Cinderela Modern

Cinderela Modern
RENCANA JAHAT ATHENA


__ADS_3

"Kalau lo gak mau, lo bisa bilang dengan cara baik-baik, gak perlu pakai kasar segala." sinis Aslan tajam.


"Lann gue gak bermaksud gitu." Icha mencoba membela diri.


"Lea itu sahabat lo, dia perhatian sama lo, tapi sikap lo kayak gini, sahabat macam apa lo."


"Gue...." suara Icha tercekat, Aslan membentaknya didepan teman-teman kelasnya yang sudah mulai berdatangan, Icha akui dia memang salah, tapi gak seharusnya Aslan membentaknya seperti ini, hal ini membuat Icha terluka.


"Lann." timpal Lea, "Gue gak apa-apa, jangan bentak Icha seperti itu." Lea yang baik hati meskipun kecewa dengan sikap Icha, tapi tetap gak rela melihat sahabat baiknya dibentak, "Gue yang salah, maksa Icha nerima bekal yang gue buat."


"Apa yang terjadi." terdengar kasak kusuk dari para siswa dan siswi yang baru berdatangan.


"Icha dan Lea bertengkar." Gita menjawab.


"Akhhh, gak mungkin, orang mereka adalah sahabat sejati kok." Nana jelas gak percaya.


"Suami istri saja bisa bertengkar, apalagi cuma sahabatan, nohh lo lihat buktinya mereka pada ribut."


"Bener juga sieh."


Aslan menyahut, "Lo lihat Cha, Lea begitu sangat baik dengan lo, bahkan dia tidak marah sedikitpun dengan apa yang lo lakukan dia."


"Aslann udah, jangan salahin Icha lagi."


Karna gak tahan terus disalahkan begitu, Icha berbalik dan berlari menerobos kerumunan teman-temannya yang menontonnya, Icha berlari, gak terasa air matanya berjatuhan.


"Chaaa." Lea berniat menyusul Icha, namun lengannya ditahan oleh Aslan, "Udah Le, gak usah dikejar."


"Tapi Lan Ichaa..."


"Bentar lagi bel masuk, dia juga pasti bakalan kembali." hal tersebut mengurungkan niat Lea menyusul Icha.


***


Sakit, itulah yang dirasakan oleh Icha, ini untuk pertama kalinya Aslan membentaknya, Icha sadar kalau dirinya memang salah, dia juga berniat minta maaf sama Lea, tapi Aslan justru marah-marah seolah-olah dia telah melakukan dosa yang tak termaafkan.


Icha berlari tanpa mempedulikan sekelilingnya dan tiba-tiba,


Brakkk


Dan tanpa sengaja Icha menabrak seseorang, Icha yang masih berdiri kokoh kembali berlari tanpa mau bersusah-susah melihat kondisi orang yang ditabrak, bahkan meminta maafpun tidak.


Sementara gadis yang ditabrak mengaduh kesakitan memegang pantatnya.


"Awwwh pantat gue." gadis itu berusaha untuk berdiri dan memandang punggung gadis yang menabraknya barusan.


"Dasar gadis bar-bar, main tabrak, terus lari gitu aja, dasar gak bertanggung jawab." rutuk gadis tersebut yang tidak lain adalah Athena, dia semakin kesel setelah mengetahui siapa yang menabraknya.


Athena mengerutkan keningnya melihat arah yang dituju Icha, "Ehh, tunggu dulu deh, ngapain sik bar-bar itu lari kearah toilet rusak." Athena bertanya pada diri sendiri.


Karna penasaran, dia diam-diam menyusul Icha, "Daripada penasaran, mending gue susul aja deh, gue ingin tahu apa yang dilakukan oleh sik bar-bar itu."


Hawa-hawa ganjil bisa dirasakan oleh Athena begitu dia memasuki toilet tersebut, bulu kuduknya merinding, "Apa benar sik bar-bar itu kemari, dia meskipun jagoankan penakut."


Athena mulai menyesali kekepoannya, "Gue balik aja deh, bisa-bisa ntar gue kesurupan lagi."

__ADS_1


Saat dia sudah membalikkan tubuhnya untuk keluar, terdengar suara tangisan yang menyayat hati, "Astagfirullah." Athena gemetar, "Jangan bilang itu Markunah." Athena bergidik ngeri, membayangkan dirinya bertemu dengan Markunah, hantu legendaris SMA PERTIWI.


Namun seperti yang sering terjadi difilm-film horor, meskipun takut, rasa penasaran dominan menguasai keingintahuan Athena, sehingga dia secara perlahan mendekat pada salah satu pintu toilet dan menempelkan telinganya dipintu, satu detik dua detik dan setelah berfokus mendengarkan, Athena mengenali suara itu.


"Sik bar-bar, iya benar itu suara sik bar-bar, apa dia menangis." Athena kembali menempelkan telinganya untuk memastikan, "Benaran itu dia." Athena tersenyum licik karna mendapat ide untuk membalas sakit hatinya pada Icha.


