Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Skorsing


__ADS_3

Putri tetap tidak bisa tidur, kegelisahannya terhadap Kevin makin menjadi. Ia yang sudah terbiasa memeluk Kevin, tapi malam itu ia hanya memeluk guling yang tidak bisa membuat ia nyaman. Tapi ia gengsi kalau ia harus meminta Kevin masuk ke kamarnya. Lagian ia takut kalau pengawal di depan kamarnya tidak memperbolehkan Kevin masuk ke sana.


Kevin pun merasakan hal yang sama dengan Putri. Ia merasakan sakit di dadanya karena menahan rindu yang luar biasa.


Putri mengambil ponselnya yang berada di bawah bantalnya.


"Ven.. lagi apa? Aku udah dipindahin ke rumah sakit keluarga Kevin. Untuk sementara aku titip BV ya. Nanti aku minta Putra untuk membantumu. Sebenarnya aku rindu Kevin, tapi aku gengsi mengungkapkan perasaanku. Aku kecewa dengan perlakuan Kevin tadi. Seakan ia tidak percaya padaku. Aku sedih, Ven. Udah ya, aku mau nyoba mejemin mata, walau sulit. Entah ini mata, kenapa gak mau mejem. Kesel kan. Hehehe. by the way, thanks ya sebelumnya." pesan itu ia kirimkan, dan meletakkan kembali ke bawah bantalnya.


Putri kembali membolak-balikkan tubuhnya, mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Tapi ia sangat susah untuk tertidur. 30 menit lamanya, ia belum juga bisa memejamkan matanya.


Pintu kamar itu terbuka, seorang perawat menghampiri. Kemudian ia keluar.


Putri membalikkan badannya kembali, mencoba menutup mata, dan terus mengucek matanya, dan mencoba memejamkan matanya berulang kali.


Kevin yang melihat Putri tersenyum, ia tau istrinya itu sangat susah untuk tidur.


Akhirnya ia mendekati Putri, dan naik ke atas kasur perawatan itu. Putri terkejut, karena seseorang memeluknya dari belakang.


Putri mencium aroma tubuh yang tidak asing dan sangat ia tunggu. Ia mencoba melirik, tapi Kevin menutup mata Putri,


"Tidurlah, aku disampingmu" ucap Kevin mencium tekuk leher Putri.

__ADS_1


Putri tersenyum sendiri. Saat itu, ia merasa sangat bahagia. Ia pun tertidur pulas.


"Maafkan aku, sayang. Maafkan aku. Aku hanya takut kehilangan kamu" ucapnya pelan, ia tidak mau Putri melihatnya mengeluarkan air matanya. Kevin membelai rambut Putri dari belakang. Dan akhirnya, Kevin pun ikut tertidur pulas. Sampai akhirnya mereka tidak sadar, matahari sudah terang.


"Hei, brengsek yang sudah tidak kecil lagi, bangun kau! Siapa yang suruh kau masuk kamar ini!" Suara dan pukulan itu bukan hanya membangunkan Kevin, tapi juga Putri.


Mereka duduk bersamaan dengan mata yang masih sedikit tertutup.


"Papi, sakit, pap"ucap Kevin.


Putri yang mendengar Kevin kesakitan, tidak bisa diam. Ia mencoba turun dari tempat tidurnya, dan melepas infus yang ada di tangannya.


"Putri.." Hary menghampiri menantu tersayangnya itu.


"Jangan usir Kevin, Pi.. Kalau tidak ada Kevin, Putri tidak bisa tidur semalam" suara lirih Putri, membuat Hary menyadari tindakannya atas Kevin.


"Apakah kau sudah memaafkan si brengsek yang jelek ini?" tanya Harry O'Leary mengembalikan Putri ke kasur perawatan.


Kevin membantu Putri untuk berbaring, tetapi tangannya dipukul kembali oleh Harry.


"Aww" teriak Kevin. Dan ia melepaskan tubuh Putri.

__ADS_1


"Sudah ku bilang, jaga Putri baik-baik. Kau masih saja begitu. Jangan salahkan aku menghukummu. Kau aku skorsing dari kantor" ucap Harry.


Kevin membelalakkan matanya seolah tidak percaya keputusan papinya itu.


"Selama masa skorsing, aku akan melihat kinerjaku mengurus istrimu. Kalau kau berbuat macam-macam lagi, masa skorsing untukmu akan aku perpanjang. Kau paham!"


Tunjuk Harry kepada Kevin.


Kevin yang semula kaget akan keputusan skorsing, sekarang malah ia tertawa kecil.


"Berjanjilah, kau akan menjaga istrimu" ucap Harry lagi.


Kevin mengangguk dan tersenyum melihat Hary dan Putri


"Tapi, Pi.. Skorsingnya hanya sementara kan? Nanti kalau anak kami lahir, papanya tidak kerja, bagaimana? Nanti kalau anak kami lahir, pasti lebih banyak keperluan" ucapan polos itu keluar dari mulut Putri.


Harry tertawa terbahak-bahak.


Ia menggelengkan kepalanya.


"Papi akan lihat kinerja suamimu dulu, kalau ia membuat kau sedih lagi, aku akan memperpanjang skorsing untuknya" ucap Harry sambil mengelus pundak menantunya itu.

__ADS_1


*Episode ini lumayan panjang ya, karena kalian sudah memberi vote yang banyak.😍😍


__ADS_2