Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Aku mau pulang kampung


__ADS_3

"Hei, kenapa kita tinggalkan mereka. Bagaimana kalau mereka bertengkar di tengah keramaian?" tanya Vena


Tapi Ajin tetap tidak menjawab. Ia hanya berjalan dan makan jajanan yang ia beli.


Vena kesal dan menghentikan langkah Ajin.


Ajin menariknya untuk duduk bersama.


"Apa kau mengira akan terjadi seperti itu? Berpikirlah dengan cara positif. Aku yakin mereka akan baik-baik saja. Lebih baik kau menikmati ini saja" Ajin menyuapi Vena dengan bala-bala yang ia beli.


Vena tampak kesal, dan ia hanya memalingkan pandangannya dari Ajin.


"Kau tidak perlu khawatir. Yakinlah" ucap Ajin.


Kevin membukakan harum manis.


"Ini" ucapnya.


Putri tetap diam dan mengambil jajanan itu.


"Maafkan aku" Kevin menggenggam tangan Putri.


Sebenarnya Putri ingin menangis dan menjerit sekuat tenaga, tapi ia sadar dimana ia berada. Ia memegang keras harum manis yang ada ditangannya, sehingga semua tangannya lengket karena gula.

__ADS_1


"Kita pulang ya sayang" ajak Kevin.


"Aku mau pulang sama Vena saja" ucapnya kesal.


"Baik, aku antar ke rumah Vena." Kevin melemah. Ia tau kalau ia salah saat ini.


Putri mengikuti langkah Kevin sampai di depan parkiran mobil. Sampai di depan pintu mobil, Putri menunduk dan menangis. Hatinya hancur mengingat Kevin tadi siang.


Vena yang melihat kejadian itu merasa sedih.


Tapi Ajin menahan Vena.


"Biarkan mereka menyelesaikan masalah. Aku tau perasaan Putri. Tapi biarkan mereka berbicara. Berikan waktu untuk mereka" Cara berfikir Ajin benar-benar membuat Vena merasa sesuatu di dalam hatinya.


"Maafkan aku. Akan aku ceritakan semuanya, masuklah dulu" ajak Kevin.


"Tadi, saat aku sampai di kantor, Bernika sudah sampai di kantor terlebih dahulu, Aku tidak tau apa maksudnya. Hanya, mami bilang kalau perusahaan milik keluarga Bernika akan marger dengan perusahaan kita. Bernika memang mantan pacarku. Orang tuanya dan orang tuaku bersahabat. Tapi kami putus, karena Bernika meninggalkanku, demi kariernya dan dia berselingkuh dengan managernya. Saat itu aku hancur, dan pergi dari kehidupannya. Tapi, aku sudah melupakannya. Buktinya aku serius denganmu dan menikahimu. Sekarang kita punya anak dalam perutmu sebagai pengikat kita. Aku tidak akan meninggalkanmu, Putri Anindita. Itu sudah janjiku. Aku dan Bernika tidak ada hubungan apa-apa. Percayalah"


jelas Kevin.


"Aku mau pulang ke kampung" ucap Putri.


"Apa? Kau akan meninggalkanku juga, seperti mereka yang meninggalkan aku" Kevin memukul stir mobil.

__ADS_1


"Aku butuh berdiam diri. Aku akan memikirkan masa depan untukku. Terlalu banyak masalah sejak pernikahan kita" ucapnya.


"Tidak, sayang, tidak. Aku tidak bisa hidup kalau kau jauh dariku."


"Biarkan aku meyendiri."Putri terus menyeka air matanya.


"Setelah Bernika, aku tidak tau apalagi yang akan terjadi."


Kevin terdiam. Ia memang menyadari semua yang diungkapkan Putri benar adanya.


"Aku mau pulang ke kampung." ucapnya menangis kembali.


"Baiklah, tapi aku tidak bisa mengantarmu. Mungkin seseorang akan menemanimu. Atau aku minta Putra untuk menemanimu" ucap Kevin putus asa. Ia tidak bisa berpikir, Putri terus menangis.


Kevin menjalankan mobilnya.


Sampai di rumah, Putri memasukkan bajunya ke dalam tas. Kevin tidak dapat berkata apa-apa. Ia hanya bisa melihat Putri yang sibuk dengan bajunya dan melihat sesekali, Putri menyeka air matanya. Suasana yang biasanya penuh canda tawa, tidak terlihat lagi.


Kevin mulai uring-uringan. Ia bolak balik tidak jelas. Kembali ke kamar dan melihat Putri yang sudah menutup tasnya.


"Aku akan tidur di kamar sebelah" ucap Putri sambil membawa bantal dan selimut. Kevin makin gusar.


Ia tidak mau membuka mulutnya, emosi Putri sedang tinggi. Ia takut memperkeruh keadaan.

__ADS_1


Kevin mengintip dari pintu yang tidak tertutup rapat, Putri menarik selimut. Sepertinya, Putri lelah dengan keadaan hari ini.


Kevin tetap tidak bisa berpikir. Ia tidak bisa tidur, akhirnya, ia menarik selimut dan bantalnya, dan tidur di depan pintu kamar yang ditiduri Putri. Baginya, melihat Putri walau dari jauh, mengobati hatinya yang sedih.


__ADS_2