Cinderela Modern

Cinderela Modern
RENCANA ATHENA


__ADS_3

Sampai pulang sekolahpun mood Lea masih juga belum membaik masih konsisten menampilkan wajah kecut, bahkan Icha yang tidak tahu apa-apa ikut kena getahnya, dari tadi Lea nyuekin dia terus.


"Lo kenapa sieh Le, perasaan dari tadi wajah lo kecut mulu." heran Icha.


"Gue gak apa-apa, wajah manis gini dibilang kecut." sambil membereskan alat tulisnya dan memasukkannya ditas.


"Gak apa-apa, tapi jawabnya ketus gitu." gumam Icha tanpa suara.


"Le, pulang bareng yuk." ajak Aslan yang tahu-tahu sudah ada didepannya, fikir Aslan, siapa tahu dengan ngajak Lea pulang bareng wajahnya kembali normal.


"Gue dijemput Ucup." Lea tidak mau memandang Aslan, tanpa bicara apapun dia kemudian langsung main pergi meninggalkan Aslan dan Lea yang masih pada bertanya-tanya penyebab Lea seperti orang ngambek gitu.


"Lann, lo lagi berantem sama Lea." Icha bertanya sambil menyampirkan tasnya dipunggung.


"Gak." jawab Aslan, karna dia merasa memang gak pernah melakukan kesalahan.


"Masak sieh, tapi kenapa tuh anak setelah istirahat jadi badmood gitu lho."


Aslan mengangkat bahu, "PMS kali."


"Heii, lagi ngobrolin apa nieh." Laskar nimbrung.


"Bukan hal yang penting." jawab Aslan.


"Ohh."


"Cha, lo balik sama Laskarkan." Aslan bertanya, karna biasanya Laskar yang selalu nganterin Icha pulang.


Icha ingin menjawab "Iya." tapi Laskar mendahuluinya, "Lan, boleh gak gue minta tolong."


"Minta tolong apaan."


"Tolong anterin Icha pulang ya untuk hari ini saja, gue ada urusan soalnya."


"Gue kirain apa."


"Emang ada urusan apa." sahut Icha.


"Biasa, nganterin mama ke salon."


"Ya udah kalau gitu, salam sama tante Bella ya."


"Beress."


"Gue duluan." pamit Laskar berjalan meninggalkan Aslan dan Icha, namun dia balik badan sebelum mencapai pintu, "Bro, tolong bawa pacar gue pulang dengan selamat ya."


"Pasti."


"Yuk Cha kita juga balik." ajak Aslan berjalan yang diikuti oleh Icha dibelakangnya.


****


Dimobil dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Lan, lo seriusan gak lagi berantem sama Lea."


"Iya." jawab Aslan gregetan, "Udah berapa kali sieh gue bilang."


"Kenapa Lea jadi tiba-tiba badmood gitu sieh." Icha mencoba mengingat kejadian disekolah, tapi seingatnya gak ada tuh kejadian menyebalkan yang dia lakukan selama bersama dengan Lea, "Lo hubungin dia gieh." Icha menyarankan.


"Ngapain."


"Ikkhh." Icha jadi kesel sendiri melihat sikap Aslan yang cuek begini, "Inikan bukan pertama kalinya lo pacarankan Aslan."


"Apa hubungannya."


"Ya Tuhan, dia super pinter matimatika, tapi lemot masalah cinta yang gak menggunakan rumus, gue aja yang baru pertama kali pacaran gak selemot dia." Icha membatin.


"Gini Lho Aslan maksud gue." Icha mencoba untuk menjelaskan, "Leakan lagi marah gitu sekarang, lo telpon dia kek, atau gak minimal chat gitu, tanya dia kenapa."


"Udah gue tanya, dia bilang gak apa-apa." jawab Aslam lempeng.


"Kalau cewek bilang gak apa-apa berarti dia kenapa-napa."


"Masak sieh."


"Iya Aslan, makanya telpon Lea, bujuk dia, rayu dia."


"Kenapa gue harus membujuk dan merayu dia, guekan gak ngelakuin kesalahan apa-apa."


"Ihh, mengesalkan banget sieh lo jadi cowok, jadi cowok kok gak berguna." hilang sudah kesabaran Icha.


"Iya iya, ntar gue telpon Lea deh kalau udah sampai rumah, gak usah ngegas gitu."


Aslan mendengus kasar.


