Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Palang Merah


__ADS_3

Langkah itu semakin dekat.


Jantung Putri berdegup makin kencang.


Sesekali Putri melirik ke arah Kevin.


Kevin hanya tersenyum.


"Maafkan atas tindakan mami, ya" ucapnya sambil memeluk Putri. Entah itu hanya pencitraan di depan semuanya atau memang tulus dari dalam hatinya, yang Putri tau, ia sangat senang.


"Kalau tidak karena Kevin, aku tidak akan begini" hati kecil Rani berbicara. Ia pura-pura senyum bahagia.


"Terima kasih, mam" ucap Putri.


Kevin menghampiri Rani dan mencium pipi maminya.


"Apa perlu kita rayakan kembali pesta kecil ini?" tanya Andre.


"Tidak. tidak. tidak. Bukankah mereka akan pulang nanti. Mereka harus mencari oleh-oleh dan jalan-jalan di saat terakhir di sini kan? Biarkan saja mereka bersenang-senang, bukankah ini pertama kalinya Putri keluar negeri?" Rani tertawa kecil.


"Honey" ucap Hary pelan.


"Bukan. bukan apa-apa, maksudku Putri kan harus diajak Kevin melihat-lihat kota ini, ya kan sayang" ucapnya ke arah Kevin.


Kevin mengangguk.


Ketika Putri ingin memeluk mertuanya itu, ia berjalan menuju Hary.


"Tidak apa, Vin.. Aku akan mengambil hati mami pelan-pelan" Putri mencoba menenangkan Kevin yang sudah mulai kesal lagi.


Sore itu mereka pulang menuju hotel,


Kevin mengajak Putri untuk mengelilingi kota London itu, walau hanya sebentar, mereka menikmati malam bersama.

__ADS_1


"Aaahhh... lelahnya.." ucap Kevin membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu.


Putri meletakkan tas kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berganti pakaian tidur. Ketika keluar kamar mandi, Putri melihat Kevin yang tertidur dengan masih memakai pakaian yang tadi.


"His.. joroknya.." Putri melepas sepatu dan kaos kaki Kevin, dan membukakan jaket yang dipakainya.


"Kenapa begini, huh, berat sekali" Putri mencoba menarik bantal dan meletakkan kepala Kevin di atas bantal itu. Tapi.. tanpa sengaja muka mereka beradu, dan Putri seolah mencium Kevin, dengan tangan yang masih di bawah bantal Kevin.


Kevin terbangun.


"Hm... " ia memeluk pinggang Putri.


"Kevin... lepaskan." ucap Putri.


"Salah siapa membuat ulah padaku, kau yang menciumiku terlebih dahulu"


"Tidaaakk.. bukan maksudku, Kau..."


"Bukankah, kita sudah mendapat restu dari orang tuaku? Bagaimana kalau kita... kalau kita..." Kevin memainkan bibirnya.


Putri merasa kegelian sendiri.


"Vin.. sudah Vin.." Putri menolak Kevin.


Kevin tetap melancarkan aksinya.


"Vin, aku masih palang merah" ucap Putri mengehentikan aksi Kevin.


"Apa maksudmu?" tanya Kevin.


"Aku masih dapat bulanan. hehe"


"Ah.. kau selalu alasan saja" Kevin keluar dari kamar. Ia kesal dengan ucapan Putri, seolah Putri menolaknya, dan menyesal dengan menikahinya.

__ADS_1


"Aku keluar dulu" ucapnya sambil mengabaikan Putri.


Putri bingung. Ia tidak tau harus berbuat apalagi.


Kevin tak tau harus kemana, ia hanya mencari angin segar. Kecewa. Ya, ia sudah pasti kecewa. Tapi ia berpikir lagi, apa yang ia inginkan dari pernikahan ini? Apakah hanya malam pertama yang selalu gagal, atau saling mengerti satu Sama lain, atau apa? Lama ia termenung.


"Vin.." suara itu membuyarkan lamunannya. Putri yang memakai baju tidur, tanpa jaket.


"Vin.." Putri duduk di sebelah Kevin.


"Kau marah padaku?" tanya Putri.


"Maafkan aku Vin" Putri mengambil tangan Kevin.


Angin malam itu sangat kencang, rambut Putri berkibaran. Sesekali Putri merasa


kedinginan. Tapi ia mengacuhkan. Yang ia inginkan, Kevin tidak marah lagi padanya.


Kevin yang melihat itu, menarik tubuh Putri dalam pelukannya.


"Kau tidak marah?" tanya Putri lagi.


Kevin menggeleng.


"Kau kedinginan, ayo kita masuk" ajak Kevin dari balkon lantai paling atas itu.


Putri menggelengkan kepalanya.


"Aku masih ingin di sini, memelukmu, merasakan hangatnya tubuhmu" ucap Putri yang memberanikan diri mengecup bibir Kevin.


****Kita doakan pernikahan mereka baik-baik saja ya, si mami sepertinya belum ikhlas menerima Putri.


Hai hai hai.. terima kasih masih setia dengan cerita ini.. Tak bosannya aku meminta dukungan lewat vote nya ya.. terima kasih semuaaa 😍😍**

__ADS_1


__ADS_2