Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Apa yang merasukimu


__ADS_3

Rani mengusap pipinya, seumur pernikahan mereka, baru kali ini Hary melakukan kekerasan padanya.


"Honey" ucapnya sambil menangis


"Papi..." Kevin menarik tangan Hary.


"Semua karena perempuan sial ini! Apa yang kau berikan kepada anakku, sampai aku harus menerima perlakuan seperti ini? Apa kau menggadaikan perawanmu kepada anakku. Puas kau?!"


"Mami.. asal mami tau, kami belum melakukan apapun, karena Putri ingin mendapat restu mami dan papi, kejam sekali ucapan mami!"


"Kau sudah makan guna-guna wanita ini! Bela saja terus dia, lupakan mamimu ini!"


Rani meninggalkan ruangan itu dan berlari menuju kamarnya.


"Maafkan mamimu, aku akan mengurusnya" Hary melangkah mengikuti jejak istrinya.


"Vin, apa tidak sebaiknya kau menenangkan mami dan papi?"


Kevin hanya terdiam,

__ADS_1


"Vin.." Putri menggoyangkan tubuh Kevin.


"Biarkan saja mereka. Aku yakin papi bisa menyelesaikan masalah itu. Sebaiknya kita kembali ke kamar." ajak Kevin, ia merasa ada yang aneh dalam sikap maminya. Kenapa ucapannya seperti itu.


"Hary... 30 tahun aku menemanimu, tak pernah sekali pun kau melakukan ini kepadaku, tapi, karena perempuan yang masuk ke sini yang entah asalnya, kau memukulku" tangis kesal Rani pecah seketika.


"Honey, aku akan mengembalikanmu kembali. Yang aku tau Rani yang aku kenal, tidak seperti ini, apa yang merasukimu? Rani yang aku kenal adalah wanita penyayang dan tidak akan menyakiti orang lain, karena sifatmu aku mencintaimu. Tapi aku tidak ingin cintaku berubah walau sedikit. Maafkan aku, aku harus mengembalikanmu seperti semula, walau itu dengan teguran. Honey.. Aku mencintai kepribadianmu, tapi akhir-akhir ini, kau banyak berubah. Ceritakan padaku, apa yang bisa aku lakukan untuk membuat kau kembali" Hary memeluk dan mengecup kening perempuan yang sudah hidup dengannya.


Rani tertunduk dengan ucapan Hary.


"Aku.. aku..." ia hanya berkata demikian, dan melanjutkan tangisnya.


"Ceritakanlah padaku" Hary menggenggam tangan Putri


Hary tertawa, dan mengelus mesra rambut istrinya dengan kecupan di keningnya.


"Kau adalah perempuan yang aku cintai, aku tidak butuh perempuan lain, cukup kau di sampingku. Kau tidak akan kekurangan perhatian kami. Aku dan anak-anak, akan selalu mencintaimu, bahkan, Bukan hanya istri Kevin, tetapi suatu saat, Andre pun akan membawa istrinya kepada kita. Kau akan mendapatkan banyak cinta. Sudahlah. Kau cemburu sesaat saja."


"Bagaimana, dengan perjodohan dengan anak sahabatku, honey.."

__ADS_1


"Nanti kau bisa mengunjunginya, katakan padanya, cinta yang dibutuhkan dalam rumah tangga. Dan kalau salah satu pondasi itu tidak ada, maka pernikahan akan hancur. Berikan penjelasan yang masuk akal. Aku yakin kau mampu, karena kau wanita pintar yang aku punya. Maafkan aku atas tindakanku tadi"


Hary mengajak Rani istirahat.


Di kamar Kevin, Putri bolak balik gelisah.


Ia memikirkan mertua Perempuannya.


"Vin.. apa kau sudah tidur?" tanya Putri


"Hmm" dehaman itu saja yang Putri dengar


"Bagaimana keadaan mami?" tanyanya lagi.


"Hmm"


Putri melihat Kevin yang sudah tidur, tapi masih bisa mendengarkan suaranya.


"Orang gila aneh. Eh.. tidak.. dia suamiku, dan tidak gila, cuma kadang kelakuannya aneh saja" Ia mengelus kepala Kevin, dan mengambil posisi tidur, tapi ingatannya masih di kepala, Hary O'Leary menampar pipi Rani.

__ADS_1


**Ucapan Rani memang patut mendapat teguran keras. huh.. kesal..


Terima kasih sudah setia dengan novelnya, dan Author masih selalu setia menunggu kiriman vote kalian.😍😍


__ADS_2