Waktu pada saat itu menunjukkan di mana Nicolas dan Levi sedang membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan Nitami.
"Apa dia mendengarkan percakapan kita berdua?" Tanya Levi melihat ke arah Nicolas.
Nicolas hanya diam tanpa ingin menjawab, jika itu benar. Nitami mendengarkan semuanya, itu berarti Nitami juga tahu jika dia menyukai dan mencintai Nitami, karena itu juga ada di dalam pembicaraannya dengan Levi.
Nicolas tidak ada masalah jika Nitami tahu akan perasaannya, justru itu yang ia harapkan, Nitami tahu akan perasaan hatinya. Namun yang dia permasalahkan adalah Nitami tahu semua penjelasan dan cerita kelam dari beberapa keluarga bangsawan, yang di kaitkan dengannya. Apakah ada yang Nitami tangkap dari cerita tersebut? ataukah ada yang membuat Nitami merasa tidak nyaman dengan cerita tersebut.
"Nico…Bagaimana jika dia mendengarkan semuanya?" Tanya Levi kembali.
"Itu tidak jadi masalah, kita akan lihat ke depannya. Apa yang menjadi reaksi dan yang akan dia lakukan selanjutnya?" Balas Nicolas dengan sebuah pertanyaan.
Levi diam dan membenarkan apa yang di ucapkan oleh Nicolas? Mungkin saja reaksi dari Nitami akan memecahkan beberapa kecurigaan dirinya dan paman Erick Massimo.
"Sebaiknya, kau jangan ganggu dia dulu. Lebih baik berpikir dua kali jika ingin mendekatinya. Aku tidak akan memberikan kesempatan itu padamu ataupun paman Erick." Ucapnya, lalu pergi dari hadapan Levi masuk kembali ke dalam ruang kerjanya, yang di ikuti oleh Rey dari arah belakang setelah memberikan sikap hormatnya pada Levi.
...--------------------------------...
…Di Dalam Mobil…
Nitami mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, dia ingin cepat menjauh dari kawasan mansion Orlando, bukan karena dia takut. Dia hanya ingin cepat menemui seseorang.
Ketika di rasa dia sudah cukup jauh dari mansion keluarga Orlando, Nitami pun menghentikan laju mobilnya.
"Apa yang mereka bicarakan? Mengapa ada rasa tidak nyaman di dalam hatiku saat mendengar beberapa nama yang mereka sebutkan." Ucap pelan Nitami sembari memegang kuat setir mobilnya.
Kembali Nitami mengingat semua perbincangan Nicolas dan Levi. Kembali Nitami merasakan sesuatu yang terasa aneh di dalam hatinya.
"Ada apa ini?" Gumamnya pelan.
"Dokter Hektor Saila, Damian Saila, dan Helena Damaresh. Nama nama itu…!" Gumamnya kembali sembari terus mengingat semua perbincangan Nicolas dan Levi.
"Sial…ada apa ini sebenarnya? Apa ini semua benar ada kaitannya denganku? Ini semua membuatku penasaran."
Pandangan mata Nitami lurus ke depan, pada pemandangan di luar mobilnya. Kemudian Nitami menatap ke arah samping, di mana tas kecilnya berada. Nitami meraih tas tersebut untuk mengeluarkan ponselnya.
Nitami segera menghubungi Alesha untuk meminta bantuannya, Nitami ingin mencari informasi mengenai data nama nama yang di sebutkan oleh Levi tadi. Levi dan pamannya mencurigai jika Nitami memiliki hubungan darah atau keluarga dengan dokter Hektor Saila.
__ADS_1
Nitami juga ingin tahu itu, rasa penasaran yang sangat tinggi menghinggapi dirinya. Alesha dengan cepat menerima sambungan telepon darinya.
"Iya Nitami." Ucap Alesha menerima sambungan telepon darinya.
"Aku ingin kamu mencari informasi data dari dokter Hektor Saila, Damian Saila, Helena Damaresh dan juga Joanna Damaresh." Ucapnya tanpa basa-basi.
"Siapa mereka, Nitami?" Tanya Alesha tidak mengerti akan maksud Nitami yang secara tiba-tiba. Yang ia tahu Nitami sekarang sedang pergi ke mansion keluarga Orlando untuk membahas tentang nasib Angel.
"Lakukan saja apa yang aku katakan? jika sudah kamu dapatkan, berikan padaku." Ucapnya tegas.
