Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
66. Sebuah Rahasia.


__ADS_3

***Di dalam mobil***


Amarah Fransisca tidak dapat dia tahan lagi, dengan keras dia menendang kaki sang asisten. Mereka sedang berada di basemant, tempat mereka memarkir mobilnya.


"Aduh, nona. Jangan emosi seperti ini, ingat anda sedang mengandung sekarang." Ucap sang asisten pribadinya. Sembari mengelus kakinya yang di tendang keras oleh Fransisca.


" Berisik. Diam kau." Bentak Fransisca murka.


Dia hanya bisa melampiaskan kekesalan dan amarah yang kini menyelimutinya.


"Sialan wanita itu. Benar-benar menguji kesabaran ku. Lihat saja, apa yang bisa kau lakukan saat aku membalas mu nanti?" Ucapnya dengan berkacak pinggang.


Fransisca marah besar kepada Alesha.


"Dia berani mengusir ku. Dasar wanita sialan, wanita j*l*Ng tidak tahu siapa aku yang sebenarnya? Apalagi asisten pribadinya yang rendahan itu? dia berani menatapku dengan wajah jeleknya yang datar. Dia berani bersikap dingin kepadaku." Ucap Fransisca masih murka, namun tersenyum mengejek saat mengingat Alesha dan asisten pribadinya tersebut.


"Akan aku balas penghinaan ini. Kalian berdua akan mendapatkan balasan dariku. Kau dengar Jimmy." Bentak Fransisca kepada asisten pribadinya tersebut.


"Iya nona, aku dengar. Sabar nona, kendalikan emosi anda. Ingat bayi dalam kandungan anda itu." Tunjuk Jimmy ke arah perut Fransisca.


Fransisca ikut melihat ke arah perutnya yang datar. Kembali dia mengingat kehamilan yang sebenarnya tidak dia inginkan.


"Sialan kau Nitami, gara gara wanita j*l*Ng itu aku harus mempertahankan bayi ini. Bayi ini mempersulit karerku sekarang. Karena bayi sialan ini, aku harus bertahan agar bisa mempertahankan Davin dan membuat Nitami tersiksa kembali." Ucapnya dengan berkacak pinggang dan senyum tidak suka pada kehamilannya.


"Tapi nona, bagaimana juga. Itu anak anda." Ucap Jimmy mengingat Fransisca.


Fransisca menatap tajam dan horor ke arah Jimmy, Jimmy seketika diam tertunduk.


"Kau yang lebih tahu, jika aku tidak menginginkan anak sialan ini. Anak yang tidak pernah aku inginkan kehadirannya. Kau juga tahu anak ini bukan anakku saja, tapi dia memiliki papa yang juga tidak berguna." Ungkap Fransisca mengingatkan Jimmy tentang kebenaran anak yang dia kandung.


"Iya nona saya tahu." Balas Jimmy pasrah dan terlihat tidak bersemangat.


"Jika anda tidak menginginkannya. Lakukan seperti biasanya saja, nona. Tidak ada gunanya mempertahankannya jika membuat anda tersiksa. Biasanya juga akan di gugurkan." Balas Jimmy yang membuat Fransisca bertambah emosi hingga wajahnya merah padam.


Bisa-bisanya Jimmy mengatakan hal itu di tempat umum, walaupun tempat itu sepi namun siapa tahu ada seseorang yang akan mendengarkannya? Fransisca memukul keras kepala Jimmy yang sudah bicara sembarangan.


"Aduh nona, sakit." Ucap Jimmy sembari mengelus kepalanya yang di pukul Fransisca dengan menggunakan tas Hermes nya.


"Kalau kau tahu rasanya sakit, jaga bicaramu itu. Jika tidak ingin aku merobek mulut kotor mu yang seperti tong sampah itu."


"Baik nona. Maafkan saya."


'Sialan, selalu aku yang salah. Kalau tidak menginginkan bayinya, ya tinggal gugurkan saja seperti biasanya. Ini sudah ke 5 kalinya dia hamil dan baru kali ini dia mempertahankan bayinya. Kalau bukan karena hutangku yang besar padanya, aku tidak sudi bekerja pada wanita kasar dan sombong seperti dia.' Gumam Jimmy di dalam hatinya.


"Jangan bilang kau mengumpat ku di dalam hatimu." Ketus Fransisca menatap curiga ke arah Jimmy.


"Tidak nona, mana berani aku seperti itu." Kilahnya.

