Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
57. Wanita Bermuka Dua.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Tatapan tajam Fransisca masih melihat ke arah Nitami, sedangkan Nitami tidak akan pernah takut pada Fransisca. Nitami menatap balik Fransisca dengan tatapan dingin, bahkan rasa bencinya terhadap Fransisca semakin besar.


"Kau bahkan sudah berani menatapku dengan tatapan yang menjijikan itu." Ucap Fransisca mengarah kepada Nitami.


"Hanya karena kini Davin membela dirimu, kau berani menantang ku dengan tatapanmu itu. Apa kau pikir kau sudah menang?" Ucapnya kembali menekan setiap kata-katanya.


Fransisca memicingkan matanya dingin menatap Nitami, sedangkan Davin masih setia berdiri di depan Nitami sebagai penghalang antara Fransisca dan Nitami. Dua wanita yang sama-sama menjadi istri sah Davin.


Max dan juga Aldi hanya bisa diam namun tetap siaga menghadapi dua wanita yang sedang perang dingin. Siaga dengan sesuatu yang tidak di inginkan jika saja nanti terjadi.


"Cukup sampai di sini Fransisca, lebih baik kau pulang sekarang juga." Ucap Davin yang membalas perkataan Fransisca.


"Kau benar-benar mengusir ku demi wanita murahan ini." Balas Fransisca dengan senyum miringnya yang tidak percaya jika Davin bersikap seperti itu padanya.


"Cukup Fransisca, jangan menghinanya lagi. Jangan keterlaluan, kau tahu jelas siapa dia?" Balas Davin dengan pandangan yang jelas terlihat sudah jenuh akan semua hinaan Davin kepada Nitami.


Bukannya menjawab, Fransisca malah balas tersenyum dengan sangat lebar.


"Kau sudah banyak berubah Davin, Kau bukan Davin yang aku kenal selama ini. Ada apa sebenarnya dengan mu Davin?"


Davin menatap tajam dan marah ke arah Fransisca yang tidak dapat di ajak berbicara secara baik-baik.


"Aku berubah?" Ucapnya, sembari berkacak pinggang di hadapan Fransisca. Davin tersenyum miris melihat Fransisca.


"Kau benar Fransisca, aku sudah berubah. Bahkan bisa di katakan, aku sudah sadar. Sadar akan sesuatu yang seharusnya aku ketahui dari dulu." Ucapnya dengan tatapan mencurigakan.


Tatapan curiga dan perkataan Davin membuat hati Fransisca tidak nyaman. Ada sesuatu yang Davin maksudkan, perasaannya kini tidak nyaman.


"Aku bukan Davin yang dulu kau kenal." Ucapnya dengan tatapan yang tidak berubah.


"Kau benar. Sekarang kau sedang berhadapan dengan Davin yang tidak kau kenal sama sekali. Perubahanku, hanya kau yang tahu karena apa?"


Davin mencondongkan tubuhnya mendekati wajah Fransisca, hingga mulut Davin berada di samping telinga Fransisca.


"Apa perlu aku beberkan sebuah rahasia yang selama ini kau tutupi, di hadapan mereka semua?" Bisiknya dengan senyum devil karena merasa sudah muak akan sikap Fransisca selama ini. Wanita yang bermuka dua, itulah yang ada di dalam hati dan pikiran Davin sekarang.


Fransisca diam terpaku, ucapan Davin seakan sedang mengancamnya. Namun bukan Fransisca namanya jika dirinya kalah begitu saja, apalagi di hadapan Nitami wanita yang sangat Fransisca benci selama ini.


"Apa yang bisa kau lakukan, Davin. Jika kau melihat ini." Ucap Fransisca menempelkan sebuah amplop putih, dengan sedikit kasar di depan dada bidang Davin.

__ADS_1


Davin terdiam dengan menatap amplop putih yang di sodorkan oleh Fransisca ke depan dadanya. Dapat Davin lihat dan tahu, jika amplop putih itu adalah amplop resmi yang di miliki oleh rumah sakit Golden Healthy, terlihat jelas terdapat logo rumah sakit Golden Healthy pada depan amplop putih itu.


