Cinderela Modern

Cinderela Modern
PUTUS


__ADS_3

Kelas dikejutkan dengan kedatangan mendadak Athena yang main masuk saja ke kelas XI IPS 5, sebenarnya sieh gak ada masalah dengan kedatangan Athena, anak-anak kelas itu pada yakin kalau Athena kesana pasti mau nyamperin Aslan pacarnya, sesuatu hal yang wajar, tapi masalahnya adalah, Athena main masuk saja tanpa mempedulikan pak Top yang masih belum keluar, entah dia gak lihat atau gimana hanya dia dan Tuhan yang tahu, sementara Andin dan Kiara menunggu diluar. Athena berjalan kearah Aslan dan berhenti didepannya, wajah Athena kelihatan suram, penghuni kelas itu menduga pasti ada sesuatu yang terjadi antara Athena dan Aslan, mereka yang tengah membereskan alat tulisnya langsung memberikan perhatian mereka pada Aslan dan Athena, menunggu apa yang akan terjadi.


Pak Top ingin menegur Athena karna dengan tidak sopannya main nyelonong, Namun kalimatnya terhenti ditenggrokan karna Athena lebih dulu buka suara.


"Aslan kita putus." langsung tanpa basa-basi, mutusinnya didepan kelas lagi.


Untuk beberapa saat tidak ada respon dari Aslan, dia hanya memandang Athena, ekpresinya tidak berubah, tetap datar seolah-olah kalimat putus tersebut tidak berarti apa-apa baginya, atau mungkin benar tidak berarti apa-apa.


Semua anak XI IPS 5 menunggu jawaban Aslan, banyak yang berharap terutama anak-anak cewek kalau Aslan mengiyakan, kan lumayan kalau Aslan putus bisa digebet, secara gitu ganteng, pinter, kaya lagi, maka, nikmat Tuha yang mana lagi yang akan kamu didustakan.


"Bilang iya." suara hati Lea penuh harap.


"Bilang iya Aslan kalau lo ingin putus." suara hati Icha.


Dan harapan mereka terkabul karna Aslan berkata, "Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, aku bisa apa." jawab Aslan santai, dia kembali memasukkan alat tulisnya kelaci meja seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


Athena yang tidak pernah menduga akan jawaban Aslan menggeram, wajahnya merah padam menahan amarah, tangannya dikepalkan, jangankan membujuknya untuk menarik kalimat putus itu, malah Aslan langsung mengiyakan keinginannya, siapa yang tidak gondok coba, meskipun mengatakan putus, tapikan Athena berharap Aslan merana dan patah hati, dan merayunya supaya Athena tidak memutuskannya, bukannya biasa-biasa begitu, hal tersebut diluar ekspetasi Athena.


Ada banyak yang menyukai berita ini terutama kaum hawa, dan yang paling pasti Icha dan Lea salah dua diantaranya dengan alasan yang berbeda, Icha seneng Aslan putus dengan Athena karna memang dia tidak menyukai Athena, karna Athena angkuh, sombong dan sok cantik, pokoknya menurut Icha, Athena tidak pantaslah sama Aslan.


"Alhamdulillah." seru Icha mengusapkan kedua tangannya diwajah kayak orang habis berdoa yang doanya langsung dikabulkan.


Sedangkan Lea tentu saja menyambut dengan suka cita putusnya Aslan dan Athena karna dia menyukai Aslan, dengan putusnya merekakan dia jadi punya kesempatan ngedekatin Aslan, sehingga tidak heran ketika Aslan mengiyakan ucapan Athena, Lea tidak hentinya berujar, "Yess, yes, yes." dengan suara kecil yang hanya didengar oleh Icha.


"Ini pasti menjadi hari terbahagia sepanjang hidup lo ya." komentar Icha melihat ekspresi bahagia Lea.


Lea tersenyum lebar, "Pastinya, gue bakalan ngasih santunan buat anak yatim piatu dan fakir miskin sebagai rasa syukur gue."


"Dasar jahat lo."


"Jangan sok menjadi orang yang paling sedih saat sahabat lo diputusin Cha, gue yakin lo bahagia juga melihat Aslan dan Athena putus."


"Sok tahu lo." lisan Icha disertai senyum.

