
"Mana Ucup." ujar Icha sembari mencari keberadaan Ucup didepan sekolah, tidak ada tanda-tandanya disana.
"Dia belum sampai kayaknya."
"Gimana sieh lo, tadi lo bilang dia udah sampai."
"Gue fikir dia udah sampai tadi, gue telpon dia dulu deh."
Lea mendial nomer Ucup sopirnya.
"Cup, lo dimana." tanya Lea begitu panggilannya diangkat.
"Lagi main tik tok neng." jawab Ucup santai tanpa beban.
"Apa, main tik tok, lo gak inget tugas lo hah, supir apaan lo." itu Icha yang menjawab mengingat Lea mengaktifkan pembesar suara.
"Aduh neng Icha, bisa gak bicaranya tidak seperti dihutan, sakit telinga Ucup dengan suara cempreng neng."
"Habisnya majikan lo dalam bahaya, lo malah asyik main tik tok."
"Apa, neng Lea dalam bahaya, apa yang terjadi dengan neng Lea." Ucup khawatir.
"Gue baik-baik aja Cup, sekarang mending cepetan lo jemput gue." jawab Lea.
"Neng Icha bikin panik saja, syukurlah neng Lea gak apa-apa, Ucupkan jadi tidak dipecat oleh nyonya."
"Cup, mending lo buruan datang cepatan." perintah Icha.
"Gimana mau datang neng, saat dalam perjalanan menjemput neng Lea, mobil bannya pecah, masih dibetulin tuh oleh abang bengkel, untuk itu untuk mengisi waktu saya main tik tok." jelas Ucup panjang lebar.
"Ya udah deh Cup."
"Tunggu ya neng, setengah jam lagi pasti kelar."
"Setengah jam dengkul lo, udah keburu lumutan kalau Lea nunggu lo." semprot Icha.
Panggilan dimatikan oleh Lea.
"Gimana nieh." gumam Icha.
Gak sengaja matanya mengarah pada Aslan yang akan memasuki mobil. Icha kembali menarik Lea dan berlari kearah Aslan, saat ini Icha melupakan fakta kalau saat ini dia masih marahan sama Aslan, yang terpenting baginya adalah keselamatan Lea lebih penting.
__ADS_1
"Aslan." teriaknya sehingga menghentikan pergerakan Aslan yang akan membuka pintu mobil, Athena juga melakukan hal yang sama.
Aslan menatap Icha heran, dia ingin bertanya, tapi Icha lebih dulu berkata, "Lan, tolong anter Lea ya."
"Cha, gak usah, ngerepotin Aslan, aku naik taksi aja." tolak Lea, apalagi dilihatnya Aslan sepertinya akan mengantar Athena.
"Jangan protes Le, gue lebih tenang Aslan yang nganterin elo daripada lo pulang naik taksi."
"Eh, lo gak lihat apa, Aslan akan nganterin gue." timbrung Athena tidak terima.
"Gue gak ngomong sama lo ya." tandas Icha.
"Cha, ini ada apa sieh sebenarnya." tanya Aslan untuk pertama kalinya buka suara.
"Anak Tunas Harapan bakalan nyerang sekolah kita, dan anak-anak berusaha nyegat mereka diperempatan supaya anak-anak bisa pulang dengan selamat, oleh karna itu Aslan, gue minta tolong banget sama lo anterin Lea ya, pliisss."
"Astaga, anak Tunas Harapan bakalan nyerang sekolah kita, aduhh, bahaya banget itu, ayok beb kita cepetan pulang sebelum mereka datang." panik Athena.
"Iya, mending lo pada buruan pulang sebelum anak Tunas Harapan sampai, bisa bahaya buat kalian." sokong Icha, "Lan, pliss ya anterin Lea, gue percaya sama lo."
"Oke, gue akan nganterin Lea, lo juga, yuk." Aslan narik tangan Icha bermaksud mengajak Icha pulang bersamanya.
Icha langsung melepaskan tangan Aslan, "Seperti biasa, gue akan ikut ambil bagian, Lan, jangan khawatirin gue, gue akan baik-baik saja, gue hanya ingin lo nganterin Lea dengan selamat." Icha menepuk lengan Aslan, dan setelah mengucapkan keinginannya, Icha langsung berlari.
"Beb, ayok pulang." rengek Athena, dia menatap Lea tidak suka, "Elo, duduk dibelakang, diam dan jangan coba-coba bersuara, karna gue sama Aslan gak mau terganggu dengan suara lo."
Lea hanya menunduk gak berani menatap Athena.
"Na, apaan sieh lo, gue gak suka lo bersikap kasar sama Lea." tegur Aslan.
"Aslan belain gue, senengnya." ujar Lea dalam hati.
"Habisnya dia ganggu sieh Lan."
"Lea itu sahabat Icha, itu artinya Lea juga sahabat gue Na, sekarang minta maaf sama Lea."
"Maaf." lirih Athena tidak ikhlas.
"Gak apa-apa kok Lan." balas Lea.
****
__ADS_1
Icha sudah ditunggu oleh Laskar didepan sekolah, begitu melihat Laskar, Icha langsung berlari kearahnya dan duduk diboncengan motor Laskar.
"Buruan, pertempurannya mungkin sudah dimulai."
Laskar langsung tancap gas, dan bener saja, diperempatan tidak jauh dari area sekolah tauran tengah berlangsung seru, Icha langsung meloncat turun dari motor padahal Laskar belum mengehentikan motornya.
