Cinderela Modern

Cinderela Modern
MENYATAKAN PERASAAN


__ADS_3

"Kok gue jadi deg-degan begini sieh." desis Laskar memegang dadanya yang berdetak cepat.


Saat ini dia sudah sampai disekolah, dan dia masih belum mau keluar dari mobilnya meskipun suara bel terdengar sejak dua menit yang lalu.


"Mungkin air yang dibacain doa oleh mama bisa menenangkan gue." dia mengambil botol air mineral dan setelah membaca basmillah terlebih dahulu dia meneguk air tersebut sampai tersisa setengahnya saja.


"Semoga gue diterima." harapnya dengan mantap membuka pintu mobilnya.


"Pagi pak." sapa Laskar ketika melewati pak Salim, laki-laki bertubuh tinggi tegap, berkulit gelap dengan kumis dan bercambang lebat itu merupakan penjaga sekolah SMA PERTIWI.


"Hmmm." pak Salim menjawab dengan hmm doank, namun dia langsung mencegat Laskar begitu melihat apa yang tengah dibawa oleh Laskar, "Heh kamu, dari mana kamu mengambil bunga itu, kamu maling bunga sekolah ya." bentaknya.


"Lha sik bapak, kok nuduh sieh, ini bunga saya bawa dari rumah saya sendiri pak." jelas Laskar.


"Kenapa kamu bawa-bawa bunga segala kesekolah."


"Saya mau nembak cewek pak, doain ya supaya saya diterima."


Pak Salim menggeleng, "Anak muda zaman sekarang, ada ada saja kelakuannya."


*****


Icha bersyukur karna sepertinya Laskar hari ini tidak masuk, buktinya, sudah lima menit kegiatan pembelajaran berlangsung Laskar tidak terlihat batang hidungnya, ini artinya Icha tidak harus menghindari Laskarkan.


Namun pemikiran Icha salah, tepat setelah dia berfikir kalau Laskar hari ini tidak masuk, suara ketukan dipintu membuat seisi kelas mengalihkan perhatiannya ke pintu, ternyata yang datang adalah Laskar dengan membawa pot berisi bunga mawar yang akan diberikan pada Icha.


Temen-temennya yang melihat hal itu tentu saja pada bertanya-tanya.


"Ngapain sik Laskar bawa pot bunga segala, mau berkebun dia." komen Nana.


Terlebih dahulu Laskar berjalan menghampiri bu Hamidah, "Maaf bu saya terlambat." ujar Laskar pada bu Hamidah guru bahasa indonesia kelas XI yang saat ini berada dikelas IPS 5.


Karna ibu Hamidah adalah ibu guru yang ramah dan baik hati, bu Hamidah tidak mempermasalahkan keterlambatan Laskar, "Iya gak apa-apa Laskar, lain kali jangan terlambat lagi."


Laskar mengangguk mengerti.


"Kamu lebih baik duduk dibangkumu, dan itu." ibu Hamidah menunjuk pot bunga yang ada ditangan Laskar, "Kenapa kamu bawa-bawa bunga mawar segala ke kelas."


"Oh ini, bunga ini untuk orang yang spesial bu."


Mendengar ucapan Laskar, Icha memiliki firasat buruk.

__ADS_1


"Apa orang spesial itu adalah ibu." goda bu Hamidah bercanda.


Laskar terkekeh, "Tentu saja ibu Hamidah yang cantik spesial buat saya, tapi mohon maaf bu, bunga ini buat gadis yang spesial yang kelak akan menjadi istri sekaligus ibu buat anak-anak saya kelak."


Terdengar bisik-bisik tetangga dari belakang, "Aslan menyukai seseorang, siapa gadis yang disukai Laskar, apa gadis kelas ini." bisik Gita pada Marhun pacarnya.


"Yang jelas bukan dari anak kelas kita." balas Marhun.


"Kenapa bisa begitu."


"Lihat donk sayang, semua anak cewek dikelas kita jelek semua, mana ada yang disukai oleh Laskar."


Oke, kalimat Marhun itu membuat Gita panas membara, "Jelek semua hah, gue juga jelek gitu maksud lo."


Marhun langsung buru-buru mengklarifikasi kata-katanya, "Kecuali kamu sayang, kamu satu-satunya yang cantik dikelas kita."


"Ihhh, gombal." desis Gita.


"Lo tahu Cha kalau Laskar menyukai seseorang." bisik Lea kepo.


"Gak."


"Masak sieh, lokan dekat dengan Laskar."


"Gak usah ngegas gitu juga kali."


