
***Hotel Angel Star***
Tidak banyak orang tahu, bahkan mungkin tidak ada orang yang tahu hubungan apa yang di miliki Davin dan Nitami? Hubungan sah yang di sembunyikan selama 4 tahun lebih. Nitami bersikap seolah dia dan Davin tidak memiliki hubungan apapun? Nitami sudah terbiasa akan hal itu. Hubungannya hanya sebatas pemilik rumah sakit dan seorang dokter saja.
Davin tersenyum melihat Nitami salah tingkah dan memasang senyum kakunya, saat suaranya yang sedikit keras mengundang perhatian beberapa orang di samping mereka.
Sedangkan Nitami segera menetralkan mimik wajahnya, rasa malunya dia telan sedalam mungkin. Bukan Nitami jika tidak bisa mengatur aura wajahnya menjadi datar kembali dengan cepat.
"ada apa?" itulah pertanyaan Davin sembari berbisik pelan.
Nitami diam, dia tidak ingin terpancing lagi oleh Davin. Namun Davin tidak puas akan sikap diam Nitami, dia sangat senang menggoda Nitami saat ini. Ada kenyamanan tersendiri baginya.
"ayolah sayangku, ada apa denganmu?" tanya bisik Davin.
Nitami cukup terkejut mendengar ucapan Davin dengan sebutan kata sayang padanya. Sekilas tatapan matanya melihat ke arah Davin yang tersenyum melihat ke arahnya. Tatapan lembut dan hangat terlihat jelas pada sorot mata Davin.
Tatapan yang di lakukan oleh Davin, justru membuat Fransisca tidak suka untuk melihatnya. Fransisca yang berada pada tempat duduknya menahan gejolak amarah dan tatapan benci ke arah Nitami. Tatapan Davin yang selalu melihat teduh dan hangat padanya, kini Davin memperlihatkannya kepada Nitami, wanita yang sangat Fransisca benci.
Genggaman kuat kedua tangannya terlihat jelas, buku-buku jarinya memutih semua karena menahan amarahnya dan benci melihat ke arah Nitami, yang berhasil mendapatkan perhatian lebih dari Davin.
'dasar wanita jal**g, wanita penggoda murahan. Kau berani bersaing denganku, lihat apa yang akan aku lakukan padamu? aku ingin tahu apa yang bisa kau lakukan setelah ini?' gumam Fransisca di dalam hatinya sembari melihat benci ke arah Nitami yang berdiri di samping Davin di atas panggung.
Fransisca sangat membenci Nitami, Nitami mendapatkan semua perhatian di pesta malam ini. Sungguh Fransisca tidak suka, seharusnya dialah pusat perhatian malam ini, karena dia sudah tampil sangat cantik dan maksimal.
Fransisca merasa dirinya adalah artis dan model terkenal papan atas, artis terkenal sekaligus istri dari keluarga terpandang dan terkaya nomer 2 di kota A, namun itu tidak ada gunanya saat Nitami merebut semua perhatian semua orang di dalam pesta.
Fransisca segera meraih ponselnya, lalu mengetik sebuah pesan untuk Ghani Sachio yang duduk tidak jauh pada meja di belakang mejanya.
"aku benci situasi ini, aku tidak suka semua perhatian yang seharusnya milikku, di raih oleh wanita jal**g itu, lakukan sesuatu untuk membalas kekesalanku malam ini. Aku benci pada orang yang berani menyaingi ku." tulis pesan Fransisca kepada Ghani Sachio.
Ghani sangat mengenal siapa dan bagaimana karakter Fransisca? Dia pasti tahu saat ini Fransisca kesal dan marah kepada Nitami, istri pertama Davin.
"kau kesal karena wanita itu merebut semua perhatian orang di dalam pesta ini, atau kau kesal karena wanita itu merebut perhatian dari Davin?" balas pesan Ghani pada Fransisca.
Fransisca nampak menahan sesuatu saat ini, dia sungguh tidak suka membaca pesan Ghani yang dia rasa menyudutkan dirinya.
"kau tahu, aku tidak suka di saingi. Jika kau masih sayang padaku, lakukan sesuatu padanya." balas pesan Fransisca.
__ADS_1
"buktikan, perasaan sayangmu padaku." pesan Fransisca kembali.
Ghani menatap pesan pada ponselnya, genggaman tangannya pada ponselnya kuat, Ghani merasa Fransisca sungguh tidak mengerti dirinya, Ghani terdiam dan segera menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jas dalamnya.