****


Sementara itu, disebuah pusat perbelanjaan, tiga orang gadis tengah sibuk memilih gaun, tiga gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah Athena and the genk, mereka tengah mencari gaun yang cocok untuk dikenakan di acara ulang tahun Lea, berhubung mereka mendapat undangan.


"Sebenarnya ogah banget gue ke ulang tahunnya sik cupu, tapi yahh, hitung-hitung sebagai ajang peragaan busanalah disana." Oceh Athena sambil memilih-milih gaun.


"Benar juga lho, kapan lagi coba kita bisa menampilkan kesan glamor, bosankan dilihat pakai balutan pakain seragam terus, kitakan bisa pamer tubuh seksi kita disana." sahut Kiara.


Dan setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, sebelum pulang terlebih dahulu tiga gadis tersebut mampir disebuah restoran cepat saji guna mengisi perut.


Ketika tengah asyik menyantap makanan yang mereka pesan, Andin yang arah pandangnya mengarah ke arah pintu masuk menajamkan pandangannya untuk memastikan siapa yang dilihatnya, dia sampai mengucek matanya.


"Gue gak salah lihatkan."


"Kenapa lo Ndin." tanya Kiara.


"Lo berdua lihat arah jam 12."


Athena dan Kiara melakukan hal yang diperintahkan Andin.


"Hah, itu Laskarkan." Kiara juga sempat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


"Iya memang itu benar Laskar." timpal Athena membenarkan.


Sebenarnya bukan masalah Laskarnya yang membuat mereka terkejut, inikan tempat umum jadi siapapun dan kapanpun boleh datang kemari tanpa terkecuali, tapi Laskar tidak sendiri, seorang gadis cantik bergelayut manja dilengannya, dan mereka duduk disalah satu tempat kosong, tangan sik gadis kemudian meraih tangan Laskar, memegangnya sangat mesra, sik gadis terus tersenyum manis menatap Laskar.


Tanpa membuang waktu, Athena mengeluarkan ponsel canggihnya dan mengarahkan kameranya kearah Laskar dan gadis yang tengah berpegangan tangan dengan mesra tersebut.


Athena tersenyum licik setelah mendapatkan gambar yang memuaskan.


"Ngapain lo Na."


"Menurut lo."


"Ohh gue ngerti." cetus Kiara.


"Melihat pacarnya selingkuh pasti membuat gadis bar-bar itu bakalan patah hati dan nangis darah."


Athena akan menjadikan foto tersebut untuk membuat hubungan Laskar dan Icha kandas, Athena tersenyum membayangkan eksperesi Icha saat melihat foto tersebut.


Andin menimpali, "Tapi belum tentu itu pacarnya Laskar, siapa tahu itu adiknya."


"Yang benar saja lo, masak mesra-mesra begitu kalau adiknya, udah pasti itu selingkuhannya Laskarlah."


"Iya juga sieh, mereka terlihat sangat mesra begitu."


"Tapi syukurlah, gue lebih suka Laskar sama gadis ini meskipun gue gak kenal, ketimbang sama sik jelek Icha."


Gadis yang tengah bersama Laskar terlihat berdiri dan meninggalkan Laskar, dia terlihat berjalan ke arah toilet.


"Lo berdua tunggu disini." ujar Athena juga berjalan kearah toilet.


Karna Laskar sibuk dengan ponselnya, jadi dia tidak memperhatikan ketika Athena berjalan melewatinya.


***


Setibanya ditoilet, Athena melihat gadis yang tadi bersama dengan Laskar tengah memperbaiki riasannya.


Athenapun melakukan hal yang sama, dia mengeluarkan tas make upnya yang selalu dibawa kemana-mana.


"Hai." sapa Athena, dia ingin mengetahui apa hubungan gadis yang kini ada disampingnya dengan Laskar.


Sik gadis yang tidak lain adalah Diana melihat ke kiri dan kanan, dan karna tidak melihat siapa-siapa disana, dia yakin kalau dia yang sapa oleh gadis yang juga kini tengah memperbaiki riasannya tersebut.


"Lo bicara ke gue." Diana mengarahkan jari telunjuknya kedadanya.


"Ya elolah, emang ada orang lain selain lo disini."


"Lo mau apa, emang lo kenal gue."


"Ya gaklah, tapi gue mengenal cowok yang bersama dengan lo."


Diana mengerutkan keningnya, "Lo kenal Laskar."


Athena mengangguk, "Kami satu sekolah, dan yang pasti, Laskar memiliki kekasih bernama Icha."

__ADS_1


****


__ADS_2