Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
123. Malam Yang Mencekam.


__ADS_3

***Markas Alesha Larzo***


Davin dan Alesha masih berdiri berhadapan saling menatap dingin lawan bicara mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang ingin bersikap ramah, dua asisten pribadi masing-masing kini tengah siaga di belakang punggung keduanya.


Davin tidak mengerti, mengapa Nitami membawa mama mereka datang ke tempat Alesha? Dan bukannya datang ke rumah sakit miliknya atau rumah sakit umum lainnya.


Kejadian di dalam rumah putih mansion keluarga Fardhan terjadi begitu cepat dan menegangkan. Mereka tidak pernah menduga jika beberapa anak buah sewaan Fransiska berhasil masuk ke dalam mansion dengan mudah. Malam yang sangat mencekam.


Flashback on…


***Rumah Putih Mansion Keluarga Fardhan***


Setelah Davin selesai membaca berkas yang ada di tangannya. Amarahnya telah memuncak, ia marah akan kebenaran tentang kecelakaan dirinya beberapa bulan yang lalu. Kini telah terbukti semua itu adalah ulah Fransiska dan Ghani Sachio, yang telah menggunakan jasa mafia dari Italia.


Penyelidikan Davin dan Max keseluruhan tidaklah lengkap, namun Nitami dengan mudah mendapatkan semua bukti tersebut oleh bantuan Alesha dan oraganisasi mafianya. Kini terbukti jelas kecurigaan Davin selama ini kepada Fransiska dan Ghani, merekalah dalang di balik semua kecelakaan ini adalah benar.


Davin melangkah ke hadapan Fransiska yang masih duduk bersujud di depan meja altar, pria itu melemparkan keras semua bukti berkas dan photo yang ada di tangannya ke wajah Fransiska.


"Apa semua ini?" Tanyanya membentak Fransiska. Wajah Davin kini sudah merah padam.


Fransiska membuang wajahnya ke arah samping untuk menghindari serangan Davin kepadanya. Perlahan ia melihat semua bukti kejahatan yang pernah ia lakukan terhadap Davin, bukti atas kecelakaan yang di alami Davin beberapa bulan yang lalu. Kejahatan yang dilakukannya bersama Ghani Sachio kekasih gelapnya waktu itu, mereka ingin melenyapkan nyawa Davin karena Davin telah mengetahui perselingkuhan mereka.


Fransiska berani memakai jasa para mafia yang berasal dari Italia, karena ada rahasia lain yang sedang Fransiska sembunyikan dari Davin. Rahasia besar Fransiska bersama orang lain yang tidak ingin Davin mengetahuinya. Sehingga Fransiska ingin melenyapkan Davin bersama asisten pribadinya, Max.


Walaupun rencananya berhasil mencelakai Davin, namun Davin selamat dari kecelakaan itu. Fransiska marah dan kecewa. Tapi sayang sebelum rencana Fransiska berikutnya terlaksana, Nitami telah menggagalkan semua rencananya dengan bukti bukti akurat yang wanita itu miliki, entah dari mana?


"Apa semua ini Fransiska?" Tanya bentak Davin sekali lagi, karena Fransiska hanya terdiam melihat semua bukti tersebut.


"Katakan wanita brengsek…!!" Bentak Davin mulai tersulut emosinya karena Fransiska hanya diam saja. Davin bukan orang yang bodoh, semua bukti itu sudah sangat jelas karena hampir sama dengan apa yang dia dan Max selidiki.


"Hahahaha…!!!" Bukannya menjawab, Fransiska malah tertawa lepas. Membuat emosi Davin semakin memuncak.


Davin mencengkram kuat kerah gaun yang di pakai oleh Fransiska, lalu berkata dengan tatapan tajam membunuhnya.


"Apa yang kau tertawakan?" Tanya Davin dengan menekan setiap kata-katanya.


Fransiska kembali memasang wajah dinginnya dengan tatapan tajam membunuh serta benci terhadap Davin, pria yang pernah sangat ia cintai.


"Kau yang begitu bodoh." Balas Fransiska dengan menekan semua ucapannya.


'plak…!' Satu tamparan Davin berhasil mendarat pada pipi Fransiska yang sudah memerah akan tamparan Davin beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


Fransiska melihat kembali ke arah Davin dengan kebencian dan kemarahan yang semakin besar. Lagi lagi Davin berani menamparnya.