"Tolong jangan banyak bertanya, nanti kamu juga akan tahu." Ucap Nitami kembali menyambung ucapannya.
"Baiklah, akan aku lakukan. Kirimkan ulang nama nama yang harus aku cari tahu." Alesha mengalah.
"Terima kasih." Balas Nitami segera menutup sambungan teleponnya.
Tentu saja yang membuat Alesha kesal sekaligus heran akan sikap Nitami yang terasa aneh baginya. Namun Alesha tidak ambil pusing, apapun yang di inginkan oleh Nitami? akan Alesha lakukan dengan baik. Tentu itu pasti penting untuk Nitami, karena tidak biasanya Nitami bersikap secara tergesa-gesa seperti itu.
Sedangkan Nitami mengirimkan pesan daftar nama yang harus di selidiki oleh Alesha. Kemudian dia segera menghubungi nomer telpon seseorang yang mungkin tahu sedikit tentang ini semua. Nitami berharap orang tersebut bisa bekerjasama dengannya.
"Hallo…!" Sapa seseorang dari seberang telepon.
"Hallo tante Sandra, ini aku Nitami. Bisakah kita bertemu sekarang?" Ucap balas Nitami langsung pada intinya.
Dia berharap nyonya Sandra yang ia ketahui sebagai sahabat dari mama dan papanya, tahu akan semua ini. Sudah waktunya Nitami bertanya tentang persahabatan yang di jalani oleh nyonya Sandra, mama dan papanya. Nitami tahu jika mereka bertiga adalah sahabat yang selalu setia dan saling mendukung.
Nitami ingin menuntaskan rasa penasaran yang ada di dalam hatinya setelah mendengar cerita dari Levi. Walaupun itu tidak di sengaja, namun itu cukup untuk mencari tahu siapa sebenarnya keluarga terdekat dari sang mama dan papanya? Yang hingga kini tidak di ketahui oleh Nitami. Kedua orang tuanya menyembunyikan semua itu, Nitami tidak pernah tahu keluarga lain dari mama dan papanya, hingga kematian kedua orang tuanya yang membuat dirinya menjadi sebatang kara tanpa sanak keluarga satupun di dunia ini.
"Iya sayang tentu saja, tante senang kamu menghubungi tante. Kamu bisa datang ke kantor Tante, kebetulan tante baru saja selesai rapat." Balas nyonya Sandra dengan nada yang terdengar senang karena Nitami menghubunginya.
"Baiklah tante, aku akan datang ke sana sekarang juga." Balas Nitami.
"Tante akan tunggu kedatangan mu, sayangku."
Nitami tidak membalasnya, dia segera mematikan sambungan telepon mereka. Tentu saja membuat nyonya Sandra heran akan sikap Nitami, namun dia bisa mengerti jika Nitami mungkin masih marah padanya.
Nitami memandang ke arah depan.
"Semuanya harus jelas sekarang. Mama, papa sebenarnya siapa kalian berdua? Mengapa setiap aku bertanya mengenai keluarga kita yang lainnya? kalian selalu mengalihkan pembicaraan itu." Gumam Nitami pelan.
Genggaman tangannya terlihat kuat pada ponsel yang ada di tangannya. Nitami merasa semua ini ada kaitannya, bukan tanpa alasan. Nitami masih mengingat kata-kata sang mama.
"Nitami, sayang…!! Mama ingin kamu menjadi seorang dokter yang hebat. Mama ingin kamu memberikan sebuah kebanggaan pada nama keluarga kita yaitu keluarga Saila. Dengan begitu semua orang akan melihat kepadamu. Mama ingin mengembalikan semua yang seharusnya ada pada tempatnya, melalui kejeniusan dan tanganmu ini sayang, sembuhkan dan selamatkanlah banyak orang yang ada di sekitarmu, tanpa memandang siapapun mereka? Apa kamu mau melakukan yang mama inginkan ini, sayangku…?" Ungkap permintaan sang mama, sebelum beberapa bulan kecelakaan itu terjadi.
Semua pesan sang mama masih melekat pada ingatannya hingga saat ini. Nitami pada saat itu tidak tahu maksud dari pesan dan keinginan terakhir sang mama. Sekaranglah waktunya Nitami memperjelas semuanya, nama keluarga Saila. Nama seperti apa yang harus Nitami buat menjadi sebuah nama kebanggaan? Itulah tujuan baru Nitami sekarang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.