Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
115. Permintaan Nitami.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Larzo***


Alesha dan Nicolas menatap intens Nitami, ia mengajukan sebuah permintaan dan terlihat serius kali ini. Sontak Alesha dan Nicolas terdiam dan menantikan perkataan Nitami selanjutnya.


"Apa itu Nitami?" Tanya Alesha mewakili.


Nitami melihat ke arah Alesha dengan raut wajahnya yang serius. Permintaannya kali ini cukup serius dan penting baginya.


Ia pun menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, sebelum akhirnya mengatakan sebuah permintaan.


"Aku meminta kepada kalian berdua, tolong jangan sentuh perusahaan nyonya Sandra Fardhan." Ucapnya tegas dengan sekali tarikkan nafasnya.


Kedua orang yang ada di dalam ruangan itu mendengar jelas permintaan Nitami, tetapi Nicolas tidak tahu alasan jelas dari permintaan Nitami yang ingin melindungi nyonya Sandra Fardhan. Nyonya yang sosoknya menjadi mama pengganti kedua orang tua Nitami yang telah meninggal dunia, nyonya besar Fardhan yang menjadi awal Nitami berada pada posisi pernikahan kontrak yang tidak bahagia.


Keduanya masih diam dengan pandangan saling melihat, Nicolas tidak tahu apa arti sosok nyonya Sandra di dalam kehidupan Nitami. Alesha tahu jika Nicolas pasti ingin penjelasan yang jelas dari maksud Nitami tersebut.


"Nyonya Sandra Fardhan adalah sahabat dari kedua orang tua Nitami, ia sudah menjadi mama pengganti untuk Nitami sejak kedua orang tua Nitami meninggal dunia. Nyonya Sandra adalah orang yang penting bagi Nitami sekarang." Penjelasan Alesha untuk Nicolas, namun pandangan matanya melihat ke arah Nitami yang terdiam melihat ke arah meja kaca di depannya.


"Tentu aku tahu maksud permintaan mu itu Nitami. Aku tidak akan menyentuhnya, karena aku tahu semarah dan sekecewa apapun dirimu terhadap nyonya Sandra. Kamu tidak bisa untuk membenci dan membuat nyonya Sandra berada di dalam masalah. Apa aku benar?" Tanya ungkap Alesha.


"Kamu benar, nyonya Sandra Fardhan adalah satu-satunya orang yang paling berharga dan penting di dalam hidupku selama ini. Semarah dan sekecewa apapun aku padanya, beliau adalah mama pengganti yang begitu menyayangiku sejak kecil, beliau begitu menghormati dan menyayangi kedua orang tuaku. Begitu besar kasih sayangnya kepada ku dan kedua orang tuaku, membuat aku tidak akan mungkin bisa melihatnya hancur." Balas ungkap Nitami sembari meremas ponsel yang ia genggam.


Tingkah laku itu menjadi perhatian dari Nicolas dan juga Alesha. Terlihat Nitami menahan dan memendam sebuah gejolak yang berat baginya.


"Jadi aku mohon kepada kalian, jangan sentuh beliau." Ucap Nitami kembali, namun tatapan matanya melihat ke arah Nicolas.


Nicolas tahu Nitami begitu menghormati dan menyayangi sosok nyonya Sandra Fardhan.


"Jika beliau hancur, aku pun akan ikut hancur bersamanya." Ungkap Nitami menatap serius Nicolas yang kini ada di hadapannya.


Perkataan Nitami sekaligus sebagai peringatan bagi Nicolas dan juga Alesha, jika Nitami dapat melakukan apapun demi melindungi nyonya Sandra Fardhan. Nitami tidak akan bisa melihat kehancuran wanita yang sudah menjadi mama pengganti baginya.


"Aku tahu Nitami. Aku tidak akan menyentuh beliau, jika kamu izinkan aku juga bisa selalu melindungi dan membantunya. Tapi.... !!" Ungkap Alesha terhenti yang mampu mengalihkan pandangan Nitami kepadanya.


"Bagaimana jika beliau berada di depan keluarga Fardhan yang ingin aku hancurkan? Menurut mu tindakan apa yang harus aku gunakan?" Tanya Alesha dengan seriusnya.


Nitami terdiam dan memandang serius sang sahabat. Dia tahu jika Alesha ingin dirinya harus sadar dan berpikir, jika nyonya Sandra Fardhan adalah bagian dari keluarga Fardhan yang akan di hancurkan oleh Alesha dan Nicolas.


