Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
96. Memberikan Sedikit Bukti.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Fardhan***


Dua wanita yang penuh akan persaingan antara mereka, berdiri berhadapan saling menantang lawan mereka masing-masing. Nitami yang sejatinya tidak suka akan keributan dan permusuhan, hanya mengikuti alur keadaan yang membawa dan membuatnya seperti itu.


Untuk mengalah seperti dulu, tidak akan Nitami lakukan lagi. Melawan dan mempertahankan dirinya sehingga pada akhirnya ia mengharapkan menjadi pemenangnya dalam permainan tersebut. Itulah yang akan Nitami lakukan untuk saat ini, dengan cara apapun dia harus menang melawan keluarga Fardhan.


"Jangan mencoba mengancamku dengan omong kosong yang kau ucapkan itu." Tunjuk Fransisca geram ke arah dada Nitami dengan menggunakan jari telunjuknya.


Fransisca berdiri tanpa ada rasa takut sama sekali, dia berusaha tenang. Namun di dalam hatinya merasa gelisah dan ketakutan yang teramat akan ucapan benar Nitami.


Semua mata tertuju kepada mereka berdua yang saling berdiri berhadapan.


Nitami melihat ke arah dadanya yang di tunjuk oleh jari telunjuk Fransisca, lalu beralih melihat ke arah wajah Fransisca yang terlihat tenang. Namun dia yakin kini hati Fransisca sedang merasakan ketakutan yang teramat. Diapun tersenyum akan sikap Fransisca yang cukup tenang, tetapi tidak dengan nada bicaranya yang mulai emosi.


"Apa perlu aku tunjukkan buktinya sekarang juga, agar kau percaya?" Tantang Nitami dengan senyum tipis yang membuat Fransisca semakin geram, seolah senyum Nitami sedang mengejek dirinya.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya tuan Markus menyela dari arah belakang mereka.


Fransisca melihat ke arah papa mertuanya tersebut. Dia harus segera mengatasi masalah ancaman yang di berikan oleh Nitami padanya, jika tidak semua akan kacau.


"Papa…!" Ucap Fransisca berpura-pura terlihat sedih sembari melangkah mendekati tuan Markus.


"Wanita ini mengancam ku, papa…!!" Rajuk Fransisca bergelayut manja pada lengan sang papa mertua.


Nyonya Sandra merasa geram melihat tingkah laku menantunya itu. Namun dia hanya akan diam dulu menyaksikan kelanjutan drama yang berlangsung di hadapannya tersebut.


'Ciihh…menjijikkan …tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, selalu saya merajuk dan berlindung di balik punggung suamiku.' Gumam nyonya Sandra dengan tatapan jijik melihat ke arah Fransisca.


Nitami membalik tubuhnya menghadap ke arah Fransisca dan tuan Markus, sekilas dia dapat melihat tatapan jijik nyonya Sandra mengarah kepada dua orang yang ada di hadapannya tersebut. Tatapan mata nyonya Sandra dan Nitami bertemu sejenak, lalu mereka kembali pada aktivitas yang ingin mereka lakukan.


Tatapan mata sekilas nyonya Sandra dan Nitami sarat akan makna. Hanya mereka berdua yang dapat mengerti akan tatapan tersebut.


"Kau berani mengancam Fransisca…!!" Tunjuk tuan Markus ke arah Nitami.


Nitami diam dengan raut wajah yang terlihat tenang. Dia masih menunggu waktu yang akan menjadi boom waktu bagi keluarga Fardhan.


Sungguh penantian yang membuat Nitami sedikit tidak sabar, bagaimana reaksi mereka semua jika menyaksikan kejutan yang sudah Nitami persiapkan untuk mereka beberapa hari yang lalu? Ini akan menyenangkan, itulah pikiran licik Nitami saat ini.


Nitami mulai bersikap kejam, itu semua ia dapatkan dari ajaran keluarga Fardhan. Dari keluarga Fardhan, kembali lagi keluarga Fardhan. Sungguh menyenangkan melepaskan perlahan beban dan dendam yang ada pada hatinya.


"Mengancam…!!" Balas Nitami.


"Aku mengancam seperti apa, nyonya muda Fardhan?" Tanya Nitami dengan nada seolah tidak tahu apapun?