"Apa yang kau inginkan setelah mengetahui semua itu?" Tanya tegas Fransiska tidak takut sama sekali kepada Davin.


"Ingin membunuhku?" Tanyanya kembali.


Fransiska menantang balik Davin. Wanita itu ingin tahu, apa yang akan Davin lakukan?


"Iya. Aku akan membunuhmu malam ini." Balas Davin sembari menghempaskan keras tubuh Fransiska.


Davin lalu bangkit dan meraih satu buah silet cutter yang ada di atas meja altar. Dengan amarah yang sudah tidak dapat ia tahan lagi, Davin ingin menyerang Fransiska dengan silet cutter di tangannya.


Max datang dengan cepat, pria tinggi itu memegangi erat tangan Davin yang sedang memegang silet cutter.


"Jangan tuan, jangan anda kotori tangan anda dengan darah wanita ini." Ucap Max masih pada kewarasannya. Ia tidak ingin Davin menjadi seorang pembunuh dan berurusan dengan hukum. Max ingin semuanya selesai dengan semestinya.


"Lepaskan Max…!!" Balas Davin dengan tatapan tajam membunuh melihat ke arah Max.


"Jangan tuan. Biarkan hukum yang membalas kejahatan wanita ini." Ucap Max masih tenang dan ingin tuannya itu juga dapat berpikir jernih.


"Benar nak…jangan seperti ini. Biarkan hukum yang menghukum semua kejahatan Fransiska." Kini giliran nyonya Sandra yang maju mendekati putranya. Nyonya Sandra tidak ingin putranya menjadi seorang penjahat dan pembunuh.


Tatapan tajam nyonya Sandra melihat benci dan marah pada manantu yang tidak pernah ia sukai itu. Sejak awal nyonya Sandra sudah tidak menyukai hubungan Davin dan Fransiska. Kini terbukti semuanya, karena ia yakin Fransiska adalah wanita jahat, licik dan kejam.


Bujukkan sang mama dan Max tidak sama sekali mampu melunakkan hati Davin. Mereka tahu Davin begitu kecewa dan marah, rencana pembunuhan yang di lakukan oleh Fransiska tidak dapat di maafkan. Siapapun yang berada pada posisi Davin saat ini? Pasti akan sama dengan perasaan Davin sekarang.


"Tolong nak…biarkan hukum negara ini yang menghukumnya." Bujuk nyonya Sandra dengan air mata ketakutan yang sudah tidak dapat ia tahan lagi.


Ibu mana yang akan sanggup melihat anaknya menjadi seorang penjahat dan pembunuh. Tetapi Davin masih pada tempatnya, genggaman kuat silet pada tangannya masih terlihat tidak ingin lepas sedikitpun.


'Apa ini? Mengapa jadi seperti ini? Beraninya wanita itu ingin membunuh cucuku. Ternyata wanita ini lebih kejam dan licik dariku.' Gumam nyonya tua Nadin tidak percaya akan pertunjukan yang di berikan oleh Nitami.


Nyonya tua terdiam kaku karena keterkejutannya, dia yang biasanya selalu kejam dan licik. Ternyata menyimpan wanita ular selama ini di dalam mansionnya, cucu menantu yang ia sayangi ternyata menusuk keluarganya dari arah belakang. Sedangkan Nitami, wanita yang ia jadikan tumbal mengungkapkan semua kejahatan yang terjadi di keluarganya. Apakah ini karma untuknya, anak cucunya memiliki musuh yang tersembunyi yang begitu kejam.


Pandangan mata nyonya tua melihat sekilas ke arah Nitami yang juga melihat ke arahnya. Dapat Nitami lihat tatapan mata nyonya tua terkejut dan melunak kali ini. Tatapan dingin dan marahnya sudah tidak ada lagi melihat ke arah Nitami.


"Davin, mama mohon…lepaskan dan sadarkan dirimu, kamu adalah satu-satunya harapan keluarga Fardhan." Bujuk nyonya Sandra memelas kepada putranya itu.


Namun tiba-tiba Davin melihat ke arah tangannya yang sedang memegang silet. Ada sebuah tangan meraih silet tersebut, saat Davin melihat ke arah pemilik tangan itu. Tatapan matanya yang tadi penuh akan amarah, kini melunak.


