
Vena hanya tercengang melihat sosok yang datang menjemput Putri.
"Vin... bukankah tadi.. ada... "
"Ada apa?"
"Putri,tadi eh.. siapa yang menjemputnya tadi, Putri bilang, kau menyuruh orang untuk menjemputnya." Vena bingung
"Ya, tapi aku sudah mengabarinya tadi"
"Tapi, ini.." Vena menunjukkan ponsel milik Putri bersamanya.
"Ia tidak sengaja meninggalkannya."
"Sekarang, kemana putri?" Kevin mulai panik.
"Aku tidak tau, tadi ada beberapa orang menjemput Putri. Karena memang Putri tadi bilang, kau tidak bisa menjemputnya, dan kau menyuruh orang menjemputnya. Aku tidak curiga. Ia pergi bersama orang-orang itu" jelas Vena.
"Apa ini? Kemana dia?" Kevin mengacak-acak rambutnya.
"Apa kau tau ciri-ciri mobil itu?"
"Aku tidak ingat pasti, tp itu mobil mewah, berwarna hitam." Vena mengingat
"Ya sudah, aku mau lihat CCTV saja." ucapnya.
__ADS_1
Ia meminta dibukakan memori saat Putri dijemput orang tidak dikenal.
"Tidak banyak mobil seperti ini. aku akan menemukannya" Ucap Kevin.
Sementara Putri yang bingung, kenapa mobil ini bergerak tapi tidak menuju arah rumahnya, terdiam.
"Pak, maaf, kita salah jalan" ucapnya
"Bukankah seharusnya tadi kita belok kanan, kenapa kita ke kiri?"tanya Putri.
"Tidak apa-apa nona, kami hanya diperintahkan untuk membawa nona jalan-jalan dulu" ucap sopir dengan penampilan rapi itu.
"Baiklah, tapi aku harus memberi kabar kepada suamiku dulu" Putri merogoh tasnya, tapi ia tidak menemukan ponselnya.
"Waduh, ponselku tertinggal. Bagaimana ini? Tapi, ini kan suruhan Kevin. Ya sudahlah. Aku menurut saja. Mungkin ia menyuruh mereka untuk mengajakku jalan-jalan, supaya aku tidak bosan sendiri di dalam rumah." Pikiran polos itu hanya tersenyum menikmati jalan itu.
"Pak, kalau kita sudah sampai, bangunkan aku ya" pinta Putri.
Tak ada pikiran jahat dalam otak Putri. Ia tertidur seperti orang yang tidak tidur 2 hari.
Ponsel Putri berdering.
"Hallo" ucap seseorang dari ponsel itu.
"Papi?"
__ADS_1
"Hei, kenapa kamu yang jawab. Ini ponsel milik istrimu kan?" tanya Hary O'Leary.
"Ya, pap. Dia lupa membawanya. Papi dimana?" tanya Kevin.
"Kau lupa, aku sudah di Jakarta. Kemarilah. Ajak serta istrimu. Nanti aku kirim alamatnya." ucap Hary.
"Ah.. bagaimana aku harus bilang, kalau Putri tidak ada" gerutu Kevin.
Tak lama, ponsel Putri berdering kembali.
"Put, apa kabar kamu, nak?" tanya ibu.
"Ibu, ini Kevin. Putri sedang tidak ada, apakah ada sesuatu yang ingin Kevin sampaikan?" tanya Kevin
"Oh kamu, nak. Tidak apa-apa, ibu cuma rindu istrimu. Ya sudah. Nanti kapan-kapan ibu telepon lagi ya. Jaga anak ibu ya. Ibu sangat merindukannya. Ajaklah dia main ke kampung." pinta ibu
Kevin makin gusar. Bagaimana ia membawa Putri pulang ke kampungnya, sedangkan sekarang saja, ia tidak tau dimana keberadaan istrinya itu.
"Aaaarrggghhhh... ini semua kesalahanku. Dimana kamu, put?" Kevin memukul stir mobilnya.
Ia dan Ajin juga beberapa pengawal berpencar mencari keberadaan mobil itu, tapi Putri dan mobil itu tidak kunjung ditemukannya.
Ajin memerintahkan beberapa preman untuk ikut mencari. Semua dibuat pusing dengan hilangnya Putri. Belum lagi Kevin yang uring-uringan.
"Aku tidak mau tau, cepat temukan istriku!" Nada tinggi Kevin sudah seperti harimau yang siap memangsa musuhnya.
__ADS_1
"Hai anak brengsek. Kenapa lama sekali kamu. Cepatlah kemari." suara Hary O'Leary dengan suara alunan musik sangat terdengar di sana.
"Seandainya aku bisa bilang, istriku tidak bersamaku, pasti papi akan marah besar. Karena tidak becus mengurusnya." Kevin sangat tau persis, papinya sangat menyayangi istrinya itu.