
Laskar tiba dirumah besarnya, dia terlihat lesu, tahu sendiri donk penyebabnya, meskipun dia bilang dia baik-baik saja, tetap saja ada rasa sedikit rasa sedih dihatinya karna mendapat penolakan dari gadis yang dia cintai. Dan begitu dia membuka pintu, konfeti ditaburkan kearahnya yang membuatnya kaget.
"Astagaaa, apa-apaan ini." desisnya, dia tidak mengira bakalan disambut seheboh ini.
Ternyata hal tersebut adalah ulah mamanya yang mengerahkan seluruh pelayan rumah untuk menyambut kedatangannya dengan menaburkan konfeti, fikir mama Bella anaknya akan membawa berita bahagia.
"Selamat datang anak mama." kembali melemparkan konfeti yang diikuti oleh pelayan lainnya yang juga memberikan ucapan selamat datang pada Laskar.
"Selamat datang tuan muda." koor para pelayan tersebut.
"Mama, apa-apaan sieh ini." Laskar menyuarakan kekesalannya.
Namun ternyata mama Bella tidak bisa membaca ekspresi anaknya, sehingga masih dengan cerianya dia menarik Laskar dan mendudukkannya disofa ruang tamu, para pelayan mengikuti, merekakan juga ingin tahu apakah tuan muda mereka membawa kabar bahagia, fikir para pelayan itu, siapa tahu kalau hati majikan mereka bahagia mereka dapat kenaikan gaji.
Mama Bela kemudian menanyakan hal yang membuatnya rela menunggu putra tunggalnya itu pulang sekolah daripada menemani suaminya meresmikan cabang perusahaan mereka yang baru, menurut mama Bella, menunggu berita apakah Laskar diterima itu lebih penting ketimbang menemani suaminya.
"Jadi gimana sayang, diterima doank sama gadis yang kamu sukai, secara putra mama ganteng, baik hati, anak orang kaya, coba, sepertinya gak ada alasan putra mama ditolak." mama Bella tentu saja ingin putranya menjawab, "Jelas donk Laskar diterima." itu harapannya.
Laskar menghela nafas, sebelum menjawab keingintahuan sang mama, "Sayangnya, anak mama yang tampan dan baik hati ini ditolak ma sama Icha."
"What." suara mama Bella melengking, "Mustahil, gak mungkin anak mama ditolak, astagaaa, sepertinya gadis yang kamu taksir matanya rabun, ingin rasanya mama membawanya ke dokter mata paling canggih." mama Bella seperti terhina putra kesayangannya mendapat penolakan.
Para pelayan bisik-bisik, "Tuann muda ditolak, kasihan sekali tuan muda."
"Padahal ganteng dan kaya, cari yang seperti apa sieh gadis yang disukai oleh tuan muda."
"Yahhh, gak jadi dapat kenaikan gaji."
"Ini gara-gara mama." Laskar malah menyalahkan mamanya.
"Lhoo, kok bisa gara-gara mama."
"Iyalah, ini karna mama jarang sholat, makanya air yang mama bacakan doa gak mempan, coba kalau mama rajin sholat, pasti doa mama diijabah, dan Laskar pasti diterima."
__ADS_1
"Iya maaf sayang."
"Kok mama minta maaf sama Laskar sih, mama harusnya minta maaf dan tobatnya sama Allah."
"Iya iya." ujar mama Bella nyerah.
"Tuan muda cari wanita lain saja, diluar sana banyak wanita cantik yang ngantri mau jadi kekasihnya tuan muda." saran Sri.
"Lo fikir gue cari pacar hanya karna cantiknya doank, buat apa cantik kalau hatinya kayak iblis, kalau hanya cantik doank sieh sepuluh juga gue dapat hanya dalam satu kedipan mata." Laskar ngegas.
"Yeelah tuan muda, dia yang ditolak, malah melampiaskan kekesalannya sama saya, padahal saran saya baik untuk dia." batin Sri sekarang memilih diam, daripada ngasih saran ntar dibentak lagi.
"Terus kamu rencananya apa selanjutnya." tanya mama Bella terlihat kasihan sama putra kesayangannya itu.
"Laskar pokoknya tidak akan berhenti untuk mendapatkan hati Icha sampai dia mau menerima Laskar ma." ujar Laskar mantap.
"Duhh sayang, kamu kok kayak seperti pengemis begini sieh." mama Bella sepertinya tidak setuju dengan putranya itu, "Lebih baik kamu cari yang lain saja ya sayang."
"Gak bisa ma, Icha itu istimewa, jadi untuk mendapatkan gadis istimewa memang harus butuh perjuangan."
