
Begitu memasuki kelas XI IPA dan melihat Athena tengah tertawa-tawa dengan sahabatnya, Laskar dengan langkah lebar menghampiri Athena, dan langsung menarik tangannya.
"Ikut gue." perintah Laskar tanpa bisa dibantah menarik Athena secara paksa.
Athena yang tidak menyadari kedatangan Laskar sudah pasti terkejut saat Laskar menarik tangannya dengan kasar. Anak-anak kelas XI IPA 2 yang tadinya pada tengah ribut karna kebetulan guru mereka belum masuk memusatkan perhatian mereka melihat kedatangan Laskar yang tiba-tiba dan menarik Athena.
"Laskarkan itu, anak XI IPS 5, mau ngapain dia sama Athena."
"Bukannya Laskar pacaran sama Icha."
Anak-anak itu bertanya pada satu sama lain melihat Laskar menarik Athena keluar kelas.
"Athenaaa."
"Duhh mau dibawa kemana dia."
"Ayok cepat susul."
Andin dan Kiara panik, mereka langsung berlari menyusul Laskar dan Athena.
Athena berusaha berontak, "Lepasin gue Laskar, apa-apaan sieh lo." tangannya juga terasa sakit karna Laskar menggenggam tangannya dengan sangat kenceng.
Laskar tidak mempedulikan rengekan Athena, dia terus menyeret Athena.
Andin dan Kiara berlari dibelakang berusaha menyusul langkah lebar Laskar, Athena tidak punya pilihan lain selain berusaha mengimbangi Langkah Laskar kalau dia tidak mau terseret.
"Laskarr, apa yang lo lakukan, lepasin Athena gak." bentak Andin sok galak begitu berhasil mengejar Laskar.
"Gak usah ikut campur lo berdua kalau lo mau hidup tenang." bentak Laskar tidak kalah galak wajah menyeramkan.
Hal tersebut membuat nyali Andin dan Kiara menciut, mereka yang tadi dengan gagah berani ingin membela sahabat mereka Athena kini mundur perlahan.
"Minggir lo." Laskar kembali berjalan dan menarik Athena.
"Maafin kami Na gak bisa bantuin lo." desah Kiara hanya bisa melihat sahabatnya itu ditarik menjauh.
****
Laskar melepaskan pegangannya pada tangan Athena dengan kasar begitu tiba dibelakang sekolah yang membuat Athena yang tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya tersungkur jatuh ke tanah.
"Awww." Athena meringis karna bokongnya terasa sakit.
Kenapa Laskar membawa Athena kebelakang sekolah, karna bisa dibilang belakang sekolah merupakan area yang paling tepat untuk melakukan segala apapun yang sifatnya pribadi, termasuk memberi pelajaran pada gadis yang memiliki niat jahat pada hubungannya dengan Icha.
__ADS_1
Athena mengelus pergelangan tangannya yang terasa nyeri, setelah sadar dia berada dimana, Athena perlahan mendongak menatap Laskar yang berdiri dihadapannya.
"Kenapa lo bawa gue kemari, lo mau apa, jangan macam-macam lo."
Seperti yang dilakukan Icha, Laskar juga melemparkan amplop berwarna coklat berisi foto-foto dirinya dan Diana dipangkuan Athena, "Jelaskan maksud lo mengirimkan itu semua ke Icha ."
Tanpa perlu melihat isi amplop tersebut karna dia sendiri yang mengirimnya, Athena berusaha mengelak, "Ini apa, gue gak ngerti." ya gak mungkinlah dia ngaku semudah itu.
"Jangan pura-pura polos lo." Laskar membentak melihat Athena yang berusaha mengelak tidak mengakui perbuatannya, "Gue tahu lo yang mengambil foto-foto itu dan mengirimkannya pada Icha, maksud lo apa, lo ingin menghancurkan hubungan gue dengan Icha, salah kami apa sama lo sampai lo ingin menghancurkan hubungan kami." cecar Laskar dengan suara menggelegar.
"Foto apa maksud lo, gue benar-benar gak ngerti." masih kukuh dia gak mau ngaku, "Lagian ngapain juga gue mau merusak hubungan lo dengan gadis bar-bar itu, gue gak suka juga sama lo, jangan sok ganteng deh lo."
Ingin rasanya Laskar menonjok Athena, namun kesadarannya masih menguasai dirinya, dia ingat bahwa Athena adalah cewek, "Lo memang gak suka sama gue, tapi gue yakin lo punya dendam sama Icha."
"Sok tahu lo." Athena berusaha bangkit.