__ADS_1


'Semua rahasia mu, aku mengetahuinya. Kau bukan manusia, nona Fransisca. Kau wanita iblis yang tega menggugurkan kandungan hanya untuk mempertahankan karer dan tubuhmu agar tetap bagus. Kau wanita berdosa karena sudah 4 kali membunuh dan membuang bayimu sendiri. Ya ampun, aku bersamanya selama ini. Aku sungguh kasihan dan juga merasa berdosa kepada 4 bayi yang telah di gugurkan oleh wanita iblis ini. Ampuni aku ya Tuhan.' Gumam Jimmy sebenarnya sudah tidak tahan lagi untuk bekerja bersama Fransisca.


Jika bukan karena hutangnya yang banyak kepada Fransisca, dia sudah lama ingin berhenti bekerja bersama Fransisca yang kejam dan tidak memiliki hati nurani. Wanita yang tega menggugurkan dan membuang 4 bayinya selama ini. Entah anak anak itu, anak siapa? Jimmy pun tidak tahu.


Yang Jimmy ketahui, Fransisca tidak hanya berhubungan dengan Davin dan Ghani. Tetapi beberapa tuan muda dan bos perfilman pernah di ajak tidur oleh Fransisca. Dia yang yang sebenarnya wanita j*l*Ng dan wanita kotor rendahan. Malah menuduh Nitami seperti itu.


Jimmy mengetahui semua rahasia Fransisca. Untuk kali ini saja, dia tahu jika anak yang di kandung oleh Fransisca adalah anak dari Ghani. Karena Fransisca sendiri yang mengatakannya, dia mau mempertahankan bayinya untuk memperalat Ghani sebagai ayah dari si bayi. Lalu menjebak Davin agar tetap bersamanya.


Fransisca mengatakan, jika bayi itu adalah anak Ghani. Dia berkata seperti itu dan sangat yakin. Sebab sudah hampir tiga bulan ini, Fransisca dan Davin tidak pernah berhubungan badan, sebelum kecelakaan Davin terjadi. Jadi Fransisca sangat yakin bayi itu adalah anak Ghani, karena hanya Ghani pria satu satunya yang Fransisca ajak bercinta.


"Jangan berani macam macam padaku." Ucap Fransisca mengancam Jimmy.


"Sebaiknya kau setia padaku, jika tidak kau akan lihat adikmu hanya akan tinggal nyawanya saja." Ancam Fransisca menunjuk ke arah Jimmy.


"Jangan nona. Adikku tidak bersalah, dia tidak ada hubungannya dengan semua ini." Ucap Jimmy takut jika sudah berhubungan dengan sang adik satu-satunya.


Fransisca tersenyum. "Itu tergantung sikapmu."


"Iya nona. Saya tahu harus seperti apa?"


"Bagus, itu yang aku inginkan darimu."


Jimmy diam dengan menundukkan kepalanya, namun kepalan tangannya kuat berada di belakang tubuhnya. Jimmy menahan amarah yang tidak bisa dia luapkan karena ancaman Fransisca kepadanya, dengan menggunakan nyawa adiknya.


"Jangan diam saja. Cepat buka pintu mobilnya, aku sudah gerah dan kepanasan berada di sini."


Tanpa mereka sadari, anak buah Alesha yang sedang bersembunyi saat mengikuti mereka. Merekam semua perbincangan mereka.


...--------------------------------...


***Rumah Sakit Golden Healthy***


Nitami tahu jika Nicolas pria yang sangat cerdas dan peka terhadap sikap seseorang yang sedang dia hadapi. Namun Nitami tidak peduli akan hal itu. Dia sudah menepati janjinya pada Nicolas, dan juga dia adalah seorang dokter yang harus menyelesaikan pekerjaannya.


Belum sempat Nitami bangkit untuk pamit, sebuah ketukan terdengar dari pintu depan.


"Tidak bisakah dokter menyelesaikan makan siang anda, baru pergi dari sini." Ucap Nicolas mencoba menahan Nitami lebih lama lagi.


Baru saja Nitami ingin menjawab perkataan Nicolas, seseorang yang tidak di harapkan datang ke dalam ruangan tersebut.


"Selamat siang, tuan Nicolas." Sapa Davin dengan senyum kepada Nicolas, lalu senyum itu hilang saat melihat ke arah Nitami.


