Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kecemburuan


__ADS_3

Pemeriksaan Putri sudah selesai, ia harus bed rest total, karena ia hampir saja kehilangan janinnya.


"Sebaiknya bapak jangan membuat istri bapak stres. Kandungannya masih sangat lemah." saran dokter.


Kevin duduk lemas di depan pintu ruang perawatan Putri.


"Sabar bang.. Kak Putri pasti sehat lagi" ucap Putra


Kevin menoleh ke arah Putra.


"Maafkan Abang, put. Tadi Abang dan kakakmu berdebat kecil."ucap Kevin sambil menunduk.


"Kalau aku boleh tau, ada apa Vin? Yang aku lihat, Putri menangis sampai matanya bengkak,"


Kevin mendengar cerita Vena sangat merasa bersalah. Kecemburuannya mengalahkan rasa prihatinnya untuk Putri yang sedang mengandung benih cintanya.


Hari semakin gelap, Kevin meminta putra mengantarkan Vena pulang.


Sekarang tinggal ia dan Putri di dalam kamar perawatan itu.


"Sayang" sapa Kevin.


Putri hanya diam, dia membalikkan badannya.


Kevin serba salah.


Kevin hanya diam.

__ADS_1


Keluarga O'Leary mengunjungi tempat dimana Putri di rawat.


"Pi" Kevin berdiri kaget melihat pintu kamar dibuka.


Hary O'Leary menarik kemeja Kevin.


"Kau apakan istrimu?" tanyanya.


"Piiii" Putri memanggil mertuanya itu.


"Sweetie, kenapa? Kau harus pindah ke rumah sakit milik kita, papi akan segera mengurus kepindahanmu. Suamimu tidak becus mengurusmu." ucapnya dan kembali ke Kevin.


"Kau tidak becus mengurus istri dan calon penerus keluarga O'Leary. Aku yang akan mengurus dia. Tinggalkan Putri." ucap Hary, dan keluar mengurus kepindahan rumah sakit.


Kevin hanya terdiam, dia tidak tau harus bagaimana. Tak lama, Putri dipindahkan menggunakan mobil ambulance menuju rumah sakit milik keluarga O'Leary.


Dokter Fajar yang ditelepon oleh Hary O'Leary, sudah menunggu di depan pintu rumah sakit, dan perawat sudah siap mendorong tempat tidur ke ruangan VVIP.


Rombongan Hary dan ambulance sudah sampai, semua dibuat sibuk. Putri dilayani layaknya seorang putri orang terkenal. Semua yang bertemu dengannya menundukkan kepalanya. Putri yang hanya bisa melirik, tidak bisa berbuat banyak.


Ruangan VVIP itu sangat luas, dan bagus. Di dalamnya seperti rumah yang berada di dalam sebuah rumah sakit mewah.


"Dimana ini?" tanya Putri dalam hati.


"Kau akan aman di sini. Ingat sweetie, kau harus kuat, kau harus sehat. Aku tidak mau melihat kau sakit" ucapnya sambil mengelus kepala Putri.


"Istirahatlah. Kau akan selalu didampingi perawat yang handal." Kemudian Hary O'Leary keluar dari tempat itu

__ADS_1


"Jaga menantuku baik-baik. Pastikan kebutuhannya terpenuhi. Jangan biarkan ia menjadi stress" Hary jalan menuju parkiran.


Kevin yang masih ada di dalam mobilnya, ia takut untuk keluar dari sana. Ia tetap berada di parkiran, sampai akhirnya, ia melihat rombongan Hary keluar dari rumah sakit itu.


"Seandainya papi tau kejadian sebenarnya, ia pasti akan sangat marah" penyesalannya hanya membuat ia kembali diam.


Sementara di ruang yang sangat besar itu, Putri hanya ditemani seorang perawat.


"Sus, apakah suster lihat suami saya?" tanya Putri.


"Maaf, Bu. Saya tidak melihat siapa-siapa kecuali pengawal yang berjaga di depan pintu. Silahkan istirahat, Bu. Ibu butuh istirahat total" ucap perawat itu ramah, dan menyelimuti Putri kembali.


Tapi, Putri tetap tidak bisa tidur. Ia mencari sosok suaminya yang membuatnya harus seperti itu. Tapi, ia kehilangan sosok itu saat ini. Entah kemana ia berada.


Ponsel Putri berdering, sebuah pesan masuk. Ia segera membacanya.


"Sayang, maafin aku ya. Aku ada di dekat kamu, tapi tidak bisa melihat kamu. Maafkan aku."


Air mata Putri menetes di ujung matanya.


Ketidak percayaan Kevin terhadapnya, membuat ia sedih, kecemburuan Kevin yang berlebihan membuat ia sakit.


****Kenapa author jadi pengen nangis juga ya. Bisa banjir tangisan nih.


Hm..


Tapi author menunggu banjiran vote dari pembaca setia, kok. 😍😍**

__ADS_1


__ADS_2