Hanya Ghani yang tahu, apa yang ada di dalam pikirannya saat ini? Hanya Fransisca yang tahu apa yang ingin dia lakukan kepada Nitami?
Sedangkan Nitami dan Davin yang berada di atas panggung, berusaha melakukan sesuatu yang menurut mereka baik untuk di lakukan. Nitami berusaha menghindari ucapan dan kedekatan yang sedang di lakukan Davin padanya. Sedangkan Davin terus berusaha mendekati dan memancing perhatian Nitami agar mengarah padanya.
"tolong tuan, bersikap seperti biasanya saja." balas Nitami berbisik pada Davin yang ada di sampingnya. Nitami berharap Davin dapat mengerti maksudnya.
"sudah aku lakukan." balas Davin seolah mengerti maksud Nitami, tetapi tetap ingin melakukan apa yang dia ingin lakukan kepada Nitami?
Nitami tahu Davin tidak akan mau mendengarkan permintaannya, Nitami berharap gerak gerik mereka berdua tidak membuat orang lain curiga. Nitami tidak ingin menambah masalahnya lagi, namun beberapa cahaya kamera para wartawan selalu mengabadikan momen mereka berdua.
"mohon izin kepada tuan Agil Fernando sebagai pemilik perusahaan raksasa Prospero Group untuk naik ke atas panggung, berkenan untuk menyerahkan penghargaan yang di berikan kepada dokter Nitami Adreena Saila dan dokter Alvira Larzo, kepada tuan Agil Fernando kami mohon kesediaannya." ucap pembawa acara.
"mohon izin kepada tuan Nicolas Orlando sebagai pemilik hotel Angel Star untuk naik ke atas panggung, berkenan untuk menyerahkan cendramata kepada dokter Nitami Adreena Saila dan dokter Alvira Larzo, kepada tuan Nicolas Orlando kami mohon kesediaannya." ucap pembawa acara yang satunya lagi.
Tuan Agil Fernando dan juga Nicolas Orlando bangkit dari tempat duduknya masing-masing. Mereka melangkah mendekati dan naik ke atas panggung, tatapan mata Nicolas tidak lepas dari wajah cantik Nitami. Sedangkan Nitami hanya menatap lurus ke arah depan.
Tuan Agil Fernando di arahkan untuk menyerahkan sebuah piala penghargaan khusus kepada Alvira dan juga Nitami, yang di terima oleh dua dokter cantik langsung dengan senyum bahagia sembari berjabatan tangan.
Davin dapat melihat tatapan mata Nicolas berbeda dari beberapa orang yang menatap Nitami. Tatapan mata Nicolas seolah mengagumi Nitami, dan Davin tidak suka melihatnya. Davin menatap tajam dengan dinginnya ke arah Nicolas yang datang mendekat untuk menyerahkan sebuah cendramata dan berjabat tangan dengan Nitami.
"selamat atas penghargaan yang anda terima dokter Nitami." ucap Nicolas sembari menyerahkan sebuah cendramata dari pihak hotel Angel Star, lalu mengulurkan tangannya ke hadapan Nitami.
Nitami menerima cendramata yang di berikan dan menatap uluran tangan serta wajah Nicolas secara bergantian, sedangkan Davin menatap tidak suka serta dingin ke arah Nicolas yang terus menatap kagum dan hangat ke arah Nitami.
"terima kasih tuan Nicolas Orlando." balas Nitami sembari menerima dan menyambut uluran tangan Nicolas.
Genggaman tangan Nicolas erat dan lembut pada tangan Nitami, sedikit lama tatapan mata mereka saling menatap. Nitami hanya menatap biasa kepada Nicolas, lain halnya Nicolas menatap kagum pada sosok cantik yang ada di hadapannya itu. Nicolas semakin tertarik untuk mendapatkan wanita cantik yang selama ini dia cari setengah mati, untuk menjadi miliknya.
Davin tidak suka melihat interaksi mereka berdua, Davin berdehem lembut untuk menyadarkan Nitami dan Nicolas, sembari menatap dingin ke arah wajah dan jabatan tangan Nicolas yang ada di hadapannya secara bergantian. Nicolas dan Nitami sadar mereka cukup lama berjabat tangan.
Sebenarnya bukan Nitami tidak mau melepaskan jabatan tangan mereka, hanya saja Nicolas yang terus menggenggam erat tangan Nitami hingga tidak bisa lepas. Nitami beberapa kali ingin mencoba untuk menarik dan melepaskan jabatan tangan mereka, tetapi itu hanya sia sia saja tidak berguna.