__ADS_1


"Tuhkan benar." simpul Lea melihat senyum Lea yang berarti "iya" untuk dugaannya, "Berarti mulai saat ini, lo harus kerja keras Cha buat ngedekatin gue sama Aslan."


"Dihh, lo fikir gue gak punya kerjaan apa."


"Ini sekarang jadi kerjaan lo."


"Ogah, usaha aja sendiri."


"Lo mah suka gitu Cha sama sahabat sendiri, ayoklah bantuin gue, mumpung kesempatan terbuka lebar." Lea memohon.


"Apa-apaan sieh, kak Gibran minta gue ngecomblangin dia sama Lea, Lea sendiri minta gue ngedekatin dia sama Aslan, pusing gue, kenapa cinta bisa seribet ini." keluhnya dalam hati.


"Ya ntar gue bantuin sedikit." ujarnya biar urusan cepat selesai, namun janji kosong itu lebih dari cukup membuat Lea tersenyum.


"Lo juga bakalan keciprat santunan gue Cha, sehari ini apapun yang lo inginkan bakalan gue turuti."


"Beneran lo."


"Kapan gue pernah bohong."


Didepan tengah terjadi ketegangan, dua orang ini malah ingin merayakannya.


****


Mulai sekarang Lo sepertinya harus bekerja keras untuk mendapatkan Lea.


Icha mengechat Gibran.


Butuh setengah detik untuk Gibran membalas pesan yang dikirim Icha.


Maksud lo apa


Ada cowok yang menyukai Lea ya

__ADS_1


Namun karna malas ngetik, Icha gak membalas pesan Gibran, hal tersebut membuat Gibran mengirimi Icha pesan bertubi-tubi.


Cha, balas donk


Kebiasaan banget sieh lo bikin orang penasaran.


Ichaaa


Siapa cowok yang menyukai Lea, lebih ganteng dari gue ya.


Icha hanya membaca pesan-pesan itu, tetap tidak membalasnya, ujar Icha dalam hati membaca pesan terakhir yang dikirim Gibran adalah, "Cowok itu adalah Aslan, adek lo, jelaslah dia lebih ganteng dari lo, dan bukannya Aslan yang suka sama gebetan lo, tapi Lea yang ngebet sama dia."


Bahkan Gibran menelpon Icha, namun langsung dirijek oleh Icha, karna saat ini dia tidak mau melewatkan satu detikpun adegan seru didepan, dia berharap sieh ada adegan tangis-tangisan gitu biar kayak didrama-drama gitu.


"Lo bakalan nyesel, diluar sana banyak yang jauh daripada lo yang nyukain gue." ujar Athena.


Jawaban Aslan malah begini, "Aku akan mendoakan supaya kamu mendapatkan yang terbaik Na."


Siapa yang gak nyesek coba mendengarnya.


Entah kenapa Aslan merasa bebas, tidak meraskan sakit hati sedikitpun putus dengan Athena, mungkin dia baru menyadari kalau Athena tidak cocok dengannya, dan mungkin lebih baik Athena bersama cowok lain yang lebih bisa membuat Athena bahagia.


Dengan menahan tangis Athena menghentakkan kakinya dengan suara yang cukup keras ke lantai, berbalik dan berjalan menuju pintu keluar, sebelum bener-bener pergi, Athena memandang Icha dengan penuh kebencian, karna Ichalah penyebab hubungannya kandas seperti ini, karna Aslan lebih mementingkan Icha daripada dirinya, Aslan selalu menomerduakannya, Icha balas memandang Athena dengan pandangan menantang.


"Cha, kenapa Athena mandangin lo kayak gitu." tanya Lea berbisik.


"Benci kali sama gue."


"Ini semua gara-gara lo gadis bar-bar, gue bersumpah bakalan buat hidup lo menderita" Athena berteriak sebelum berlari keluar, dua temannya berlari mengejarnya.


"Anjirr, kenapa gue dibawa-bawa sama dia, rasanya ingin gue jahit bibir monyongnya." geram Icha panas.


"Wah wah, saya sampai terpaku menyaksikan adegan live drama sampai lupa kalau saya akan keluar." sindir pak Top, ternyata dia menikmati juga suguhan real drama yang diperankan oleh Athena, Aslan dan Icha.

__ADS_1


"Lebih seru dari drama koreakan pak." sokong Gita.


****


__ADS_2