Nitami berdiri di samping Davin sembari menyentuh tangan Davin yang sedang memegang silet. Max menyingkir dari tempatnya berdiri, memberikan ruang untuk Nitami. Pria itu tahu jika Nitami pasti akan dapat membujuk tuannya yang sedang emosi, Max tahu jika Davin akan melakukan apapun yang Nitami inginkan.

__ADS_1


"Lepaskan, biarkan hukum yang akan membalas perbuatan Fransiska. Lihatlah mamamu, dia tidak bersalah di sini, tidak seharusnya dia juga ikut menanggung semua kejahatan Fransiska." Bujuk Nitami, wanita itu tidak tega dan merasa iba pada nyonya Sandra yang sudah ia anggap ibu sendiri.


Nitami tidak bisa melihat betapa ketakutan dan menderitanya nyonya Sandra saat ini, melihat sang putra yang ingin membunuh Fransiska. Nitami mengerti bagaimana perasaan nyonya Sandra, yang takut Davin menjadi seorang penjahat dan pembunuh.


Davin mencoba untuk mencerna apa yang Nitami katakan. Davin melihat ke arah wajah sang mama, pria itu dapat melihat ketakutan dan kesedihan yang mendalam pada sorot mata mamanya. Kembali Davin melihat ke arah Nitami, dia pun tahu Nitami bukan peduli kepada nasibnya. Namun Nitami peduli bahkan sangat peduli kepada sang mama.


Davin tahu jika dulu Nitami begitu menyayangi dan menghormati mamanya. Nitami yang kehilangan kedua orang tuanya yang merupakan sahabat dari mamanya, telah menganggap nyonya Sandra adalah pengganti kedua orang tuanya. Jadi Nitami begitu sangat peduli kepada nyonya Sandra.


Perlahan Davin melepaskan silet yang ia pegang, dan menurunkan tangannya ke samping. Nitami segera meraih lalu memberikan silet tersebut kepada Max untuk di singkirkan.


Semua kejadian itu semakin membuat Fransiska marah dan murka. Nitami yang dengan mudahnya melunakkan hati Davin, membuat hati Fransiska memanas. Ia tidak suka melihatnya.


Tertatih Fransiska berusaha bangkit dari sujudnya, tatapan tajam membunuh melihat ke arah Nitami. Wanita yang sangat ia benci dan sudah menjadi musuhnya sejak dulu.


"Wanita brengsek…Kau telah merebut segalanya dariku. Seharusnya kau yang mati malam ini…!" Histeris Fransiska kepada Nitami.


Semua mata memandang ke arah Fransiska dan Nitami. Fransiska menggila malam ini, hatinya benar-benar sakit dan memanas akan semuanya. Dia tidak ingin kalah dari Nitami.


Fransiska memundurkan langkahnya perlahan, semua mata heran melihatnya.


"Bunuh wanita ini sekarang…!" Histeris Fransiska dengan tatapan marah membunuh kepada Nitami.


Dari arah belakang Fransiska datang seorang pria dengan cepat menodongkan sebuah pistol dan menembak ke arah Nitami. Gerakkan yang begitu cepat dan tidak bisa terbaca oleh Sai yang ada di ruangan itu, tembakan yang mengarah kepada Nitami membuat keriuhan di dalam ruangan.


Beberapa orang pergi menghindar agar tidak terkena tembakan pria yang menjadi anak buah Fransiska. Semua kini melihat ke arah Nitami yang terlihat terkejut dan sudah terduduk di atas lantai. Bukan Nitami yang terkena tembakan, tetapi nyonya Sandra yang tertembak pada dada kirinya. Nyonya Sandra dengan cepat menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Nitami dari tembakan yang mengarah kepadanya.


"Mama…!" Histeris terkejut Davin dan Diana melihat mamanya berada di atas pangkuan Nitami, dada kirinya telah bersimbah darah.


"Tante…!!" Panggil Nitami melihat nyonya Sandra bersimbah darah untuk melindungi dirinya.


Nitami dengan cepat menahan pendarahan yang ada pada dada kiri nyonya Sandra, terlihat begitu banyaknya mengalir darah segar pada luka tembakan tersebut. Nitami menangis, seketika rasa takut merasuki hatinya. Nitami takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, Nitami takut kehilangan nyonya Sandra yang sudah ia anggap seperti mamanya sendiri.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2