Genggaman tangan Nicolas erat dan tidak ingin melepaskan genggaman tangan mereka. Nitami juga merasa heran mengapa Nicolas seperti itu? Deheman lembut Davin menyadarkan Nicolas untuk melepaskan jabatan tangannya pada Nitami. Kini tatapan tajam Nicolas tidak kalah dinginnya menatap Davin yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Nicolas tahu sikap dan sorot mata Davin tidak suka melihat interaksi dirinya dengan Nitami. Ada sedikit perasaan berbeda dan sebuah pertanyaan yang ada di dalam hatinya melihat ke arah Davin.
"selamat tuan Davin Attala Fardhan, anda memiliki seorang dokter yang sangat hebat dan juga cantik." ucap Nicolas menekan kata terakhirnya, sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Davin.
"terima kasih, tuan Nicolas Orlando." balas Davin dengan sikap dinginnya.
Nitami dapat merasakan aura dingin yang mencekam dari kedua pria yang ada di dekatnya tersebut. Davin dan Nicolas sama sama pria tampan berpengaruh dan dingin serta angkuh. Aura keduanya sama sama kuat, terlihat genggaman kuat dari jabatan tangan mereka berdua penuh akan persaingan.
Nitami melihat Nicolas dan Davin secara bergantian, cukup lama mereka saling menatap dingin dan berjabat tangan. Nitami tahu dari kedua pria itu tidak ada yang ingin mengalah, tetapi situasi ini tidak nyaman baginya juga. Entah mengapa Nitami merasa? jika dirinya harus segera bertindak kepada dua pria yang tidak ada niat untuk mengalah satupun.
Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya dia berani untuk segera bertindak. Sebelum orang lain tahu dan melihat tindakan serta aura mencekam yang Nitami rasakan saat ini.
"mmmm…maaf tuan Davin." ucap Nitami berdehem dan memanggil Davin pelan. Nitami menyentuh lembut lengan kiri Davin untuk menyadarkan Davin akan tindakan mereka.
Nicolas melihat tidak suka Nitami menyentuh lengan kiri Davin, tatapan matanya tajam melihat ke arah tangan Nitami yang menyentuh lengan kiri Davin. Sedangkan Davin melihat telapak tangan kanan Nitami yang menyentuh lengan kirinya, lalu beralih menatap wajah cantik Nitami yang tersenyum tipis ke arahnya.
Davin sungguh senang dan bahagia melihat tatapan dan senyum tipis Nitami mengarah padanya, dengan begitu saja Davin melepaskan jabatan erat tangannya dari Nicolas.
"iya, ada apa Nitami?" tanya balik Davin menatap lembut Nitami lalu beralih melihat ke arah sentuhan tangan Nitami yang masih melekat pada lengan kirinya sejenak.
Nitami sadar akan sentuhannya yang belum beralih dari lengan kiri Davin, dia segera menarik kembali tangannya.
"tidak tuan, maaf jika saya lancang." balas Nitami dengan sikap kaku dan gugupnya akan tatapan tajam Nicolas kepadanya dan tatapan lembut Davin lekat ke arahnya.
"silahkan untuk tuan Nicolas berdiri di samping dokter Nitami, kami ingin mengabadikan momen ini dengan berphoto bersama." ucap pembawa acara, yang berhasil menyelamatkan Nitami dari situasi yang tidak nyaman dan mencekam baginya.
Nicolas segera berdiri di samping kiri Nitami, sedangkan Nitami dengan diam diam menghela nafasnya perlahan, dirinya sedikit lega karena selamat dari situasi tersebut. Posisi Nitami kini berada di tengah-tengah antara Nicolas dan Davin. Dua pria tampan yang sama-sama berpengaruh dengan aura mereka masing-masing.
Sungguh pemandangan dan momen yang sangat langka saat ini, banyak wanita dan gadis lajang maupun tua ingin sekali berada pada posisi Nitami saat ini. Siapa yang tidak ingin berdiri dan di apit oleh dua pria tampan dan kaya raya? seperti Nicolas Orlando pria blesteran Indonesia Inggris, dan pria satunya lagi adalah Davin Atalla Fardhan pria blesteran Indonesia Amerika Jepang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.
Maaf beberapa hari tidak bisa update, karena sedang sakit selama satu minggu ini, di usahakan akan up mulai hari ini. Terima kasih 🙏🙏🙏 atas dukungannya selama ini kepada saya sebagai author. Salam sehat dan bahagia selalu untuk kita semua.