
"Sebenarnya, nona ini mengidap magh akut. Apa dia tidak makan seharian ini?" tanya dokter Fajar.
"Aku tidak bertanya padanya, dok. Aku sangat sibuk hari ini" ucap Kevin memegang tangan Putri.
"Bagaimana kamu ini Kevin, perempuan harus diperhatikan. Apa mamimu tau, hubungan kalian?" tanya dokter Fajar, yang memang dokter keluarga mereka.
"Tidak, dok. Sudahlah, jangan bahas mami. Aku kesal, karena mami menyuruh untuk kencan buta. Aku tidak suka."
"Kenapa kalian tidak menikah saja. Pasti mamimu akan menyetujui kalau kalian menikah dan setelah itu, baru kabari keluargamu" dokter Fajar tertawa terbahak-bahak.
"Kecilkan suaramu, dok. Putri sedang sakit"
Kevin mendorong dokter itu keluar kamarnya.
"Mbak.. gantikan bajunya," perintah Kevin ke si mbak.
"Berikan ini, kalau dia masih merasa sakit malam ini. Besok kau harus membawanya ke rumah sakit." dokter Fajar menuliskan resep untuk Putri.
"Ajin.. Beli obat ini" perintah Kevin.
"Terima kasih, dok.. Saya tidak tau bagaimana dengan kondisinya kalau saya tidak menelpon mu tadi." ucap Kevin sambil mengantar dokter ke pintu rumahnya.
Kevin kembali ke kamarnya. Ia melihat Putri yang sudah enakan karena Infus yang dipasang.
Ia tersenyum. Walau baju yang dipakai Putri kebesaran, tapi ia melihat sesuatu di balik itu.
__ADS_1
Kevin tertidur di sofa miliknya. Sesekali, ia melirik ke Putri yang tampak cantik tidur di kasur miliknya. Padahal, tidak seorang pun bisa tidur di sana, ternyata, seorang Putri berhasil meniduri tempat nyaman itu.
Sinar pagi memancar ke dalam kamar Kevin yang bagus itu.
Putri terbangun, dan ia melihat Kevin sudah duduk di sebelahnya sambil membaca buku.
"Selamat pagi, Put.. sudah enakan?" tanya Kevin.
"Kamu.. kamu... kenapa kamu di sebelahku?" ia melihat baju yang ia kenakan bukanlah bajunya.
"Kamu.. kamu.. apa yang kamu lakukan padaku. Beraninya kamu.. Apa ini?" tanya Putri berteriak memegang baju yang dikenakannya.
"Dasar mesum. Lihat tanganmu" ucap Kevin.
Putri menyadari, ada jarum infus di tangannya.
" Tapi, bagaimana aku sampai di sini?" gumamnya.
"Dimana aku?" tanyanya
"Di rumahku, di atas kasurku. Kita berdua semalam berdua di sini" ucap Kevin usil.
"Apa???" teriak Putri.
"Berteriak lah, tidak ada orang di sini."
__ADS_1
"Kamuuuuuuu" teriak Putri sambil memukul dada Kevin.
"Awww" Putri berteriak
Secepat kilat Kevin menahan tangan Putri.
"Sudah. Jangan banyak bergerak. Minum obat ini, setelah itu, kamu harus sarapan. Bikin kerjaan orang aja, kalau sakit begini, kau akan kehilangan waktu untuk menemaniku" Kevin menyodorkan obat dan segelas air untuk Putri.
Kevin keluar kamar, dan kembali dengan semangkuk bubur hangat.
"Buka mulutmu." perintah Kevin,
"Bisa-bisanya kamu tidak makan kemarin"
"Aku sibuk" ucap Putri pelan.
"Apa aku harus mengurus makanmu juga?" tanya Kevin. Putri menggelengkan kepalanya.
"Berani-beraninya kamu jalan dengan laki-laki lain. Aku sudah bilang, kamu hanya boleh ngobrol, jalan, dan bermesraan denganku, Itu sudah jelas dalam kontrak kita" ucap Kevin lagi.
cisss.. kontrak lagi yang dibicarakannya.
28 hari lagi masa kontrak itu akan habis. dan selama itu, ia harus merasakan neraka dalam hidupnya.
Pintu di ketuk.
__ADS_1
Ajin masuk dari sana.
"Ini pesanan anda." sambil memberikan tas berisi peralatan yang dibutuhkan.