
Happy birthday to you.
Happy birthday to you
Happy birthday, happy birthday,
Happy birthday, Kevin..
Kembang api sudah dihidupkan, semua bersuka cita, hanya Kevin yang masih terdiam dan shock, karena ia tidak menyangka, keluarga Putri dan keluarganya hadir di sana.
Sebuah kue datang dibawa oleh seorang pelayan.
"Apa-apaan ini?" tanyanya malu-malu.
"Selamat ulang tahun, sayang. Maafkan aku, aku juga tidak tau akan seperti ini." Putri memeluk suaminya itu.
Semua memberi ucapan dan doa untuk Kevin. Tanggal 12 Agustus itu menjadi moment indah untuknya.
"Kau bilang akan memberiku pelajaran? Coba saja lakukan." Hary O'Leary mengambil tangan Kevin dan meletakkan ke pipinya..
Kevin memeluk papinya itu.
"Thanks a lot, pap" ucapnya haru. Diusianya yang ke 29, papinya selalu membuat surprise yang indah.
"You must have a great future." doanya untuk anak sulungnya itu.
"Where is mom? Apa tidak ikut?" tanyanya.
"Ada di dalam. Biasalah. Tidak usah hiraukan dia. Nanti kalau dia sudah menghilangkan penatnya, pasti akan keluar juga" Hary sangat hapal dengan sikap istrinya itu.
Kevin melirik ke Ajin.
"Jangan katakan, kau juga ikut dalam sandiwara ini" tebaknya.
__ADS_1
"Maafkan aku, bos." ucapnya sambil menunduk.
"Jangan kau salahkan dia, aku yang membuat skenario ini." ucapnya menepuk punggung anaknya.
Mami Rani keluar dari kamarnya, dan membawa sebuah bingkisan besar.
"Sayang, kemarilah." Teriaknya meminta Kevin mendekat.
"Aku punya kado untukmu. Bukalah" pintanya.
Kevin mendekat dan membuka isi kado itu. Sebuah kunci, dan ia menyerahkan kunci itu kepada Rani.
"No.. Coba kau tekan remote itu"
Kevin menekan remote, dan sepasang lampu, memancar, ia mendekati sebuah mobil sport keluaran terbaru.
"Wow mam.. Kau tau apa mauku?" ucapnya kagum melihat mobil itu.
"Thanks mom" ucapnya.
Rani mencium anaknya itu dengan cinta.
"Coba kau ke sana, siapa tau mereka ingin memberimu kado, sayang" Kevin melirik ke arah Rani. Rani masih tidak ingin mendekati keluarga Putri.
"Putri sayang, apa kadomu untuk suamimu?" tanya Rani sinis.
Putri terdiam, dan melirik ke arah keluarganya yang masih duduk dalam kegelapan itu.
Putri mendekati Kevin.
"Maafkan aku Vin, Aku tidak sempat membelikanmu kado, aku tidak mampu membeli kado mewah." kesedihan tampak di raut muka Putri.
Vena mengisyaratkan sesuatu pada Putri.
__ADS_1
"Vin.. sebentar."
Putri mengambil tas yang tergeletak di dekat Putra. Dan segera menghampiri Kevin.
Ia membuka tasnya. Dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya itu.
"Aku tidak punya kado istimewa untukmu, hanya ini saja, semoga ini menjadi kado teristimewa untukmu" ucap Putri sambil menundukkan kepalanya.
Hary O'Leary dan Rani mendekati pasangan itu.
"Kado apaan itu? Apakah kontrakmu dikembalikan kepada Kevin"
"Astaga, please mam.. jangan bahas itu di depan orang tuaku" ucap Putri dalam hati.
Hary menarik tangan Rani.
"Bisakah kau bersikap baik, ini hari ulang tahun anakmu. Jangan kau rusak kebahagiannya."
Kevin memeluk Putri.
"Aku tidak butuh apa-apa darimu, cukup selalu berada di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Berjanjilah, jangan sampai kau seperti ini lagi, sekalipun papi memintamu, mengerti?" tanya Kevin.
Putri mengangguk.
"Bukalah, ku harap kau bahagia dengan kado ini" ucap Putri.
"Hanya surat biasa." Rani masih saja sinis seperti dulu.
"Bacakan, biar semua tau, apa kado untukmu" Putri menggenggam tangan Kevin.
Kevin membuka surat itu pelan-pelan, sambil memandang pemilik tubuh dan bibir mungil itu.
"Maafkan aku, tidak pandai menulis kata-kata indah" ucap Putri lagi.
__ADS_1