"Astaga cewek itu, bener-bener tidak mempedulikan keselamatan." lirih Laskar menghentikan motornya dan berlari ke arena pertempuran dengan menggunakan helm sebagai senjatanya, sayang banget, padahal itu helm mahal.
Sedangkan Icha, karna tidak menduga sebelumnya kalau anak-anak SMA TUNAS HARAPAN bakalan menyerang, makanya dia tidak mempersiapkan alat tempur, untungnya selama tiga hari ini dia rajin membawa banyak buku, sehingga tasnya yang berisi buku bisa dijadikan senjata.
Karna ulah remaja-remaja labil tersebut suasana dijalan menjadi macet. SMA PERTIWI dan SMA TUNAS HARAPAN merupakan musuh bebuyutan sejak zaman dahulu kala, penyebab permusuhan tersebut sebenarnya sesuatu hal yang sangat sederhana, begini ceritanya, dulu, duluuuu banget, anggaplah nenek moyang anak-anak SMA PERTIWI dan SMA TUNAS HARAPAN, salah satu anak SMA PERTIWI menyukai anak SMA PANCASILA, dan disaat bersamaan pula anak SMA TUNAS HARAPAN juga menyakai cewek yang disukai oleh anak SMA PERTIWI tersebut, nah terjadilah yang namanya persaingan untuk mendapatkan hati si cewek anak sekolah SMA PANCASILA, nah kalian tahukan yang terjadi selanjutnya, yang awalnya hanya permusuhan antara satu orang, dan entah sejak kapan menjadi permusuhan antar sekolah, bener-bener masalah yang sangat sepele bangetkan, tapi maklum sajalah, anak SMA kan baperan, masalah kecil saja dibesar-besarin, dan permasalahan tersebut diwariskan kegenerasi penerus mereka sampai sekarang, bener-bener warisan yang tidak berguna sama sekali.
"Ihh, mati lo, rasain lo." Acux yang berbadan tambun kerjaannya hanya menjerit kayak cewek dan menjambak rambut musuh yang tergapai oleh tangannya.
"Sialan lo, rambut gue habis lo cabut." geram cowok yang rambutnya dijambak oleh Acux.
Acux menggigit jarinya ketakutan, "Mati gue, seseorang tolonglah gue."
"Hahaha." cowok itu tertawa melihat ketakutan Acux, "Mampus lo." sambil melayangkan tangannya untuk menonjok Acux, Acux sampai memejamkan matanya bersiap menerima bogeman, untungnya Icha melihat hal tersebut dan menyelamatkan Acux tepat waktu dengan lebih dulu menggebuk tuh cowok dengan tasnya yang berat dan membuat cowok tersebut tersungkur.
Acux yang membuka matanya karna mendengar suara gdebuk yang cukup keras.
Melihat lawannya tumbang, Icha langsung mengunci kedua tangan cowok itu dan memberi intruksi, "Cepat Cux, pukul dia."
Acux dengan semangat memukul cowok yang hampir memberinya bogeman tersebut, "Rasain lo, habis lo, dasar cowok brengsek, cowok buaya"
Lha, kok umpatan Acux kayak cewek yang memergoki cowoknya selingkuh.
"Heh anjir, lo cowok apa cewek sieh, dasar plamboyan." komen Icha.
"EGP." Acux kembali sibuk memukul-mukulkan tangannya yang gendut ke pipi tuh cowok.
Sementara itu yang lainnya bertempur dengan sangat seru, contohnya Ari ketua geng SMA PERTIWI tengah sibuk melawan ketua geng SMA TUNAS HARAPAN yang mereka panggil Sueb, padahalkan nama aslinya bukan Sueb, tapi siapa peduli, anak-anak SMA PERTIWI memanggilnya dengan nama Sueb. Mereka bener-bener lawan yang imbang karna keduanya sama-sama kuat, belum ada yang tumbang diantara mereka. Sedangkan Laskar juga kini tengah meladeni salah satu jagoan andalan dari SMA musuh, Laskar memang tidak bisa diremehkan, dia memiliki kemampuan bela diri yang hebat, buktinya dia mampu melumpuhkan lawannya, meskipun dia sempat kewalahan sieh dan wajahnya juga babak belur.
"Astagfirullah, anak-anak zaman sekarang, orang tua capek-capek mencari uang mereka malah tauran begini, bisa nangis darah orang tua mereka kalau lihat kelakuan mereka." komen saksi yang melihat secara langsung tauran tersebut.
"Anak-anak zaman sekarang, sekolah tapi gak punya akhlak, apa sieh yang diajarkan oleh guru mereka." ini murni bukan kesalahan guru tapi yang disalahkan malah guru.
Yang lainnya langsung menelpon polisi untuk mengamankan tauran yang membuat pengendara tidak nyaman.
Pertempuran itu terjadi selama dua puluh menit ketika polisi tiba di TKP untuk mengamankan situasi. Begitu mendengar bunyi sirene polisi, anak-anak yang tengah pada khusuk baku hantam itu langsung kocar-kocir menyelamatkan diri, beberapa bisa kabur dari kejaran polisi, dan banyak juga yang tertangkap, daftar yang tertangkap dari SMA PERTIWI adalah Ari, Icha, Laskar, Sapto, Aceng, Acux dan masih banyak yang lainnya. Sementara SMA TUNAS HARAPAN, daftar yang tertangkap yaitu Sueb, cowok yang dijambak rambutnya oleh Acux, dan masih banyak yang lainnya, mereka digiring menggunakan mobil pick up kekantor polisi.
__ADS_1
****