__ADS_1


"Kau mengancamku dan bayi di dalam kandungan ku ini. Apa kau ingin mengelaknya?" Balas geram Fransisca sembari menunjuk ke arah Nitami.


"Aku tidak akan mengelaknya, jika kau mau mengucapkan ancaman apa yang sudah aku katakan?" Balas Nitami semakin tersenyum senang.


Fransisca muak dan geram dengan senyum Nitami yang seakan mengejek dirinya.


"Ancaman apa yang kau katakan? Beraninya kau mengancam calon cucu ku." Tunjuk geram tuan Markus dengan maju mendekati Nitami.


Amarah tuan Markus tidak terkendali, dia pun mencoba untuk menampar kembali wajah Nitami. Namun mampu di cegah oleh Nitami dengan tatapan yang juga tajam menatap mata tuan Markus yang tidak pernah baik kepadanya.


"Jika kau ingin tahu, tanyakan langsung pada menantu kesayangan mu itu, tuan." Ucap Nitami dengan nada yang terdengar tegas pada setiap kata-katanya.


Nitami menghempaskan keras tangan tuan Markus. Tentu sikap berani Nitami terhadap tuan Markus menjadi sorotan semua mata yang memandangnya.


Termasuk nyonya Sandra yang mencoba tetap tenang, dia tahu mana yang baik dan buruk. Dia juga tidak membenarkan tindakan suaminya terhadap Nitami, dia diam saja bukan karena tidak peduli lagi. Mata suaminya harus di buka agar tahu siapa yang salah dan siapa yang benar di sini? Walaupun terkadang dia harus menahan perasaan tidak nyaman terhadap sang suami, yang tidak pernah mendukungnya di saat mengatakan kelakuan dan keburukan Fransisca.


Nyonya Sandra tidak menyukai Fransisca bukan tanpa alasan, dia tahu bagaimana tingkah laku dan sikap kasar Fransisca selama ini? Itu yang coba dia katakan pada suaminya, namun selalu saja di abaikan. Rasa sakit hati akan tindakan dan sikap abai sang suami kini telah menumpuk, dia ingin segera terlepas dari semuanya, semua beban hati yang menumpuk. Dia adalah Sandra Pradana keturunan satu satunya keluarga Pradana, dia sudah muak untuk terus mengalah.


Tuan Markus melihat ke arah Fransisca. Namun yang di tatap masih memasang wajah sedih teraniaya, sungguh seorang artis ternama sekelas Fransisca Raiden tidak dapat di pandang sebelah mata. Aktingnya sungguh meyakinkan sekali.


"Ancaman apa yang di ucapkan oleh Nitami kepadamu Fransisca?" Tanya tuan Markus kini menatap intens sang menantu.


'drrrttt…drrtttt…' Suara getaran sebuah ponsel.


Fransisca ingin mengabaikannya namun tidak bisa. Beberapa kali ponselnya terus bergetar tanda sebuah pesan masuk.


"Dia mengatakan sesuatu hal yang sangat tidak penting dan mustahil bagi aku lakukan." Balas Fransisca sedikit gugup. Perasaannya kini tidak nyaman, apalagi saat melihat tatapan senyum sinis Nitami memandang ke arah ponsel di tangannya, lalu beralih melihat ke arahnya.


Mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang ada di dalam ponselnya. Lagi lagi perasaan tidak nyaman itu masuk ke dalam hatinya, suara degup jantungnya tidak beraturan.


"Apa ini…!?!" Ucap Diana dengan nada yang terkejut akan apa yang dia lihat di dalam ponsel pribadinya.


Semua mata memandang ke arah Diana yang tengah terkejut akan pemandangan di dalam ponselnya. Ada tanda tanya di dalam hati mereka.


"Ada apa Diana?" Tanya Nitami dengan sikap tenang.


Diana menatap Nitami sekilas, lalu beralih melihat ke arah Davin, tuan Markus dan Fransisca secara bergantian.


'Itu baru permulaan dari ku. Selanjutnya akan sangat membuat kalian terkejut lagi.' Gumam Nitami di dalam hatinya merasa puas akan raut wajah Diana yang terkejut.


"Mbak Fransisca, coba lihat ponselmu." Ucap Diana memberikan perintah agar Fransisca melihat ponselnya.