'Apa lagi yang di rencanakan oleh wanita ini?' Gumam Davin di dalam hatinya melihat ke arah Fransisca dengan kecurigaannya.


"Kenapa kau diam, baca itu." Ucap Fransisca dengan perintah sembari berdiri menantang di hadapan Davin yang melihatnya curiga.


'Aku tahu kau sudah mulai curiga padaku Davin, tapi sayangnya aku lebih cepat bertindak. Aku ingin tahu apa yang bisa kau lakukan setelah melihat laporan itu?' Gumam Fransisca senang di dalam hatinya.


Fransisca sudah bisa menduga dan menebak, jika Davin mulai tahu akan perselingkuhannya dengan Ghani, karena anak buahnya yang memata-matai Davin sudah memberitahukannya. Fransisca dan Ghani lebih cepat bergerak untuk menutupi dan mengalihkan itu semua.


'Tidak akan semudah itu kau akan tahu semua tindakkan ku selama ini. Tidak semudah itu kau ingin menyingkirkan aku, sebelum semua keinginan dan rencana ku tercapai.' Gumam Fransisca kembali di dalam hatinya.


Davin dengan tenang membuka amplop dan membaca laporan kesehatan yang di miliki oleh Fransisca, laporan yang menyatakan jika Fransisca tengah hamil 6 minggu. Davin meremas kertas tersebut, dia sangat tahu apa yang sedang di rencanakan Fransisca saat ini.


'Kau ingin memakai ini, untuk pengalihan. Sungguh tindakan yang cukup bagus dan cepat.' Gumam Davin di dalamm hatinya, kesal melihat laporan yang menyatakan jika Fransisca tengah hamil, dan tentu saja Fransisca akan mengatakan jika itu anak mereka.


Nitami yang ada tepat di belakang Davin, tentu saja dapat membaca laporan kesehatan tersebut. Diapun tahu hasil yang tertera di dalam laporan tersebut.


"Hamil 6 minggu." Celetuk Nitami dari arah belakang Davin, sekaligus menyadarkan Davin jika Nitami masih ada tepat di belakangnya.


"Iya kau benar. Aku sedang hamil 6 minggu, dan itu adalah anak pertama dari buah pernikahan kami." Balas Fransisca dengan senyum kemenangan di bibirnya.


Nitami dan Davin dapat melihat senyum kemenangan Fransisca. Davin sungguh kesal dan marah melihatnya. Namun dia harus menahannya, saat ini tuan Markus, papanya baru saja memasuki ruang rapat tersebut. Davin sangat yakin papanya itu pasti mendengarkan apa yang Fransisca ucapkan saat ini?


"Kau hamil sayang." Ucap tuan Markus dari arah belakang.


Fransisca melihat ke arah belakang, yang tentu saja dia tahu siapa pemilik suara tersebut? Kedatangan tuan Markus ke rumah sakit Golden Healthy, itu adalah rencana yang sudah di susun oleh Fransisca sendiri, untuk memperkuat posisinya sekarang.


Memperkuat dirinya di saat Davin mulai meragukannya. Dukungan tuan Markus Attala Fardhan adalah yang Fransisca inginkan. Davin tentunya akan sangat berhati-hati dalam bertindak untuk sementara waktu ini.


"Papa…!" Ucap Fransisca langsung tersenyum melihat tuan Markus datang. Dia mendekati tuan Markus yang akan menjadi pendukungnya.


"Iya pa…Fransisca hamil. Ini cucu pertama papa." Ucapnya dengan senyum bahagia melihat tuan Markus yang juga tersenyum senang akan berita kehamilan Fransisca. Itu adalah cucu pertamanya yang selama ini dia inginkan.


"Papa senang mendengarnya, selamat sayang." Balas tuan Markus sembari mengecup sekilas kening Fransisca, untuk mengucapkan rasa senangnya.


"Iya pa…terima kasih." Balas Fransisca senang.


