Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Penjelasan Kevin


__ADS_3

Bernika sudah ada di kantor ketika Kevin, Harry, dan Andre O'Leary sampai.


Yang lebih mengagetkan meraka, Bernika berada di kursi Kevin dan membaca beberapa map berisi laporan Amira yang berhasil dikumpulkan.


"Hey, sedang apa kau?" tanya Harry.


"A. a. aku hanya membaca-baca saja, om" Bernika tampak grogi.


Kevin pura-pura menenangkan papinya.


"Sudah Pi, biarkan saja, lagian Kau tidak akan mengkhianati aku lagi, kan?" tanya Kevin.


"Tentu saja tidak, sayang" Bernika bangun dan segera berada di samping Kevin.


"File apa itu, Vin?" tanya Harry


Kevin mendekati file itu. Sebenarnya itu file yang baru dikirimkan untuk progres ke depannya usaha mereka.


"Oh, ini, file yang salah, makanya aku belum tanda tangan. File ini masih diperbaiki." ucap Kevin santai, dan membawanya keluar ruangan.


"Ada keperluan apakah kau kemari?" tanya Harry


"Oh, tidak, om. Hanya main saja" jawab Bernika.


"Kau pikir ini taman bermain. Ini kantorku. Kau kan juga punya kantor, kenapa tidak urus kantormu saja"

__ADS_1


Bernika tersentak kaget dengan ucapan Harry.


"Baik om, saya juga sudah mau kembali ke kantor. Selamat siang, om" Bernika keluar dengan hati kesal.


Kevin kembali ke ruangannya melihat Harry dan Andre tertawa.


"Perempuan tak tau malu itu memang seharusnya diperlakukan seperti itu"


"sudah, Pi.. ayo kita keluar, jadwal hari ini lumayan padat." ajak Kevin, dan mereka keluar dari tempat itu.


Saat jam makan, mereka tanpa sengaja melihat Bernika dan Rani sedang makan bersama.


"Jadi benar, mereka menikah karena kontrak?"


"Perempuan itu mau aja, karena Kevin kaya raya. Coba kalau miskin, mana mau" Bernika memanas-manasi Rani.


"Makanya, dia gak tulus sama Kevin. Kamu gimana perasaannya sama Kevin?" tanya Rani


"Aku cinta Kevin seperti aku bertemu dengannya pertama kali. Aku tulus sama Kevin, Tante" ucap Bernika meyakinkan.


Mereka tidak tau, di sebelah mereka, Kevin, Harry, Ajin dan Andre, sedang membicarakan masalah kevin. Batas mereka hanya sebuah rumbai-rumbai.


"Ayolah kita pulang, Tante lelah. Kau juga kan harus mengurus kantormu" ajak Rani.


"Tidak masalah, aku jarang ke kantor, sesekali saja, biar saja itu urusan si Roni." jelas Bernika, sambil jalan.

__ADS_1


Kevin, Harry, Ajin dan Andre membuang muka mereka supaya tidak terlihat mereka berdua.


"Kevin, bagaimana itu mamimu? Apa benar kau dan Putri hanya nikah kontrak?" Harry penasaran.


"Pap, panjang kalau mau aku ceritakan dari awal. Intinya, aku benar-benar mencintai Putri sejak pertama kali aku sadar dan membuka mataku setelah aku mengalami penculikan, dan Putri yang menolongku saat itu dari kejaran orang-orang yang aku tidak kenal" jelas Kevin.


"Apa? Kenapa tidak bilang ke papi? Lanjutkan"


"Aku tidak tau bagaimana rasa itu, yang aku tau, aku susah untuk mendekati Putri, karena sifatnya yang cuek. Aku menemukan cara agar aku bisa mendekatinya, dengan perjanjian menjadi kekasihku, karena, mami selalu menjodohkan aku dengan wanita-wanita yang tidak jelas. Aku tau, Putri tulus kepadaku."


"Dari mana mamimu tau kalau kalian melakukan kontrak?"


"Kevin kehilangan surat itu, om. Tepat saat Putri dirawat terakhir kali" jelas Ajin.


Harry terdiam.


"Aku memang belum pernah melihat langsung surat itu, tapi, sepertinya, Rani pernah mengatakan surat kontrak itu. Dan sepertinya..." Harry memutuskan pembicaraan itu dan mengingat sesuatu.


"Yang aku tau, mamimu sebenarnya, ingin kau menikah dengan anak sahabatnya, tapi aku tidak tau siapa itu. Hanya ia menyebutkan nama sahabatnya itu kalau tidak salah Ayudia" lanjut Harry.


"Sudahlah, sekarang bagaimana usaha kita menjebak Bernika dan membuat mami kalian sadar kalau Bernika tidak baik untuk keluarga ini. Sudah.. kita makan saja dulu"


**Hi.. maafkan author ya membuat kalian menunggu lama, tapi, author janji akan selalu update lanjutannya. Terima kasih yang selalu setia dengan cerita ini, walau masih on going.


😍😍

__ADS_1


__ADS_2