Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Melaksanakan tugas


__ADS_3

Pagi itu, ketika Putri bangun, ia merasakan nyeri di bagian bawah tubuhnya.


Ia melihat lelakinya masih tertidur pulas.


Kevin merasakan lelah luar dalam.


Tubuh Putri yang hanya terbalut selimut, masih berada di atas tempat tidur yang sama dengan Kevin. Ia menepis poni Kevin yang menutupi muka Kevin, dengan pelan-pelan.


Putri sudah melaksanakan tugasnya sebagai istri. Tiba-tiba tangan Putri di pegang Kevin.


"Heh.. " spontan Putri berkata demikian.


"Apakah sudah puas memandangi wajahku?"


tanya Kevin yang masih menutup matanya.


Putri tidak tau harus berbuat apa.


Ia hanya tersenyum, karena perbuatannya ketauan oleh Kevin.


Kevin memeluk tubuh mungil itu.


"Viin"..


"hm... aku ingin menikmati hari ini bersama istriku."


Putri membiarkan Kevin, dan mencium tangan Kevin dengan rasa yang tidak bisa diucapkan. Hanya perasaan bahagia.


Ponsel Kevin berdering.


"Vin.."

__ADS_1


"Aaahh.. mengganggu saja" Kevin kesal dengan deringan di pagi hari.


Putri bangun dengan berbalut selimut dan mengambilkan Ponsel milik kevin.


"Jangan kemana-mana, disini saja" pinta Kevin.


Putri duduk dan mengikuti perintah Kevin.


"Ya, ada apa? Mundurkan jadwal hari ini, aku lelah karena kemarin langsung meeting. Ya, besok saja. Kau atur saja. Ok" hanya itu yang terdengar di telinga Putri.


"Sudah biarkan saja, kau mau kemana?" tanya Kevin.


"Mau mandi, sayang.." ucap Putri.


"Apa,coba ulangi lagi" pinta Kevin.


"Aku mau mandi" ulang Putri.


Putri diam mengingat. Dan ia tersenyum, sambil menyentuh pipi Kevin.


"Aku mau mandi, sayang" ucap Putri.


"Nah.. itu.. baru tepat. Bisakah kau selamanya memanggil aku begitu?" tanya Kevin dengan sedikit memohon.


Putri tersenyum dan mengangguk pelan.


"Aku ikut mandi ya, sayang" Kevin menyusul Putri yang sudah duluan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


*Di meja makan, Si mbak sudah menyiapkan sarapan untuk tuan dan nyonya muda rumah itu.


"Terima kasih, mbak" ucap Putri.

__ADS_1


"Mau masak apa, non?" tanya si mbak.


"Tidak usah, biar saya saja yang masak. Mbak bersih-bersih saja ya. Nanti saya dan Kevin mau belanja dulu, dan melihat ruko sebentar."


Jelas Putri.


"Sayang, mau tambah teh nya?" tanya Putri.


Kevin menggeleng sambil melihat email yang masuk lewat ponselnya.


Putri merapikan sisa makan dan ia masuk ke kamar merapikan sisa perjuangan semalam. Ia tersenyum sendiri mengingat kejadian yang menjadi kenangan terindahnya, dengan lelaki yang ia cintai.


"Hayoooo... mikirin apa? Mikirin semalem ya?" Kevin yang tiba-tiba datang merangkul Putri dan mencium pipi Putri, membuyarkan ingatannya.


"Apa mau diulang lagi?"


"eeh... " Putri menjauh dari tubuh Kevin, sehingga mereka berlari seperti anak kecil yang sedang main gobak sodor di dalam kamar. Sampai akhirnya Putri tertangkap dalam pelukan Kevin.


"Sayaaaaang... Bisa gak ngagetin aku gitu. Kalo jantung aku copot gimana?" Putri memukul dada Kevin pelan.


Kevin tertawa melihat tingkah laku Putri.


"Udah rapi belom? Ayo, katanya mau belanja. Sekalian kita beli alat make up, baju, sepatu, pokoknya semuanya." Kevin sangat bersemangat.


Putri menggelengkan kepalanya. "Ada-ada saja"


Mereka bersiap dan keluar rumah. Tujuan pertama, pergi ke ruko.


"Kapan siswamu kembali beraktifitas?" tanya Kevin dalam perjalanan.


"Besok sudah mulai lagi, makanya antarkan aku ke ruko ya sayang, aku mau beres-beres, Vena pasti sudah menungguku. Sekalian aku mau ambil keperluanku yang masih ada di ruko" ucap Putri yang masih mengibaskan rambutnya yang masih lembab.

__ADS_1


__ADS_2