"Tetap jalankan seperti yang kamu inginkan, kedepannya kamu akan tahu seperti apa nyonya Sandra Fardhan yang sebenarnya? Kamu akan tahu apa alasan kuatku mengajukan permintaan ini kepada kalian berdua. Tetapi…jika nyonya Sandra Fardhan memilih membela dan mendukung keras keluarga Fardhan, aku sendiri yang akan menghadapinya." Jawab Nitami ingin Alesha dan Nicolas tidak banyak berpikir mengenai tindakan mereka kepada nyonya Sandra Fardhan.


"Baiklah…Aku berjanji tidak akan menyentuh nyonya Sandra dan perusahaannya. Aku hanya akan berurusan dengan keluarga Fardhan dan perusahaan Golden group. Apakah itu sudah cukup untuk mu?" Kini giliran Nicolas yang mengeluarkan pendapatnya.


Nitami dan juga Alesha melihat ke arah Nicolas.

__ADS_1


"Terima kasih." Balas Nitami setelah beberapa detik diam dengan pandangan matanya melihat ke arah sorot mata Nicolas.


"Baiklah kalau begitu, apakah kita bisa membahas rencana kami selanjutnya?" Tanya Alesha ingin melanjutkan pembicaraan mereka.


Nitami maupun Nicolas hanya mengangguk dengan sangat jelas.


Alesha kemudian memberikan sebuah berkas laporan dari beberapa perusahaan yang hampir di ambang kehancuran mereka. Beberapa aset dan saham yang telah di ambil alih oleh mereka. Namun ada yang membuat Nitami bertanya, satu lagi perusahaan yang membantu Alesha tidak Nitami kenali.


"Alesha, satu perusahaan ini. Perusahaan apa?" Tanya Nitami ingin tahu.


Walaupun Nitami tidak pandai memahami dunia bisnis, namun dia cukup cerdas dan cepat jika mempelajari hal-hal baru baginya. Jadi ia tahu masih ada satu perusahaan lainnya yang juga ikut membantu mereka.


"Itu salah satu perusahaan dari Amerika, aku pernah satu kali bekerja sama dengan perusahaan itu. Begitu juga tuan Nicolas. Saat aku mengajukan sebuah kerjasama untuk mengambil alih beberapa saham perusahaan yang ada di dalam daftar ini, presdir perusahaan itu setuju untuk bergabung. Aku juga tidak tahu alasan pasti mereka setuju untuk bergabung." Jelas Alesha dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Apakah ada salah satu perusahaan di daftar ini yang menjadi musuhnya?" Tanya Nitami.


"Sepertinya itu tidak mungkin. Kamu harus tahu Nitami, perusahaan dari Amerika itu setara dengan perusahaan yang di miliki oleh tuan Nicolas. Jadi perusahaan-perusahaan ini bukanlah tandingannya, seharusnya mereka berlomba-lomba untuk mengajukan sebuah kerjasama bisnis kepada perusahaan Amerika ini." Jelas Alesha.


"Apakah perusahaan itu bisa di percaya, apa mereka tidak memiliki niat lain, Alesha?"


"Ku rasa tidak. Perusahaan itu mendapatkan keuntungan juga seperti yang kami dapatkan sekarang. Lagi pula mereka berada di balik layar dan tidak di ketahui oleh perusahaan yang kami hancurkan. Kami memakai nama perusahaan kami untuk kali ini." Ungkap Alesha.


Nitami terdiam. Inilah dunia bisnis yang tidak di kuasai oleh Nitami, entah mengapa Nitami hanya merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya mengenai perusahaan yang berasal dari Amerika tersebut. Namun ia hanya bisa diam dan mengikuti alurnya saja, selama semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja karena Alesha tahu apa yang dia kerjakan?


Sedangkan Nicolas memilih diam, dia tahu jika Nitami memiliki sebuah keganjalan di dalam hatinya saat ini terhadap perusahaan Amerika yang mereka bicarakan. Nicolas sangat mengenal baik pemilik dari perusahaan raksasa tersebut, bahkan mereka dapat di katakan dekat.


Jadi Nicolas tahu jika rekannya tersebut tidak akan menjadi musuh dalam selimut bagi mereka. Namun terlihat jelas, Nitami tidak sepenuhnya percaya terhadap perusahaan raksasa yang menjadi rekan kerja samanya bersama Alesha.


Alesha terus menjelaskan apa saja yang menjadi rencananya kepada Nitami, hingga mencapai penjelasan akhir dan dapat di terima oleh Nitami.


Sedangkan Nicolas hanya sesekali menjawab dan ikut menjelaskan, apa yang menjadi rencana mereka. Nitami memutuskan akan mengikuti alur yang di buat oleh keduanya, tanpa banyak bantahan.


