Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Sampai di Indonesia, Fix mengurus surat cerai


__ADS_3

"Kau harus bersabar ya, put.. Mami sebenarnya orang baik, hanya ia cemburu, karena kami lebih memperhatikanmu daripada dia."


Putri mengangguk, dan tersenyum.


"Pi, sore ini kami izin pulang ke hotel, besok sore, kami pulang ke Indonesia." ucap Kevin.


"Tapi, mamimu? Apa kau tidak ingin bermain bersama mami dulu? Saran papi, kau temui dia, ajak dia pergi bersama kalian. Sebenarnya, mamimu rindu kamu, wajar kalau mami marah atas tindakanmu. Papi tidak menyalahkan mamimu sepenuhnya. Temui mami sana." Papi meminta Kevin masuk ke dalam kamar utama.


Putri menganggukkan kepala.Ia sengaja tidak ikut masuk, ia membiarkan Kevin melepas rindu dengan maminya.


Tok.tok.tok


Kevin pun masuk ke dalam kamar tidur itu.


"Mam.." panggilnya.


"Hi.. what are you doing" tanyanya ketika melihat, Rani tiduran di atas tempat tidur.


"Are you sick?" Kevin menyentuh kening maminya pelan-pelan.


"Tidak sayang, mami hanya lelah saja. Kemarilah" ajak Rani kepada Kevin untuk tiduran di sebelahnya.


"Mami... apakah kau marah padaku?" tanya Kevin sambil menggenggam tangan Rani.


"No.. aku tidak marah padamu."


"Apakah mami kecewa padaku?"


" a little bit"

__ADS_1


"Because i married Putri?" tanya Kevin


"Do you love her?" Rani kembali bertanya.


"Yes, i do. i really love her. Apakah mami keberatan kalau aku menikahinya?"


"Itu keputusanmu. Tapi aku belum bisa sepenuhnya menerimanya. Aku tidak mengenalnya. Aku takut, kau akan dikecewakan."


"Maafkan aku mam. Aku tidak tau kalau kau memperhatikan aku sampai seperti ini. Tapi, maafkan aku, bukannya aku tidak menurut dengan keinginanmu. Tapi perempuan-perempuan itu tidak sebaik yang mami pikir. Putri, she is the one, that never hurt me. I love her, at the first sight."


"hmm.. apa kau sudah mengetahui latar belakangnya?"


"Ketika aku jatuh cinta, aku sudah mencari tau siapa dia, bagaimana kesehariannya." jelas Kevin


"hm.. bagaimana tentang kontrak itu? Aku akui, aku hanya mengetahui sedikit tentang cerita kalian. Kau tidak menganggapku seorang mami lagi, kau tidak memberi tahu kami tentang keputusanmu menikahi perempuan itu. Terus terang, aku shock. Dan terus terang, aku sudah menjodohkanmu dengan anak sahabat mami. Mami bingung."


Kevin memeluk maminya itu


Rani menangis memeluk Kevin.


"Ya sayang, kalau itu memang keputusanmu. Aku akan mencoba menerimanya."


"I love you mam.." Kevin mencium kening Rani.


"Keluarlah, aku akan mandi." ucap Rani.


Kevin keluar kamar dengan perasaan lega.


Ia berjalan menuju Putri, papi, dan Andre.

__ADS_1


"Bagaimana, bang?" Andre sudah tidak sabar menanti cerita dari Kevin.


Kevin menunduk lesu.


tangan Putri yang semula ada di genggaman Kevin, mendadak ia lepaskan.


Putri sudah tau jawaban maminya.


Fix, sampai di Indonesia,ia akan segera mengurus surat-surat perceraian mereka.


Papi yang semula ikut diam, kemudian memukul lengan Kevin.


"Hei, brengsek. Apa kata mamimu? Apa jawabannya?" Papi ikut penasaran. Tapi ia tau, kunci dari semua ini adalah Kevin.


Kevin menunjukkan muka murung.


"Bang... apa kata mami?" desak Andre.


"Maafkan aku.. Seperti kita harus pulang, sekarang, Put. Siapkan barang-barang kita."ujar Kevin kembali lemas.


"Hei.. what's up bro" Andre mendekati Kevin.


"Nothing, aku hanya bilang kepada Putri, akan pulang, dan siap-siap barang. Apakah aku salah berbicara?"


Semua diam.


Rani keluar dari kamarnya.


"Kalian dikerjai oleh Kevin. Putri... Kemarilah"

__ADS_1


Semua makin bingung. Putri melirik ke arah Kevin. Kevin menganggukkan kepalanya.


Putri takut. ia pelan-pelan jalan menuju perempuan yang bernama ibu mertua itu.


__ADS_2