
"Hai, gue harap gue gak telat." intrupsi Laskar yang baru datang, dia tersenyum, senyum yang dipaksakan, apalagi melihat Icha, yang selama seharian ini menghindarinya.
Icha langsung membuang muka begitu melihat Laskar, sejujurnya dia malas didekat Laskar.
"Hai Laskar." Lea membalas sapaan Laskar, "Lo gak telat kok, Aslan dan Icha juga baru saja sampai, guekan nunggu Aslan dulu baru tiup lilin."
"Syukur deh kalau gitu." ujar Laskar memperhatikan Icha, tapi orang yang perhatikan malah membuang muka, "Icha cantik sekali." pujian yang hanya diucapkan dalam hati.
"Lo tampan banget Las." puji Lea mengalihkan perhatian Laskar dari Icha.
"Akhh, lo bisa aja." jawab Laskar salting gak narisis seperti biasanya.
Lea menyenggol Lengan Icha yang dari tadi diem, "Icha beruntung banget punya pacar kayak lo Las, udah tampan, kaya, baik hati pula." Lea menaikkan turunkan alisnya menggoda Icha.
Icha yang tengah marahan sama Laskar hanya mendengus, "Apaan sieh lo, lo muji Laskar didepan pacar sendiri."
"Setampan-tampannya pacar lo, jelas donk pacar gue yang lebih tampan." Lea memandang Aslan dengan penuh cinta.
Aslan hanya tersenyum merespon ucapan Lea.
"Oh ya, selamat ulang tahun ya Le, semoga panjang umur." doa Laskar.
"Aminn."
"Ya udah Le, tiup lilin sekarang aja yuk." Icha mengintrupsi, dia gak mau berlama-lama didekat Laskar.
"Baiklah."
Lea melilitkan tangannya di lengan Aslan dengan manja, "Ayok sayang."
"Eh tunggu dulu." Lea sedikit menyingkap jaket hitam yang dikenakan oleh Aslan, kemudian mengalihkan matanya pada Icha, "Kalian pakai baju couple ya."
Ternyata Aslan juga mengenakan baju couple yang dibelikan oleh mama dan papanya sama seperti Icha, dan sejak tadi baik Aslan dan Icha tidak menyadarinya, mata jeli Lealah yang pertama kalinya menyadarinya.
Aslan dan Icha saling lirik satu sama lain, karna gak menyangka mereka mengenakan baju couple pemberian mama Dina dan papa Ridho.
"Kalian janjian ya." Lea jadi bete, apalagi mengingat Aslan tidak mau mengenakan baju yang dia berikan, tujuan Lea memberikan baju tersebutkan biar matching dengan gaun yang dia kenakan, dengan alasan tidak menyukai warnanya Aslan tidak mau memakai baju pemberiannya, eh ini malah Aslan memilih baju samaan dengan Icha, jadi wajar saja kalau Lea jadi kesel.
Aslan mencoba untuk menjelaskan "Bukan begitu Le, kami berdua gak janjian mengenakan baju couple begini, hanya saja mungkin baik menurut gue dan Icha baju inilah baju yang cocok untuk dipakai diacara ulang tahun seperti ini."
"Iya Le, lo jangan marah gitu donk, masak hanya kami pakai baju couple lo jadi bete gini, gak asyik lo kayak anak kecil saja."
"Jangan marah donk, kan gak lucu dihari ulang tahun lo sendiri, lo manyun gini." bujuk Aslan merayu Lea, "Ntar cantiknya hilang lho."
"Habisnya kamu ngeselin sieh."
"Ya udah gue minta maaf, lo mau gue ngelakuin apa supaya lo maafin gue."
Mendengar tawaran menggiurkan dari Aslan tersebut membuat bibir Lea yang tadinya maju dua senti kini melengkung menciptakan senyum manis, "Kamu mau ngelakuin apa yang aku minta."
__ADS_1
"Iya." jawab Aslan sabar.
"Serius."
"Iya Lea, gue serius."
Lea jadi antusias, dia lalu menyebutkan apa yang dia inginkan, "Baiklah, sebagai pacar, aku mau, kamu nemenin aku tiup lilin."
"Tiup lilin."
"Iya, biar romantis kayak di film-film"
"Mmm, harus gitu gue juga ikutan tiup lilin."
"Kamu gak mau ya." mulai manyun lagi.
"Gue mau kok." balas Aslan terpaksa.
Menurut Aslan hal itu kekanak-kanakan, tapi karna sudah berjanji, jadi gak mungkin untuk menolak.
"Yeyyy." Lea udah persis kayak anak kecil saja, "Makin cinta deh."
"Dasar labil." gumam Icha tanpa suara.
****
Happy birthday to you.
Happy birthday to you.
Happy bithday.
Happy birthday Lea.
Suara paduan suara temen sekolah sekaligus tamu undangan lainnya mengalun menyanyikan lagu ulang tahun untuk Lea, sepanjang acara Lea tidak pernah berhenti tersenyum, dia merasa menjadi gadis yang paling bahagia, diusianya yang menginjak 18 tahun kehidupannya bisa dibilang sempurna, punya keluarga kaya dan sangat menyayanginya, dengan limpahan materi sehingga apapun yang diinginkan pasti akan dituruti, selain itu juga dia memiliki sahabat sejati seperti Icha, dan ditambah lagi dia sekarang pacaran dengan Aslan, laki-laki yang sejak dulu ditaksirnya kini telah menjadi kekasihnya.