****
Sore itu disebuah kamar yang didominasi oleh warna biru, tiga gadis remaja tengah pada ngerumpi sambil maskeran, ketiga gadis tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Athena, Andin dan Kiara. Sepulang sekolah Andin dan Kiara pergi kerumah Athena karna hari ini Athena tidak masuk karna mendapat tamu bulanan, kedatangan mereka menyambangi kediaman Athena selain motif keduanya adalah untuk menjenguk sahabatnya itu, adalah motif pertama untuk melaporkan gosip, eh salah, bukan gosip sieh, lebih tepatnya kejadian heboh yang terjadi hari ini disekolah, berita manalagi kalau bukan berita tentang Laskar yang nembak Icha, menurut mereka ini adalah berita penting dan Athena harus tahu, memang ada-ada saja, berita begituan dibilang penting, dasar ABG labil.
Sebelum mengaplikasikan masker diwajahnya, Kiara memperhatikan kulit wajahnya sedemikian rupa dicermin sambil berkicau, "Putih iya, mulus iya tanpa jerawat dan komedo, bisa dibilang gue cantik sieh meskipun hidung gue pesek dengan lubang hidung yang cukup besar, dibandingkan dengan manusia purba itu, jauh lebih baik gue kemana-mana lagi." yang dimaksud manusia purba adalah Icha.
"Heh songong, apa sieh yang lo lakukan." Athena menendang kaki Kiara pelan gak ngerti dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut, mereka duduk melingkar dikarpet dengan wadah masker berada ditengah-tengah.
"Jadi Na." Andin bertugas memperjelas maksud Kiara sambil tangannya mulai sibuk mengarahkan kuas pada mangkuk masker, "Sejak disekolah, sik Key." Key panggilan untuk Kiara, "Hampir tiap detik kerjaannya ngaca terus sampai kena marah sama Buser, (Buser singkatan dari butak seram, panggilan yang mereka sematkan untuk pak Dahar guru TIK mereka.)"
"Ngapain, toh lo ngaca pakai kaca dari lima benuapun wajah lo tetap sama."
"Dengerin dulu Na." timpal Andin karna penjelasannya dipotong, "Sik Key ngaca karna mencari kekurangannya jika dibandingkan dengan sik gadis purba itu."
__ADS_1
"Ngapain sieh ngelakuin hal bodoh itu, jelas sik purba itu gak ada apa-apanyalah dibandingkan dengan elo, meskipun lo cantiknya cuna sedikit sieh, tapi tetap cantikan elo lah."
Kiara mendengus, kesal dia mendengar kalimat terakhir Athena.
"Diam dulu napa, denger cerita gue Na, karna lo gak masuk, jadi lo gak tahu kejadian heboh apa yang terjadi disekolah."
"Kejadian heboh apaan memang "
"Lo tahu gak, sik Laskar yang kita incer-incer itu, lo tahu dia suka sama siapa."
"Siapa,? Ratu." tebaknya, Ratu adalah gadis tercantik di SMA PERTIWI.
Andin menggeleng, "Kalau Ratu gak akan seheboh ini, itu merupakan sesuatu hal yang wajar, tapi yang disukai Laskar adalah Icha, Icha Na, gadis yang bahkan mahluk astralpun sepertinya tidak akan mau sama dia."
"Apa, yang benar saja." Athena kaget juga sieh mendengar berita tersebut, dia memang mengetahui Icha dan Laskar dekat, tapi fikirnya mereka dekat hanya sebagai teman saja.
"Benarlah Na, makanya anak satu sekolahan, maksud gue anak-anak cewek sieh pada heran dan gak menyangka, mereka semua pada kompak menyangka kalau cewek jelek yang mirip manusia purba itu menggunakan guna-guna."
"Masuk akal juga sieh." Athena jadi teringat dengan Aslan sang mantan, bisa dibilang mereka putus karna Aslan lebih mementingkan Icha yang hanya berstatus sebagai sahabatnya ketimbang dirinya yang sebagai pacarnya, Athena jadi berfikiran kalau Icha juga mengguna-gunai Aslan.
Kiara buka suara, "Kalau Laskar suka sama Ratu atau elo, atau cewek yang lebih cantik dari gue, gue mungkin akan mengikhlaskan, tapi ini." Kiara nelangsa, "Dia menjatuhkan pilihannya pada cewek jelek dan kucell, sumpah ya gue gak ikhlas melepas Laskar." wajar saja Kiara terlihat menderita begini, diantara mereka bertiga dia yang paling ngebet sama Laskar.
"Teruss menyebalkannya lagi Na." timpal Andin, "Gadis purba itu sok sok jual mahal gitu pakai nolak Laskar, sok cantik banget."
"Masakk sieh."
"Iya."
"Sok banget sieh dia, difikir dirinya cantik apa." timpal Athena.
"Na, kita harus ngasih dia pelajaran, supaya dia gak sok cantik dan kecentilan." yang benar saja bilang Icha kecentilan, yang ada mereka bertiga kali yang kecentilan.
Athena mengangguk setuju, dia memang harus ngasih pelajaran sama Icha, karna dialah penyebab terbesar dirinya putus dengan Aslan.
__ADS_1
****