
"Sayang, apakah aku boleh?" tanya Kevin
Putri hanya tersenyum, ia bangun dari tempat tidurnya. Ia menepis poni yang menutupi sebagian kening Kevin, dan mencium kening itu penuh cinta.
"Tidurlah, besok kau akan sangat lelah dengan pekerjaanmu. Setelah selesai pekerjaanmu, masih ada pekerjaan lain yang menunggu, yaitu menemui orang tuamu. Terakhir, kita akan hidup bahagia bersama, selamanya"
Kecewa, mungkin tidak dapat dipungkiri. Siapa yang tidak tegang bila dekat istri yang dicintai. Tapi, Kevin mencoba pelan-pelan memahami keinginan Putri. Lagian perjanjian itu sudah mereka sepakati. Kevin menarik nafas panjang.
Putri tidur memeluk Kevin. Bau badan Kevin membuat ia ketagihan untuk memeluk suaminya itu.
"Kau tau, sebenarnya, aku tidak pernah punya pacar. Dan kau tau, baru kau yang menjamah bibirku, dan menyentuhku" Putri mengaku kalau inilah yang sesungguhnya.
"Mungkin, kau sudah sering mencicipi bibir perempuan yang menjadi pacarmu. Aku cemburu untuk itu." lanjutnya mencium dada Kevin
"Sudah, hentikan. Nanti aku tidak kuat, sayang" Kevin merasakan ketegangan lagi.
"Jangan memancingku sayang" ucap Kevin.
__ADS_1
"Aku suka mencium aroma tubuhmu. Baiklah, selamat malam suamiku" kemudian Putri mengecup bibir Kevin, dan ia memejamkan mata.
Sementara Putri sudah tertidur, Kevin sekarang yang tidak bisa memejamkan mata.
Ketegangan masih ada di sana.
Ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia selalu meremas kepalanya dengan sebelah tangan, karena Putri tidur di lengan kirinya.
"Aahh.. sialan. Kenapa aku susah tidur begini? Aku harus apa? aahhh"
aaahhhh... makin tegang saja, ia mematikan TV itu. Ia mengambil ponselnya yang diletakkan tak jauh dari bantalnya.
"Selamat malam bos, jangan begadang ya, 1 ronde saja. 😅,besok pagi kita harus bertemu klient lagi" pesan Ajin
"Apa yang 1 ronde, mau tempur aja tidak bisa" gerutunya.
Ia memandang istrinya yang sedang tertidur pulas. Wanita cantik itu sudah melumpuhkan keras hatinya Kevin. Wanita itu sudah membuat Kevin tergila-gila. Wanita yang sederhana, seumur, dan tidak selevel dengan keluarganya. Tapi ia bersyukur memiliki Putri.
__ADS_1
Ia melihat ketulusan dari Putri. Tidak seperti pacarnya yang dulu.
Angela. Tinggi semampai, beda umur 5 tahun dengan Kevin, seorang model, dan dia dari keturunan orang berada. Tapi, sayang, Angela tidak sesetia yang ia pikirkan.
*Flashback
"Terus terang, dari pada Kevin, aku lebih menyukai adiknya. Pemikiran Kevin terlalu kolot. Aku bosan dengan gaya pacarannya. Sedangkan Andre, adiknya, lebih tampan dan mempunyai segudang talenta." ucap Angela yang tidak tau kalau Kevin mendengar pembicaraannya dengan managernya.
"Jadi apa yang kau lihat dari Kevin?" tanya Managernya.
"Ya, karena, papiku memintaku sebagai tumbal dari perusahaannya, Aku harus mendekati Kevin, dan menikah dengannya. Agar perusahaan papiku berkembang pesat. Untuk itu aku pura-pura mencintainya. Padahal, aku lebih suka adiknya. Tapi, nanti setelah menikah, aku akan mendekati adiknya." jawab Angela.
Sejak saat itu, Kevin memutuskan pertunangan mereka. Dan ia merasa perempuan hanya memanfaatkan kekayaannya saja. Kevin menjadi lelaki yang dingin, tidak mau dengan perempuan yang selalu maminya Carikan untuknya.
Tapi, sekarang, Ia sudah sangat jatuh cinta pada perempuan polos dan sederhana yang tidur di sebelahnya.
"Terima kasih, sayang. Kau sudah mengubahku, i love you" Kevin mengecup kening Putri, dan ia memejamkan matanya.
__ADS_1