Lea menarik Aslan yang berada disebelah kanannya untuk lebih mendekat untuk meniup lilin bersama begitu alunan lagu ulang tahun selesai dinyanyikan.
"Satu, dua, tiga." Lea memberi intruksi dan mereka meniup lilin bersama.
Begitu lilin yang menancap pada kue padam sempurna, terdengar gemuruh tepuk tangan dari tamu undangan.
Melihat hal tersebut, teman-teman satu sekolah, lebih-lebih teman satu kelas mereka menduga kalau antara Aslan dan Lea memiliki hubungan istimewa, dan hal itu terjawab begitu acara tiup lilin selesai, dengan menggamit lengan Aslan Icha mengumumkan, "Hai semuanya, terimakasih telah datang menyempatkan diri untuk datang ke acara ulang tahun gue, dan disini juga sekaligus gue ingin memberitahu kalau gue dan Aslan resmi berpacaran."
Banyak cewek patah hati mendengar berita tersebut, salah satunya adalah Athena mantan kekasih Aslan.
"Apa, gak mungkin." geram Athena mengetahui berita mengejutkan itu, "Sik cupu itu pacaran sama Aslan, benar-benar gak bisa dipercaya, berani-beraninya dia mengambil Aslan dari gue." Athena mengepalkan tangannya, padahalkan dia masih berharap balikan sama Aslan.
Andin dan Kiara berusaha menenangkan sahabatnya, gak lucu juga kalau Athena sampai membuat masalah dengan mengacaukan pesta Lea, "Sabar Na, sama seperti Laskar dan Icha, palingan juga hubungan mereka gak bertahan lama."
__ADS_1
"Benar Na, lagian dibandingin lo, sik cupu itu gak ada apa-apanya."
"Gue harus mendapatkan Aslan kembali, bagaimanapun caranya." geram Athena yang hatinya panas membara.
Sementara itu didepan, mama dan papa Lea memberi selamat pada putri bungsu mereka.
"Selamat ya sayang, semoga anak mama selalu bahagia." mamanya Lea mencium pipi sang anak.
"Makasih ma."
"Anak kesayangan papa, ternyata sudah gede, selamat ulang tahun ya sayang, udah gede gini ngambeknya dikurangin ." sang papa memeluk putri bungsunya dengan sayang.
"Ihh papa, jangan buka kartu donk, malu." rajuk Lea memeluk papanya.
Sang papa terkekeh, "Nak Aslan, saya harap nak Aslan sabar dalam menghadapi anak om yang manja ini."
Aslan tersenyum tipis dan mengangguk.
"Sayang, ayok potong kuenya." sang mama mengintrupsi.
Lea melepaskan pelukannya pada sang papa, dia memotong kue, potongan pertama yang diberikan pada mama dan papanya, dan potongan kedua yang diberikan pada Aslan.
***
Untuk perayaan ultah putri tercinta mereka, kedua orang tua Lea sampai mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengundang penyanyi yang di idolakan sang anak untuk memeriahkan acara. Lea yang telah merancang sendiri ulang tahun impiannya membisikkan sesuatu pada Gita yang ditunjuk secara khusus oleh Lea sebagai mc.
Gita tersenyum setelah mendengar apa yang diinginkan oleh Lea, dia kemudian mengumumkan keinginan sang empunya pesta, "Baiklah semuanya, acara selanjutnya adalah dansa."
Beberapa orang dengan antusias menyambut hal tersebut dan tanpa berlama-lama turun ke lantai dansa dengan pasangan masing-masing.
"Icha." Lea menarik Icha dan membawanya ke hadapan Laskar yang sejak tadi bergabung dengan teman-teman kelasnya yang cowok.
Mengetahui niat Lea, Icha berusaha berontak, "Mau apa sieh lo Le."
"Lo sama Laskar harus turun ke lantai dansa."
"Gak." tolak Icha cepat, "Gila lo ya, gue mending disuruh lari keliling GBK 100 kali daripada harus berdansa."
Namun Lea mengabaikan protes Icha sampai tiba didepan Laskar yang langsung menatap Icha sendu, Icha sejak tadi terus menghindarinya, padahal dia ingin menjelaskan tentang foto-foto yang dikirim oleh Athena.
"Las, katanya Icha mau dansa nieh." fitnah Lea.
"Lea." ketus Icha kesel dengan sahabatnya ini.
"Ohh, oke." jawab Laskar tanpa ragu, dia fikir ini adalah kesempatannya untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi pada Icha.
Lea terkekeh, melepaskan tangannya yang tadi menarik Icha dan menyerahkannya pada Laskar, "Nikmati acaranya oke." ujarnya tanpa dosa meninggalkan kedua sejoli tersebut, dia sendiri kembali pada Aslan yang juga akan berdansa.
****
__ADS_1