
#flashback
"Ada apa bos?" tanya Ira, wakil sekretaris yang biasa selalu ada bersama Ajin.
"Kamu pernah pacaran tidak?" tanya Kevin
"Atau kamu belum pernah pacaran" lanjutnya
"Pernahlah bos. Memangnya kenapa?"
tanya Ira
"Kemana biasanya kamu pergi berkencan? Apa saja yang biasa kamu lakukan dengan pacarmu?"
"Bos aneh, aku biasa pergi nonton bioskop, atau makan malam, dan pacarku selalu memberikan kejutan-kejutan kecil yang bisa buat aku bahagia, walau hanya dengan bunga. Terkadang, kami ke mall hanya untuk belanja keperluan kami. Memangnya ada apa bos?"
"Sudah, jangan berisik, pacarku sedang tidur. Kalian kalau sudah selesai kerja, silahkan pulang."
Ira dan Ajin saling pandang.
"Maafkan, aku tertidur. Maaf membuat kamu pulang terlambat" ucap Putri lagi.
"Tidak apa. Yok kita jalan. Ini kencan pertama kita" ucap Kevin.
Putri mengangguk pelan.
__ADS_1
Kevin jalan duluan.
Putri berjalan di belakang Kevin sambil memakai sepatunya.
"Kebiasaan" gerutu Kevin.
Kevin berhenti dan memasangkan sepatu Putri.
"Ayo, cepat. Nanti kita terlambat." Kevin memegang tangan Putri. Putri yang biasanya cuek dengan laki-laki, merasakan sesuatu, walau Kevin memiliki sikap aneh, tapi dia merasa senang.
"Mau apa kita?" tanya Putri setibanya di sebuah bioskop.
"Apa lagi, kita nonton. Ayo kita masuk" ajak Kevin.
Di dalam bioskop itu, sangat dingin. Kevin melepas jasnya, dan memakaikan ke Putri.
"Kamu mau nonton film atau lihat ekspresi mukaku?" tanya Putri
Kevin gelagapan,
"Aku mau makan popcornnya, tapi, kamu tidak memberi kesempatan untuk aku makan itu." alasan Kevin mengalihkan pembicaraan.
"Oh, ini.." ucap Putri.
"Tidak usah, tidak jadi"
__ADS_1
Putri menyuapi Kevin, awalnya Kevin kaget, tapi ia akhirnya menikmati popcorn itu.
Kevin merasakan kembali perasaan yang dulunya mati.
Setelah selesai, mereka berjalan menuju restoran yang ada di mall itu.
"Aku ke toilet dulu ya, kamu pesan dulu saja apa yang kamu mau" ucap Kevin di depan sebuah restoran
"Itu bukannya Putri. Dia kan 1 jurusan dengan kita. Lihat pakaiannya, bagus sekali" ucap salah satu dari perempuan yang ada di meja seberang.
"Ia tidak mungkin bisa membeli baju semahal itu. Paling juga baju KW" lanjut salah satu yang sepertinya ketua mereka.
"Lihat saja, dia tampak kebingungan memilih menunya, jangan-jangan dia belum pernah datang ke sini" lalu mereka tertawa.
Putri menunduk karena ia menyadari sekelompok teman kuliahnya dulu, tapi mereka berbeda dengan Putri. Mereka dari kalangan berada, sedangkan Putri, cuma seorang anak Petani desa.
Kevin melihat situasi yang tidak enak. Dan dia tahu penyebab Putri menjadi diam.
"Hi sayang, maaf lama" Kevin mencium kening Putri.
Mereka yang mencemooh Putri langsung shock.
"Siapa dia? Tampan sekali. Tidak mungkin itu pacar Putri" ucap mereka berbisik.
"Aku tidak nyaman disini. Kita keluar saja." ajak Putri pelan dan menunduk.
__ADS_1
"Angkat kepalamu, kamu sekarang pacarku. Tidak ada yang akan menyakitimu. Aku akan melindungimu, dan kamu akan melindungiku juga. Tak usah perdulikan mereka." ucap Kevin sambil memegang tangan Putri.
Putri dan Kevin akhirnya makan tanpa memperdulikan mereka yang melihat dengan sinisnya. Kevin berbuat selayaknya sebagai seorang pacar untuk Putri.