Dari luar Athena mengunci toilet yang dimasuki oleh Icha, dan setelah melakukan hal tersebut, Athena mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Kiara.


Ki, lo dimana


Gue dikelaslah, dimana lagi, lha, lo dimana Na, buruan ke kelas sebelum bu Vivi masuk, udah bel juga.


Lo ke toilet belakang sekolah, ajak Andin sekalian.


Ke toilet belakang sekolah, gila lo, ngapain, tempat itukan serem


Elahh, jangan banyak tanya, datang aja kemari, pokoknya lo pasti gak nyesel deh.


Dikelas sebelas IPA 2, Kiara mengerutkan keningnya membaca pesan yang dikirim sahabatnya tersebut, Andin yang duduk disampingnya bertanya, "Kenapa lo Ki, kayak lihat hantu saja."


"Athena, nyuruh kita ke toilet belakang sekolah."


"Whatt." Andin tentu saja kaget, karna tempat itu adalah salah satu tempat yang paling dihindari disekolah, "Ke toilet belakang sekolah, ngapain, mau ngapelin mas genderuwo, dihhh gue masih doyan manusia kali."


"Duhhh... gue juga gak tahu, pokoknya kita disuruh datang, katanya kalau kita gak datang kita bakalan nyesel."


"Emang ada apaan disitu, ada konser hantu."


"Mana gue tahu."


"Ya udah yuk, gue penasaran nieh." Kiara menarik tangan Andin.


"Gampang itu, bilang saja kita ketoilet."


Karna dipaksa, akhirnya Andin mengikuti Kiara juga.


Sebelum mereka berjalan, kembali pesan masuk ke ponsel Kiara.


Jangan lupa bawa air juga, pinjem ember sama pak Surip.


"Astagaa, apa lagi ini, suruh bawa ember dan air segala lagi." Kiara terlihat frustasi.


"Mau ngapain sieh tuh anak, mau cebok dia disana." timpal Andin yang juga gak habis fikir.


Kiara makin heran, sahabatnya cantiknya yang terlalu normal ini menjadi aneh, menyuruhnya datang ketoilet belakang sekolah saja sudah aneh, pakai bawa ember segala lagi.


****


Athena berdiri diluar toilet menunggu kedatangan sahabatnya.


"Lama amet sieh lo." Athena ngomel begitu melihat kedatangan sahabatnya itu sambil membawa apa yang diminta.


"Lo fikir ini ringan apa, berat Na." ketus Kiara sambil membawa apa yang diperintahkan oleh Athena.


"Emang buat apa sieh, masak iya lo mau cebok."

__ADS_1


Bukannya menjawab keingintaahuan Andin dan Kiara, Athena malah tersenyum jahat.


Melihat senyum gak wajar tersebut membuat baik Andin dan Kiara bergidik ngeri.


"Na, lo kesurupan." simpul Andina.


"Ngaco lo." bantah Athen.


"Habisnya senyum lo mengerikan, jadi takut gue."


"Lo tahu gak siapa yang didalam."


"Siapa memangnya."


"Gadis bar-bar itu."


"Icha maksud lo."


Athena mengangguk.


"Ngapain dia sini."


"Nangis."


"Hah, kok bisa, gadis seperti dia nangis." heran Andin dan Kiara, karna setahu mereka Icha adalah gadis galak dan pemberani, pokoknya tipe-tipe gadis yang gak mungkin nangis gitu lho.


Athena mengangkat bahu yang menandakan bahwa dia juga gak tahu penyebab Icha nangis, "Gue berharap sieh, dia dicampakkan oleh Laskar."


"Amin." lafal Andin dan Kiara kompak


"Mudah-mudahan sik Laskar sadar, kalau gadis jelek kayak Icha gak pantas untuk dia."


"Teruss, rencana lo apa."


Athena meminta dua sahabatnya itu mendekat dan kemudian membisikkan sesuatu ditelinga mereka.


Setelah mendengar rencana Athena, Andin dan Kiara tersenyum licik.


"Rencana lo bener-bener keren Na." puji Kiara.


"Ya udah yuk, cepetan, angkat tuh ember." Athena memerintahkan.


Ember berisi air itu kembali digotong oleh Andin dan Kiara membawanya masuk kedalam toilet.


"Lo siap." ujar Athena berbisik didepan pintu toilet yang ditempati Icha.


Andin dan Kiara mengangguk, bersiap menunggu aba-aba dari Athena.


"Satu, dua, tiga."


Dan setelah Athena menyelsaikan hitungannya, Andin dan Kiara mengangkat ember tersebut dan menungkannya dari atas kedalam toilet dimana Icha berada.


"Akhhh." dari dalam terdengar teriakan Icha yang terkejut karna tiba-tiba air dengan deras mengguyur tubuhnya.


Athena, Andin, Kiara diluar cekikikan mendengar suara terikan penderitaan Icha, mereka bertos ria.

__ADS_1


"Mampus lo." gumam Athena sebelum mengajak sahabatnya pergi dari sana.


****


__ADS_2