Para siswi saling lirik satu sama lain, pada saling menduga siapa gadis yang kira-kira disukai oleh Laskar yang berpotensi menerima bunga mawar yang ada ditangan Laskar.


Bu Hamidah tersenyum mendengar jawaban anak didiknya tersebut, dia memberi pesan pada Laskar, "Tapi untuk saat ini Laskar, sekolah dan belajar dulu yang benar supaya kelak kamu bisa membahagiakan wanita itu."


"Itu pasti bu."


"Baiklah, sekarang duduklah."


"Bu, bolehkah saya minta waktunya lima menit saja, lima menit yang akan menentukan masa depan saya." sebuah kata yang penuh teka-teki.


"Baiklah, cuma lima menitkan." ujar bu Hamidah mengabulkan.


Laskar berjalan, tidak ada yang curiga karna penghuni kelas berfikir Laskar akan berjalan kearah bangkunya, Icha memilih menunduk, fokus dengan bukunya, benar-benar sesuatu hal yang langka.


Dan ketika Laskar berhenti didepan meja Icha, yang dibelakang dan didepan pada melihat kearah Laskar dan Icha, termasuk yang ingin tahu apa yang diinginkan Laskar pada Icha adalah Aslan, dia memandang punggung Laskar dengan tajam, sementara anak-anak penghuni kelas IPS 5 kembali bertanya-tanya.

__ADS_1


"Eh, lihat lihat, mau ngapain Laskar itu berhenti didepan meja Icha." tunjuk Loli.


"Jangan bilang....." duga Lola.


"Apa."


"Gadis yang disukai adalah Icha."


"Ahh, gak mungkin, mustahil banget itu, masak Laskar suka cewek jelek kayak Icha sieh." hina Loli yang sok kecantikan.


Laskar terlihat gugup, dia berusaha mengumpulkan keberaniannya, Icha masih menunduk, pura-pura tidak tahu kalau Laskar ada didepannya.


Lea menendang kaki Icha dari bawah meja, memberitahu Icha kalau Laskar ada didepan.


"Ekhemm." Laskar membersihkan tenggerokannya.


Deheman itu membuat Icha menaikkan wajahnya secara perlahan, dan matanya bersitatap dengan mata Laskar, dan itu membuatnya gak kalah gugup seperti Laskar.


"Alissa Ramadhani." Laskar memulai.


Yang lain pada menunggu apa yang akan diucapkan oleh Laskar.


"Aku cinta sama kamu." ujar Laskar langsung pada intinya sebelum keberaniannya menguap, dan dia mulai menggunakan aku kamu.


Penghuni kelas IPS 5, terutama anak-anak ceweknya langsung pada menganga, kaget, shock, tidak menyangka mungkin itu yang mereka fikirkan, hal yang sama terjadi dengan Aslan dan Lea.


Gumam Lea dalam hati, "Tuhkan, udah gue duga kalau Laskar suka sama Icha, apa gara-gara ini ya yang menyebabkan perubahan sikap Icha kemarin, apa kemarin Laskar memberitahunya kalau dia menyukai Icha, makanya wajah Icha jadi pucat begitu."


Aslan hanya bisa mengepalkan tangannya melihat Laskar yang menyatakan perasaannya pada Icha.


"Laskarrr, menyukai Icha, bener-bener sulit dipercaya." gumam Loli shock.


"Apa, cowok secakep Laskar menyukai cewek bar-bar seperti Icha, tahu begitu gue jadi cewek bar-bar saja biar disukai Laskar." gumam Nana.


Laskar tidak menyadari kalau dirinya membuat kelas pada heboh, heboh dalam diam maksudnya, semuanya masih pada mencerna apa yang tengah terjadi dikelas, peristiwa langkakan, ada cowok yang berani nembak cewek didepan guru dan teman-teman kelasnya.


Laskar kembali melanjutkan kalimatnya, "Aku tidak mau jadi pengecut yang hanya mengagumi kamu dari jauh yang hanya bisa ngirimin kamu bunga dan coklat."


"Apa, jadi Laskar yang selama ini yang jadi pengagum rahasia Icha." Lea gak habis fikir, ternyata pengagum rahasia Icha sangat dekat dengan mereka.


"Dan mulai hari ini, dengan disaksikan oleh bu Hamidah dan temen-temen kelas, aku ingin mengatakan kalau aku mencintai kamu, maukah kamu jadi pacarku, aku berjanji akan setia dan aku berjanji tidak akan menyakiti kamu."

__ADS_1


****


__ADS_2