Dia tidak suka melihat Nitami makan siang bersama Nicolas hanya berdua saja. Davin melangkah mendekati mereka, sedangkan Nitami bangkit dari duduknya.


Dia tidak ada niat untuk meladeni sikap Davin yang akan mulai membuat masalah untuknya. Nicolas menatap dingin kedatangan Davin ke kamar perawatannya.


"Selamat siang, tuan Davin." Balas Nicolas apa adanya.

__ADS_1


Dia memutar sedikit arah kursi rodanya menghadap ke arah Davin, sebelumnya rem pada kursi rodanya sudah di buka oleh Rey.


"Apa yang membawa anda datang ke ruangan ini?" Tanya Nicolas langsung pada tujuan Davin.


Nicolas sangat sadar, jika dirinya dan Davin bukanlah teman yang harus saling mengunjungi di saat sakit ataupun sehat. Mereka kenal di dunia bisnis dan sebatas saingan saja.


Davin tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Nicolas.


"Tentu saja sebagai pemilik dari rumah sakit ini, saya berkewajiban untuk melihat semua pasien yang sedang di rawat. Sedikit perhatian pada setiap pasien adalah bentuk kepedulian untuk berterima kasih kepada pasien kami. Bukan begitu dokter Nita." Balas Davin melihat ke arah Nicolas, lalu beralih melihat ke arah Nitami.


Nitami terdiam melihat datar ke arah Davin.


'Apa yang ingin coba kau lakukan kali ini, Davin?' Gumam Nitami di dalam hatinya.


"Tentu saja tuan." Balas Nitami akhirnya mendukung tindakan baik dari Davin.


Tidak ada salahnya pemilik rumah sakit mengunjungi dan sedikit bersimpati pada setiap pasiennya. Itu akan memberikan nilai plus dari setiap pasien yang di rawat di rumah sakit ini untuk pihak rumah sakit Golden Healthy.


"Oiya tuan Nicolas, aku lupa memberitahukan sesuatu kepada anda." Ucap Davin tersenyum senang ke arah Nitami.


Nitami merasa senyum Davin mencurigakan. Tiba-tiba ada perasaan tidak nyaman saat melihat senyum Davin yang menyiratkan sesuatu mencurigakan.


"Apa itu, tuan Davin?" Tanya Nicolas menatap datar ke arah Davin.


Bukannya langsung menjawab, Davin melangkah mendekati Nitami dan berdiri di sampingnya. Nitami tidak bisa membaca pergerakan yang ingin di lakukan oleh Davin saat ini. Dengan gerakan cepat Davin merangkul pinggang Nitami dengan mesra, sembari berkata dan melihat ke arah Nicolas.


"Perkenalkan dokter Nita ini, sebenarnya adalah istri pertamaku, tuan Nicolas." Ucap jujur Davin yang cukup membuat Nicolas, Nitami dan Rey terkejut bukan main. Terlebih lagi Nitami yang tidak percaya akan pengakuan Davin, ini untuk pertama kalinya Davin mau mengakui dirinya sebagai seorang istri di hadapan orang lain.


Sedangkan Nicolas dan Rey terkejut tidak percaya, karena yang mereka tahu istri Davin adalah Fransisca Raiden. Seorang artis dan model papan atas yang cukup terkenal beberapa tahun terakhir ini.


"Apa ini lelucon, tuan Davin?" Tanya Nicolas dengan senyum tipis tidak percaya akan ucapan Davin.


Nicolas mengepalkan tangannya yang ada di atas sandaran kursi rodanya, melihat tangan Davin tengah merangkul mesra pinggang Nitami. Dia marah dan cemburu wanitanya di sentuh oleh pria lain.


"Apa yang coba kau lakukan davin?" Tanya bisik Nitami tidak nyaman akan situasinya sekarang.


"Aku tidak melakukan apapun? Aku hanya memperkenalkan istriku padanya, agar dia tahu batasan yang dia miliki. Ingat Nitami kau masihlah istri pertamaku, jangan lupakan itu." Bisik balasan dari Davin, dengan menekan beberapa kata pada setiap kalimatnya.


Nitami melihat cepat ke arah sampingnya, begitu juga Davin menatap Nitami dengan senyum kemenangan di wajahnya. Sedangkan Nicolas masih menahan rasa marah dan cemburu melihat sikap Davin yang terlihat sangat mesra pada Nitami. Nicolas terlihat menggelap akan tindakan Davin pada wanitanya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2