Begitu juga di dalam hati Fransisca, dia sangat senang mendapatkan dukungan dari tuan Markus. Sudah di pastikan kemenangan ada di genggamannya. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan keluarga Fardhan yang sangat dia benci selama ini.


Semenjak pernikahan Davin bersama Nitami, Fransisca mulai menanamkan kebencian di dalam hatinya. Pernikahan itu yang membuat Fransisca di benci oleh sang papa. Tuan besar Raiden menganggap Fransisca adalah putri yang tidak bisa di andalkan oleh keluarga Raiden.

__ADS_1


Sejak saat itu, Fransisca di perlakukan kasar dan buruk oleh sang papa. Setelah mendengar pernikahan pertama Davin bersama wanita lain. Mereka tidak menyukai jika Fransisca hanya di jadikan istri kedua Davin, yang hanya menghambat rencana keluarga Raiden.


Pernikahan itu juga pemicu Fransisca berani untuk berselingkuh dan akhirnya menghancurkan hidupnya yang sudah sempurna. Itulah akar kebencian Fransisca terhadap Nitami dan keluarga Fardhan. Fransisca bersumpah pada dirinya sendiri, akan menghancurkan semua yang telah menghancurkan hidupnya yang sempurna.


"Apa kata dokter, bagaimana kehamilanmu, sayang?" Tanya tuan Markus masih fokus pada Fransisca.


"Baik pa…cucu papa baik dan sehat." Balas Fransisca sembari mengelus lembut perutnya yang masih rata.


"Syukurlah, papa senang mendengarnya. Kamu harus menjaga cucu pertama papa ini."


"Tentu saja pa."


Setelah berkata seperti itu, kini tatapan tuan Markus tajam ke arah Nitami dan Davin. Kebencian tuan Markus masih terlihat kental pada sorot matanya melihat ke arah Nitami. Entah apa salah Nitami pada tuan besar keluarga Fardhan tersebut? sehingga dia sangat membenci Nitami bagaikan melihat seorang musuh bebuyutannya.


"Davin, Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya tuan Markus tegas kepada putranya yang masih berdiri di depan Nitami.


Davin tidak menjawab, dia masih menatap tenang sang papa. Menghadapi orang yang keras kepala harus menggunakan otaknya, agar semua tidak bertambah runyam.


"Kami sedang ada rapat, pa…!" Balas Davin pada akhirnya.


"Lalu wanita itu, apa yang sedang dia lakukan di belakangmu." Ucap tuan Markus melihat tidak suka posisi Davin yang menutupi tubuh Nitami, seakan Davin masih melindungi Nitami.


Davin hanya melirik dengan ujung matanya ke arah sampingnya, karena kini Nitami berdiri di samping Davin.


"Dia dokter bedah umum di rumah sakit ini, jadi dia juga ikut dalam rapat hari ini." Balas Davin melihat sang papa, lalu beralih menatap tajam dan dingin ke arah Fransisca yang ada di samping tuan Markus.


Di dalam sorot mata Davin, seolah mengatakan jika Fransisca tidak boleh banyak bicara mengenai apa yang tadi dia lihat? Melihat Davin dan Nitami tengah berpelukan.


Tuan Markus tidak banyak tanya lagi, dia cukup mengerti arti profesional dalam bekerja. Ini sudah urusan pekerjaan jadi tidak ada yang salah akan ucapan Davin tadi. Fransisca diam dengan tatapan dan senyum kemenangan. Dia senang melihat tatapan tajam Davin, seolah dialah yang memegang kendali situasi saat ini.


"Papa…!" Panggil Fransisca, namun tatapan kemenangannya mengarah pada Davin dan juga Nitami.


'Apa lagi yang ingin di lakukan oleh wanita ini?' Gumam Davin di dalam hatinya.


Menghadapi Fransisca ternyata tidak semudah yang ia pikirkan. Wanita bermuka dua, sungguh musuh yang sangat pandai berkamuflase. Davin seolah tidak mengenali istri yang pernah sangat ia cintai itu. Kini di dalam hatinya hanya ada sebuah permusuhan dan terus siaga waspada terhadap wanita yang ada di hadapannya tersebut.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2