Cukup lama kebersamaan mereka bertiga di dalam ruang kerja Alesha. Hingga waktu makan malam tiba, di mana mereka memutuskan untuk makan malam bersama pada mansion keluarga Larzo. Setelah itu Nitami memiliki urusan yang akan menentukan jalan hidupnya di masa depan.


Nitami harus menghadiri ritual malam persembahan yang akan di adakan oleh keluarga Fardhan malam ini. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk Nitami, menyelesaikan semua urusan dan pembalasan yang selama ini ia inginkan.


Makan malam keluarga Larzo terasa hangat dengan berkumpulnya semua yang ada di dalam mansion keluarga Larzo.


Tentu Nicolas tidak akan melewatkan acara makan malam bersama itu, makan malam bersama dengan sang pujaan hati. Nitami Adreena Saila. Posisi mereka duduk saling berhadapan, dengan Angel si kecil cantik duduk berdampingan bersama Nitami.


Pemandangan yang membuat Nicolas senang melihatnya.


"Tante, makan ini. Supaya tante cepat sembuh." Ucap Angel sembari meletakkan satu sendok daging lada hitam ke dalam piring Nitami.

__ADS_1


"Terima kasih sayangku." Balas Nitami tersenyum manis ke arah si kecil Angel.


Nicolas melihatnya dan ikut tersenyum tipis. Interaksi Angel dan Nitami terlihat bagaikan anak dan ibunya. Nicolas bahagia jika melihat Angel yang telah kehilangan kedua orang tuanya bisa tersenyum bahagia seperti sekarang. Ia ingin keponakannya tersebut tidak kehilangan kebahagiaan sedikitpun.


"Uncle Nico." Panggil Angel tiba-tiba melihat ke arah Nicolas.


"Iya sayang." Balas lembut Nicolas terdengar hangat.


"Kapan kita jadi jalan jalan ke taman bermain dan pantai?" Tanya Angel masih ingat semua keinginannya.


"Kapanpun Angel mau, ayo kita pergi." Ajak Nicolas dengan senyuman yang menambah aura ketampanannya.


Semua mata memandang ke arah Nicolas yang bisa tersenyum manis, karena biasanya wajah tampannya akan terlihat datar dan dingin setiap detik. Jadi senyuman itu adalah hal yang langka akan terbit pada wajah tampan nan dingin Nicolas.


"Tante cantik, kapan tante bisa ikut pergi bersama kami? Angel mau pergi bersama uncle Nico dan juga tante cantik." Tanya Angel yang segera melihat ke arah Nitami dan Nicolas secara bergantian.


Nitami dan beberapa orang di sana juga ikut terdiam sembari menikmati makan malam mereka, sedangkan Nicolas terdiam untuk menantikan jawaban yang akan di berikan oleh Nitami.


"emmm itu…!" Ucap Nitami masih berpikir, apakah harus dan bisa dirinya pergi bersama Angel dan juga Nicolas?


"Ada apa tante? Apa tante tidak suka pergi bersama Angel?" Tanya Angel dengan raut wajahnya yang terlihat mulai sedih.


"Bukan sayang…! Tante hanya belum memiliki waktu yang tepat untuk bisa pergi bersama, Angel tahu sendiri kan tante sangat sibuk sekali." Ucap Nitami memberikan alasan.


"Apakah tidak ada hari libur untuk tante?" Tanya sedih Angel, ia masih berharap bisa pergi bersama.


"Ada sayang, tapi belum waktunya." Ucapnya. Namun tatapan mata semua orang yang hadir di meja makan melihat Nitami dengan aneh.


"Bukankah seminggu kedepan, kamu bisa mengatur waktu libur mu sendiri, Nitami." Ucap Alesha menatapnya, lalu beralih menatap sedih ke arah Angel yang tertunduk lesu akan penolakan Nitami.


Alesha berkata seperti itu, karena ia tahu jika waktu kerja Nitami menjadi seorang dokter di rumah sakit Golden Healthy sudah berakhir hari ini. Jadi untuk selanjutnya Nitami akan menjadi dokter kepercayaannya mulai besok, Nitami dapat mengatur sendiri jadwal kerjanya.


Alesha tidak kuasa melihat kesedihan pada wajah Angel. Alesha juga tahu alasan tidak memiliki hari libur, bukanlah alasan utama Nitami untuk menghindari pergi bersama Angel. Namun adanya Nicolas yang ikut pergi bersama mereka adalah alasan lain Nitami untuk menghindar.


Jadi Alesha yang akan mewujudkan keinginan Angel agar dapat pergi bersama Nicolas dan juga Nitami. Ini akan menjadi salah satu cara Alesha untuk mendekatkan hubungan Nitami dan Nicolas. Bagaimana pun caranya mereka akan pergi bermain bersama? Itulah janji Alesha.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2