Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Pesta Bu Maryam


__ADS_3

Mata Kevin tidak berpindah ke pandangan lain. Ia hanya menatap Putri yang cantik dengan gaun putih itu.


"Bos?" sapa Putri lagi.


"Oh ya, sudah siap? Terima kasih, ven"


Kevin berkacak pinggang. Putri melingkarkan tangannya ke tangan Kevin.


"Bagaimana penampilanku?"


Kevin hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa.


"Saat pesta, kamu jangan jauh-jauh dari aku, apalagi melirik laki-laki lain. Ingat itu. Kamu hanya boleh menatap aku"


Putri mengangguk.


Mobil yang dikendarai Kevin berhenti di sebuah rumah besar.


Di sana banyak rekan bisnis Kevin.


"Kamu sudah punya pacar, Kevin? Padahal aku ingin mengenalkan kamu dengan anakku" ucap pak Aryo.


Kevin tersenyum. Ajang pesta ini, sama seperti Kevin menyerahkan diri untuk selalu dipasang-pasangkan dengan perempuan yang akan dipilih mami untuknya. Sudah beberapa kali ia mengalaminya.


"Hei, Put. Kamu ada di pesta ini? Aku tidak percaya. Kamu kan orang pinggiran." Alina merendahkan Putri.


Ini kali keduanya, setelah dulu pernah bertemu di restoran. Dan 2 x menghina dirinya.

__ADS_1


Putri berlalu dan duduk sendiri.


Alina dan teman-temannya duduk berdekatan dengan meja yang diduduki Putri.


Kevin melirik ke arah Putri.


"Lihat, cowok itu, dia melirik kemari."


"Pasti melirik aku, siapa lagi yang cantik di sini kecuali aku, ya kan?" lalu mereka tertawa bersama.


"Eh, dia kemari"


Alina salah tingkah.


Tapi dia terdiam, melihat cowok ganteng itu malah menghampiri Putri yang direndahkannya tadi. Alina menghempas tangannya kesal.


"Tapi, gimana pekerjaan kamu?"


"Biarkan saja, waktu kita tidak banyak"


Mereka berjalan bersama bergandengan tangan. Putri merasa ia mulai jatuh cinta dengan laki-laki berperawakan tinggi dan dadanya lebar.


"Tidak, aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Nanti setelah kontrak kami akan selesai, kami akan berjalan masing-masing, aku tidak pantas berada di sisinya" desah sedih Putri.


"Apa yang kamu pikirkan? Jangan sedih. Kamu akan selalu ada di sisiku."


"Waktu 3 bulan hanya sebentar, dan ini hanya tinggal 1 bulan lagi. Ah, sudahlah. Semoga dengan kejadian tadi, mami tidak akan mengenalkan aku dengan perempuan yang tidak aku suka."

__ADS_1


"Kamu suka perempuan seperti apa?" tanya Putri spontan.


"Yang tidak memikirkan laki-laki lain, dan menerima aku apa adanya"


"Kamu kan ganteng, kenapa tidak memilih salah satu cewek di tempat tadi"


"Aku tidak suka, lagian kan ada kamu. Buat apa aku memikirkan mereka. Sudah sampai, turunlah, istirahat. Aku mau langsung pulang" ucap Kevin.


Kevin mengendarai mobilnya menuju rumah. Tapi ia melihat Rere di halaman rumahnya.


"Bang.. Bang Kevin.. Sudah pulang ya?"


Kevin mendesah kesal.


"Ngapain anak kecil itu ke rumahku malam-malam begini"


"Bang... Ayo kita ngopi. Sudah lama kita tidak minum kopi bareng." Tiba-tiba Rere sudah duduk di dalam mobil Kevin.


"Bang Kevin. Aku sudah kuliah. Aku akan menikah denganmu. Bagaimana. Dulu ketika aku menyatakan perasaanku, Abang bilang kalau aku masih sekolah. Sekarang, aku sudah kuliah, aku siap untuk menjadi calon istrimu. Aku akan bilang ke Tante, kalau aku siap untuk menjadi istrimu" Rere yang manja bergelayut di tangan Kevin.


"Pesan saja dulu, aku mau ke toilet" ucap Kevin.


Kevin menjauh dari Rere, dan ia menelpon Putri.


"Aku butuh pertolonganmu, sekarang. Cepat. Aku kirim alamatnya"


"Apa kamu gila. Ini sudah malam. Bagaimana aku akan kesana."

__ADS_1


"Cepat, ini tidak jauh dari BV. aku tidak mau tau!"


__ADS_2