Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Menahan Nafsu


__ADS_3

"Selamat pagi istriku"


Putri membuka matanya.


"Loh.. kenapa matamu?" tanya Putri.


Putri mengusap mata Kevin.


"Aku tidak bisa tidur"


"Kenapa?"


"Bagaimana aku bisa tidur, dengan gaya tidurmu seperti itu, tapi aku harus bisa menahan nafsuku"


Putri tertawa.


"Hahahah... sayang... maafkan aku. Cepat selesaikan kerjaanmu, kita langsung temui orang tuamu." Putri memeluk tubuh Kevin.


"Ayo cepat mandi. Nanti terlambat"


"Tapi aku mengantuk, sayang. Aku mau tidur 30 menit saja"


Putri bangun, dan mencium kening Kevin.


Ia menyiapkan keperluan Kevin, dan sarapan untuk Kevin.


Putri kembali mengintip Kevin ke kamar.


Ia berusaha tidak membuat kegaduhan, pelan-pelan dan mengendap-endap, Putri mendekati Kevin. 5 menit lagi Kevin harus dibangunkan. Jadi Putri memutuskan untuk duduk melihat muka Kevin yang tampan.

__ADS_1


"Maafkan aku, Vin.. Bukannya aku tidak siap melayanimu, tapi, aku takut dengan kenyataan kalau aku harus berpisah darimu." air mata penyesalan itu datang dan ditepis olehnya.


Putri mendekati lelaki itu, dan merapikan poni yang menutupi sebagian mata Kevin.


Kevin menciumnya.


"Vin.. Sejak kapan kamu bangun?" tanyanya kaget, karena bibirnya sudah menempel di bibir Kevin.


"Sejak kau masuk" Kevin bertingkah seperti anak kecil yang baru bangun tidur. Imut sekali.


"Kenapa kau menangis?" tanya Kevin.


"Oh.. tidak.. aku tidak menangis"


"Kau menyesal menikah denganku?" Kevin duduk, dan mendekati Putri.


"Tidak Vin, aku bersyukur, tuhan memberi aku seorang suami yang mencintaiku. Aku takut, kau yang akan kecewa denganku."


"Maafkan aku"


"Untuk apa?" tanya Kevin


"Untuk semalam" Putri menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Tidak apa-apa. Aku akan menunggu sampai kau ikhlas"


"Makin sayang aku" ucap Putri mencium pipi Kevin.


"Mandilah, kasian kalau Ajin menunggu terlalu lama"

__ADS_1


Benar saja, belum sampai Kevin di depan pintu kamar mandi, pintu bel kamarnya berbunyi.


Putri segera membuka pintu. Ternyata bukan hanya Ajin yang datang, tetapi ada Andre juga.


"Mana bang Kevin, kak?" tanya Andre


"Baru saja masuk kamar mandi, ada sesuatu yang perlu aku sampaikan?" tanya Putri.


Ajin menggelengkan kepalanya, ia tertawa kecil. Dulu, Kevin selalu tepat waktu.


"Kak.. ikut aku pergi yok. Kau pasti bosan di kamar ini terus. Biar aku yang bilang ke bang Kevin."


"Tidak usah, Ndre. Nanti abangmu pulang siang, aku tidak ada di kamar ini. Kasian" ucap Putri.


"Tidak nona, sepertinya bos tidak bisa pulang awal waktu. Bos meminta, semua pertemuan dipercepat. Jadi ia bisa istirahat." jelas Ajin.


"Tapi aku tidak mau mengambil keputusan sendiri." ucap Putri yang terhenti karena mendengar langkah kaki Kevin mendekat.


"Kau bisa pergi keluar dengan Andre. Aku takut kau jenuh di kamar seorang diri." ucap Kevin yang mendekat sambil mengancingkan bajunya.


Putri mendekatinya dan merapikan baju Kevin. Kevin mencium kening istri mungilnya itu, dan memeluknya


"Bisa tidak, kalian tidak menampilkan kemesraan kalian di depan kami" ucap Andre kesal.


Kevin tertawa.


"Kami sudah sah. Jadi mau apa aja, ya boleh, ya kan sayang"


Putri mencubit tangan Kevin.

__ADS_1


"Pergilah dengan Andre, tapi, kau harus menjaga istriku. Kalau dia terluka sedikit saja, kau yang akan aku hajar" ucap Kevin.


__ADS_2