"Terus ini apa." Laskar berjongkok menyejajarkan wajahnya dengan Athena, memandang Athena tajam dia merebut amplop yang berada ditangan Athena, mengeluarkan isinya dan melemparkannya kewajah Athena, "Gue yakin ini adalah kerjaan lo."
Masih dengan pura-pura polos Athena berkata, "Ini siapa, ini selingkuhan lo ya, jangan melempar kesalahan pada orang lain ya."
"Gue tahu, lo ada dicafe yang sama dengan gue kemarin saat gue tengah bersama Diana, dan lokan yang diam-diam ngambil foto-foto ini untuk membuat hubungan gue dan Icha berantakan."
"Sudah gue bilang, gue gak tahu apa-apa tentang foto-foto itu."
"Gue...gue...gue rasa lo salah paham."
Habis sudah kesabaran Laskar, tangannya reflek menarik rambut lebat Athena membuat kepala Athena tertarik kebelakang, "Awww sakit Laskar, lepasin." jerit Athena.
Laskar makin kuat menarik rambut Athena, sampai akhirnya Athena menyerah, "Iya iya gue ngaku, gue yang mengambil foto-foto itu dan mengirimkannya pada Icha, tapikan gue gak salah, lo yang salah, lo itu selingkuh dan Icha harus tahu kalau dia pacaran sama cowok brengsek kayak lo."
"Diam lo, kalau lo gak tahu apa yang terjadi sebenarnya tutup mulut lo."
"Lepasin Laskar." Athena merengek.
Karna gak tega melihat ringisan kesakitan Athena, membuat Laskar akhirnya melepaskan tangannya dari rambut Athena.
"Lo jugakan yang ngunci Icha dikamar mandi dan ngerjain dia habis-habisan waktu itu."
Glek, Athena menelan ludah, kalau dia mengakui kesalahannya yang itu juga pasti Laskar akan tambah ngamuk.
"Lo kan orangnya." bentak Laskar karna Athena tidak menjawab.
Takut Laskar berbuat lebih jauh, membuat Athena menangis, "Maafin gue, gue janji gak bakalan ngelakuin itu lagi, gue ngelakuin hal itu karna kesel sama Icha karna gara-gara dia gue putus sama Aslan."
__ADS_1
Laskar menggeleng, "Bukan karna Icha, tapi karna memang lo wanita jahat yang gak pantas bersama dengan Aslan, dan lo gak lupakan, bukan Aslan yang ninggalin lo, tapi lo yang mutusin Aslan."
"Tapi guekan gak benar-benar berniat mutusin Aslan, gue hanya berharap dia sadar akan sikapnya yang selalu mementingkan Icha ketimbang gue, gue ingin Aslan menyadari kalau gue berarti untuknya." Athena mulai sesenggukan.
Kasihan juga Laskar melihat Athena, "Sudah mending lo berhenti nangis, kali ini lo masih gue maafin, tapi ingat, sekali lagi lo ngusik hubungan gue dan Icha, lo gak bakalan bisa hidup dengan tenang."
Setelah itu Laskar meninggalkan Athena sendiri yang masih menangis meratapi dirinya.
****
"Jangan lupa ya nanti malam pada datang." pesan Lea pada teman-temannya saat bel pulang sekolah berbunyi, nanti malam adalah perayaan pesta ulang tahunnya.
"Pasti donk, kita gak mungkin ngelewatin pesta ulang tahun lo yang udah pasti meriah, kapan lagi coba bisa makan enak dan gratis." sahut Marhun.
"Ahkk elo, makan aja yang ada diotak lo." timpal Nana.
"Biarin aja, kalau gak makan mati kita."
Lea terkekeh mendengar perdebatan teman-teman kelasnya.
"Le, kenapa masih duduk, gak pulang." tanya Gita melihat Lea yang masih duduk dibangkunya.
"Gue nunggu Aslan, masih ada urusan dia sama pak Top." jawab Lea karna Aslan berjanji akan mengantarnya pulang.
"Ohh, selamat menunggu kalau gitu, duluan Le."
"Iya."
Lima belas menit kemudian barulah Aslan datang dan melihat Lea masih setia menunggunya, wajah Lea berubah cerah begitu melihat kedatangan sang pujaan hati.
"Aslan, udah selesai." Lea berjalan menghampiri Aslan dibangkunya.
"Iya, maaf ya karna membuat lo lama menunggu."
"Gak kok."
"Yuk balik." ajak Aslan.
"Yukk."
Mereka berjalan beriringan keluar kelas.
*****
__ADS_1