Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
CCTV


__ADS_3

"Sayang, cuci muka, cuci tangan dulu, kan kotor. Kenapa langsung makan gitu" Kevin melihat Putri langsung duduk di meja makan sambil menyantap ikan lele goreng yang tadi mereka beli.


Putri hanya diam, dan terus melanjutkan makannya.


Kevin mengambil tisue basah dan mengelap tangan Putri. Ia mengelus perut Putri yang sudah tampak menonjol. Kemudian ia mengambil posisi untuk makan bareng istri mungilnya itu


Seusai makan, mereka kembali ke kamar, sambil membawa buah-buahan.


"Besok jadwal kita kontrol ya Vin" Putri mengingatkan Kevin.


"Baiklah, aku akan ingat itu"


Putri yang hendak masuk kamar mandi, berniat membasuh badan, dicegat oleh Kevin.


"Tidak usah mandi malam-malam." Kevin menggendong Putri ke atas tempat tidur.


"Aku diberitahu seseorang, wanita hamil, jangan mandi malam-malam"


"Tapi.., ya sudah, aku ganti baju saja, ambilkan aku baju ya" pinta Putri.


Kevin dengan senang hati melayani istrinya itu.


"Warna hitam?" Putri kaget, Kevin mengambil lingerie warna hitam.


"Aku ingin kau pakai ini." pinta Kevin.


Putri membuka bajunya, dibantu oleh Kevin.


Tapi bantuan itu malah ke arah lainnya. Sehingga mereka menikmati malam itu dengan rasa kepuasan masing-masing.


"Ayo aku antar ke kamar mandi." ajak Kevin yang sudah memakai celana pendeknya.


Putri masih diam, dan enggan bangun dari sana, tubuhnya masih berselimut tebal.

__ADS_1


"Nanti saja, aku masih ingin di sini. kemarilah" pinta Putri.


Kevin mengikuti permintaan Putri.


Putri hanya ingin memandangi wajah Kevin,


Ia menyentuh pipi Kevin. Memainkan poni rambut Kevin, memainkan alis mata Kevin yang tebal, kemudian ia memeluk tubuh Kevin.


"Aku mengantuk" ucap Putri tertidur di pelukan Kevin.


Kevin yang sudah tegang kembali, terpaksa harus menunda hasratnya.


"Perempuan aneh ini," ia hanya menggelengkan kepalanya.


Malam itu, entah jam berapa, Kevin baru bisa tidur nyenyak. Hingga pagi menyongsong, Kevin masih tertidur dengan pulas.


Putri yang sudah bangun terlebih dahulu, dan mandi, melihat Kevin belum juga bangun.


"Vin, sayang" Putri membangunkan Kevin dengan ciuman mesra.


Kevin terjaga dari tidurnya.


"Morning, honey" ucapnya dengan suara berat.


"What time is it? tanyanya.


"Hampir jam 6, sayang. Bangunlah!" ucap Putri.


Kevin menarik tangan Putri dan memeluknya.


"Kok gak bangunin aku?" tanyanya manja


"Ini dibangunin. Kamu tumben, bangun siang" jawab Putri.

__ADS_1


"Gara-gara kamu lah" ucapnya sambil menciumi wajah Putri.


Putri menepuk dada Kevin pelan. "Sudah, nanti kesiangan, pakaianmu sudah aku siapkan. Sarapanmu juga sudah aku siapkan" ucap Putri.


"Terima kasih istriku, pilihanku memang benar. Hari ini di rumah saja ya, nanti aku jemput" ucap Kevin, sambil beranjak dari tempat tidurnya.


Di kantor, Kevin mendapati surat kaleng, yang berisi salinan kontrak hubungannya dengan Putri. Kevin terkejut dibuatnya.


"Ajin, Amira" teriaknya.


Ajin dan Amira segera masuk ke dalam ruangan Kevin.


"Apa ini? Siapa yang meletakkan surat seperti ini di sini?" teriaknya dengan kesal.


"Apa itu, bos" tanya Ajin.


"Kau baca sendiri." Raut wajah Kevin sedang tidak bersahabat.


Ajin membukanya, dan merasa sesuatu yang aneh.


"Bukankah dokumen ini pernah hilang?" tanya Ajin dalam hati


"Kau cari orang yang mengirim surat ini, periksa cctv, siapa saja yang masuk ke dalam ruanganku!" ucap Kevin keras.


Semua sibuk karena sura kaleng itu.


Ajin memeriksa ke ruangan keamanan dan cctv, melihat setiap gerak gerik setiap orang yang berinteraksi di dalam kantor itu.


Yang Kevin takutkan, perasaan Putri akan sedih dengan surat itu. Dan pekerjaan Kevin akan acak-acakan.


Kevin tidak sabar menanti hasil, Ajin belum juga kembali ke ruangannya. Ia berjalan menuju ruang keamanan. Dan menemukan Ajin yang masih melihat semua arah cctv yang terpasang di kantor itu.


Salah seorang yang diduga, sudah dikantongi namanya oleh Ajin.

__ADS_1


__ADS_2