Fransisca segera melihat ke arah ponselnya yang dari tadi bergetar.

__ADS_1


'Deg deg deg'. Degup jantung Fransisca berdetak kencang karena terkejut akan pesan photo dan video yang masuk ke dalam ponselnya.


Namun pesan photo yang masuk ke dalam ponsel Diana dan Fransisca, hanya berbeda jumlah. Jika Diana mendapatkan dua pesan photo, Fransisca mendapatkan 6 pesan photo dan dua pesan video.


Davin melangkah mendekati Diana, dia ingin melihat apa yang membuat sang adik sangat terkejut? Dengan begitu cepat Davin menyambar ponsel yang di pegang oleh Diana dan melihat apa yang ada di dalamnya?


Genggaman kuat Davin terlihat pada ponsel Diana yang ia pegang. Dua buah pesan photo Fransisca dan Ghani sedang berciuman bibir dengan sangat mesra. Terlebih lagi pose photo tersebut terlihat di dalam kamar karena pada posisi itu Fransisca hanya menggunakan sebuah handuk hingga pada bagian dadanya, sedangkan Ghani bertelanjang dada dan hanya memakai handuk hingga bagian pinggangnya saja. Adegan mereka berdua terlihat mesra bak pasangan suami istri yang baru selesai menghabiskan waktu bersama di dalam kamar.


Davin melihat tajam ke arah Fransisca yang kini terlihat pucat, karena terkejut akan apa yang ia lihat pada pesan photo di ponselnya? Dia sangat tahu kapan dan di mana posisi photo tersebut terjadi? Itu terjadi satu tahun yang lalu. Ada juga yang terjadi beberapa bulan yang lalu, dan video yang ia putar tanpa suara membuatnya mati kutu dan tidak bisa mengelak lagi.


"Apa ini Fransisca?" Teriak murka Davin menatap tajam Fransisca.


Sebenarnya Davin tahu tentang hal itu, namun ia tidak pernah menyangka jika photo itu sudah tersebar di lingkungan keluarganya.


Fransisca melangkah mundur dan terguncang akibat suara bentakkan dari Davin. Dia belum siap untuk ini semua.


'Sial…apa apaan ini? Bagaimana semua photo dan video ini bisa tersebar?' Gumam Fransisca di dalam hatinya.


'Ini pasti ulahnya.' Gumam Fransisca dalam benaknya, sembari pandangan matanya melihat ke arah Nitami yang tersenyum senang ke arahnya.


Kedua tangannya mengepal kuat akan senyum mengejek yang di perlihatkan oleh Nitami ke arahnya. Fransisca menebak ini pasti ulah dari Nitami, dia yakin jika ancaman yang Nitami katakan tadi sedang di buktikan.


"Ini tidak benar, ini pasti rekayasa dari wanita murahan itu untuk menjatuhkan nama baik ku." Tunjuk Fransisca ke arah Nitami yang terlihat berdiri santai dengan kedua tangannya terlipat di depan dadanya.


Nitami tersenyum senang dan tenang melihat ketakutan sekaligus kemarahan yang di perlihatkan oleh Fransisca.


"Apakah bukti itu kurang? Apakah perlu aku berikan bukti yang lainnya lagi?" Ucap Nitami dengan nada suara dan bicaranya yang sangat tenang.


Baru saja Fransisca ingin menjawab perkataan Nitami, dering ponselnya begitu cepat mengalihkan perhatiannya saat ini. Panggilan tersebut dari sang papa, dengan segera Fransisca menerima sambungan tersebut.


"Iya pa…ada apa?" Tanya Fransisca begitu sambungan telepon mereka terhubung.


"Fransisca…tolong papa…!" Balas sang papa tuan Raiden dengan nada yang terdengar cemas dan takut.


"Ada apa pa…?" Tanya Fransisca mengerutkan keningnya, namun tatapan tajamnya melihat ke arah Nitami yang masih tersenyum dan tenang melihat ke arahnya.


Ada perasaan yang sangat tidak nyaman di dalam hatinya saat ini, Fransisca merasakan jika sesuatu akan terjadi padanya dan juga keluarganya sekarang, dan itu pasti ulah dari Nitami yang sedang membuktikan semua ancamannya tadi pada Fransisca.


...****************...


...                                                                         ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2